ISL 2014: Terbagi Menjadi Wilayah Timur & Barat


Image

SURYA Online, JAKARTA  – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi membagi dua wilayah untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014. Pembagian itu dilakukan seusai Komite Eksekutif PSSI bersama PT Liga Indonesia melakukan rapat pleno di Jakarta, Jumat (3/1/2014).

ISL 2014 akan diikuti 22 klub yang bakal dibagi menjadi dua wilayah yang masing-masingnya bakal diikuti 11 klub. CEO PT Liga, Joko Driyono, mengatakan, pembagian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kualitas dan efisiensi.

Perhitungan aspek kualitas sendiri, lanjut Joko, didasarkan kepada penilaian koefisien pada prestasi terakhir klub peserta di musim lalu. Dari perhitungan tersebut, diperoleh perimbangan kekuatan yang hampir sama antara wilayah barat dan timur.

“Untuk level kompetisi, kami punya metode kualitatif dalam mengukur skor masing-masing wilayah. Di Barat, jumlah skor mencapai 84. Sedangkan Timur skornya adalah 87. Dengan kondisi ini kompetisi akan menjadi seimbang,” terang Joko.

Ada juga pertimbangan dari kandang yang akan digunakan. Contohnya adalah, kenapa Persiba Bantul main di Timur? Itu karena Stadion Maguwoharjo juga digunakan oleh Persiram Raja Ampat.”

“Dari 22 klub itu, ada beberapa tim yang tidak main di kandangnya sendiri seperti, Persiram Raja Ampat yang sementara menggunakan Stadion Maguwoharjo, Sleman. Begitu pula dengan PSM Makassar yang akan menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, sebagai kandang sementara mereka. Sedangkan Perseru, menggunakan Stadion Mandala Jayapura,” tukas Joko.

Berikut pembagian wilayah ISL 2014

Barat:
Arema Indonesia
Gresik United
Persija Jakarta
Semen Padang
Sriwijaya FC
Persita Tangerang
Persik Kediri
Persijap Jepara
Persib Bandung
Pelita Bandung Raya
Barito Putera

Timur:
Persipura Jayapura
Perseru Serui
Mitra Kukar
Persisam Samarinda
Persiram Raja Ampat
Persiba Bantul
Persela Lamongan
Persepam Madura United
Persebaya Surabaya
Persiba Balikpapan
PSM Makassar

Advertisements

Suporter: (Akan) Ada Penyusup di Senayan


JAKARTA | SURYA Online – Ada pemberitaan bahwa akan ada supporter dari Malaysia yang menyamar menjadi suporter merah putih pada final leg kedua Kejuaraan AFF 2010, di Gelora Bung Karno, Rabu (29/12/2010). Hal ini disiarkan melalui broadcast BlackBerry Messenger.

Inilah isi BlackBerry Mesenger yang disiarkan.

” Perhatian bagi teman-teman yang akan nonton di GBK pas final AFF leg II, disinyalir akan ada oknum-oknum Malaysia yang akan menyelundup di GBK, menyaru menjadi suporter Timnas Indonesia untuk menyerang laser ke timnya sendiri, tujuannya agar pertandingan dihentikan dan Malaysia menang WO.

Jadi TANGKAP PENGGUNA LASER Di GBK Nanti!!!

Ini tidak gampang dicegah, satu kelompok punyusup bisa berisi 20 orang atau lebih berkaus Timnas Indonesia yg saling melindungi operasi mereka, pakai laser, petasan besar, yg penting bagi mereka pertandingan berhenti dikarenakan: “akibat suporter Indonesia”

Intinya adalah memprovokasi suporter Indonesia yg memang mudah panas untuk ikut menggerogoti perjuangan Timnas kita sendiri, yang ujung-ujungnya malah bikin kita kalah secara memalukan melalui penghentian oleh panitia akibat kerusuhan ataupun insiden akibat perilaku suporter Indonesia.

Jadi mari kita bantu petugas keamanan nanti tanggal 29 untuk menjaga perjuangan Timnas kita agar tidak digerogoti suporter Timnas palsu.

