Rp 20 M untuk 295 Judul Buku Pelajaran


Dalam postingan saya yang lalu, diberitakan bahwa Pemerintah menantang para guru untuk mengajukan naskah buku teks pelajaran. Naskah yang dinyatakan lolos Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) akan dibeli Depdiknas Rp 100.juta – Rp 175 juta. Dua bulan kemudian, hari ini, Kompas.com, Jumat, 18 April 2008, memberitakan bahwa Pemerintah menargetkan membeli hak cipta 295 judul buku pelajaran. Telah disiapkan anggaran sebesar Rp 20 miliar. Buku yang hak ciptanya sudah dimiliki pemerintah itu dapat diakses dengan bebas melalui jejaring Teknologi Informasi dan Komunikasi Jaringan Pendidikan Nasional.

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, Jumat (18/4), sejauh ini Departemen Pendidikan Nasional telah membeli 49 judul buku yang direkomendasikan kelayakannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan.

Pemerintah mempersilahkan penerbit, perseorangan atau kelompok yang tertarik memperdagangkan buku itu, namun harga eceran tertinggi ditentukan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Sejauh ini, telah ada 49 buku telah dibeli hak ciptanya dan ditentukan harga eceran tertingginya yakni Rp 4.500 hingga Rp 14.000 per buku. Buku seharga sekitar Rp 14.000 tersebut tebalnya 200 halaman dengan cetakan menggunakan empat warna.

“Harga eceran tertinggi itu guna menjamin agar harga buku murah dan terjangkau oleh masyarakat. Jika ada buku yang telah dibeli hak ciptanya dan buku lain yang harganya lebih mahal, sekolah harus menggunakan buku murah tersebut,” ujar Bambang Sudibyo.

Sedangkan, untuk mata pelajaran yang buku teksnya belum dinilai kelayakan pakainya oleh BSNP, atau tidak termasuk dalam Surat Keputusan Direktorat Jenderal, rapat pendidik dapat memilih buku teks yang tersedia di pasar buku dengan mempertimbangkan mutu buku teks dan kesesuaiannya dengan standar nasional pendidikan.

Mudah-mudahan dengan adanya ‘niat baik’ dari pemerintah ini, bisa membuka peluang bagi terciptanya generasi bangsa Indonesia yang cerdas. Lebih dari itu, tak hanya cerdas, mudah-mudahan juga mempunyai moralitas dan nurani yang baik, agar citra bangsa Indonesia yang belakangan ini bernilai MINOR bisa berangsur-angsur menjadi MAYOR. Dan harapan itu, paling tidak terletak pada anak-anak generasi sekarang dan generasi berikutnya.

Bangkitlah Indonesia, Jayalah bangsaku.

Ternyata Bela Shaphira Mau Foto Bugil….


Surya Online, 17 April 2008 memberitakan bahwa sebenarnya Bela mau difoto bugil, dengan syarat……… Baca berita selengkapnya: Usia boleh mendekati 35 tahun, tetapi soal penampilan fisik Bella Saphira tak pernah mau kalah. Maklum, artis yang satu ini pernah menjadi ikon sebuah sabun kecantikan. Bella memang identik dengan kecantikan. Jauh dari gosip kecuali tentang kedekatannya dengan mantan kekasihnya, Adjie Massaid, pemilik nama asli Bella Saphira Veronica Simanjuntak ini sempat “terpelanting” ketika diterpa isu foto bugil. Jauh sebelum artis-artis “parade” foto panas, Bella yang pernah menyandang predikat Artis Ngetop SCTV ini sudah lebih dulu dikerjai. Ada orang iseng yang merekayasa fotonya hingga seolah-olah dia tampil tanpa busana.

Sekarang wajah Bella seperti menghilang. Namanya juga tak pernah muncul di infotainment. “Sekarang sedang fokus menekuni dunia tarik suara. Januari kemarin, saya baru saja mengeluarkan album rohani. Ini album rohani pertama saya,” kata Bella ketika ditemui di sela syuting di stasiun Trans7.

Album rohani memang sudah dilempar, tetapi Bella masih menunjukkan minat untuk berpose bugil. Tetapi, bukan foto bugil sembarangan, lho! “Saya mau difoto bugil, tetapi sama suami,” ujarnya terkekeh. Gadis kelahiran Magelang ini menegaskan, dia siap asal itu suaminya yang melakukan kelak setelah menikah.

Nah, ini masalahnya. Sampai sekarang belum terdengar siapa yang akan menjadi suami Bella. Harus menunggu sampai kapan? Lagi-lagi Bella hanya tertawa.

Sejak menjadi korban orang iseng dengan foto bugilnya beredar di internet, dia tidak lagi menyimpan foto-foto pribadi di gadget. Sebab bisa saja gadget itu berpindah tangan saat sudah tak digunakan, dan pemilik baru punya kesempatan untuk membuka dan mengedarkannya di internet.
Demi menghindari jebakan candid camera atau cermin yang dipasang diam-diam di tempat umum, setiap bepergian ke tempat umum seperti toilet hotel, Bella selalu berhati-hati.

Dia akan mengecek dulu kaca yang ada di sana. “Caranya, cukup dengan menaruh ujung jari ke kaca. Jika menempel, berarti itu memang kaca sungguhan, tetapi jika terlihat ada jarak, berarti ada kameranya,” ujar Bella mencoba berbagi tips.

Nah, hayo, siapa yang mau memfoto bugil Bela ❓