Kapolri Janji Tak Akan Siksa Ba’asyir, Berarti Selama ini…..


Tim Detasemen 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap Abu Bakar Ba’asyir, 72, pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Senin (9/8) sekitar pukul 08.15, dengan tuduhan terlibat terorisme.

Ustad Ba’asyir kembali dituduh terlibat jaringan terorisme dan ditangkap saat perjalanan pulang usai memberikan ceramah agama di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat…..

Sementara itu, Mabes Polri berjanji tidak menyiksa Ustad Abu Bakar Ba’asyir. Janji itu disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang dalam jumpa pers di Mabes Polri.

“Kami beri jaminan, kami menghormati HAM. Polri punya peraturan di lingkungan Polri agar anggota Polri dalam melakukan tugas tetap menghormati prinsip HAM. Seluruh jajaran Polri mematuhi Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 tentang Penerapan HAM dalam Pelaksanaan Tugas Polri,” ujar Edward menjawab pertanyaan seorang wartawan. (Polri Janji Tak Siksa Ba’asyir, Surya Online)

Berati (selama ini) penyiksaan terhadap tersangka menjadi salah satu cara untuk mengorek informasi?

Seperti yang ditulis Surya Online, ada pengakuan yang pernah disampaikan tersangka teroris Muhammad Jibril dalam persidangan di PN Jakarta Selatan bulan Mei lalu. Muhammad Jibril mengaku dirinya mengalami penyiksaan dalam tahanan. Muhammad Jibril ditangkap Agustus tahun lalu karena dianggap menyebarkan kebencian di dalam media yang dipimpinnya, Ar Rahmah.

Advertisements