Ditemukan Gen Pendukung Usia


Sejumlah ilmuwan di Amerika Serikat mengaku telah menemukan sebuah gen yang mungkin dapat membuat manusia hidup lebih lama.

Manula

Sudah banyak penelitian mencari faktor usia panjang

Para peneliti di Institut Penelitian Usia Lanjut di New York mempelajari kerangka genetika sekelompok orang Yahudi yang berusia 100 tahun ke atas dan anak-anak mereka.

Mereka menemukan kaum wanita dalam kelompok ini memiliki sebuah gen yang berdampak pada hormon pertumbuhan.

Wartawan Urusan Sains BBC, Matt McGrath, melaporkan para ilmuwan berpendapat membatasi hormon tersebut mungkin bisa membuat manusia hidup lebih lama.

Pada dasarnya penelitian itu menemukan dampak dari sebuah hormon yang dinamakan ‘faktor pertumbuhan sejenis insulin’ terhadap panjangnya usia.

Dan lewat sejumlah eksperimen atas ragi, cacing, lalat dan tikus ditemukan bahwa dengan merekayasa gen-gen yang memproduksi zat ini maka mereka dapat memperpanjang usia secara signifikan.

Dengan meneliti sekelompok manula berusia 100 tahun ke atas dari etnik Yahudi Ashkenazi dan anak-anak mereka –yang kini sudah memasuki manula juga– para peneliti menemukan 2 mutasi dalam gen-gen yang berdampak pada sensitivitas terhadap ‘faktor pertumbuhan sejenis insulin’.

Hormon itu mendorong proses pertumbuhan badan serta kedewasaan dan para ilmuwan mengatakan rekayasa hormon tersebut tampaknya bisa memperlambat proses penuaan.

Konsekuensi lain dari rekayasa hormon itu adalah perawakan tubuh yang lebih pendek.

Para manula dalam penelitian itu rata-rata lebih rendah 2,5 cm dibanding masyarakat umum.

Bagaimanapun temuan gen yang mungkin dapat mengatur panjang usia ini bukan berarti merupakan kabar baik bagi kaum pria, karena semua pembawa mutasi genetika yang ditemukan sejauh ini adalah wanita.

[diambil dari BBC Indonesia ]