Tolong bantu sebarin BM ini ke yang laen ya guyss secepatnya,”isi BBM yang diterima TRIBUNnews.com, Selasa (28/12/2010).

Sumber: Surya Online, Awas Suporter Penyusup Malaysia di Senayan!

PSSI, Ojo Dumeh!


Ketika saya masih sekolah di SD, sering membaca tulisan “Ojo Dumeh” di slebor becak. Lalu ada gambar Tokoh Punakawan yang bernama Semar alias Bethara Ismaya. Waktu itu saya sama sekali nggak ‘mudheng’ apa itu ojo dumeh. Dan tulisan di slebor becak itu berangsur-angsur menghilang, kerna keberadaan becak mulai terpinggirkan.

Kini, saya sudah mulai paham tentang apa itu maksud yang terkandung dalam falsafah “Ojo Dumeh” itu.

Menurut Agung Praptapa, dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga sebagai konsultan dan trainer profesional di bidang personal and organizational development, Ojo dumeh yang dalam bahasa sekarang mungkin bisa diterjemahkan langsung sebagai “jangan mentang-mentang”. Falsafa ini dianggap filosofi yang aplikatif sepanjang masa dan sangat powerful.

Ajaran ojo dumeh menyarankan kepada kita agar jangan sampai kelebihan ataupun kehebatan yang kita miliki justru menjadi bumerang, membunuh diri sendiri. Kelebihan seseorang bisa dalam bentuk kekayaan, keahlian, jabatan, ketampanan atau kecantikan, kepopuleran, ataupun keturunan.

Pagi ini, Harian Surya Menurunkan Head-line dengan judul: Bu Nyai, Gonzales Ojo Dumeh. Dan ‘wejangan’ ini tentu saja tak berlaku untuk Gonzales. Melainkan kepada semua pemain yang tergabung dalam Tim Nasional. Lebih-lebih, terutama, untuk PSSI. Jangan lantas menepuk dada.

Masih jauh, persepakbolaan di jagad Indonesia masih jauh dari memuaskan. Ini hanya merupakan langkah awal.

Namun, lepas dari semua itu, sukses untuk Timnas PSSI yang tengah berlaga demi Piala AFF 2010.

Delete for Nurdin Halid


indonesia_fa.gifSelain di situs resmi FIFA, nama Ketua Umum PSSI Nurdin Halid ternyata juga kosong di situs resmi Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF). Halaman menyangkutIndonesia di situs aseanfootball.org/affiliates_04.asp, seperti yang terlihat Sabtu (15/3) hanya menyebut Nugraha Besoes yang menjabat sebagai Sekjen PSSI. (Sepak Pojok,Harian Surya, Minggu, 16 Maret 2008).

Ini artinya black list (atau blabk list) bagi Nurdin Halid di susunan pengurus PSSI, lantaran ia telah cacat dengan urusan kriminal. Tapi nampaknya, para Pengurus Daerah PSSI masih melakukan gerakan tutup mulut, menjelang Rapat Paripurna Nasional (Raparnas) PSSI tanggal 17 – 20 Maret 2008 di Bali.

Sementara itu, Mafirion, anggota Excecutive Comitte, dengan tegas berkata: tak ada ruang dalam raparnas untuk mengusung agenda mengganti ketua umum. Dia menuturkan, Raparnas hanya dilakukan untuk mengevaluasi program 2007 dan membahas program 2008. (Tak Ada Ruang Mengganti Nurdin, Harian Jawa Pos, Minggu, 16/03/2008).

Jadi, melihat fenomena ini, ibaratnya sekarang nasib persepakbolaan nasional Indonesia bak telur di ujung tanduk (kerbau). Kalau “kerbau”-nya dicocok hidungnya, niscaya awan gelap pasti bakal menghantui masa depan mereka.

Mestinya, sekarang saatnya para Pengda untuk berani bersikap dan bertindak tegas, dengan dilandasi nurani yang jernih, jujur, dan tak takut oleh “gurita kekuasaan” yang selama ini masih mencengkeram kepengurusan PSSI.

Untuk tambahan data seputar Nurdin Halid, bisa download di sini.