Obama Goes to President of USA


Akhirnya Hillary Rodham Clinton, mau tak mau, harus mengakui keunggulan Barack Obama. Hillary baru bisa mengumpulan 1.919 delegasi, sementara Barry sudah menangguk 2.154 delegasi, melampaui batas minimalnya, yaitu 2.118.

Kompas memberitakan bahwa pada Rabu pagi Obama dan Hillary bertemu pada konferensi tahunan Komite Urusan Publik Amerika-Israel di Washington. ”Kami akan melakukan pembicaraan dalam beberapa minggu ke depan. Saya sangat yakin akan persatuan Demokrat untuk memenangi (pemilihan umum) November nanti,” ujar Obama.

Kepada ABC News, Obama menyatakan, Hillary adalah sebuah ”kasus khusus” untuk dipertimbangkan sebagai wakil presiden. ”Dia adalah seorang yang menempuh perjalanan ini bersama saya. Dia sangat luar biasa mampu dan ulet. Maksud saya, dia adalah seorang calon yang hebat,” katanya.

Ucapan Obama itu seperti bersambut. ”Pada hari Sabtu, saya akan menyampaikan ucapan selamat kepada Senator Obama dan dukungan saya pada pencalonannya,” kata Hillary soal Obama yang sudah menjadi nomine calon presiden dari Partai Demokrat.

Pernyataan ini dia sampaikan lewat surat keterangan yang disampaikan kepada para pendukungnya, Kamis pagi. ”Sepanjang kampanye, saya sudah menyampaikan bahwa saya akan mendukung Obama jika dia menjadi nomine dari Partai Demokrat dan saya berniat mewujudkan janji itu,” kata Hillary.

”Ini adalah sebuah pertarungan panjang dan keras, tetapi seperti sering saya sebutkan, perbedaan saya dengan Obama lebih sedikit dibandingkan dengan John McCain,” kata Hillary.

Panel dibentuk

Obama telah membentuk panel beranggotakan tiga orang yang dia pilih langsung untuk menyeleksi calon wakil presiden. Ketiga anggota panel itu adalah Caroline Kennedy, putri Presiden John F Kennedy; mantan Wakil Jaksa Agung, Eric Holder; dan Jim Johnson yang pernah ditugaskan John Kerry untuk memilih wakil presiden baginya pada tahun 2004.

Obama sudah menyatakan, tidak tertutup kemungkinan Hillary akan dipilih sebagai wakil presiden. Hal ini juga diyakini banyak pihak sebagai jalan terbaik bagi Obama untuk mengalahkan John McCain. Hillary pun sudah pernah mengatakan tertarik sebagai wakil presiden untuk Obama.

Namun, tidak demikian dalam pandangan mantan Presiden AS, Jimmy Carter. Tiket Obama-Hillary, kata Carter, sebuah pilihan yang salah dan akan menyebabkan kekalahan Demokrat untuk meraih Gedung Putih. Carter mengatakan, keduanya punya kelemahan yang saling merusak. (AP/AFP/Reuters/CNN/OKI)

*) Gambar di atas adalah Barack Obama tampil bersama Caroline Kennedy Schlossberg seperti terlihat dalam foto dokumentasi yang diambil 28 Januari 2008 di Arena Bender, American University, Washington DC. Obama meminta bantuan Kennedy Schlossberg untuk menjadi salah satu anggota panel yang akan bertugas menyeleksi wakil presiden untuk mendampingi Obama dalam pemilu presiden AS pada November 2008.

Advertisements

Felling Hillary: Obama Terancam Pembunuhan


Senator Hillary Clinton memberi penjelasan mengapa dia terus bertahan walau sudah mustahil menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. Hillary mengatakan, suaminya, Bill Clinton, juga baru dinyatakan unggul pada Juni 1992 setelah memenangi pemilihan pendahuluan di California. Lagi, dia mengantisipasi terulangnya kasus pembunuhan Robert Francis Kennedy (RFK) di California. RFK tewas pada 5 Juni 1968 di Los Angeles setelah memenangi pemilihan pendahuluan di California sebagai bakal calon presiden dari Partai Demokrat. Kematian RFK membuat Hubert Humphrey menjadi capres Demokrat walau kemudian kalah dari Richard Nixon.

