Katarsis Menjelang Ramadhan


Bulan Ramadan kurang 2 hari lagi. Saya bersama rombongan kantor dan Ketua Kelompok Tani berziarah ke makam mBah Arif (Segoropuro), Kyai Hamid di Pasuruan. Lalu meluncur ke Sunan Bungkul kemudian ke Sunan Ampel Surabaya. Kemudian bis meluncur ke Tebu Ireng Jombang, ke Makam Gus Dur. Itung-itung katarsis menyambut datangnya Ramadhan.

Kalau dulu, setiap jelang Ramadhan saya “katarsis” diri dengan minum broklat. Membersihkan semua isi perut, agar yang masuk kemudian tak terkontaminasi dengan yang lalu-lalu. Namun kini tidak lagio begitu.

Berangkat pukul 8 pagi, pulang dan sampai di rumah pukul 00.15.

Ketika jelang tiba di rumah, yang terbayang adalah bantal, namun ketika sudah siap ditiduri, ini mata malah nyalang hingga kini………

Advertisements

PKB Minus Gus Dur: Bakal Maju Atawa Mundur


Dahulu, ketika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih dikomandani oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, banyak sekali anggota PKB yang terbendung dengan kharismanya. Gus Dur seolah-olah bebas dari kesalahan dan kekeliruan. Namun saat ini, pascakeputusan Mahkamah Agung yang menolak permohonan kasasi yang diajukan PKB versi Gus Dur, PKB memiliki kebebasan dan ruang gerak yang lebih leluasa.

Demikian disampaikan oleh Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Abdul Wahid Maktub, kepada Kompas.com di sela-sela Penandatanganan Pakta Integritas Antikorupsi Caleg PKB, Minggu (7/9) di Jakarta. “Dengan kebebasan ini, saya yakin PKB akan menjadi jauh lebih maju,” tutur Abdul.

Menurutnya, saat ini rapat-rapat partai berjalan jauh lebih efektif dan efisien. Abdul juga merasa bersyukur PKB versi Cak Imin mulai mendapatkan simpati dari kalangan Nadhatul Ulama (NU) dan non-NU. “Malah, saat ini ada kader-kader PKB versi Gus Dur yang melakukan eksodus ke kita, seperti Effendy Choiri dan Ikhsan Abdullah,” ujarnya. (Abdul Wahid: PKB Akan Jauh Lebih Maju)

wAKTU YANG AKAN MENENTUKAN, apa memang betul FAKTOR GUS DUR yang menjadu penyebab PKB tak bisa menjadi besar. Jangan-jangan tanpa FAKTOR GUS DUR PKB malah menjadi partai GUREM…

Gonjang Ganjing PKB: Gus Dur Jadi Repot


Saya simpatisan PKB. Melihat perkembangan belakangan ini, saya jadi sedih. Kenapa bisa demikian?

Apa sebetulnya yang terjadi. Saat partai lain sibuk menata diri demi menyongsong Pemilu 2009, PKB justru berkonflik. Dan kalau masing-masing pihak (kubu Gus Dur vs kubu Cak Imin) bersikukuh dengan pendiriannya, niscaya PKB bakal absen dalam Pemilu 2009. Alangkah sayangnya……..

Gus Dur, yang selalu memandang enteng persoalan, dengan ungkapannya yang populer (GITU AJA KOK REPOT), kali ini betul-betul dibuat repot oleh keponakannya sendiri.

Kurniawan Muhammad, wartawan Jawa Pos dalam opininya (Konflik PKB dan Pesan Hadratus Syekh) mengutip pesan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, salah seorang pendiri NU dan juga kakek Gus Dur. Pesan itu, antara lain, “Manusia harus bersatu agar tercipta kebaikan dan kesejahteraan serta terhindar dari bahaya…. Janganlah hal-hal sepele menyebabkan kamu bercerai berai, bertengkar, dan bermusuhan serta jangan kamu meneruskan budaya saling bertikai dan mencaci…,” Seandainya sang Hadratus Syekh masih hidup?