Kisah Penyembelihan Manusia


sholat.jpgTak bisa dibayangkan oleh akal sehat, setelah bertahun-tahun menunggu kelahiran seorang anak, begitu anak itu (Nabi Ismail) lahir dan menginjak remaja (lewat sebuah mimpi) Nabi Ibrahim diharuskan menyembelihnya.

Maksud perintah Allah SWT. dalam Al-Qur’an (untuk menyembelih anaknya), menurut DR. Ali Shariati dalam bukunya, Haji, Terbitan PUSTAKA, Bandung, 1983, adalah untuk mengingatkan kepada kita bahwa kecintaan kita kepada anak tak ada faedahnya.

Demi kebenaran engkau harus mengorbankan semua kepentingan yang memenuhi pikiran dan menghalangi komunikasi dengan Allah. Karena kecintaannya kepada Ismail dapat membuat Ibrahim lupa kepada pertanggungjawabannya, maka Allah SWT. memerintahkan agar ia mengorbankan Ismail, sehingga ia dapat menyerahkan diri secara total kepada kehendak Allah SWT.

Di zaman kini, mungkin Ismailmu itu adalah: istri, pekerjaan, keahlian, kepuasan seksual, pangkat, kedudukan, dan lain-lain.

Pendek kata, Ismailmu adalah hal-hal yang sangat engkau cintai seperti sang putera (Ismail) yang sangat dicintai oleh sang Ayah (Ibrahim).

Syukurlah, di saat detik-detik terakhir, leher nabi Ismail itu diganti oleh Allah SWT. dengan leher seekor domba bin kambing.

Mempersembahkan domba sebagai pengganti Ismail adalah “pengorbanan” tetapi pengorbanan domba demi pengorbanan semata hanyalah “penjagalan”. Apalagi kalau hanya demi pujian semata.

Selamat merayakan Idul Adha 1428 Hijriyah.

Advertisements