Pria Itu Hamil dan Bakal Melahirkan


Thomas Beatle adalah namanya, kini. Dulu ( 10 tahun yang lalu) ia bernama Tracy Lagondino.

Awalnya ia seorang wanita (tulen), kini telah ‘berubah’ menjadi pria (buatan). Buktinya sebulan lagi ia bakal melahirkan bayi yang kini dikandungnya.

Kehamilan si-‘wanita-pria’ ini terungkap melalui majalah The Advocate, sebuah majalah untuk kalangan homoseksual, Maret 2008. dan berita ini say abaca di Harian Surya, Kamis, 12 Juni 2008 – bisa diklik di Surya Online.

Sebagai Tracy sebenarnya ia amatlah cantik – kecantikan khas Hawaii. Dia bahkan sempat menjadi finalis Miss Teen Hawaii USA.

Entah sebab apa, 10 tahun silam ia memutuskan untuk beralih rupa menjadi pria, meski kelaminnya tetap kelamin seorang wanita. Ia hanya menjalani operasi pengangkatan payudara. Dan untuk mewujudkan sosok maskulin, ia menjalani terapi hormone testoteron. Statusnya pun disahkan secara hukum.

Ia telah menikah dengan seorang wanita (tulen) dan tinggal di Honolulu dengan berbisnis kaus di sana.

Ketika mereka berdua ingin sekali untuk hamil, maka mereka lantas memasukkan sendiri sperma yang didapatnya dari bank sperma ke rahim Beatle, meskipun para Dokter menolak membantunya.

Ia pun hamil. Ada 3 bayi di dalamnya. Sayang kehamilan itu harus diaborsi karena ada komplikasi kehamilan. Jika dibiarkan, nyawa Beatle adalah taruhannya.

Mereka tak putus asa. Ia mencoba lagi. Dan kini, ia tengah menunggu kelahiran ‘putri’ mereka.

Oh, dunia…. dunia…… pertanda apa ini………..

Advertisements

Kapan Pancasila Lahir?


Di zaman Orde Baru, Pancasila lebih banyak diperingati pada tanggal 1 Oktober – yang biasa disebut dengan Hari Kesaktian Pancasila. Sementara hari lahirnya Pancasila, yang cetuskan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 itu seperti dikubur dalam-dalam dari memori bangsa Indonesia. Bahkan, lebih dari itu, Pancasila akhirnya dianggap semacam dogma, di mana setiap warga negara wajib untuk menghayatinya, yang tertuang dalam P4 (Pedoman Penghayatan dan pengamalan Pancasila). Setiap warga negara baru dianggap insan Pancasila bila telah lulus mengikuti penataran yang tanpa bolos barang seharipun.

Setelah tumbangnya rezim Orde baru, orang justru menjadi alergi untuk menyebut-nyebut Pancasila. Karena ia tak ingin disebut sebagai insan ORDEBARUIS.

Harusnya, bagaimana kita bersikap?

Pancasila, seperti ubi. Metafora ini ditulis Goenawan Mohammad (GM) dalam catatan pinggir tanggal 12 September 1981 (Catatan Pinggir, Pustaka Utama Grafiti, halaman 108). Karena itulah, lanJut GM, seorang sejarahwan dengan tepatnya mengatakan bahwa sulit menetapkan tanggal lahirnya sebuah ide. Kapan Pancasila lahir?

Buku pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945 disebut dengan judul Lahirnja Pantjasila. Tapi untuk mengatakan bahwa Pancasila di hari itu langsung ada dari ketiadaan hampir sama artinya dengan mengatakan bahwa Pancasila terbit dari Sabda Tuhan. Itu berarti dia bukan lagi sesuatu yang digali……

Cangkulan” pertama Bung Karno karena itu tak diayunkan pada 1 Juni 1945, melainkan jauh sebelum itu…….

… ketika perumusan Pancasila ditata kembali secara bersama-sama oleh para peletak dasar Republik, Bung Karno tidak berkeberataan yang penting bukan saja dia tak menyatakan diri sebagai pemegang hak cipta perumusan itu, tapi juga dia sendiri tak menganggap sumbangan pikirannya sebagai dogma yang suci.

Mestinya Pancasila dipakai sebagai landasan, pandangan hidup dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia ini. Jangan merasa benar sendiri. Jangan merasa agamis sendiri. Jangan merasa “segalanya” benar sendiri.

Bila menyimak ulasan mas GM di atas, nampaknya memang kurang tepat untuk menyebut hari lahir Pancasila itu ditetapkan pada tanggal 1 Juni. Lebih tepat, yang lahir pada tanggal itu adalah HARI LAHIRNYA ISTILAH PANCASILA. Dan yang melahirkan, tak lain dan tak bukan, adalah Bung Karno.