Wacana Gaji Pejabat Dipotong


Wacana pemotongan gaji pejabat baru muncul setelah Pemerintah Malaysia melakukannya. Kompas menulis: Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi mengatakan, pihaknya akan mempelajari kemungkinan memotong gaji pejabat, seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Malaysia, terkait dengan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM.

Hal itu dikemukakan Taufiq, Rabu (11/6) di Jakarta. Beberapa media massa melansir, Pemerintah Malaysia memotong gaji semua menteri dan pejabat tinggi negara sebesar 10 persen. Pemotongan itu dilakukan sebagai wujud kepedulian negara terhadap penderitaan rakyat akibat kenaikan harga BBM.

Taufiq mengatakan, pihaknya setuju dengan langkah pemotongan gaji itu. Namun, kebijakan semacam itu harus diputuskan bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat. ”Ini harus diputuskan sama-sama, seluruh masyarakat. DPR mengusulkan, saya mengusulkan. Mekanisme demokrasi. Untuk apa, efektivitasnya bagaimana,” katanya.

Namun, ia mengingatkan, apa yang sudah dilakukan Pemerintah Indonesia sudah jauh lebih banyak daripada Malaysia. Misalnya, Indonesia mengenal bantuan langsung tunai, bantuan usaha kecil masyarakat, dan bantuan ke kecamatan untuk usaha. ”Banyak yang kita lakukan. Tetapi ini kan made in Indonesia. Kita terbiasa (berpikir), di sekitar tidak baik, di luar baik,” ujar Taufiq.

Kita tidak tahu, apakah wacana ini muncul karena malu dengan Pemerintah Malaysia atau karena memang karena keluar dari lubuk hatinya, meskipun munculnya keduluan Malaysia.

Atau wacana hanya tinggal sebagai wacana belaka, sambil terus ber-apologi-ria……

Advertisements