Wong Malang Nonton Bola Pakai Batik……


aremania-1.jpgAkibat membikin kerusuhan saat laga Arema vs Persiwa beberapa waktu yang lalu, atribut Arema dilarang dibawa masuk ke dalam stadion dalam kurun waktu 3 tahun. Meskipun atribut dilarang dipakai dalam stadion, nampaknya Ahmad Ghozali Aremania Korwil Klayatan, mempunyai ide yang unik, simpatik dan menerbitkan senyum di kulum. Dalam Harian Jawa Pos hari ini, Ahmad Ghozali menyiapkan beberapa atribut sebagai pengganti atribut Aremania, yaitu pakaian batik atau baju taqwa.

Suatu ide yang patut untuk dipertimbangkan. Bisa-bisa fenomenan ini dapat dicatat daslam rekor MURI dan bahkan Guinest Books of Records. Bagaimana tidak, apa pernah ada penonton pertandingan sepakbola pakai baju batik atau baju taqwa?

Selain itu, muncul alternatif nama suporternya: Wong Malang. Menurut Slamet Syamsul Karim, koordinator tur ke Sidoarjo, nama itu diambil untuk menyebut warga Malang yang mencintai Arema dan siap datang ke Sidoarjo.

Sebagai wong Malang saya berharap Arema bisa tampoil bagus. Tanpa beban, seperti saat laga lanjutan, yang nampak bermain dalam kondisi tertekan. Walau banyak peluang, namun tak bisa mencetak gol lebih dari satu.

Sore ini, saat laga melawan Sriwijaya mudah-mudahan Arema dapat memetik kemenangan.

Salam 1 Jiwa

Ini salam khas Aremania.

Apa ini juga termasuk atribut Aremania

yang diharamkan masuk stadion

di seluruh Indonesia?

Advertisements

Bubarkan Badan Wasit Sepakbola Indonesia!


Ada pepatah kuno bilang: sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak kan percaya.
Kemarin, saat Arema laga lawan Persiwa, Wasit tak hanya lancung sekali. Tapi berkali-kali. Aremania awalnya masih percaya.
gawang-terbakar-amarah-aremania.jpgBetapa tidak. Gol Patricio Morales (menit 10) dianulir wasit Jajat Sudrajat (Bandung), karena dianggap hands-ball. Bolehlah, gumam Aremania, mungkin saja. Lalu pada menit ke-36 kembali gol Patricio dianulir wasit dengan alasan off-side. Ada satu Aremania mulai naiki pitam. Hakim Garis pun terkapar pingsan dipukulnya. Puncaknya, saat goal Emile Mbamba, menit 51, juga dianggap off-side. (Sementara komentator ANTEVE bilang (sebetulnya) tidak off-side.

Maka kesabaran sudah habis nampaknya. Mereka tidak saja terbakar amarah. Tapi ada seorang Aremania membakar kain di atas jaring gawang. Prosesnya dilakukan dengan tenang, tanpa ada halangan yang berarti dari aparat keamanan.

Jadinya  pas menit ke-71 berhenti sudah itu pertandingan.

Ketua BWSI (Badan Wasit Sepakbola Indonesia) IGK Manila menganggap wasit sudah baik. “Saya pikir kepemimpinan wasit sudah cukup baik. Tapi, emosi penonton yang tak terkontrol akhirnya membuat situasi kacau.”

Menurut akibat kepemimpinan wasitlah yang membuat pertandingan yang sebetulnya menarik itu menjadi kacau.

Efeknya, pertandingan akhirnya ditunda. Bagi Suporter Aremania, terhitung sejak Rabu kemarin, menurut Hinca Panjaitan, Ketua Komisi Disiplin PSSI, mengharamkan Aremania masuk ke seluruh stadion yang ada di Indonesia. (Tak jelas, apa kriteria dan batasannya. Apakah hanya atributnya yang dilarang, atau akan ada razia KTP?

Saya, waktu itu nonton (bersama-sama pem-bezoek yang lain, di lingkungan Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang, karena sedang menunggu Ibu saya yang opname di sana). Yang menonton tak semuanya warga Arema. Apalagi Aremania. Mereka berasal dari Tulungagung, Blitar, Pasuruan, dan masih banyak lagi.

Melihat pertandingan kemarin, hampir semua menghujat Jajat Sudrajat, sang wasit. Khususnya saat gol yang di-heading oleh Emile Mbamba.

Bubarkan saja Badan Wasit Sepakbola Indonesia ❗ Begitu mereka secara serempak berteriak.
Aremania juga manusia. Manusia ada batas kesabarannya. Cacing saja akan menggeliat bila diinjak. Lha, ini Singo Edan dizalimi di depan mata. Adalah pengkhianat namanya manakala kemarin malam warga Arema (apalagi Aremania) mengutuk perbuatan segelintir orang itu.

Last, but not least, mari kita kibarkan bendera setengah tiang untuk Aremania selamam 3 tahun.

Catatan Tambahan : Bahkan, saat saya lihat laga Persija vs Persik, para pemain pada berantem. Muaranya : W A S I T ❗ Karena dianggap waktu masih ada, wasit nyemprit bubar.