Siapa Pembunuh Sophan Sophiaan?


Sophan meninggal dunia pada tanggal 17 Mei 2008 dalam sebuah kecelakaan motor gede di Ngawi, Jawa Timur.

Rombongan tiba di kawasan hutan Widodaren pukul 09.49. Tiba-tiba, motor Sophan yang berada ditengah-tengah rombongan terjatuh. Sophan pun juga ikut terjatuh dengan posisi tertelungkup. “Saat jatuh posisinya tertelungkup. Tak terlihat adanya luka. Kakinya patah dan dari mulutnya keluar darah. Sepertinya luka dalam,” ujar peserta JMP 2008 yang saat itu berada di mobil pengawal.

Menurut Tri Erika, mobilnya berada di belakang Sophan. Namun, meskipun terhalang beberapa motor lainnya, Tri Erika bisa melihat jelas saat Sophan terjatuh. “Tidak benar kalau ada tabrakan beruntun tiga motor. Pak Sophan jatuh sendiri karena ada lubang sebesar roda motor Harley,” tegas Tri. (Kronologi Kecelakaan Sophan Sophiaan – Kompas.com)

Belakangan, Widyawati angkat bicara. Widyawati Minta Kejujuran Penabrak. Widyawati masih juga menyimpan pertanyaan seputar kematian suaminya, aktor sekaligus mantan anggota MPR RI, Sophan Sophiaan. Kepergian Sophan sangat memukul Widyawati. Bintang film Romi & Yuli itu meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas saat konvoi motor gede (moge) memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, di perbatasan Ngawi-Sragen pada 17 Mei 2008 lalu. Namun sang istri, Widyawati, meragukannya.

Di balik keikhlasan untuk merelakan kepergian sang suami, Widya merasakan keganjilan. Yang membuat Widyawati masygul adalah saat menerima surat dari kepolisian. Widya mendapat dua amplop dari Polda Jatim yang berisi satu laporan kejadian dan satu lagi pernyataan belasungkawa.

“Ketika saya mau buka, dua surat itu sudah digunting. Seharusnya ini tidak boleh dibuka, saya yang harus buka. Ini saja sudah menyalahi. Kenapa? Ada apa ini?” tanya Widyawati di kediamannya, Jl Garuda C11/1, Bintaro Sektor 1, Jakarta Selatan, Rabu (3/9).

Widya merasa keyakinannya kuat, apalagi dalam siaran televisi ketika itu juga ada anak kecil yang menjadi saksi bahwa Sophan ditabrak oleh penunggang moge di belakangnya.

Jika baru Rabu (3/9) Widya bercerita, itu karena dia dulu panik. “Nggak mungkin ini kecelakaan tunggal. Kalau kecelakaan tunggal, kalau jatuh dari motor gede, paling patah-patah, tidak sampai menghilangkan nyawa seseorang. Saya cek hasil rontgen suami saya, di situ juga ada kejanggalan. Kalau cuman kecelakaan murni, nggak sampe segitunya,” katanya. ( Sophan Dilindas Peserta Konvoi – Surya Online)

Sehari setelah aktris Widyawati mengungkit penyebab kematian suaminya, dua jenderal purnawirawan menggelar jumpa pers membantah telah menabrak Sophan Sophiaan dalam peristiwa kecelakaan saat konvoi motor gede (moge) memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, di perbatasan Ngawi-Sragen pada 17 Mei 2008 lalu.

Dua mantan jenderal yang terusik pernyataan Widyawati itu adalah mantan Kapolri Jenderal Pol Purn Roesmanhadi dan mantan Dirjen Sarana Pertahanan Dephan Marsekal Muda TNI Purn Pieter Watimena. (2 Jenderal Kebakaran Jenggot)

Bantahan kedua mantan jenderal itu, membuat istri Sophan, Widyawati kecewa. “Ya sudah. Kalau mereka bicara seperti itu, ya susah. Saya tidak mau mengomentari apa yang mereka katakan,” ujar Widyawati, Jumat (5/9).

Ia mengaku hanya ingin mengetuk hati nurani siapa saja yang melihat kecelakaan yang menyebabkan suaminya tewas. Menurutnya, seharusnya tidak ada yang menutup-nutupi penyebab kematian Sophan karena ditabrak peserta konvoi. “Saya mengetuk, siapapun yang melihat kejadian itu, coba bicara apa adanya. Jangan menutup-nutupi,” pintanya.

Selain itu, Widyawati mengaku masih punya saksi lain yang ikut di rombongan VVIP dari Malaysia. “Kalau saya bisa cari bukti dari Malaysia, yang ada di rombongan VVIP di depan. Masih banyaklah keterangan yang bisa didapatkan,” kata aktris tahun 1970-an ini.

Polisi juga telah memanggil Ny Atin, setelah pada panggilan pertama tak bisa datang karena sedang di Amerika. Ny Atin, peserta Konvoi Jalur Merah Putih (JMP), merupakan saksi kunci untuk mengungkap kematian Sophan. Mabes Polri menjadwalkan memeriksa perempuan itu 10 September mendatang. “Ny Atin kunci satu-satunya,” kata Abubakar.

Ny Atin menjadi saksi kunci, sebab pada saat peristiwa itu terjadi, ia berada di belakang Sophan. Ia diduga tahu kejadian yang menyebabkan aktor era 70-an itu meninggal. ( Widyawati Simpan Saksi dari Malaysia – Surya Online)

Lalu, siapa gerangan pembunuh sebenarnya?

Advertisements

Ikon Perfilman Indonesia Itu Pun Mangkat Sudah


Saat Sophan Sophiaan pakai Moge beserta Kelompoknya melintasi jalan tol beberapa waktu yang lalu, saya sebetulnya ada niat untuk bikin komentar. Karena apa? Jalan tol menurut Undang-Undang diperuntukkan khusus bagi kendaraan roda empat, bukan roda dua. Demi untuk memeriahkan momentum 100 Tahun Kebangkitan Nasional, dengan mengantongi Surat Ijin dari kepolisian, mereka pun melenggang dengan aman, tanpa rasa bersalah. Namun karena suatu kesibukan, keinginan itu tak kesampaian.

Namun tadi pagi, walau tidak kaget betul, saya lihat berita di televisi, suami Widyawati itu harus menerima takdirnya.

Karena umur bukan kita yang punya. Ia adalah milih Allah. Kita hanya sekedar menerimah amanah memaknai kehidupan saja.

Kapan ia diambil kembali, saat bagaimana ia akan diambil, terserah Beliau. Maka dari itu, selalulah berbuat baik, agar saat ia diambil, kita sudah siap melepaskannya.

Semoga segala perbuatan buruk yang pernah dilakukan bintang film idola tahun 70’an itu diampuni oleh Sang Khalik. Dan segala amal perbuatan yang baik, memperoleh imbalan yang berlimpah.