Google & Freddie Mercury: Don’t Stop Me Now!


Kalau Anda meng-klik logo Goggle hari ini, gambarnya adalah seperti yang terlihat di atas, maka akan terdengar lagunya Queen: Don’t Stop Me Now, dengan tampilan gambar animasi yang ciamik. Sementara animasinya, bisa dilihat di youtube seperti yang saya tampilkan di bawah ini.

Hari ini adalah hari kelahiran Freddie Mercury.

Freddie Mercury (lahir di Stone Town, Zanzibar – sekarang termasuk wilayah Tanzania, Afrika Timur, 5 September 1946 – meninggal 24 November 1991pada umur 45 tahun) adalah vokalis grup musik rock Queen asal Britania Raya yang bernama asli Farrokh Bulsara. Semasa duduk di bangku sekolah kawan-kawannya menjulukinya “Freddie” sehingga akhirnya keluarganya memanggilnya Freddie juga.

Ia terlahir dari keluarga keturunan Parsi India (Zoroastrian). Orang tuanya adalah seorang siplomat yang selalu berpindah-pindah, hingga akhirnya menjadikan Zanzibar sebagai tempat kelahiran Freddie Mercury. Menjelang remaja mereka hijrah ke Inggris karena terjadi perang dan akhirnya mereka menetap di sana.

Dalam dunia musik internasional nama Freddie Mercury adalah salah satu Legenda musik Rock. Karya-karyanya termasuk musik abadi yang dapat didengar segala usia.

Menurut rekannya Brian May, Mercury adalah musisi yang berbakat sekaligus eksentrik. Freddie menulis lagu dengan kunci-kunci yang aneh. Kebanyakan band rock memainkan kunci A atau E, dan bisa D atau G, lain dengan musik Freddie yang mempunyai struktur chord yang aneh dan susah dimainkan dengan gitar. Dia dilahirkan dengan bakat dalam bidang seni yang luar biasa, sehingga tak ada satupun grup musik yang bisa menyaingi lagu-lagu yang digubahnya.

Grup musik Queen yang beranggotakan Freddie MercuryBrian MayJohn Deacon dan Roger Taylor, pernah dinobatkan oleh majalah Rolling Stonesebagai satu-satunya grup musik rock yang seluruh anggotanya bergelar Sarjana meskipun tidak pernah penghargaan resmi untuk itu.

Banyak grup Rock modern yang menganggapnya sebagai panutan, seperti Guns N’ RosesMetallica hingga Dewa 19. Ia meninggal akibat AIDS pada 24 November 1991.

Dari Rock ke Aremania


Di era tahun 70-an kota Malang identik dengan Musik Rock. KOMPAS mengatakan bahwa rock menjadi ikon kota Malang. Grup Band Rock kalau belum pernah main di Malang, belum diakui sebagai grup band yang disegani.

The Rollies, Giant Step, God Bless, untuk menyebut beberapa nama, memerlukan tampil di Malang, agar namanya bisa disegani di blantika musik Indonesia.

Namun kini, sejak tahun 90-an, ikon itu telah berubah menjadi Aremania. Dikatakan oleh KOMPAS bahwa: Komunitas pendukung klub sepak bola Arema Malang ini seolah lahir begitu saja pada tahun 1990-an seiring perkembangan klub swasta Arema Malang. ”Tidak ada yang membentuk Aremania karena komunitas ini terbentuk dengan sendirinya. Siapa pun yang mencintai Aremania boleh ikut meski bukan orang Malang,” kata Yuli Sumpil, dirigen Aremania.

Sampai sekarang, komunitas ini dibiarkan cair, tanpa struktur, ketua, apalagi pembina. Maksudnya agar Aremania tidak tersusupi kepentingan tertentu. Aremania tidak ingin seperti komunitas suporter sepak bola di kota lain yang menjelang pemilu bisa diubah menjadi mesin politik. Hanya dengan mempertahankan karakternya yang cair itu, lanjut Yuli, Aremania bisa berkembang dan melekat di hati Arek Malang.

Mengapa Aremania mudah diterima di hati Arek Malang? Cerpenis Ratna Indraswari Ibrahim mengatakan, karakter Aremania sesungguhnya mewakili sifat Arek Malang yang egaliter, guyub, kuat rasa persaudaraannya, dan terus terang. Karena itu, Arek Malang dengan senang hati mengidentifikasi dirinya sebagai Aremania.

