Jaga Perkembangan Otak Anak Kita


Menurut KOMPAS.com, otak dapat bekerja dengan baik kalau manusia merasa senang.

Otak akan bekerja dengan baik ketika manusia merasa senang dan tidak tertekan. Proses itu dimulai pada usia dini, dan berlanjut ke masa anak-anak hingga remaja. Hanya saja, pada usia tersebut, suasana senang dengan bermain sangat kurang porsinya.

Hal itu dikatakan Shifu Yonathan Purnomo, pakar kecerdasan otak yang juga pencipta dan pendiri Shuang Guan Qi Xia International (perguruan kecerdasan otak yang berpusat di Surabaya), Rabu (28/5), dalam Seminar Intrapreneurship di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

“Anak yang sejak di SD hingga SMA dianggap pandai, belum tentu nanti dia cerdas. Itu karena kondisi sekitar membuat otaknya tidak bekerja dengan baik dan maksimal. Ada tahap yang ingin dilompati, biasanya oleh orang tua mereka,” ujar Shifu.

Seorang anak, di masa sekarang, sudah dijejalkan materi pelajaran sejak TK. Bahkan di playgroup, pengenalan tentang huruf-huruf sudah diajarkan. Itu sebenarnya tidak perlu dan belum saatnya. Yang terbaik, anak dibiarkan saja bermain dan bergerak.

“Biarkan saja anak lari-lari. Kalau nggak mau belajar karena lagi malas, ya biarkan saja. Kenalkan dengan olah raga dan hal yang membuat dia banyak bergerak, bukan hanya duduk sambil bermain atau lari-lari bermain di dalam ruang kelas. Dengan banyak bergerak, zat milin sebagai nutrisi otak akan dibuat tubuh,” katanya.

Advertisements

Munir, Adik Kelas Yang Tak Begitu Saya Kenal


Saya tak begitu paham saat ia (Munir Said Thalib) masih menjadi mahasiswa. Soalnya saat itu saya tengah menyelesaikan skripsi saya. Saya juga tidak tahu dia masuk Fakultas Hukum Universitas Brawijaya tahun berapa. Yang jelas, dari beberapa teman, saya dengar dia sering memanfaatkan ruang kafetaria sebgai ruang diskusi yang gayeng dengan teman-temannya.

Saat ia berkibar di KontraS, saya sebagai sesama alumni bangga dan salut atas komitmen dan segala sepak terjangnya.

Bahwa kemudian dia tiba-tiba meninggal saat di Singapura dalam perjalanan menuju ke Amsterdaam, 4 tahun yang lalu, saya cukup kaget juga.

Ternyata cara-cara Orde Baru masih mewarnai Orde Reformasi bin Orde (ter)Baru masih mewarnai dalam hal ‘penghilangan’ nyawa orang yang dianggap berbahaya.

Upaya hukum telah dilakukan dengan berbagai cara. Namun hingga kini, masih pelaksananya saja yang masuk penjara, yaitu Pollycarpus Budihari Priyanto. Itupun menurut keputusan Mahkamah Agung, Pollycarpus tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana. Dalam putusan kasasi yang dibacakan di Jakarta, Mahkamah Agung (MA) hanya menghukum terdakwa Pollycarpus dua tahun penjara karena terbukti menggunakan surat palsu.

Tiba-tiba saja kemarin, di televisi maupun di KOMPAS hari ini, Kepala Polri Jenderal (Pol) Sutanto, Jumat (16/5), mengatakan bahwa tersangka baru dalam kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia, Munir, adalah oknum dari suatu institusi. Namun, Sutanto belum bersedia mengungkap identitas tersangka ataupun asal institusinya.

Akankah akan terkuak siapa otak pembunuhnya?

Tak Ada Manusia Bodoh Di Dunia Ini


otak.jpgKemarin saya mampir di blog mas Budi Rahardjo. Ia merasa (senang) menjadi orang bodoh. Kenapa begitu? Menurut saya dengan mengaku dirinya bodoh, maka sah untuk berkata apa saja, tanpa ada rasa salah. Kan orang bodoh….

Tapi saya yakin, seperti komentar saya di sana, mas BR ini tengah mendalami ilmu padi. Semakin padi itu berisi, semakin ia menunduk. Lain dengan padi yang ‘tidak jadi’ alias kopong. Kepalanya akan tegak menantang.

Sejatinya manusia lahir ke dunia ini sudah membawa segumpal otak, sebagai pembeda dengan mahluk Allah yang lain. Jadi manusia dihadirkan ke dunia adalah sebagai mahluk yang cerdas. Meskipun (hewan) juga punya otak, dalam anatomi hewan, Otak atau encephalon, adalah sentral supervisori dari sistem syaraf. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.

