KPI Larang Lembaga Penyiaran Tayangkan Iklan Politik


Komisioner KPI Rahmat Arifin kepada VOA Selasa (4/2) menegaskan tidak boleh satupun lembaga penyiaran menayangkan iklan politik hingga dimulainya masa kampanye pemilu di media massa 16 Maret.

ImageKomisioner KPI Rahmat Arifin kepada VOA Selasa (4/2) menegaskan, tidak boleh satupun lembaga penyiaran khususnya televisi menayangkan iklan politik hingga dimulainya masa kampanye pemilu di media massa pada 16 Maret mendatang.

Rahmat mengatakan, “Pada 24 Januari lalu, KPI mengeluarkan surat edaran kepada semua lembaga penyiaran baik televisi maupun radio yang intinya meminta mereka tidak menayangkan iklan ataupun penyiaran yang berbau politik, tidak hanya yang berbau kampanye.”

Ia menambahkan, “Dua definisi ini memang berbeda karena sesuai dengan peraturan Komisi Pemilihan Umum no 15 tahun 2003 kampanye mengandung 4 unsur yaitu visi, misi, ajakan dan program. Sementara kita melihat di televisi banyak sekali iklan yang mengandung salah satu atau salah tiga dari keempat unsur itu, sehingga mereka bisa mengakali aturan dari peraturan KPU tersebut.”

Rahmat Arifin menambahkan langkah KPI ini didasarkan pada pedoman perilaku penyiaran yang dibuat oleh KPI di antaranya perlindungan kepada kepentingan publik dari pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh partai politik peserta pemilu melalui lembaga penyiaran publik.

Menanggapi hal itu Sekretaris Perusahaan grup Media Nusantara Citra Arya Sinulingga meminta KPI mengikuti regulasi atau aturan yang dibuat oleh KPU. Arya juga memastikan, grup MNC yang dimiliki oleh Harry Tanoesudibyo calon wakil presiden dari Partai Hanura, tidak pernah melanggar aturan main dari KPU dan KPI.

Sementara itu Wakil Pemimpin Redaksi stasiun televisi tvOne Toto Sugiarto kepada VOA mengaku belum menerima surat edaran dari KPI itu. Namun demikian Toto memastikan tvOne siap mengikuti segala aturan main yang dibuat oleh KPI terkait kampanye pemilu di media.

Komisioner KPI Rahmat Arifin memastikan KPI tidak segan-segan akan menerapkan sanksi bagi lembaga penyiaran khususnya terhadap stasiun televisi yang tidak mematuhi aturan ini. Sanksi administratif dimulai dari teguran sampai tidak diperpanjannya perizinan atau dicabutnya izin dari lembaga penyiaran yang bersangkutan.

KPU menetapkan masa kampanye Pemilu 2014 mulai 11 Januari  hingga 5 April 2014. Hal itu diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 21 tahun 2013 tentang tahapan pemilihan umum 2014.

Pelaksanaan kampanye melalui pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum dan pemasangan alat peraga. Sedangkan kampanye rapat umum dan iklan di media massa dimulai pada 16 Maret sampai dengan 5 April 2014.

sumber : VOA Indonesia, KPI Larang Lembaga Penyiaran Tayangkan Iklan Politik

Advertisements

Infotainment Harus Lulus Sensor? Basi Dong!


DPR, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Dewan Pers akhirnya menyepakati perubahan status infotainment menjadi tayangan nonfaktual. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), faktual berarti berdasarkan kenyataan atau mengandung kebenaran.

Dengan demikian, infotainment tidak dapat lagi dikategorikan ke dalam tayangan faktual seperti pengertian tersebut. Perubahan status infotainment itu diputuskan dalam rapat antara Komisi I DPR (bidang informasi dan penyiaran) dengan KPI dan Dewan Pers di Gedung DPR RI, Rabu sore.

Pertimbangan dan alasan di balik perubahan status itu adalah karena program siaran infotainment, reality show, dan sejenisnya, dinilai banyak melanggar norma agama, norma sosial, etika moral, bahkan kode etik jurnalistik dan P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran).

