Film That Akward Moment: Kisah Trio Jomblo Forever


Film That Awkward Moment sedang diputar di Amerika dan ramai dibicarakan media.

Image

Dalam film komedi “That Awkward Moment,” Zac Efron, Miles Teller dan Michael B. Jordan berperan sebagai tiga sahabat Jason, Daniel and Mikey. Ketiganya berjanji akan terus membujang setelah Mikey putus dengan pacarnya. Meskipun telah bertemu idaman hati yang baru, mereka harus berjuang untuk menepati janji.

Kecocokan di depan kamera penting  untuk kesuksesan peran. Penulis naskah dan sutradara film ini Tom Gormican, beruntung tidak menemukan kesulitan karena ketiga bintangnya langsung cocok berperan sebagai sahabat. Michael B. Jordan mengakui pentingnya kecocokan antara pemeran.

Zac Efron mengatakan yang menarik dari film garapan Tom ini, adalah kisah anak-anak muda jaman sekarang sehingga ia langsung memahami tokoh-tokoh di dalamnya. Zac menambahkan sebagian hidupnya mirip seperti pemeran Jason yang punya sahabat tempatnya bergantung sehingga ia menganggap film ini sangat otentik.

Film ini merupakan film pertama garapan sutradara Gormican yang mendasarkan cerita film ini dari hidupnya sendiri. Menurut Zac Efron selalu ada kesempatan untuk pertama kali.

Bagi Michael B Jordan film “That Awkward Moment” membawa perubahan baginya, mengingat film ini adalah film komedi pertamanya.

Tapi Jordan menikmati perannya dalam film komedi seperti udara segar dalam karir aktingnya.

Bukan hanya Jordan yang berpindah jalur film. Zac Efron juga merambah berbagai jenis film setelah terkenal dalam  film musikal Disney  “High School Musical, kemudian film komedi “17 Again,” animasi “The Lorax,” dan film mencekam “The Paperboy.”

Film “That Awkward Moment” di Amerika hingga kini masih diputar sejak akhir pekan.

sumber: VOA Indonesia, That Akward Moment: Tiga Sahabat Berjanji Terus Membujang

Film The Raid 2: Berandal dan Killers Masuk Festival Film Sundance 2014


Festival film Sundance yang ke-30 saat ini sedang berlangsung di Park City, Utah, Amerika Serikat.

The-Raid-2-BerandalApa persamaan antara film “The Blair Witch Project,” “Reservoir Dogs” dan “Napoleon Dynamite?” Ketiga cult classics itu diorbitkan festival film independen terbesar di Amerika

Festival film Sundance juga melahirkan nama-nama besar di dunia perfilman seperti Quentin Tarantino, Steven Soderbergh, dan Robert Rodriguez ini dimanfaatkan oleh para pembuat film dari seluruh dunia untuk bisa memperkenalkan karya mereka ke jaringan yang lebih luas.

Festival ini membuka peluang bagi film mereka untuk dibeli perusahaan distributor besar dan diputar secara luas di pasar Amerika dan dunia. Beberapa film independen lain yang berhasil terkenal karena festival film ini antara lain “Little Miss Sunshine,” “Primer,” “Sex, Lies, and Videotape,” “(500) Days of Summer,” dan “Beasts of the Southern Wild.”killers movie indonesia

Selain menampilkan bakat-bakat perfilman baru, festival film Sundance juga diramaikan oleh sutradara dan bintang Hollywood. Di festival tersebut secara bebas mereka bisa mengekspresikan diri lewat film eksperimental yang keluar dari ‘norma’ film yang biasa diproduksi oleh Hollywood.

Tahun ini, nama-nama besar seperti Anna Hathaway, Keira Knightley, Aaron Paul (“Breaking Bad”), Michael Fassbender (“12 Years of Slave”), Amy Poehler (“Parks & Recreation”) dan ikut meramaikan Sundance tahun ini. Persaingan para insan perfilman untuk bisa memamerkan karyanya di Festifal Film Sundance sangat kompetitif. Dari 12.218 film yang didaftarkan di tahun 2014 ini, hanya 185 film yang akhirnya terpilih untuk diputar dalam festival yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 25 Januari ini. Diantara film-film tersebut ada dua film Indonesia yang berhasil terpilih yaitu “The Raid 2: Berandal” dan “Killers.”

Simak terus laporan VOA dari festival film Sundance dalam “VOA Goes to Sundance”  untuk mengikuti penyelenggaraan acara perfilman bergengsi ini serta mengamati dua film Indonesia dalam perjalannnya meraih kesuksesan di kancah internasional.

Reporter VOA Alam Burhanan, Vena Dilianasari dan Rafki Hidayat akan melaporkan langsung dari Park City, Utah. Ikuti juga di Twitter #voasundance @voaindonesia

sumber : VOA Indonesia, 2 Film Indonesia Masuk Festival Film Sundance 2014

Oscar ke-80 di tahun ’08


BBC Indonesia mewartakan sekilas tentang Perhelatan Piala Oscar 2008 :

joel-dan-ethan-bbc-indonesia.jpgJoel and Ethan Coen berbagi Piala Oscar untuk Sutradara Terbaik Film No Country For Old Men mendominasi peroleh Piala Oscar dengan menyabet 4 penghargaan, termasuk film terbaik dan sutradara terbaik.
Penghargaan sutradara terbaik diserahkan kepada pemenang bersama, dua bersaudara Joel and Ethan Coen.
Javier Bardem juga merebut penghargaan untuk aktor pendukung terbaik sebagai pembunuh bayaran dalam film tersebut.
Semua penghargaan akting jatuh ke Eropa. Bintang Inggris Daniel Day-Lewis terpilih sebagai aktor terbaik, sedangkan rekannya Tilda Swinton aktris pendukung terbaik.
Sedangkan, Marion Cotillard dari Perancis mengantung penghargaan artis terbaik untuk penampilannya di La Vie En Rose.
“Saya tidak bisa bicara sekarang,” kata Cotillard, yang memainkan sosok penyanyi Edith Piaf dalam film tersebut.
Day-Lewis, yang menerima Piala Oscar dari Dame Helen Mirren, berkelakar, menerima hadiah tersebut merupakan peristiwa “yang paling dekat dengan memperoleh gelar ksatria”.
Ini merupakan Academy Award kedua bagi Day-Lewis, 50 tahun, setelah kemampuan aktingnya meraih pengakuan untuk My Left Foot pada tahun 1990.
Piala Oscar untuk Film Berbahasa Asing Terbaik diberikan kepada karya dari Austria The Counterfeiters.
Upacara penyerahan Piala Oscar, di Kodak Theater di Hollywood, menandai ulangtahun ke-80 Academy Awards.

OSCAR 2008
Film Terbaik
No Country For Old Men
Aktor Terbaik
Daniel Day-Lewis
Aktris Terbaik
Marion Cotillard
Aktor Pendukung Terbaik
Javier Bardem
Aktiris Pendukung Terbaik
Tilda Swinton

Yang menarik dari pesta Film kaliber dunia ini adalah, penyelenggaraannya rapi, konsisten tiap tahu, dan otoritas jurinya teruji.

Tak pernah terjadi penerima piala Oscar itu kemudian mengembalikannya seperti di FFI tempo dulu. Karena ada film yang mereka anggap tidak orisinal alias jiplakan, banyak insan film kemudian rame-rame mengembalikan piala Citra-nya.

Yang pernah terjadi adalah penolakan Piala Oscar sebagai aktor terbaik yang dilakukan oleh Marlon Brando dan Gene Hackman.