Demi Monumen Pemuda Tanah Air Indonesia


Sebanyak satu kilogram tanah dan air yang berasal dari 33 provinsi diserahkan Minggu (18/5) di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, Jakarta, untuk fondasi pembangunan Monumen Pemuda Tanah Air Indonesia, Satu Abad Kebangkitan Nasional. Monumen tersebut direncanakan bisa diresmikan pada 28 Oktober 2008. Demikian berita KOMPAS, Senin, 19 Mei 2008, dengan judul Tanah dan Air dari 33 Provinsi Diserahkan untuk Monumen……..

Adhyaksa Dault selaku penggagas pembangunan monumen tersebut mengatakan, monumen tersebut merefleksikan perjalanan sejarah bangsa Indonesia sebagai upaya simbolik untuk mengenang dan menyelami makna perjuangan pemuda.

Monumen berfondasi tanah dan air dari lokasi-lokasi bersejarah di 33 provinsi itu tingginya dirancang 17 meter. Bahan baku utamanya berasal dari kuningan proses cor dan pelat kuningan murni.

Pembangunan monumen, kata Adhyaksa, merupakan kerja sama dengan Departemen Kelautan dan Perikanan serta pemerintah provinsi seluruh Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengatakan, memperingati Satu Abad Kebangkitan Nasional dengan membangun Monumen Pemuda Tanah Air Indonesia adalah bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa terhadap negeri ini.

”Kegiatan ini menjadi sangat penting karena dapat menjadi wahana kontemplasi atas perenungan terhadap falsafah, tujuan, tekad, dan substansi perjuangan dari para pendiri bangsa,” ujarnya.

Kira-kira menelan biaya berapa jut ya? Dan apakah perlu hal semacam itu, sementara rakyat tengah menjerit lantaran BBM bakal naik?

Advertisements