Dikira Sampah, Karya Seni Dibuang


Seorang petugas kebersihan tanpa sengaja membuang karya seni kontemporer yang akan dipamerkan di Italia selatan karena mengiranya sebagai sampah.

Kertas koran dan kardus dibuang karena dikira sampahKarya seni yang dibuang itu terbuat dari kertas koran dan kardus, serta remah-remah kue yang berserakan di lantai dan merupakan bagian dari instalasi karya Sala Murat.

Lorenzo Roca, dari perusahaan kebersihan Chiarissima, mengatakan petugas itu “hanya melakukan tugasnya.”

Ia menambahkan asuransi perusahaannya akan mengganti nilai karya seni yang diperkirakan sebesar 10.000 euro itu (Rp95 juta).

Menurut koran setempat, keamanan menyadari bahwa sejumlah benda hilang ketika galeri di kota Bari itu dibuka pada Rabu pagi.

Tidak lama kemudian diketahui bahwa petugas itu menduga bahwa benda-benda tersebut merupakan sampah.

Bukan yang pertama

“Kami sangat menyesali apa yang terjadi,” kata komisioner pemasaran kota Bari, Antonia Maria.

“Petugas kebersihan tidak menyadari apa yang ia buang adalah karya seni bernilai tinggi. Tapi ini adalah tentang para seniman yang berhasil menginterpretasikan makna seni kontemporer yaitu berinteraksi dengan lingkungan.

“Asuransi akan membayar semua kerugian.”

Ini bukan pertama kalinya karya seni dibuang tanpa sengaja oleh petugas.

Pada 2011, instalasi karya Damien Hirst di London Eyestorm Gallery yang terdiri dari koleksi botol bir, cangkir kopi dan asbak penuh abu rokok disingkirkan.

Pada 2004, kantong kertas dan kardus karya seniman Jerman Gustav Metzger juga dibuang saat dipamerkan di Tate Britain.

sumber : BBC Indonesia, Dikira sampah, karya seni dibuang

Buang Sampah Sembarangan, Dendanya Rp 100.000


Warga Kota Malang, Jawa Timur, kini harus lebih berhati-hati dalam membuang sampah. Sebab, membuang sampah rumah tangga dan industri tanpa memilahnya terlebih dahulu antara sampah basah dan kering bakal dikenakan denda sebesar Rp 100 ribu.

Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Wasto, Rabu (11/9/2010). Menurut Wasto, meski belum memiliki tong sampah yang sudah terpilah, bukan berarti warga tidak bisa melakukan pemilahan.

“Pemilahan sampah kering dan basah bisa dilakukan dengan cara memisahkannya dalam kantong plastik. Ini kewajiban melekat bagi pembuang sampah, ada atau tidak, harus dipilah,” kata Wasto.

sumber : Buang Sampah Tanpa Dipilah Denda Rp 100 Ribu, SURYA online, Rabu, 10/11/10