Hillary mengatakan itu setelah ia terus mendapatkan pertanyaan mengapa masih saja bertahan walau sudah tak diunggulkan. Ia tidak spesifik menyebutkan soal antisipasi pembunuhan terhadap Obama. Namun, ia merujuk pada kasus yang menimpa RFK itu, yang membuat Humphrey jadi capres. Setelah kematian RFK, semua bakal calon presiden AS mendapatkan perlindungan dari agen rahasia, sebagaimana juga didapatkan Obama tahun lalu untuk alasan tertentu.

Meski demikian, Hillary buru-buru meminta maaf atas ucapannya itu. ”Saya menyesal jika ucapan saya ada yang menyinggung trauma bangsa dan khususnya keluarga Kennedy. Ucapan saya juga mungkin telah menyinggung perasaan mereka. Sungguh, saya tidak memiliki niat apa pun soal ucapan saya itu,” papar Hillary.

[ Sumber: KOMPAS, Hillary Clinton Antisipasi Pembunuhan Obama, 25 Mei 2008 ]

Hillary Frustrasi……..


obama.jpgMerasa posisinya kian menguat, Obama mulai mengalihkan perhatian. Dari saingannya, Hillary, kini diarahkan kepada kandidat Partai Republik, John McCain.

Dalam kampanye Selasa (1/4), berita Jawa Pos Online, misalnya, Obama menyerang pendapat McCain soal pasukan AS di Iraq. Menurut Obama, kalau terpilih, McCain dipastikan melanjutkan kebijakan ekonomi dan militer ala Presiden George W. Bush.

Serangan Obama itu merupakan balasan atas serangan McCain yang menyebutnya tidak punya pengalaman dalam sistem keamanan nasional. “Senator McCain adalah salah seorang yang ingin agar pasukan AS tetap berada di Iraq selama 100 tahun,” ujar Obama.

“Seribu tahun di negara yang tidak ada hubungannya dengan kejadian 9/11 mungkin masuk akal bagi George Bush dan John McCain, tapi ini adalah suatu kesalahan. Ini tidak benar untuk keamanan dan ekonomi nasional kita,” tambah Obama yang disambut tepuk tangan pendukungnya.

mcchain.jpgJuru bicara McCain, Tucker Bounds, angkat bicara. Menurut dia, melihat sulitnya perdamaian yang bisa dicapai pangkalan militer AS di negara lain menunjukkan bahwa Obama tidak siap menjadi panglima tertinggi. “Usahanya untuk mengubah posisi McCain menjadi orang lain hanya menambah kekecewaan, politik gaya lama,” ujar Bounds.

Terkait dengan persaingan di Demokrat, yang belum juga usai, Obama meminta pendukungnya tidak khawatir. Dia berusaha menguatkan pendukung Partai Demokrat agar tidak pindah haluan, memberikan suara pada partai saingannya, Partai Republik.

hillary_furstrasi_jawa_pos.jpgSementara itu, Hillary yang tak ingin mundur dari bursa Pilpres AS menantang senator Illinois itu untuk memenangkan primary Pennsylvania. Dalam acara April Fool’s joke, salah satu agenda tur kampanye di hall Kota Pennsylvania, dia berharap bisa memberikan sesuatu yang berguna bagi partai agar pendukungnya bisa membuat keputusan yang tepat.

Kampanye yang dikemas dalam bentuk acara boling itu diumpamakan bentuk primary pada 22 April nanti. “Jadi, saya punya proposal. Saya menantang Senator Obama untuk boling malam ini di Pennsylvania,” ujarnya lantas tertawa.

Walau Hillary sudah dipandang sebelah mata oleh Obama, Hillary tetap ngotot agar Obama melayani tantangannya. Sampai-sampai di acara GUYONAN-APRIL-MOP-NAN-BOHONG itu, Hillary memerlukan untuk hadir di sana.