Hujan Debu (Lagi) di Malang


Tulisan ini diimport dari Djunaedi RD’s Blog.

Pagi ini, sekitar pukul 6.00 pagi, hujan debu jatuh di Kecamatan LawangKabupaten Malang (situs resminya: http://www.malangkab.go.id/) yang terletak di ujung utara, yang berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan.

Saya tahu kalau hujan debu turun di rumah, lantaran istri saya bilang kepada saya bahwa jemuran pakain penuh dengan debu.

Ini pasti gunung Semeru batuk-batuk lagi. Bisa dikatakan lebih hebat ketimbang beberapa hari yang lalu. Buktinya, debu ini sampai di Lawang. Karena selama ini, debu paling banter hanya sampai di kota Malang (situs resmi: http://www.pemkot-malang.go.id/, atau website Kota Malang) saja.

Tapi untungnya, dua jam kemudian, hujan debu itu sudah mulai berangsur-angsur mereda.

Debu Berterbangan di Malang


Tulisan ini diimport dari Djunaedi RD’s Blog.

Hari ini, sekitar pukul 08.45 WIB. langit di Kota Malang nampak penuh dengan mendung. Lebih dari itu, nampak debu berterbangan. Ini dapat saya rasakan, karena saya dalam perjalanan menuju ke kantor dengan mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba mata saya seperti diserbu debu dengan ukuran cukup besar. Baju yang saya kenakan pun, nampak dipenuhi oleh debu.

Saya tidak tahu, debu ini berasal dari mana. Yang jelas, nampaknya, dari muntahan gunung. Entah, gunung Kelut atau gunung Semeru. Namun, yang mengkhawatirkan saya adalah soal jumlahnya. Tak biasanya debu yang berterbangan sebanyak seperti yang sekarang ini.

Apa aktivitas gunung Kelut yang sudah diturunkan dari awas menjadi siaga itu, meningkat lagi aktivitasnya. Atau mungkin gunung Merapi, yang memang sering batuk-batuk biasa itu, yang ini mengalami batuk yang lebih parah ketimbang yang biasa?

Saya berharap semoga kemungkinan-kemungkinan yang terburuk tidak bakal terjadi.