FIFA: Spanyol Peringkat 1, Indonesia 138


Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) secara resmi mengeluarkan peringkat terbaru tim-tim di dunia. Dalam rangking yang dirilis per 14 Juli 2010 itu, Spanyol sebagai juara dunia tampil sebagai pemuncak menggeser Brasil.

La Furia Roja memiliki poin 1883 atau lebih banyak 318 poin dibanding Mei lalu. Sedangkan lawan Spanyol di final Piala Dunia 2010, Belanda, naik dua peringkat ke posisi dua dengan 1659 poin.

Brasil, Jerman, Argentina, dan Uruguay berada di posisi tiga hingga lima. Yang mengejutkan adalah posisi Inggris yang naik satu peringkat ke nomor tujuh meski tampil buruk di Piala Dunia 2010.

The Three Lions mengoleksi 1125 poin dan lebih banyak 57 angka dibanding Mei 2010. Nasib itu masih lebih baik dibanding Italia yang terjun bebas ke peringkat 11 dunia dengan 982 poin. Gli Azzuri merosot enam peringkat di bawah Mesir dan Chile.

Bagimana dengan Indonesia? Negara tercinta masih berkutat di luar peringkat 100 besar tepatnya di posisi 138. Tim Merah Putih turun satu peringkat dan kehilangan 12 poin. Indonesia tertinggal jauh di belakang Thailand (105), Singapura (121), bahkan dari Vietnam (127).
Sumber: VIVAnews

Delete for Nurdin Halid


indonesia_fa.gifSelain di situs resmi FIFA, nama Ketua Umum PSSI Nurdin Halid ternyata juga kosong di situs resmi Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF). Halaman menyangkutIndonesia di situs aseanfootball.org/affiliates_04.asp, seperti yang terlihat Sabtu (15/3) hanya menyebut Nugraha Besoes yang menjabat sebagai Sekjen PSSI. (Sepak Pojok,Harian Surya, Minggu, 16 Maret 2008).

Ini artinya black list (atau blabk list) bagi Nurdin Halid di susunan pengurus PSSI, lantaran ia telah cacat dengan urusan kriminal. Tapi nampaknya, para Pengurus Daerah PSSI masih melakukan gerakan tutup mulut, menjelang Rapat Paripurna Nasional (Raparnas) PSSI tanggal 17 – 20 Maret 2008 di Bali.

Sementara itu, Mafirion, anggota Excecutive Comitte, dengan tegas berkata: tak ada ruang dalam raparnas untuk mengusung agenda mengganti ketua umum. Dia menuturkan, Raparnas hanya dilakukan untuk mengevaluasi program 2007 dan membahas program 2008. (Tak Ada Ruang Mengganti Nurdin, Harian Jawa Pos, Minggu, 16/03/2008).

Jadi, melihat fenomena ini, ibaratnya sekarang nasib persepakbolaan nasional Indonesia bak telur di ujung tanduk (kerbau). Kalau “kerbau”-nya dicocok hidungnya, niscaya awan gelap pasti bakal menghantui masa depan mereka.

Mestinya, sekarang saatnya para Pengda untuk berani bersikap dan bertindak tegas, dengan dilandasi nurani yang jernih, jujur, dan tak takut oleh “gurita kekuasaan” yang selama ini masih mencengkeram kepengurusan PSSI.

Untuk tambahan data seputar Nurdin Halid, bisa download di sini.