Di Bulan Ramadhan, Setan Cuti Tahunan?


Bagi manusia (yang berstatus sebagai pegawai, baik negeri maupun swasta, cuti adalah merupakan hak yang harus dipenuhi setiap tahun oleh para pemimpinnya.

Sementara bagi setan cuti adalah merupakan kewajiban yang harus dilakoninya, sebulan dalam setahun. Apa pasal? Sebagaimana dikatakan dalam Hadits Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim yang sesuai dengan persyaratan Bukhari dan Muslim: Apabila bulan Ramadhan tiba, pintu-pintu sorga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan-pun dibelenggu…..

Setan, seperti yang diketahui dalam agama Islam, Kristen dan Yahudi, asalnya adalah salah satu golongan Malaikat. Menurut Islam, setan diciptakan dari api oleh Allah dan juga dikatakan berasal dari golongan Jin sebelum dipilih menjadi Malaikat.

Setan bersumpah di hadapan Tuhan, Nabi Adam dan para malaikat bahwa dia akan selalu membujuk, mempengaruhi dan mengkompori Adam dan seluruh keturunannya (yaitu golongan manusia) sampai hari Akhirat kelak, agar tidak beribadah kepada Allah SWT. Sebaliknya Allah SWT bersabda bahwa manusia yang mengikuti perintah-Nya dijamin tak akan bisa terpengaruh oleh segala tipu daya setan. Sementara bagi yang tak patuh kepada-Nya, kelak akan disiksa dan menjadi penghuni neraka jahanam.

Sebagaimana telah disinggung dalam hadits di atas, sepanjang tahun setan dan gerombolannya boleh saja dengan bebas mengganggu manusia. Namun begitu memasuki bulan Ramadhan, mau tidak mau, ia harus cuti.

Dengan cutinya para setan and crew, mestinya dunia ini bersih dari setan-setan. Mestinya dunia ini, paling tidak selama bulan Ramadhan, menjadi aman tentram. Tapi nyatanya?

Kejahatan masih terjadi di mana-mana. Contohnya:

Pelaku kejahatan di Surabaya semakin menjadi-jadi saja. Seakan mengejar setoran untuk bekal hari raya, mereka semakin berani menjalankan aksinya. Korban paling gres adalah Atik Indrawati, 42. Dia menjadi korban perampokan ketika hendak menebus perhiasan emas di Pegadaian Jl Dinoyo, Sabtu (6/9)….

Menginjak awal puasa, September, polisi disuguhi peristiwa perampokan nasabah Bank Jatim di Jl Pahlawan Sidoarjo senilai Rp 50 juta. Uang itu akan dipakai menggaji guru SMPN 1 Wonoayu. Lokasinya pun di depan Polsekta Sidoarjo. ( Naik Becak, Rp 25 Juta Amblas – Surya Online)

Lagi: Mahasiswa semester satu universitas swasta di kawasan Jl Dukuh Kupang, Erwin Firdaus Budiarta, 19, babak belur dihajar massa di Jl Kombes Pol M Duryat setelah merampas tas milik Retno, 30, yang dibonceng suaminya naik Yamaha Mio, Jumat (5/9) malam. Sementara teman tersangka, Dian alias Bendot melarikan diri. (Gagal Merampas, Mahasiswa Digebuki – Surya Online)

Kembali ke persoalan semula. Katanya setan cuti? Kenapa kejahatan masih juga terjadi? Apa betul setan cuti?

Kalau menurut saya, memang bahwa setan lagi cuti itu betul adanya. Lantas, kenapa kejahatan demi kejahatan masih juga terjadi, penjelasannya begini: Pada dasarnya manusia dilahirkan ke dunia adalah sebagai mahluk yang baik, berhati mulia, dsb. dsb. Namun, kalau selama hidup di dunia terlalu banyak menghamba kepada setan ketimbang beribadah kepada Allah, wajar kejadian-kejadian di atas tidak berkurang dengan cutinya setan. Karena sudah terbiasa mengikuti dan berlaku sesuai dengan maunya setan, maka dengan atau tanpa kehadiran setan sekalipun, kejahatan tidak otomatis akan berhenti.

