SBY – JK Siap Untuk Tidak Populer


Agar berjalan lancar nampaknya pemerintah mencari hari baik, buat mengumumkan soal kenaikan harga BBM. Dan selamat, Pak SBY, akhirnya mantap sudah bahwa hari Jum’at adalah hari baik pilihan pemerintah Republik Indonesia.

Ketika Trans TV asyik dengan Lord of the Ring-nya, TVRI sibuk me-monitor olahraga, Indosiar tenggelam bersama Mama Mia, Global TV menyajikan film Big Movies “The Gods Must Be Funny In China”, RCTI asyik ber-Indonesian Idol-ria, SCTV dengan Music Award-nya, sementara Metro TV, TV One dan AnTV tengah live menanti Gong Kenaikan Harga BBM, di samping itu Radio Elshinta, juga melaporkan pandangan matanya.

Selain ketiga stasiun TV dan satu Stasiun Radio, yang menyajikan secara live soal ‘drama BBM’, yang lain cuma sekedar menyiarkan dalam acara breaking news saja. TVRI hanya menyajikan berita dalam news ticker saja. Bahkan SCTV tak menganggap perlu untuk menyiarkan acara itu.

Setelah Presiden Republik Indonesia SBY selesai memimpin Rapat bersama para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu soal kenaikan harga BBM sekitar pukul 20.00 – 21.00 WIB., tak seperti biasanya, pak SBY tak menyediakan waktu untuk bertemu dengan wartawan. Andi Malarangeng mengatakan bahwa penjelasan soal BBM dipersilakan langsung ke Gedung Graha Sawali, Departemen Keuangan.

Setelah diberi pengantar oleh Menteri Keuangan, Dr. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro segera saja mengumumkan soal kenaikan itu.

Harga Eceran BBM Dalam Negeri berdasarkan peraturan (dsb. – dsb.) sejak pukul 00.00 WIB nanti, tanggal 24 Mei 2008, Minyak Tanah/Kerosin anak naik menjadi Rp 2.500 (sebelumnya Rp 2.000), Bensin Premium Rp 6.000 (4.500) dan Solar Rp 5.500 (Rp 4.300).

Jadi, kalau anda membeli BBM ke SPBU sekarang, jelas terlambat. Soalnya sudah pukul 00.05 WIB sekarang. Berdoa saja, semoga kita semua bakal dapat banyak rejeki.

Advertisements

BBM Kapan Naik? Tanya Saja pada Tokek


Jum’at malam, 23 Mei 2008, ada rencana bahwa kenaikan BBM bakal diumumkan.

Tapi kabar ini dibantah oleh sumber yang dihubungi KOMPAS Kamis, 22 Mei 2008. Katanya, kenaikan mungkin saja diumumkan beberapa hari kemudian atau pada hari Minggu (25/5) mendatang saat hari libur dan tenang sehingga pengumuman pemerintah tidak langsung diikuti dengan aksi demo dan turun ke jalan.

TEMPO Edisi. 12/XXXVII/12 – 18 Mei 2008, menulis bahwa Sri Mulyani mengatakan opsi menaikkan harga dilakukan agar anggaran pendapatan dan belanja negara sustainable.

Keputusan itu memang agak mengejutkan. Bagaimana tidak, selama empat bulan pertama tahun ini saja, setidaknya enam kali Presiden secara implisit mengatakan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak. Di hadapan para tokoh perempuan, 18 April lalu, misalnya, ia berjanji mencari akal lain dan tidak buru-buru menaikkan harga.

Malah, ketika pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri mengusulkan penyesuaian harga, Presiden tak menggeser pendiriannya. Ia memastikan keputusan itu sebagai pilihan terakhir. Yudhoyono lebih menekankan penghematan dan optimalisasi produksi minyak dalam negeri.
Kenyataannya, sikap itu bergeser dua pekan kemudian. Dinamika harga minyak dunia yang cenderung naik membuat pemerintah ketar-ketir. Harga minyak mentah jenis WTI (West Texas Intermediate) sempat menyentuh level US$ 121,84 per barel pada 6 Mei lalu. Bahkan, Jumat pekan lalu, kantor berita Bloomberg melaporkan harga minyak mencetak rekor baru, yakni US$ 125,84 per barel.

