Toy Story3 from Indonesia


Toy Story adalah sebuah sebuah film animasi menggunakan gambar yang dibuat oleh komputer (Computer-generated imagery/CGI). Film yang dibuat oleh Pixar ini dirilis oleh Walt Disney Pictures dan Buena Vista Distribution di Amerika Serikat pada 21 November 1995 serta di Britania Raya pada 22 Maret 1996.

Toy Story adalah film panjang dengan gambar buatan komputer pertama yang dirilis Disney, bahkan dikatakan sebagai yang paling pertama. Film ini juga merupakan film Pixar pertama yang dirilis ke bioskop, meraup US$ 356.800.000 di seluruh dunia. Ceritanya berkisar tentang petualangan mainan yang digambarkan bisa hidup jika tidak ada orang.

Sekuel film ini, Toy Story 2, dirilis pada 1999. Video Buzz Lightyear of Star Command: The Adventure Begins dan serial televisi Buzz Lightyear of Star Command yang dirilis pada 2000 menceritakan petualangan Buzz Lightyear, salah satu mainan dalam Toy Story.

Toy Story 3 bakal dirilis pada tanggal 18 June 2010. Belum tahu bagaimana kisahnya, muncul bocoran dari Indonesia (?). Seperti yang ditulis Kompas dalam Tajuk Rencana, 9 September 2008 kemarin:

Pada masa pangan dan energi menjadi komoditas mahal seperti sekarang ini, masuk akal orang terpanggil untuk mencari solusi, mencari jalan keluar.

Di bidang pangan, salah satu upaya yang dilakukan adalah menemukan benih unggul. Namun, upaya ini tak bisa dilepaskan dari praksis ilmiah, yang di dalamnya ada prosedur yang harus diikuti dengan saksama, seperti riset dan pengembangan, pengujian laboratorium dan pengujian di lapangan, yang tidak jarang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Jelas itu menuntut ketekunan dan kesabaran, meneguhkan kearifan yang sudah sering kita dengar, bahwa tidak ada sukses dan karya besar yang instan.

Sayang, dalam kehidupan kita, prinsip tersebut acap dilupakan. Buntutnya yang muncul adalah kehebohan, yang tidak jarang merugikan masyarakat. Inilah sebenarnya hal yang seharusnya kita hindari.

Hanya beberapa bulan setelah heboh blue energy, pekan lalu kita dihebohkan oleh berita sekitar kegagalan panen padi Super Toy. Menurut berita, petani di Kabupaten Purworejo, juga di Kabupaten Madiun, kecewa terhadap padi Super Toy HL-2 karena hasil panen mereka tidak seperti dijanjikan petugas dari PT Sarana Harapan Indopangan yang mengedarkan benih itu.

Muncul nuansa, petani jadi korban bujukan. Kepada petani disebutkan, hasil panen Super Toy lebih banyak dan bisa panen lebih sering. Petani yang sebelumnya terbiasa menanam padi dengan benih IR-64 atau Ciherang yang harga per lima kilogramnya Rp 40.000 beralih ke Super Toy yang harganya Rp 75.000 per kilogram.

Ternyata saat panen dua bulan silam, hasil Super Toy hanya tujuh kuintal, padahal hasil IR-64 atau Ciherang minimal 12 kuintal. Selain hasil, catatan lain yang diberikan untuk Super Toy adalah masa tanamnya lebih lama, yaitu empat bulan, sementara IR-64 atau Ciherang hanya tiga bulan. Kebutuhan pupuk dan insektisida untuk Super Toy juga lebih banyak…..

Bisa saja peningkatan produksi pangan menjadi salah satu program utama pemerintah. Produksi padi ditargetkan menjadi 60 juta ton gabah kering giling tahun ini dari 57 juta ton tahun lalu. Upaya tersebut kita harapkan berlangsung dalam jalur prosedural.

Berita menyebutkan, Super Toy HL-2 belum diketahui jelas riwayat pemuliaan benihnya, juga kestabilan benihnya, serta proses produksinya, dan bahkan juga belum bersertifikat, tetapi sudah diperkenalkan kepada petani. Jelas ini menyimpang dari prosedur.

Menurut Agnes Aristiarini, dalam Berita Utama Kompas, Rubrik IPTEK dengan judul Kontroversi Super Toy, diawali dengan quote dari Thomas Alva Edison (1847-1931) : Ada tiga hal utama untuk mencapai sesuatu: kerja keras, fokus, dan akal sehat.

Hari-hari ini, pertanian di Indonesia diguncang padi Super Toy HL-2 yang serba super. Dengan kapasitas produksi nasional rata-rata 4,54 ton gabah kering giling per hektar, padi Super Toy diklaim bisa mencapai 15,5 ton. Kalau padi lain hanya sekali panen, Super Toy bisa tiga kali.

Siapa yang tidak tergiur?