Kesimpulannya: seperti yang sering dilantunkan (zaman dahulu) di pondok-pondok pesantren, yang lantas dibawa ke kota (dan dipopulerkan oleh Emha Ainun Najib, Opick juga) dan sering kita dengar, yaitu lagu Tombo Ati alias Obat Hati. dari kelima obat hati yang disarankan untuk menjadi laku sekalian umat Islam, ada satu yang pas agar kita bisa jauh dari godaan setan, yaitu: kata-kata kaping papat, wong kang sholeh kumpulono (yang keempat, berkumpullah dengan orang sholeh).

[tulisan ini pernah saya tulis di sini]

Antara Puasa, Einstein dan Pacaran…


Assalamu’alaikum warohmatulohi wabarokatuh…

Pada sore ini para alim ulama yang ahli dalam ilmu falak (juga pihak Pemerintah, dalam hal ini: Departemen Agama) akan melakukan rukyatul hilal. akan melihat apakah bulan sudah nampak apa belum. Bila nampak, maka besok, hari Senin, akan mulai melaksanakan puasa Ramadhan. Sementara itu, Muhammadiyah, sudah menetapkan bahwa awal puasa adalah hari Senin, tanggal 1 September 2008.

Terserah kepada kita, bermakmum kepada yang mana. Soal perbedaan, dalam Islam, adalah rahmat. Tidak usah diperdebatkan dan menjadi bahan permasalahan. Yang penting, bukan siapa yang paling akurat dan paling benar. Yang penting adalah bahwa kita telah yakin dengan yang kita anuti dan menjalankan puasa. Itu saja.

Puasa mengandung arti mencegah atau menahan diri dari makan dan minum dan senggama sejak terbit fajar hingga terbenam matahari atas dasar ketentuan hukum agama. *)

Kalau kita hitung (untuk wilayah Indonesia) memakan waktu sekitar 13 jam. Bahkan untuk puasa di iklim sub-tropis bisa lebih dari 18 jam. Waktu yang cukup lama bagi kita yang belum terbiasa puasa. Bagi yang sudah biasa puasa, atau melaksanakan puasa dengan dasar iman, niscaya tidaklah lama. Einstein mengatakan bahwa waktu itu relatif. Tidak pasti! Dan pernyataan Einstein ini saya setujui 100%. Buktinya?

Bila kita melaksanakan puasa karena hanya lantaran kewajiban saja, maka detik demi detik, menit demi menit dan jam demi jam akan terasa berjalan amat lambat. Bukan tidak mungkin mereka akan lebih banyak melakukan kegiatan tidur melulu. Kan tidurnya orang puasa itu dapat pahala. Memang betul. Tapi alangkah ruginya bila bulan yang penuh barokah ini lebih banyak kita manfaatkan untuk tidur. Kalau tidurnya saja memperoleh pahala, apalagi kalau dalam keadaan jaga, dan melakukan berbagai amalan. Niscaya akan semakin banyak pahala yang kita peroleh.

Sebaliknya, bila kita melaksanakan ibadah puasa lantaran iman, niscaya waktu akan berjalan dengan cepat. Apalagi bila kita mengisi dengan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat. Di samping tetap semangat dalam bekerja, juga memperbanyak waktu luang kita untuk melakukan amalan-amalan. Insya Allah tanpa terasa waktu berbuka pun akan menjelang.
Ini bukti bahwa waktu itu relatif.

Lantas, apa hubungannya dengan pacar?
Ini kisah saya di masa remaja dulu. Pacarannya hanya pas Malam Minggu. Saat untuk pacaran, seolah sang waktu berjalan (lebih tepat dikatakan) berlari seperti kilat. Kita seolah kekurangan waktu. Satu jam seperti lewat dalam sekejap.

Dan sebaliknya, setelah lewat malam Minggu, untuk menuju ke malam minggu berikutnya, seolah tidak sampai-sampai. Padahal dari dulu, sampai sekarang, hingga sampai kiamat menjelang, satu hari tetap berumur 24 jam. Tak lebih dan tak kurang.
Ini membuktikan bahwa waktu itu relatif. Lama dan tidaknya waktu berjalan, tergantung bagaimana kita menyikapi.

Akhirnya, selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga tak ada halangan, dan bisa memperbanyak amalan-amalan. Dan manakala selama saya beraktivitas di dunia blogosphere ini banyak melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

CATATAN :

Arab Saudi dan sebagian besar negara kawasan Teluk akan memulai puasa mereka pada bulan Ramadhan 1429 H, Senin (1/9) ini.

