PSSI, Ojo Dumeh!


Ketika saya masih sekolah di SD, sering membaca tulisan “Ojo Dumeh” di slebor becak. Lalu ada gambar Tokoh Punakawan yang bernama Semar alias Bethara Ismaya. Waktu itu saya sama sekali nggak ‘mudheng’ apa itu ojo dumeh. Dan tulisan di slebor becak itu berangsur-angsur menghilang, kerna keberadaan becak mulai terpinggirkan.

Kini, saya sudah mulai paham tentang apa itu maksud yang terkandung dalam falsafah “Ojo Dumeh” itu.

Menurut Agung Praptapa, dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga sebagai konsultan dan trainer profesional di bidang personal and organizational development, Ojo dumeh yang dalam bahasa sekarang mungkin bisa diterjemahkan langsung sebagai “jangan mentang-mentang”. Falsafa ini dianggap filosofi yang aplikatif sepanjang masa dan sangat powerful.

Ajaran ojo dumeh menyarankan kepada kita agar jangan sampai kelebihan ataupun kehebatan yang kita miliki justru menjadi bumerang, membunuh diri sendiri. Kelebihan seseorang bisa dalam bentuk kekayaan, keahlian, jabatan, ketampanan atau kecantikan, kepopuleran, ataupun keturunan.

Pagi ini, Harian Surya Menurunkan Head-line dengan judul: Bu Nyai, Gonzales Ojo Dumeh. Dan ‘wejangan’ ini tentu saja tak berlaku untuk Gonzales. Melainkan kepada semua pemain yang tergabung dalam Tim Nasional. Lebih-lebih, terutama, untuk PSSI. Jangan lantas menepuk dada.

Masih jauh, persepakbolaan di jagad Indonesia masih jauh dari memuaskan. Ini hanya merupakan langkah awal.

Namun, lepas dari semua itu, sukses untuk Timnas PSSI yang tengah berlaga demi Piala AFF 2010.

Advertisements