Jangan Larang Anak Bermain


bermain-permainan.jpgJudul Buku : Bermain, Mainan dan Permainan: Untuk Pendidikan Usia Dini
Penulis : Mayke S. Tedjasaputra
Penerbit : PT Grasindo, Jakarta,
Cetakan : I, Tahun 2001
Harrga : Rp 15.800

Bermain adalah dunia kerja anak usia pra sekolah dan menjadi hak setiap anak untuk bermain, tanpa dibatasi usia. Melalui bermain, anak dapat memetik manfaat bagi perkembangan aspek /fisik-motorik, kecerdasan dan sosial emosional/. Ketiga aspek ini saling menunjang satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Bila salah satu aspek tidak diberikan kesempatan untuk berkembang, akan terjadi ketimpangan. Kegiatan di Kelompok Bermain atau Taman Kanak-Kanak pada umumnya tidak menarik dan berlebihan karena pada usia sedemikian muda, anak-anak BALITA sudah dituntut untuk mengerjakan tugas yang bersifat akademis.

Kata Prof. DR. Fuad Hassan (Mantan Mendikbud ) dalam makalahnya: ada ‘pemaksaan’ anak untuk dilibatkan ke dalam proses belajar sedini mungkin. Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak semestinya tidak lantas beralih fungsi menjadi atau menyerupai sekolah, semata-mata karena terbawa oleh anggapan bahwa sebaiknya anak mulai bersekolah sedini mungkin. Kedua bentuk program itu tidak seharusnya berubah menjadi lembaga pendidikan yang melancarkan kegiatan skolastik dan bersifat prestatif dengan akibat menyusutnya kesempatan anak melibatkan diri dalam kegiatan bermain yang bisa dinikmatinya sebagai suasana rekreatif. (Fuad Hassan, Bermain Sebagai Hak Anak, Makalah, 1997).

Buku ini membahas tentang sejarah perkembangan, tahapan perkembangan dan manfaat bermain bagi anak, yang terdiri dari ketiga aspek di atas. Juga dibahas manfaat bermain bagi para pendidik dan psikolog, karena bermain dapat difungsikan sebagai sarana untuk melakukan pengamatan dan penilaian tentang anak. Dan masih banyak lagi yang patut dibaca dalam buku ini. Yang jelas, buku ini sangat bermanfaat bagi siapa saja, yang memahami bahwa kebutuhan bermain adalah hak anak yang mutlak harus diberikan.

Dua Jenis Kegiatan Bermain :

Kegiatan bermain menurut jenisnya terdiri atas bermain aktif dan bermain pasif.

Bermain aktif, secara umum, banyak dilakukan pada masa kanak-kanak awal, sedangkan kegiatan bermain pasif lebih mendominasi kegiatan pada akhir masa kanak-kanak yaitu sekitar usia praremaja. Tapi tidak berarti bahwa kegiatan aktif akan menghilang dan digantikan oleh kegiatan bermain pasif. Kedua jenis kegiatan itu akan memberi kesenangan, kebahagiaan pada anak dan dapat memenuhi kebutuhan anak untuk bermain.

Macam kegiatan bermain aktif :

a) bermain bebas dan spontan,
b) bermain konstruktif,
c) bermain khayal/bermain peran,
d) mengumpulkan benda-benda,
e) melakukan penjelajahan,
f) permainan dan olah raga,
g) musik dan h) melamun.

Sedangkan macam kegiatan bermain pasif :

a) membaca,
b) melihat komik,
c) menonton film,
d) mendengarkan radio,
e) mendengarkan musik.

[ Opini ini berasal dari tulisan saya di sana. ]

Advertisements