Infotainment banyak digemari oleh pemirsanya, karena beritanya selalu baru, fresh dan segar. Namun karena harus melalui Lembaga Sensor jadinya tak segar lagi alias basi……..

Sumber : VIVAnews

Bukan 4 Mata Yang Bukan “4 Mata”


tukul_times_smallAkhirnya, setelah libur sebulan lantaran disemprot KPI, Tukul dengan 4 Mata-nya bermetamorfosa menjadi Bukan 4 Mata.

Disain penyajian boleh dikatakan fotokopi format lama. Sekedar sebagai pembeda, di awal Judul mata acaranya ditambah kata negasi – BUKAN.

Terhitung mulai Senin (1/12) ini, pelawak asal Semarang ini bakal hadir di program acara yang diberi nama Bukan Empat Mata.

Tayangan Empat Mata sempat menghilang di layar Trans 7 lantaran kena ‘semprit’ Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Acara yang dipandu Tukul itu pun tanggal 4 November 2008 sempat diganti oleh Musik Spesial dan dilanjutkan dengan Tanda Mata.

Nyaris tidak ada perbedaan antara Empat Mata dan penggantinya, Bukan Empat Mata. Apalagi acara yang berdurasi 90 menit itu masih menempati slot Empat Mata, yaitu tayang setiap Senin-Jumat pukul 21.00 WIB. Di pentas Bukan Empat Mata ini, Peppy dan Vega pun masih setia menemani Tukul menyambut tamu-tamu yang berkunjung ke ‘rumah’nya.

Untuk memberi variasi, di Bukan Empat Mata ditambah segmen current issue, yang diharap bisa menambah pengetahuan pemirsa terkait isu-isu yang sedang berkembang dan hangat diperbincangkan masyarakat. “Di edisi perdana nanti karena masih terkait dengan penurunan BBM, akan kami sajikan komentar masyarakat terkait kebijakan pemerintah itu,” tutur Mardhatillah, produser Bukan Empat Mata.

Untuk edisi perdana Bukan Empat Mata, lanjut wanita yang akrab disapa Tia ini, akan hadir sejumlah artis macam Sandra Dewi, Titi DJ, Indie Barens, pantomim dari Jerman, dan Nunung Srimulat. “Tema yang diangkat adalah Welcome Back Mas Tukul,” pungkas Tia. (Bukan 4 Mata Tukul Kembali Muncul – Surya Online)

Setelah kena “semprit” apakah ceplas ceplos Tukul masih bertaji? Mari kita saksikan nanti malam.

[Gambar Majalah Sobek versi internasional, Karya Syafiq Baktir, Surabaya
http://pinggirjalan.blogspot.com, syafiqblog[at]gmail.com/]

4 Mata Tutup Mata


tukulKarena dianggap melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS), acara Empat Mata yang ditayangkan Trans7 KPI mengirim surat keputusan yang memerintahkan kepada Trans 7 untuk menghentikan acara tersebut tanggal 4 November 2008 hingga 3 Desember 2008. Sebelumnya sudah dilayangkan tiga surat teguran oleh KPI. Puncaknya tanggal 29 Oktober 2008 dalam episode Sumanto mantan pemakan mayat, lagi-lagi dianggap telah melanggar P3 dan SPS.

“Jika ada niat baik untuk melakukan evaluasi dan konsolidasi bersama KPI, kemungkinan Empat Mata akan siaran kembali,” kata Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja, di Kantor KPI Pusat Jakarta, Selasa (Jika Ada Niat Baik, Empat Mata Bisa Tayang Lagi – Kompas.com)

Memang, dalam beberapa kali menonton acara ini, kadang isinya agak “kelewatan”. Bagi Tukul, memang enjoy saja. Tapi, bagi pihak lain, nampaknya tidak enjoy. Jadi, begitulah. 4 Mata Tutup Mata selama sebulan, untuk refleksi diri. Semoga bisa tampil lagi dengan “format” baru pada tanggal 4 Desember 2008 nanti.