Pihak otoritas di Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Palestina juga Mesir menyatakan bulan sabit belum terlihat setelah waktu matahari terbenam Sabtu (30/8), dan dengan demikian Minggu (31/8) menjadi hari terakhir bulan sebelum Ramadhan.

Namun umat muslim di Libya, ibadah puasa dimulai pada hari Minggu. Sedangkan di Iran yang mayoritas penganut Syiah, awal Ramadhan sepertinya akan jatuh pada Selasa (2/9).  Sementara di Irak, penganut Syiah akan mengikuti rekannya di Iran dengan berpuasa mulai Selasa, sedang bagi kaum Sunni akan mulai awal Ramadhan pada Senin, seperti Arab Saudi. (Kompas.com)

Wassalamu”alaikum warohmatulohi wabarokatuh…

———————

*) Khazanah Istilah Al-Qur’an, Rachmat Taufik Hidayat)

[ Tulisan ini dengan beberapa perubahan, pernah saya tulis di sini. Sementara gambar ‘the great Mosque of Paris‘ saya ambil di sini ]

Di Bulan Ramadhan Setan Cuti Tahunan?


Catatan Refleksi Menjelang Ramadhan

Bagi manusia (yang berstatus sebagai pegawai, baik negeri maupun swasta, cuti adalah merupakan hak yang harus dipenuhi setiap tahun oleh para pemimpinnya.

Sementara bagi setan cuti adalah merupakan kewajiban yang harus dilakoninya, sebulan dalam setahun. Apa pasal? Sebagaimana dikatakan dalam  Hadits Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim yang sesuai dengan persyaratan Bukhari dan Muslim: Apabila bulan Ramadhan tiba, pintu-pintu sorga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan-pun dibelenggu…..

Setan, seperti yang diketahui dalam agama Islam, Kristen dan Yahudi, asalnya adalah salah satu golongan Malaikat. Menurut Islam, setan diciptakan dari api oleh Allah dan juga dikatakan berasal dari golongan Jin sebelum dipilih menjadi Malaikat.

Setan bersumpah di hadapan Tuhan, Nabi Adam dan para malaikat bahwa dia akan selalu membujuk, mempengaruhi dan mengkompori Adam dan seluruh keturunannya (yaitu golongan manusia) sampai hari Akhirat kelak, agar tidak beribadah kepada Allah SWT. Sebaliknya Allah SWT bersabda bahwa manusia yang mengikuti perintah-Nya dijamin tak akan bisa terpengaruh oleh segala tipu daya setan. Sementara bagi yang tak patuh kepada-Nya, kelak akan disiksa dan menjadi penghuni neraka jahanam.

Sebagaimana telah disinggung dalam hadits di atas, sepanjang tahun setan dan gerombolannya boleh saja dengan bebas mengganggu manusia. Namun begitu memasuki bulan Ramadhan, mau tidak mau, ia harus cuti.

Dengan cutinya para setan and crew, mestinya dunia ini bersih dari setan-setan. Mestinya dunia ini, paling tidak selama bulan Ramadhan, menjadi aman tentram.

Betulkah demikian adanya? Sayangnya tidak…….

Pengalaman bilang bahwa walau bulan Ramadhan, ternyata kejahatan toh masih banyak terjadi. Apa ini pengaruh setan atau manusianya yang menjadi setan?

Pada dasarnya manusia dilahirkan ke dunia adalah sebagai mahluk yang baik, berhati mulia, dsb. dsb. Namun, kalau selama hidup di dunia terlalu banyak menghamba kepada setan ketimbang beribadah kepada Allah, wajar kejadian-kejadian di atas tidak berkurang dengan cutinya setan. Karena sudah terbiasa mengikuti dan berlaku sesuai dengan maunya setan, maka dengan atau tanpa kehadiran setan sekalipun, kejahatan tidak otomatis akan berhenti.

Kesimpulannya: seperti yang sering dilantunkan (zaman dahulu) di pondok-pondok pesantren, yang lantas dibawa ke kota (dan dipopulerkan oleh Emha Ainun Najib, Opick juga) dan sering kita dengar, yaitu lagu Tombo Ati alias Obat Hati. dari kelima obat hati yang disarankan untuk menjadi laku sekalian umat Islam, ada satu yang pas agar kita bisa jauh dari godaan setan, yaitu: kata-kata kaping papat, wong kang sholeh kumpulono (yang keempat, berkumpullah dengan orang sholeh).

[ dengan diredaksi seperlunya tulisan ini pernah saya tulis di sini ]