Komunitas ini juga masih mempertahankan tradisi untuk berbicara dengan bahasa walikan yang kata-katanya dieja dari belakang. Mas menjadi sam, singo edan menjadi ongis nade, saya menjadi ayas, arek malang menjadi kera ngalam. Cuma kata kodok yang tak mungkin dibolak-balik karena hasilnya tetap kodok juga.

Martin Scorsese & The Rolling Stone In “Shine A Light”


martin_scorsese_by_david_shankbone_wikipedia.jpgMartin Luciano Scorsese (lahir 17 November 1942) adalah seorang sutradara film Amerika Serikat. Ia mulanya ingin menjadi pastor, namun akhirnya memilih sekolah NYU film school dan tamat pada tahun 1966. Dalam film-filmnya ia sering bekerja sama dengan editor Thelma Schoonmaker, aktor Harvey Keitel, Robert De Niro, dan Leonardo DiCaprio.

Ia juga sempat menyutradarai video musik Michael Jackson Bad pada 1987. Pada 2007 ia memenangkan Academy Awards untuk Sutradara Terbaik dengan film The Departed.

rollingstones_tongue_wikipedia.jpgThe Rolling Stones adalah sebuah band rock Inggris yang mulai terkenal sejak tahun 1960-an masih eksis hingga sekarang. Apabila dianalogikan, The Rolling Stones adalah sebuah batu yang hingga kini masih menggelinding, entah sampai kapan.

Dibentuk di London, Januari 1963. Tetapi sesungguhnya cikal bakal Stones sudah ada sejak tahun 1962 dengan formasi awal yang terdiri dari Mick Jagger (Vokal, Harmonika), Keith Richards (Lead Gitar), Brian Jones (Rhytm Gitar), Mick Avory (Drums) dan Dick Taylor (Bass). Kelak sang drummer Mick Avory akhirnya bergabung dengan The Kinks dbp Ray davies, dan Dick Taylor mendirikan bandnya sendiri yaitu The Pretty Things.

Martin Scorsese adalah pengagum The Rolling Stones. Banyak film-film yang dibuatnya memakai lagu-lagu grup Band yang berlambang lidah menjulur itu.

shine-a-light.jpgPada tanggal 4 April 2008, akan tampil sebuah film yang berjudul ‘Shine A Light’ di Theaters Nationwide.

Sutradara top Martin Scorsese berhasil menyuguhkan daya pikat Rolling Stones ke layar lebar lewat film Shine A Light. Dokumenter sepanjang dua jam ini memfilmkan konser band asal Inggris itu di New York tahun 2006.

Film yang direkam lewat 17 kamera pada dua konser di Bacon Theater itu dipertontonkan pada pembukaan festival film di Berlin, Jerman, pekan lalu.

Scorsese menambahkan sejumlah arsip film hitam-putih di antara lagu, di antaranya memperlihatkan bagaimana Jagger dan Richards menjawab pertanyaan pers. Dua tahun setelah dibentuk, Jagger yang ditanya (berapa lama Stones bertahan ) menjawab santai, “Saya tak tahu. Ya, paling satu tahun lagi”. Kenyataannya Stones yang dibentuk tahun 1962 kini telah bertahan selama hampir 50 tahun.

Jagger juga ditanya, “Bisakah Anda membayangkan apa yang Anda lakukan pada usia 60 tahun?” Jangger dengan enteng menjawab, “Ah, itu pekerjaan mudah”. Kini telah terbukti Jagger, Richards, Watts dan Wood tetap aktif melancarkan tur dunia……..

Scorsese (65) menghabiskan 150.000 meter pita seluloid untuk merekam Shine A Light. “Film ini bakal menjadi rujukan bagi generasi-generasi mendatang tentang bagaimana sebuah bankd bekerja” ujar Scorsese yang sering mwenggunakan salah satu hit Stones, Gimme Shelter di beberapa filmnya.

[ KOMPAS, Jum’at, 29 Februari 2008 ]

Dan berita sekitar launchingnya, yang saya ambil dari sini :

0.09.07 ‘Shine A Light’ To Open In Select Theaters Nationwide On April 4th
In August, Paramount pictures announced that Shine A Light would be postponed for an April release.
It has just been revealed to RollingStones.com that the Martin Scorsese directed film, documenting two riveting Rolling Stones’ performances at New York’s legendary Beacon Theatre, is now scheduled to open in select theaters nationwide on April 4.