Sementara Otak manusia juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

otak_einstein_wikipedia.jpgBahkan Otak Albert Einstein sering dijadikan sebagai objek riset dan spekulasi. Otak dari tokoh fisika terbesar di abad ke-20 ini diambil 7 jam setelah kematiannya pada tahun 1955. Otak ini menarik perhatian dunia karena reputasi Albert Einstein sebagai seorang jenius, dan nampaknya kelainan dan ciri khas di dalam otaknya ini mempunyai korelasi kuat dengan kemampuan intelegensi yang menyebabkan terciptanya banyak ide brilyen dalam dunia fisika dan matematika.

Hanya soalnya saat hadir di dunia, mahluk yang bernama manusia itu cukup makan apa tidak? Karena, galibnya, setiap makhluk hidup membutuhkan makanan.

foods_wikipedia.jpgTanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda.

foodmeat_wikipedia.jpgKarbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari. Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun tubuh kita. Lemak digunakanmilk_glass_wikipedia.jpg oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi.

Intinya, manusia itu butuh makanan (dari tumbuhan) berupa :

Sementara dari hewan berupa :

Ketakcukupan makanan akan membuat manusia menjadi bodoh, walau sejatinya ia punya bekal untuk menjadi cerdas.

Terbukti banyak anak bangsa yang menjadi juara internasional di bidang matematika. Meskipun (yang lebih banyak, celakanya) banyak yang kurang makan.

Kesimpulannya: seperti judul tulisan ini: Tak Ada Manusia Bodoh Di Dunia Ini.

Keadaanlah yang membikin manusia itu (menjadi) bodoh atau (menjadi) cerdas.

[ sumber tulisan : wikipedia ]

12 Langkah Menuju Daya Ingat Lebih Baik


12-langkah2.jpgWalaupun beberapa bagian spesifik daya ingat bisa menurun sesuai umur, seluruh daya ingat tetap tajam sampai sedikitnya umur 70-an. Peneliti ahli menunjukkan bahwa kemampuan rata-rata umur 70 sama baiknya dengan beberapa tes daya ingat 30% dari yang berumur 20 tahun. Dan banyak orang yang lebih tua pada umur 60 dan 70-an skornya secara signifikan lebih baik dalam intelegensia verbal daripada orang-orang muda. Demikian penulis mengawali langkah 11 yang berjudul Menjaga Daya Ingat Sesuai Umur.

Sementara itu dalam kata pengantarnya, penulis bilang, bahwa orang sering beranggapan bahwa daya ingat mereka adalah sebuah benda,…. Padahal kenyataanya daya ingat bukanlah sebuah obyek yang benar-benar ada, melainkan sebuah proses mengingat.

Lantas (sebetulnya) di mana daya ingat itu bersemayam? Jawab penulis: saat ini, tempat daya ingat tidak dapat ditemukan di otak. Namun, para ahli meyakini bahwa sebenarnya fungsi-fungsi daya ingat banyak berada di tingkat dasar – tingkat dari sinaps-sinaps yang berpencar pada pola jarring laba-laba di dalam otak. Pada kenyataannya para ahli tidak sepenuhnya membuat suatu pemisahan antara proses bagaimana Anda mengingat dan bagaimana Anda berpikir. Tak ada satupun proses yang sepenuhnya dimengerti. Penelitian untuk menemukan bagaimana otak mengorganisir daya ingat dan di mana daya ingat itu diperoleh dan disimpan masih merupakan tantangan bagi para peneliti.

Yang jelas sekarang, bagi kita sekarang adalah, bagaimana kita bisa memaksimalkan dan memelihara daya ingat yang kita punyai. Penulis buku ini memberikan 12 langkah. Yaitu:

  1. Mengerti Bagaimana Daya Ingat Bekerja.
  2. Mengenal Kunci-kunci Menuju Daya Ingat Lebih Baik.
  3. Meningkatkan Daya Ingat Sehari-hari.
  4. Mempelajari Metode Loci.
  5. Mengikuti Metode Penghubung.
  6. Menguasai Sistem Peg.
  7. Mengingat Nama-nama.
  8. Mengingat Teks Pidato dan Bahasa Asing.
  9. Mengingat Angka-angka.
  10. Meningkatkan Metode Belajar Anda.
  11. Menjaga Daya Ingat Sesuai Umur.
  12. Meningkatkan Daya Ingat Anda melalui Gaya Hidup Anda.

Jadi, kesimpulannya: walau kehilangan daya ingat adalah efek penuaan yang tak terhindarkan, dengan buku ini kita bisa mempelajari teknik-teknik yang berdasarkan pada penelitian neuropsikologik yang dapat membantu mencegah penurunan daya ingat – dan bahkan mengembalikan kondisi daya ingat orang-orang yang tidak sehat, jika itu sudah mulai terjadi.

Buku ini terbit tahun 1996 dengan judul: 12 Steps To A Better Memory, ditulis oleh Carol A. Turkington, lantas pada tahun 1997 buku ini diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh PT. Grasindo, Jakarta, 1997, Cetakan I, Rp. 15.800, hasil terjemahan Dr. Dini Adityarini.