Kasih Ibu Sepanjang Masa


bxp57023.jpgKasih Ibu
Kepada beta
Tak terhingga
Sepanjang masa
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Lagu ini, saat saya masih kanak-kanak dulu, sering saya nyanyikan. Isi dari lagu ini sangat mengena sekali untuk menggambarkan tentang posisi penting seorang itu.

Dan sampai sekarang, saat saya menulis opini ini, dengan mudah mengalir dengan lancar.

Namun, apakah semua ibu masih seperti gambaran lagu itu?

Beberapa minggu yang lalu, saya melihat berita di Seputar Indonesia, ada seorang Ibu tega membakar anaknya. Gara-garanya sepele. Suaminya tidak membawakan dia sebotol air minum (entah merek apa, bisa aqua, bisa Ades, atau yang lain). Bayangkan.

Atau beberapa bulan yang lalu, karena alas an ekonomi, seorang ibu meracuni anak-anaknya, lantas kemudian diapun menenggak racun itu juga.

Pertanda apa ini?

Mudah-mudahan, di HARI IBU ini, kisah-kisah semacam ini tak kan terjadi lagi. Dan saya masih yakin, bahwa sebagian besar para Ibu masih persis sama dengan apa yang tertulis dalam lagu yang saya tidak tahu karangan siapa itu.

Marilah kita menghormati Ibu kita. Kita doakan beliau, baik ketika masih hidup, lebih-lebih bila sudah almarhum.