01.10.08 The Rolling Stones Return To IMAX Theaters This April

RollingStones.com previously reported that Shine A Light would open in select theaters nationwide on April 4.

rolling-stones-martin-scorsese.jpgSince then, we’ve learned that, like the band’s previous Rolling Stones: At The Max, Shine A Light will delight fans looking for the ultimate experience by making its way into IMAX® theaters across the country.

01.22.08 The Rolling Stones To Release ‘Shine A Light’ Soundtrack

The Rolling Stones have announced that Universal Music Group (UMG) will release the band’s next album, the soundtrack album from director Martin Scorsese’s film Shine A Light, worldwide in March 2008. The album will come out on Interscope Records in the U.S. and Polydor Records in the U.K.
Shine A Light, set for theatrical release in April 2008, was shot at The Rolling Stones’ acclaimed performances at New York’s Beacon Theatre in the autumn of 2006. With special guests Buddy Guy, White Stripes’ Jack White and Christine Aguilera joining the Stones onstage, the Oscar-winning director captured two once-in-a-lifetime performances from the band. The film also integrates rarely seen archival footage of the Stones for a unique cinema experience.
A spokesman for The Rolling Stones said, “The band are looking forward to working with Universal Music and are excited about this new venture.”

02.15.08 Rolling Stones’ ‘Shine A Light’ Tracklistings confirmed

Confirmed tracklistings for the double cd of the Shine A Light Soundtrack:
DISC 1:
Jumping Jack Flash, Shattered, She Was Hot, All Down the Line, Loving Cup, As Tears Go By, Some Girls, Just My Imagination, Faraway Eyes, Champagne & Reefer, Tumbling Dice, Band introductions, You Got the Silver, Connection
DISC 2:
Sympathy for the Devil, Live With Me, Start Me Up, Brown Sugar, (I Can’t Get No) Satisfaction, Paint it Black, Little T&A, I’m Free, Shine A Light.

Confirmed tracklisting for the single disc (USA only):
Jumping Jack Flash, She Was Hot, All Down the Line, Loving Cup, As Tears Go By
Some Girls, Just My Imagination, Faraway Eyes, Champagne & Reefer
Band introductions, You Got the Silver, Connection, Sympathy for the Devil
Live With Me, Start Me Up, Brown Sugar.

Gito Rollies Meninggal Dunia: Alhamdulillah…


Ensiklopedia Bebas Wikipedia menulis tentang Gito Rollies :

gito_rollies_wikipedia-_kompas.jpgBangun Sugito (Biak, Papua, 1 November 1947Jakarta, 28 Februari 2008[1]) atau lebih dikenal dengan nama Gito Rollies adalah salah satu penyanyi dan aktor senior Indonesia. Selain itu ia juga adalah mantan suami dari penyanyi Indonesia, Uci Bing Slamet.

Nama Rollies diambil dari grup band asal Bandung yang pernah terkenal pada masa 1960-an sampai dengan 1980-an yang terdiri dari Uce F. Tekol, Jimmy Manoppo, Benny Likumahuwa, dan Teungku Zulian Iskandar.

Gito juga pernah berkiprah dalam dunia film, termasuk dalam film Kereta Terakhir dan Janji Joni.

Belakangan, nama Gito perlahan seperti lenyap. Ia memang jarang lagi naik pentas, seolah mengambil jarak dari hingar-bingar dunia musik serta hiburan. Publik musik Indonesia pun kehilangan seorang Gito yang dulu tampil begitu atraktif dan energik. Sebagai gantinya, masyarakat pun menemukan Gito yang menjadi seorang dai.

Sejak 2005, penyanyi bersuara serak dengan gaya panggung yang atraktif ini terbaring lemah tak berdaya terserang kanker kelenjar getah bening. Seminggu tiga kali ia harus menjalani kemoterapi di sebuah rumah sakit di Singapura, setelah sebelumnya menjalani operasi. Gito akhirnya wafat pada tanggal 28 februari 2008 setelah menjalani pengobatan.

Kenapa saya ucapkan alhamdulillah dan bukan innalillahi wa’innalillahi roji’un?

Karena almarhum meninggal pada saat ia sudah dekat dengan “Tuhan’-nya. Coba kalau ia mati pada posisi seperti dulu. Saat ia masih dengan yang namanya alkohol, narkoba dan sebangsanya. Pasti akan celaka nasibnya di akhirat kelak.

Semoga sekarang beliau ini bisa istiorahat dengan tenang di alam sana.

Amiin ya Robbal Alamin.