Siapa yang Berhak Meraih Predikat Idul Fitri? (Part II)


Apa inti dari makna Idul Fitri? Idul itu artinya kembali; fitri artinya suci. Jadi makna idul fitri itu adalah saat manusia kembali menjadi suci kembali, sama seperti bayi saat baru lahir. 100% gres! Tanpa dosa……….

Sementara itu, kalau kita perhatian pada 10 hari terakhir, pelaksanaan sholat terawih berlangsung secara spekatakuler. Jamaahnya (di semua tempat di Indonesia) ‘mbeludak’ ke mana-mana. Sampai ke mall-mall, supermarket-supermarket, maupun waralaba-waralaba. Dzikir dipenuhi dengan membuka/menutup dompet, sementara tangan sibuk meneliti potong demi potong dan kedua kaki berlalu lalang ke sana kemari menuruti keinginan yang punya tubuh, demi mencari PAKAIAN yang paling baru, paling bagus dan (kalau bisa) paling murah.

Sementara di dalam masjid sendiri, ironinya tak sampai dua atau tiga shaf sahaja. Ini belum dipilah mana yang khusuk dan mana yang setengah maupun mana yang tidak.

Banyak dari kita yang sibuk menghias kulit namun lupa akan isinya. Makna idul fitri di jaman kiwari betul-betul full pressed body (pinjam istilah mobil). Yang penting tampil trendy.

Padahal Lebaran bin Idul Fitri terjadi lantaran karena kita umat Islam telah berhasil berperang melawan hawa nafsu selama bulan Ramadhan dan menang. Tanpa berperang dan menang, Idul Fitri hanya ada dalam bibir saja.

Memang pada saat idul fitri (biasanya) semuanya serba baru. Ya bajunya, ya sandalnya, ya semangatnya. Tapi kalau hanya itu saja,maka kita hanya sebatas memperbaharui kulitnya saja. Sementara di dalam jiwa masih tetap dengan sikap yang lama, tanpa ada perubahan lagi.

Iti namanya Lebaran Tanpa Idul Fitri. Semoga kita tak termasuk yang demikian ini.

Selamat Mencapai Idul Fitri 1431 Hijriyah.

Taqobbalallohu minna wa minkum taqobbal yaa kariim.

Mohon maaf lahir bathin.

Edisi revisi dari sini

Advertisements

Siapa yang Berhak Meraih Predikat Idul Fitri?


Alhamdulillah, akhirnya lebaran tahun ini (sebagian besar) waktunya bersamaan, yaitu jatuh pada hari Rabu,1 Oktober 2008, pas dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Lebaran bin idul fitri terjadi lantaran karena kita umat Islam telah berhasil berperang melawan hawa nafsu selama bulan Ramadhan dan menang. Tanpa berperang dan menang,idul fitri hanya ada dalam bibir saja.

Memang pada saat idul fitri (biasanya) semuanya serba baru. Ya bajunya, ya sandalnya, ya semangatnya. Tapi kalau hanya itu saja,maka kita hanya sebatas memperbaharui kulitnya saja. Sementara di dalam jiwa masih tetap dengan sikap yang lama, tanpa ada perubahan lagi.

Ini namanya lebaran tanpa idul fitri.Semoga kita tak termasuk yang demikian ini.

Selamat Mencapai Idul Fitri 1429 Hijriyah. Taqobbalallohu minna wa minkum taqobbal yaa kariim. Mohon maaf lahir bathin.

Saat Lebaran Tahun 2008: Sama Apa Beda?


Lebaran sebentar lagi. Kapan pastinya, kita tunggu dari para ahli ahli falak saja. Seperti yang dilansir KOMPAS, NU, Muhammadiyah, Persis Tentukan Lebaran, 1 Oktober.
Hal itu diungkapkan Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Ghazalie Masroeri di Jakarta, Rabu (24/9). Harapan adanya kesamaan Idul Fitri tahun ini sangat besar mengingat awal Ramadhan juga dilalui secara bersama.
”Keseragaman hari raya lahir karena adanya kebijakan bersama untuk mengelola dan merangkum perbedaan yang ada,” katanya. PBNU mendukung adanya penyatuan perayaan Idul Fitri 1429 Hijriah.
Data hisab dari almanak NU menunjukkan ijtima’ (kesegarisan posisi Matahari-Bulan-Bumi) awal Syawal terjadi pada 29 September pukul 15.12 WIB. Saat matahari terbenam, ketinggian hilal mencapai -0,59 derajat. Dengan kriteria imkanur rukyat (visibilitas hilal), dipastikan hilal tidak dapat diamati sehingga umur Ramadhan digenapkan 30 hari dan 1 Syawal 1429 H jatuh pada 1 Oktober.
Data hisab ini akan dipastikan melalui rukyat sesuai landasan syar’i. Rukyat sekaligus menjadi sarana untuk mengoreksi sistem hisab yang digunakan. ”NU akan menyampaikan hasil rukyatnya ke sidang isbat Badan Hisab Rukyat Depag. Setelah ada keputusan, baru PBNU mengabarkan ke warganya,” kata Ghazalie.
Sementara itu, Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 04/MLM/I.0/E/2008 juga menetapkan Idul Fitri jatuh pada 1 Oktober. Keputusan sama ditetapkan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) melalui Surat Edaran Nomor 1428/JJ-C.3/ PP/2008.
Peneliti Observatorium Bosscha ITB, Hendro Setyanto, menyebutkan, Muhammadiyah dan Persis menggunakan kriteria wujudul hilal dalam penentuan awal bulan hijriah. Jika setelah terjadi ijtima’, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari, maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan hijriah, berapa pun sudut ketinggian bulan pada saat matahari terbenam.
Namun, karena pada 29 September hilal tenggelam lebih dulu dibandingkan matahari, hilal belum terbentuk. Karena itu, 1 Syawal jatuh pada 1 Oktober. (MZW) (NU, Muhammadiyah, Persis Tentukan Lebaran, 1 Oktober – kOMPAS)

[ Gambar Kartu Lebaran saya ambil dari Cak Zoel ]