Killers Karya Mo Brothers Dibeli Lionsgate UK


Image

Menurut situs ScreenDaily.com, XYZ Films menjual hak distribusi film Killers yang disutradarai Mo Brothers (Kimo Stamboel, Timo Tjahjanto) pada Lionsgate UK. Hal ini berarti Killers akan segera ditayangkan di Britania Raya.

Lionsgate UK membeli hak distribusi ini dalam sebuah kontrak yang dicetus antara Richard Ashley Cowan dan Nate Bolotin dari XYZ Films.

Thriller berdarah (baca gambaran kami) yang dibintangi oleh Kazuki Kitamura dan Oka Antara ini adalah hasil produksi bersama Indonesia dan Jepang, dengan Nikkatsu merilis Killers di Jepang pada 1 Februari 2014 dan Merantau Films di Indonesia pada 6 Februari 2014.

UK bukan negara Eropa pertama yang membeli Killers. Selain Indonesia dan Jepang, XYZ Films juga sudah menjual film Mo Brothers ini (di mana sutradara The Raid Gareth Evans menjadi produser eksekutif) ke para distributor di Jerman, Prancis, Turki dan Hong Kong. Amanda Aayusya

sumber : totalfilmindonesia.com, Killers karya Mo Brothers dibeli Lionsgate UK

Advertisements

Kirim SMS Pakai Vodka?


Para ilmuwan mengatakan sistem tersebut suatu hari dapat mengisi kekosongan ketika teknologi nirlaba tidak bekerja.

Image

Para ilmuwan di York University di Inggris mengatakan mereka telah berhasil mengirim pesan pendek (SMS) “O Canada” menggunakan vodka yang menguap, sebuah sistem yang menurut mereka suatu hari dapat mengisi kekosongan ketika teknologi nirlaba gagal.
“Sinyal-sinyal zat kimia dapat menawarkan cara yang lebih efisien dalam mengirimkan data di dalam terowongan, saluran pipa atau struktur bawah tanah yang dalam. Sebagai contoh, sumbatan besar dalam sistem pembuangan London baru-baru ini dapat dideteksi secara dini, dan tanpa susah payah mengirim pekerja ke dalam karena kita dapat mengirim robot-robot yang dilengkapi sistem komunikasi molekuler,” ujar Professor Andrew Eckford dari York University.
Sinyal-sinyal kimia tersebut, menggunakan alkohol dalam vodka, dikirim dari jarak empat meter dengan bantuan kipas angin di atas meja. Sinyal tersebut kemudian diekstraksi dengan penerima yang mengukur tingkat perubahan konsentrasi molekul-molekul alkohol, mendeteksi apakah konsentrasinya naik atau turun.
“Kami yakin kami telah mengirim pesan teks pertama yang ditransmisikan seluruhnya dengan komunikasi molekuler, mengontrol tingkat-tingkat konsentrasi molekul-molekul alkohol untuk membuat sandi huruf, dengan semprotan sekali untuk merepresentasikan bit dan tidak ada semprotan berarti nol bit,” ujar kandidat doktoral York University Nariman Farsad, yang memimpin percobaan tersebut.
Meski penggunaan sinyal-sinyal kimia merupakan metode baru dalam teknologi komunikasi manusia, metode ‘bio-compatible’ sangat umum dalam dunia hewan. Lebah, misalnya, menggunakan senyawa kimia dalam hormon feromon ketika ada ancaman terhadap sarangnya, juga binatang lain dalam menandai wilayahnya.
Artikel para ilmuwan mengenai eksperimen ini muncul di jurnal PLOS ONE.

sumber : VOA Indonesia

Schism (Reaksi Fitna): Untuk Apa Dibuat?


Beberapa setelah FITNA beredar, lalu banyak pro-kontra bertebar, kini muncul film atau video yang dibuat demi untuk menandinginya, yaitu Schism. Schism (Indonesia: perpecahan) adalah film pendek yang dibuat tahun 2008 oleh blogger dari Arab Saudi sebagai reaksi dari film fitna buatan Geert Wilders.

Film ini berdurasi enam menit dan menampilkan ektremis Kristen dan tentara Inggris yang sedang memukul orang Irak dengan metode yang sama dengan film fitna.

Untuk apa ❓

Bukan itu yang kita harapkan. Bukan berlomba saling ungkap keburukan ‘pihak lain’ yang seharusnya kita lakukan. Kedamaian dunia, ini yang mesti kita ciptakan ❗