Kartu Merah untuk Along: Disengaja?


Sebuah kebetulan ataukah memang ada unsur kesengajaan, tampaknya sulit ditebak. Yakni menyangkut kartu merah yang diterima Noh ‘Along’ Alamshah menit 20 di partai final Piala Indonesia, plus teken kontrak yang dilakukan Along dengan Sriwijaya FC, hanya beberapa jam setelah Arema kalah dari Sriwijaya.

Andai disebut kebetulan, mungkin saja benar. Karena antara Arema dan Sriwijaya, sama-sama menginap di Hotel Best Western Premier Solo. Praktis, sangat mudah terjadi komunikasi antara Along dengan manajemen Sriwijaya.

Hanya saja, nama Sriwijaya sama sekali tidak pernah terdengar sebagai tim yang bakal dituju Along. Bahkan awalnya, Along mengaku mulai melakukan pembicaraan dengan Persib Bandung.

Tetapi melihat pelanggaran yang dilakukan Along terhadap defender Sriwijaya – yang juga sama-sama penghuni timnas Singapura – Precious Emuejeraye, rasanya janggal jika tidak ada unsur kesengajaan untuk mendapat kartu.

Pasalnya, Along bukan pemain kemarin sore. Dia pemain profesional dan sudah paham betul jika pelanggaran itu bakal berbuah kartu merah. Belum lagi, sebagai kapten tim, sepanjang 20 menit awal dia bermain, terlalu banyak tindakan emosional yang dia lakukan.

’’Aneh ae, Sam. Mosok Along utem menit 20 gara-gara kartu. Justru karena Along keluar, Arema jadi kacau dan kalah. Tiba-tiba selesai main, Along langsung teken kontrak sama Sriwijaya. Kan aneh. Jangan-jangan sengaja,’’ tulis salah satu Aremania pada nomor ponsel Malang Post.

Perpindahan Along itu sendiri dibenarkan agennya, Ricky Nelson. Alasan yang disampaikan cukup sederhana. Keduanya adalah pemain profesional. Jadi siapa yang memberikan penawaran lebih tinggi, tentunya akan diambil.

Sumber : Malang Post