WARNING: JGN PAKE HP SMBL NYTR GBLK!


FATWA:

Mengingat:

keselamatan jiwa merupakan sesuatu yang vital

Menimbang:

  1. banyak mudharat (efek buruk) daripada manfaat berkendara/menyetir dengan multitasking menggunakan hp
  2. Telah dibuat sticker kampanye anti multitasking memakai hp saat berkendara

Memfatwakan:

  1. Memberikan informasi kepada khalayak ramai tentang bahaya menggunakan hp saat berkendara adalah WAJIB bagi seluruh member Bloggerngalam.
  2. Menganjurkan agar aksi dan kampanye ini dimulai dengan memosting foto, artikel, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan stiker tersebut.
  3. Hal-hal yang belum tercantum, ditentukan kemudian hari.

Malang, 25 Januari 2011

* asli copy paste dari tulisan CAK SANDY

Perang Tarif Operator Seluler Bikin Gerah Pak Mentri


Yang bilang gratis sejak 1 menit pertama. Yang lain bilang gratis pol khusus sesama operator. Di sana bilang tidak pakai repot. Di sini bilang, paling murah.

Baik three,mobile-8, xl, telkomsel,indosat,esia, axis, semua kayaknya lebih menguntungkan…..

three1.giffren.gifxl.giftelkomsel.gifindosat.pngesia.jpglogo_axis.jpgPokoknya, bila kita ikuti satu per satu iklan dari para operator, tak ada yang mahal bila pakai seluler miliknya masing-masing. Jadinya? Bingung bila disuruh pilih salah satu.

Fenomena semacam ini ternyata membuat gerah pak M. Nuh, Menkominfo. Beliau memang bilang, spserti dikutip Suryalive.com, 17/03/2008 | 16:25:46, bahwa, pemerintah masih menilai wajar dan membiarkan terjadinya perang tarif operator seluler menjelang pemberlakuan kebijakan interkoneksi per April mendatang.

Kondisi seperti ini, pemerintah akan memantau sejauh mana promosi yang dilakukan para operator seluler tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip berusaha.

“Semuanya itu tentu ada tata kramanya dan sudah pasti ada etikanya. Orang berpromosipun, ada etika dan ada tata kramanya. Dasar berpromosi itu adalah mengajak konsumen memilih produknya. Akan tetapi, bersamaan dengan itu tidak boleh ada unsur menipu,” ujar Menkoinfo disela-sela Raker dengan Komisi I DPR, Senin (17/3).

Menkoinfo kemudian menyarankan, apa yang dipromosikan harus sesuai dengan kenyataannya. Karena kalau tidak, tandasnya, sama saja dengan melakukan kebohongan publik…….

“Kita harus tumbuhkan kesadaran dalam hal ini. Kami menekankan, kalau bisnis ya bisnis tetapi jangan sampai bujuk-bujuk,” katanya lagi.

Memasuki Tatanan Dunia Digital: Jagad Dalam Genggaman


02-planet-seluler.jpgSiapa yang tidak kenal dengan yang namanya handphone. Mulai pemulung, tukang parkir sampai Presiden. Ia sudah menjadi barang kebutuhan sehari-hari. Meskipun kebanyakan masih dipakai untuk sekedar aksi, agar tidak dikatakan ketinggalan jaman. Zaman geenee nggak punya handphone!. Ungkapan ini sering kita dengan di mana-mana.

Sementara itu, teknologi seluler memiliki sejarah yang cukup panjang. Meskipun cikal bakalnya sudah sangat terang benderang pada periode 1940-an, tapi teknologi ini baru mulai menemukan bentuk pada 1960-an, dan baru benar-benar dijalankan secara luas pada 1980-an.

Lantas, bagaimana teknologi bergerak itu mengubah hidup kita? Betulkan model telepon seluler menunjukkan siapa penggunanya? Termasuk yang extrovert atau introvert-kah anda? Impressor atau maintainer? Bagaimana metamorfosis hanset yang berkembang mulai sebesar pentungan hingga bisa disembunyikan dalam genggaman?