Apalagi tahun 2007 Program Peningkatan Beras Nasional menargetkan produksi padi 2 juta ton beras atau 3,5 juta ton gabah kering giling, naik 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini yang harus dicapai dengan memperluas areal dan meningkatkan produksi per satuan luas……..

Super Toy dengan varietas Rojolele dan Pandanwangi sebagai tetuanya termasuk padi tipe baru. Klaimnya yang serba super membuat banyak pihak, yang maunya serba instan, lupa bahwa banyak persyaratan dasar yang harus dipenuhi sebelum menjadi varietas unggulan.

Tuyung Supriyadi, yang memuliakan Super Toy HL-2, mengungkapkan, benih yang ditanam petani adalah hasil persilangan turunan kelima (Kompas, 21/4). Padahal, dalam pemuliaan tanaman baru stabil setelah turunan keenam. ”Baru kemudian diuji coba di lapangan,” kata Prof Dr Sriani Sujiprihati, Kepala Bagian Genetika dan Pemuliaan Tanaman IPB.

Hal lain yang kurang dipahami adalah padi yang bisa dipanen tiga kali tidak otomatis menguntungkan petani karena hasilnya terus menurun. ”Menanam cara ratun (bisa dipanen lebih dari sekali) memang harus sesuai kebutuhan usaha tani,” kata Dr Hajrial Aswidinnoor, pemulia tanaman dari IPB.

Dalam kisah Toy Sory made in Holliwod baik Toy Story 1 dan Toy Story 2, adalah menceritakan upaya sekumpulan boneka lama yang resah lantaran akan dibuang dengan adanya boneka yang baru. Sementara Toy Story tiga, mengkisahkan tentang keresahan Petani Indonesia yang konon merugi lantaran pakai galur pady Super Toy HL-2 yang katanya serba super. Dan sedihnya, kini semua saling tunjuk hidung. Tak ada yang mengakui bahwa ini semua adalah hasil kesalahan dan lantaran terburu nafsu ingin mendapat pujian dari RI-1.

Advertisements

Gula Pun Dibakar


Impor gula rafinasi sejatinya hanya untuk memenuhi kebutuhan pabrik makanan dan minuman. Namun kenyataannya gula ini juga beredar di pasaran.

Akibatnya, menjelang musim giling (perkiraan awal bulan Mei ini) harga gula justru merosot. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, pada saat menjelang musim giling, harga gula pasti tinggi. Karena memang stok sudah mulai habis.

Namun, dengan penggelontoran gula rafinasi, maka jadinya begitu.

Tak heran bila Rabu kemarin para petani yang ada di Jawa Timur pada protes ke pemerintah, agar menyetop peredaran gula rafinasi di pasaran. Liputan 6 memberitakan bahwa : Ribuan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura I, Surabaya, Jatim, Rabu (23/4) siang. Massa sebelumnya beraksi di area PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, Surabaya serta Kantor Gubernur Jatim.

Bahkan Suara Surabaya.net mewartakan bahwa Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) menolak perpanjangan waktu penarikan gula rafinasi di Jatim dan mengancam membakar gudang gula rafinasi. Ini sekaligus menjaga kewibawaan Gubernur Jatim yang sejak awal melarang impor gula rafinasi ilegal.

Selama ini, modal petani tebu baik untuk pupuk, angkut tebang dan sebagainya, sudah sangat besar. Sementara kenaikan harga gula hanya 2% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan petani tebu merugi karena ongkos produksi lebih besar dibandingkan keuntungan yang diperoleh.

Di halaman lain, SS dot net ini memberitakan bahwa: ….. dengan membanjirnya gula rafinasi di pasar, pukulan telak bagi petani tebu. Bahkan dari informasi yang diterima, di Jawa Timur akan berdiri lagi pabrik baru yang memproduksi gula rafinasi. Umumnya, harga gula rafinasi ini lebih murah dibanding harga gula produk petani tebu Indonesia.

Sebelum APTR menemui anggota dewan, ARUM SABIL memerintahkan petani tebu untuk membakar contoh gula rafinasi yang beredar di pasaran.

Tiga karung gula rafinasi digantung pada sebatang pohon dibawahnya diletakkan kentongan dan ban yang dibawa petani tebu. Kata ARUM ini bentuk pelampiasan kemarahan Asosiasi Petan Tebu Rakyat (APTR)
terhadap sikap pemerintah yang kurang tegas menyikapi peredaran gula rafinasi ilegal.

Kabarnya harga ‘kulakannya’ cuma Rp 2.000. Kalau dijual dengan harga Rp 4.000 saja, sudah berapa keuntungan bakal diraup oleh para importir yang ‘jahat’ itu.

Bila masalah ini tidak ditangani secara tuntas, niscaya 12 tahun lagi, Tahun 2020, Indonesia bakan menjadi pengimpor gula 100%. Karena para petani sudah ngambek tak mau lagi menanam tebu.