Sukarni dan Penculikan Soekarno – Hatta


Andai sekelompok pemuda dibawah pimpinan tidak memaksa Soekarno-Hatta untuk segera merdeka, entah bagaimana arah perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Apakah lebih baik atau lebih buruk dari sekarang.

Penculikan Soekarno-Hatta

Mendengar berita kekalahan Jepang, kelompok pemuda dengan kelompok bawah tanah pimpinan Sutan Syahrir, bersepakat bahwa inilah saat yang tepat untuk memproklamirkan kemerdekaan. Sukarni, Wikana dan kelompok pemuda lainnya mendesak Soekarno dan Hatta, tapi mereka berdua menolak. Terjadi perdebatan sengit. Akhirnya, dengan tujuan menjauhkan Soekarno-Hatta dari “pengaruh” Jepang, kedua pemimpin itu “diculik” ke Rengasdengklok oleh kelompok pemuda dengan pimpinan Sukarni.

Untunglah semua pihak kemudian bersepakat bahwa proklamasi kemerdekaan dilakukan pada 17 Agustus 1945 dan itulah yang terjadi. Selanjutnya, Sukarni bekerja mengemban amanat kemerdekaan, bahu-membahu bersama kelompok pemuda lainnya. Sukarni membentuk Comite Van Aksi (semacam panitia gerak cepat) pada 18 Agustus 1945 yang tugasnya menyebarkan kabar kemerdekaan ke seluruh Indonesia. Khusus untuk para pemudanya dibentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan untuk buruh dibentuk BBI (Barisan Buruh Indonesia) yang kemudian melahirkan laskar buruh dan laskar buruh wanita.

Di zaman RI Yogya, Sukarni menjabat sekretaris Jenderal Persatuan Perjuangan (PP) di bawah ketua Tan Malaka. PP beroposisi dengan pemerintah dan menolak perundingan pemerintah terhadap Belanda. Aksi PP ini membuat Sukarni dijebloskan ke penjara tahun 1946. Selanjutnya Sukarni juga mengalami penahanan di Solo, Madiun, Ponorogo (daerah komunis Muso) di masa pemerintahan Amir Syarifudin (1947/1948)

Nanti malam, lewat RCTI, SCTV, Trans TV, Trans 7 dn Metro TV, jam 9 malam, atas persembahan SAMPOERNA untuk Indonesia, akan ditampilkan kisah tentang sekelompok pemuda yang percaya merdeka harus terjadi sekarang!

Trailernya bisa dilihat di sini.

[sumber: Wikipedia]

Advertisements