Ekses Test CPNS


test1Pamekasan – Surya – Kacaunya penyelenggaraan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diadakan oleh kabupaten/kota di Jatim, tampaknya merupakan cermin dari buruknya manajemen rekrutmen pegawai di sini. Selain kacau dalam pengadaan naskah ujian, tertukarnya naskah ujian untuk peserta yang berbeda, dan molornya waktu, cermin buruknya manajemen rekrutmen itu juga ditunjukkan oleh tertangkapnya oknum di birokrasi dalam kasus jual beli jawaban soal tes CPNS.

Setelah menangkap Kabid Ketenagaan pada Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pamekasan, Akhmad Nawawi, dan seorang pegawai PLN bernama Mudzakir sebagai tersangka kasus jual beli kunci soal tes, kemarin Polwil Madura menangkap satu lagi tersangka dalam kasus itu. Yaitu seorang kyai di salah-satu pondok pesantren (ponpes) di Pamekasan. (Kyai, Sumber Pemalsuan Soal Tes CPNS, Profesor Unesa Diadili DPRD Pasuruan – Surya Online)

Excess Test CPNS

Pamekasan – Surya – Snarled test of prospective civil servants (CPNS) held by the district / city in East Java, seems to be a reflection of poor management of recruitment of officers here. In addition to the procurement of a mess in the test script, the script tertukarnya test for the different participants, and

protracted time, the mirror poor management recruitment is also shown by individual To the bureaucracy in the case of buying and selling test answers questions CPNS.

After the arrest Kabid Ketenagaan in the Office of Education (Dindik) Pamekasan District, Akhmad Nawawi, and an electricity company employee named as suspect cases Mudzakir trading key test results yesterday Polwil Madura arrest one suspect in the case. That is a Kyai in one Islamic boarding (ponpes) in Pamekasan. (translated from: Kyai, Sumber Pemalsuan Soal Tes CPNS, Profesor Unesa Diadili DPRD Pasuruan – Surya Online)

Advertisements