Mencari Uang dengan Blogging: Seperti Pungguk Merindukan Bulan


cover-buku.jpgBeberapa waktu yang lalu, setelah genap 1 bulan saya menjadi seorang blogger ❓ , pada saat pencarian jati dirinya, saya mampir di IlmuKomputer.com. di sana saya membaca tulisan mas Agung Firdaus yang membahas tentang Blog Profits Blueprint, yang telah dialihbahasakan – dari Inggris ke Indonesia. Segera saja saya mendownloadnya.

Sejak saat itu, buku karya dari Mas Yaro Starak yang mempunyai blog bagus di Entrepeneurs-Journey.com, menjadi buku wajib saya. Setiap ada waktu luang saya sempatkan untuk membaca dan membacanya. Karena saya anggap ini buku amatlah bagus bagi blogger pemula – seperti saya ini.

Karena keseringan mempelototi buku ini, maka beberapa salah ketik yang ada dalam buku ini lantas kelihatan. Pada awal-awal membaca buku ini, karena berfokus pada isi, maka kesalahan-kesalahan itu saya abaikan. Namun, tangan ini (beberapa waktu yang lalu seperti gatal untuk tidak membenahinya). Setelah selesai, baru saya minta izin kepada mas Firdoz. Yang bersangkutan, ternyata tidak menolak. Tentu saja saya mengucapkan terima kasih.

Buku ini secara jelas dan gamblang (tak luput dari jasa mas Firdoz juga) menguraikan apa itu blog, blogger, blogging, bloggosphere.

Lebih dari itu, diuraikan juga soal mempopulerkan sebuah blog, bikin traffick, konten pilar, trackback, dan sebagainya.

Mas Yaro mengawali tulisan ini dengan pertanyaan: Bagaimana Cara Menghasilkan (Uang) dengan Blogging?

Dikatakan olehnya : Apa yang akan anda baca adalah hasil pengalaman saya blogging selama dua setengah tahun dan lebih dari tujuh tahun menjalankan bisnis internet. Saran-saran ini unik karena datang dari seseorang yang paham BISNIS begitu juga blog dan seorang yang telah menerapkan prinsip bisnis untuk menghasilkan uang dari blog.

Tanpa skill dan komitmen untuk membangun sebuah bisnis, kebanyakan blogger tidak pernah mencapai tujuannya di mana mereka keluar dari pekerjaan dan menjadi blogger profesional. Saya yakin ini adalah sebab kebanyakan blogger profesional gagal.

Jadi, seperti kata pepatah lama, seperti pungguk merindukan bulan kalau kita tidak tahu kiat-kiatnya.

Asal kita tekun, tak cepat putus asa, niscaya jejak Yaro starak juga bisa kita ikuti. Tinggal masalah nasib saja nantinya.

Buku ini bisa anda download di sini (terjemahan mas Firdoz) maupun di sana (setelah saya edit).