Soal SKCK (Dulu Namanya SKKB)


skckSKKB adalah singkatan dari Surat Keterangan Kelakuan Baik yang dikeluarkan oleh Kepolisian bagi pemohon yang telah memenuhi syarat. SKKB berisikan keterangan dari pihak kepolisian bahwa yang bersangkutan tidak/belum pernah tercatat melakukan tindakan kejahatan hingga tanggal dikeluarkannya SKKB tersebut. SKKB berlaku selama 6 (enam) bulan. Ini adalah defenisi yang ditulis oleh Wikipedia.

Kini istilah itu diganti menjadi: SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dan hanya berlaku 3 (bulan) saja. Adapun persyaratan untuk mengurus SKCK adalah: berdasarkan Surat Pengantar dari ketua RT/RW kita pergi ke Kantor Kelurahan/Desa untuk dibuatkan Surat Keterangan. Lantas surat tersebut dimintakan Tanda Tangan (dan stempel tentu saja) dari Camat, Dan Ramil dan Kapolsek.

Jangan lupa untuk membawa serta: 1. Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, plus pas photo ukuran 4 x 6 (berwarna) 10 buah.

Saya bisa menginformasikan ini karena saya baru saja menguruskan SKCK untuk istri saya. Dia kepingin menjadi Pegawai Negeri. Dan karena menjelang pembukaan Rekruitmen CPNS se Malang Raya, maka Kantor Polisi Resort Malang jadi ramai seperti antri karcis sepakbola.

Advertisements

SBY dan 3 Kali Sial


Jadwal saya, Senin, 13 Oktober 2008 jadi berantakan. Apa karena kedatangan pak SBY untuk meresmikan Rumah Pintar di Yonkes 2 Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang atau kebetulan saja, wallahu alam. Niat saya mengisi bensin, ketika mau masuk ke SPBU di Bedali, Lawang, terpaksa saya urungkan. Karena di sana terjadi antrian yang luar biasa. Saya coba ke SPBU yang lain. Pas di SPBU Singosari, saya lihat sepi. Syukur alhamdulillah. Tapi, sial. Ternyata di sana ada tulisan: Bensin HABIS.

Saya coba cari SPBU lain. Ternyata setali 3 uang. Akhirnya saya antri di SPBU Ksatrian. Sambil menunggu, sambil menyetel MP3 di HP, saya ambil gambar. Hasilnya:

Setelah hampir satu jam, akhirnya penuh juga motor saya.

Lalu perjalanan saya lanjutkan ke bank BCA Kayutangan, untuk mencairkan cheque. Sial yang kedua pun saya alami. Jaringan Online BCA ternyata lumpuh. (Sekali lagi) apa karena kehadiran pak SBY? Wallahu alam.

Perlu waktu 3 jam untuk mencairkan itu cheque.

Dan sorenya, sial kali yang ketiga, sejak dari depan Pengadilan Negeri Malang hingga ke rumah saya, di Lawang, jalannya motor saya menjadi secepat siput. Bolak-balik tekan rem (waduh, ini jelas pemborosan bensin). Apa ini karena dampak dari kehadiran pak SBY, (dua kali lagi) wallahu alam.

Saya tiba di rumah saat Magrib hampir habis. Syukurlah saya masih ada kesempatan untuk sholat.

Dan sampai malam ini, antrian di SPBU ternyata masih banyak dijumpai di mana-mana.

Mengulang Kisah Tahun 60-an: Antri Minyak Tanah


Bila di kota Malang tabung gas elpiji beserta kompornya sudah dibagikan ke segenap warganya, tapi tidak atau belum bagi warga kabupaten Malang. Memang sebulan lalu sebagian warga sudah didaftar. Katanya 20 KK per RT. Mungkin ini untuk tahap pertama.

Namun hingga kini, itu tabung dan itu kompor belum juga hadir. Sementara keberadaan minyak tanah di daerah kami (Lawang) sudah mulai langka.

antri-minyak-tanah1.jpgHampir setiap pagi di depan rumah kami, mulai dari anak kecil, orang tua, laki, perempuan, gemuk, kurus, semua pada antri beli minyak tanah. Sejak turun dari Masjid , setelah sholat Subuh, sudah banyak yang meletakkan jerigennya secara berbaris. Para generasi tahun 60-an bilang, “kayak zaman dulu. Zaman Orde Lama.” Bedanya, kalau zaman dulu, keadaan ekonomi memang masih “carut marut”. Kalau zaman sekarang, penataan ekonominya yang “carut marut”.

antri-minyak-tanah2.jpgUntungnya pelaksanaan antriannya cukup tertib. Bagi yang masih ada keperluan lain, mereka meninggalkan jerigennya antri sendiri. Dan itu jerigen, secara berangsur akan bergerak sendiri, meski tanpa kehadiran pemiliknya. Soalnya yang lain, yang tidak ada keperluan lain, dengan sukarela mendorong jerigen itu bergeser.

Kadang memang ada satu dua yang ingin minta didahulukan, namun tentu saja yang lain menolaknya. Antri, mas, antri…..

Akibat negantri minyak tanah yang dibatasi hanya 10 liter per orang, mereka (ada) yang rela menomorduakan keluarganya. Yang anaknya yang mau berangkat sekolah, atau sekedar membuat kopi untuk suaminya (termasuk saya di dalamnya) atau terpaksa menunda belanjanya.

Entah sampai kapan hal semacam ini akan berakhir……

Daftar Haji Sekarang, Berangkat 4 Tahun Lagi?


cover-surya.jpgSURABAYA – Surya Online Umat Islam yang mampu dan berniat untuk menunaikan ibadah haji, tampaknya kini harus ekstra sabar. Sebab, jatah pendaftar untuk pemberangkatan haji hingga tiga tahun ke depan (2011), sudah tidak ada lagi alias penuh. Itu terjadi di sejumlah provinsi.

Untuk Jawa Timur (Jatim), meski jatah bagi pemberangkatan haji tahun 2011 masih ada saat ini, namun terbuka kemungkinan jatah itu akan cepat terisi. Sebab, sampai awal Maret ini saja, jumlah pendaftar sudah mencapai 5.866 orang dari kuota Jatim sekitar 33.935 orang.

Jadi, jika jumlah pendaftar haji makin hari terus bertambah dengan cepat, maka sangat mungkin kursi untuk pemberangkatan tahun 2011 di Jatim pun akan penuh. Artinya, baru empat tahun ke depan (2012), pendaftar baru bisa berangkat. Itu sebagaimana sudah terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini..

“Untuk awal tahun ini, pendaftar haji 2008 di Jatim masih akan bisa berangkat tiga tahun mendatang atau tahun 2011. Tapi, untuk pemberangkatan tahun 2008, 2009 dan 2010 sudah tertutup,” kata Kepala Kanwil Depag Jatim, H Roziqi MM, di Surabaya, Jumat (7/3).

Melihat antusiasme dari umat Islam dalam melaksanakan Rukun Islam kelima ini, apa ini pertanda kemakmuran atau apa? Sementara di beberapa tempat masih sering kita dengar, kita baca dan kita lihat, masih banyak warga miskin yang kelaparan. Bahkan ada anak yang nekat gantung diri karena tindak kuat menahan lapar?