Jadi apa jadi diumumkan apa tidak, besok, mari kita tanyak pada tokek saja.

Sekadar catatan:

Sehubungan dengan perhelatan akbar Olimpiade di Beijing tanggal 08-08-08 pukul 08.08 Waktu China, KOMPAS memberitakan, Pemerintah dan KONI menyiapkan Rp 1 miliar untuk setiap medali emas yang diperoleh pada Olimpaide Beijing 2008. Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo mengatakan, pihak swasta sudah menjanjikan Rp 1 Miliar untuk peraih medali emas pertama Indonesia di Beijing, dan Menteri Megara pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault menjanjikan perebut emas berikutnya akan mendapat penghargaan serupa dari pemerintah.

Sementara untuk bagaimana nasib jutaan rakyat, setelah BBM bakal diumumkan, belum ada para dermawan yang menyiapkan dana, selain BLT yang masih mengundang kontroversial itu ❓

Siapa Penunggang Demo BBM?


BIN menuding bahwa demonstrasi anti kenaikan BBM itu ditunggangi. Lantas pihak DPR bekata, tolong tunjukkan si penunggang itu. Sementara pihak Kepolisian bilang bahwa ia belum menemukan siapa penunggang itu.

Bagi saya yang menungganginya adalah rasa kecewa dari segenap lapisan masyarakat akar rumput. Hanya saja mereka tiada punya daya untuk demonstrasi. Lantas aura ini ditangkap oleh sebagian mahasiswa untuk dijadikan momentum dan bahan untuk demonstrasi anti kenaikan BBM.

Sudah bukan masanya lagi menyebutkan adanya pihak yang menunggangi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak. Yang terjadi saat ini adalah aksi bersama karena munculnya perasaan senasib.

Hal itu, tulis KOMPAS, disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) DPR Ganjar Pranowo, Rabu (14/5) siang. Dalam jumpa pers tersebut, F-PDIP DPR menegaskan sikapnya menolak rencana kenaikan harga BBM dan akan bergabung dengan elemen masyarakat yang bersikap sama.

Ucapan Ganjar itu menanggapi pernyataan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar yang menuding sejumlah unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM belakangan ini ditunggangi. Penunggang unjuk rasa itu, menurut Syamsir, beragam, antara lain mantan pejabat.

Anggota F-PDIP, Aria Bima, menyebutkan, terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM, banyak elemen yang bersikap sama.

Justru Aria menyebutkan, jangan-jangan keputusan menaikkan harga BBM itu yang ditunggangi. Hal itu mungkin terjadi ketika perusahaan besar sudah bersenyawa dengan pengambil kebijakan.

Jadi soalnya bukan siapa penunggangnya, tapi kenapa BBM harus naik, di saat seperti sekarang ini. Karena seperti yang sudah kita mafhumi bersama, BBM sebagai kebutuhan sumber energi, akan mengkatrol kenaikan sembako dan barang-barang lain.

Dan ini, yang paling menderita, rakyat juga, pemilik sah negeri ini. Karena rakyat tidak tahu dan tidak mau tahu, apa itu defisit anggaran dan tetek bengeknya.

Sekedar catatan :

Setelah rezim Orde Baru jatuh, seperti yang ditulis TEMPO, Kredit macet di bank pemerintah hampir Rp 300 triliun. Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia mengucur sampai Rp 140 triliun untuk menyelamatkan bank-bank yang digerogoti pemiliknya sendiri.

Badan Penyehatan Perbankan Nasional pun jadi timbunan sampah kredit macet. Bermacam aset yang diserahkan pemilik bank sebagai ganti bantuan likuiditas pun banyak yang bodong. Sampai Februari 2004, ketika Badan Penyehatan itu ditutup, aset-aset tersebut hanya bisa dijual dengan harga 29 persen dari taksiran harga beli pemerintah. Sisanya harus ditutup dari anggaran negara. Entah sampai kapan dana penyelamatan ekonomi Rp 600 triliun itu tidak lagi menjadi beban anggaran negara.

Orde Reformasi bin Orde (ter)Baru menjadi penerusnya. Dengan dana yang serba cekak, harus bisa mengemudiakn perahu yang bocor di sana sini.