Mengapa layanan SMS dianggap sebagai sukses besar yang tak diniatkan? Sebagai negara pelopor teknologi seluler di kawasan regional, bagaimana kiat operator seluler Indonesia untuk bangkit setelah krisis moneter? GSM ataukah CDMA yang akan berjaya di Indonesia? Bagaimana kemungkinan migrasi teknologi seluler di Indonesia menuju generasi ketiga (3G)? Buku ini Planet Seluler: Ketika Teknologi Bergerak Mengubah Kita, tulisan BUDI PUTRA, Penerbit Logicom Publications, Tangerang, 2004, Rp 35.000, mencoba untuk menguraikan semua itu.

Juga diungkapkan tentang sejarah, karakteristik dan perkembangan sistem ponsel, karena secara garis besar di Indonesia pernah beroperasi beberapa sistem ponsel yang berbeda-beda soal teknis dan jangkauannya (yang semuanya tidak saling kompatibel!) yakni NMT-450i, N-APPS, GSM (+GPRS dan EDGE) dan CDMA.

Internet, yang selama 30 tahun pertama kehadirannya, jaringan global ini masih terperangkap dalam belitan kabel pada komputer-komputer yang ada dalam jaringannya. Sekarang, semuanya itu berubah.

Kinerja mutakhir teknologi tanpa kabel menjanjikan kemudahan bagi para peselancar Internet untuk bisa bergerak lebih nyaman tanpa harus kehilangan akses di mana saja dan kapan saja.

[ Pernah saya tulis di sini ]

SMS Termahal di Dunia


3d-brazil.jpgBeberapa waktu yang lalu saya melihat berita di Liputan 6 SCTV
memberitakan bahwa Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menengarai bahwa biaya SMS yang berlaku di Indonesia ini tergolong mahal. Teramat mahal malah. Dengan ongkos produksi tak lebih dari RP 70 per SMS, dijual dengan harga Rp 250 – Rp 350, tentu mendapatkan laba yang amat sangat luar biasa sekali. Di India saja, kata mereka (yang punya situs resmi di http://www.kppu.go.id), cuma Rp 80 per SMS.

Lantas, mahluk apa sih KPPU itu ❓

Wikipedia menulis : Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) adalah sebuah lembaga independen di Indonesia yang dibentuk untuk memenuhi amanat Undang- Undang no. 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

UU No. 5 tahun 1999 pada intinya melarang hal-hal sebagai berikut:

  1. Perjanjian yang dilarang, Pelaku usaha dilarang melakukan perjanjian dengan pihak lain untuk secara bersama-sama mengontrol produksi dan/atau pemasaran barang dan/atau jasa yang dapat menyebabkan praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat. Contoh perjanjian yang dilarang adalah penetapan harga, diskriminasi harga, boikot, perjanjian tertutup, oligopoli, predatory pricing, pembagian wilayah, kartel, trus dan perjanjian dengan pihak luar negeri yang dapat menyebabkan persaingan usaha tidak sehat.
  2. Kegiatan yang dilarang, Pelaku usaha dilarang melakukan kontrol produksi dan/atau pemasaran melalui pengaturan pasokan, pengaturan pasar yang dapat menyebabkan praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat.
  3. Posisi Dominan, Pelaku usaha dilakukan menyalahgunakan posisi dominan yang dimilikinya untuk membatasi pasar, menghalangi hak-hak konsumen, atau menghambat bisnis pelaku usaha lain.

Kabarnya mereka akan menuntut agar para operator segera menurunkan harga SMS itu. Kalau berhasil, bakal semakin riuh itu jalur frekuens. Lha wong dengan harga yang berlaku seperti sekarang ini, sudah banyak traffick yang terjadi. Apalagi nanti.

Jadi, wait and see… 🙂