MUI : Kiblat Bukan ke Arah Barat….


Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Sopar RA, menyebutkan bahwa fatwa MUI nomor 3 tahun 2010 tentang Arah Kiblat Masjid di Indonesia ternyata keliru.

“Setelah melalui kajian dengan beberapa pakar ilmu falak dan astronomi, arah yang ditentukan MUI justru menghadap ke Afrika, Somalia Selatan, Kenya, dan Tanzania,” ucap Sopar dalam Seminar Arah Kiblat dan Penentuan Waktu Shalat di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang pada Selasa kemarin.

Menurut Sopar, MUI sudah merevisi fatwa itu. Tapi, belum disebar ke masyarakat karena masih berupa draft. Dalam waktu dekat, setelah ditandatangani ketua, revisi fatwa itu akan segera disebarkan ke masyarakat.

Sopar juga menambahkan, melencengnya arah kiblat tidak dipengaruhi oleh pergeseran lempeng bumi akibat gempa. Alasanya, rentang pergeseran antara Indonesia dengan titik kiblat itu sebesar 140 sentimeter. Jika pergeseran hanya 7 sentimeter itu tidak ada artinya. “Butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa bergeser sesuai rentang itu,” jelas Sopar.

Sebelumnya, pada tanggal 22 Maret 2010, MUI melangsungkan jumpa pers soal Fatwa MUI nomor 3 Tahun 2010 tentang Kiblat. Ada tiga diktum dalam fatwa tersebut:

  1. Kiblat bagi orang shalat dan dapat melihat ka’bah adalah menghadap ke bangunan Ka’bah (ainul ka’bah).
  2. Kiblat bagi orang yang shalat dan tidak dapat melihat Ka’bah adalah arah Ka’bah (jihat al-Ka’bah).
  3. Letak georafis Indonesia yang berada di bagian timur Ka’bah/Mekkah, maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah barat.

Diktum ketiga itulah yang mengalami koreksi. Secara geografis, letak Indonesia tidak persis berada di sebelah timur Makkah. Arah kiblat masjid yang benar adalah menghadap ke barat laut dengan kemiringan yang bervariasi, sesuai dengan letak geografis. Jadi, bukan ke arah barat seperti yang disebutkan dalam diktum fatwa tersebut.

Ada baiknya kalau kita buka Qiblat Locator, masukkan Alamat (atau Kelurahan/Kecamatan/Kota/Kabupaten/Propinsi). Pilih: Hybrid, klik. Tunggu sejenak, lalu drag ke tempat yang dituju. Di situ Nampak bahwa kiblat tidak persis kearah Barat, tapi nyerong.

Untuk melihat yang lebih asli (pilihan earth) computer harus terpasang Google Earth. Belum punya? Bisa unduh di sini.

Sumber : eramuslim

Sholat Itu Nomor Dua Dan Bisa Di Langgar


bahasa-indonesia-hukum2.jpgJudul Buku Bahasa Indonesia Hukum
Penulis B. Soelaiman, B. Adiwidjaja, Dipl.Ed., SH dan Dra Lilis Hartini
Penerbit Pustaka, Bandung, Tahun 1999
Harga Rp 7.500 (dibeli tahun 1999)

Bagi yang paham bahasa Indonesia mungkin membaca judul ini pasti manggut-manggut sambil senyum di kulum. Tapi bagi yang kurang mengerti, salah-salah bisa naik pitam.

Masak sholat itu nomor dua! Kita hidup di dunia itu intinya kan untuk ibadah kepada Sang Pencipta. Dan itu harus mendirikan sholat. Ini kok dikatakan nomor dua….???

Padahal, seperti yang kita tahu, sholat memang nomor dua dalam Rukun Islam. Yang nomor satu adalah Syahadat.

Tapi sholat bisa di langgar? Aturan mana itu? Begitu mungkin mereka akan meneruskan ya. Padahal maksudnya adalah: pelaksanaan sholat itu selain di Masjid juga bisa dilakukan di langgar, atau di mana tempat asal suci.

Adalah beda pengertian antara di langgar dengan dilanggar. Kata di pada di langgar berposisi sebagai kata depan yang berarti menunjukkan tempat. Sedang kata di pada dilanggar pada merupakan awalan yang mempunyai arti melakukan pelanggaran.

Menurut bahasa Hukum, kalimat semacam itu tidaklah dibenarkan. Karena banyak menimbulkan multi-tafsir.

Mestinya kalimat itu diubah menjadi: Sholat itu adalah Rukun Islam yang kedua dan bisa dilakukan di langgar.

Masalah ini adalah bagian kecil dari banyak hal yang terkandung dalam buku ini. Buku ini berjudul: Bahasa Indonesia Hukum. Hanya saja, menurut saya judulnya kurang tepat. Mestinya yang benar adalah Bahasa Indonesia Ragam Hukum.

Selama ini ada kesan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dengan ragam hukum berbeda dengan bahasa Indonesia pada umumnya. Hal itu tidaklah sepenuhnya benar. Bahasa Indonesia ragam hukum tetap bahasa Indonesia, yang harus tunduk pada kaidah-kaidah pembakuan bahasa Indonesia.

Ragam bahasa hukum, seperti diuraikan dalam buku ini, adalah merupakan meta-bahasa (bila dilihat dari segi linguistiknya), yang berarti ragam ini merupakan kajian/produk pemikiran yang tak terbatas pada bahasa saja, tetapi melibatkan ilmu lain, yaitu ilmu hukum.

Di Masjid Itu Ada Monyet Dan Maling


3d_252.jpgKarena satu dan lain hal, maka saya jarang sekali mengikuti kegiatan rutin, berupa pembacaan kalimah toyyibah, berupa Surat Yaasiin, Al-Mulk dan Tahlil yang diikuti oleh para jama’ah di wilayah Kauman dan sekitarnya. Tapi kemarin, tanpa ada rencana, ternyata saya dapat menghadiri acara yang dilaksanakan setiap malam Jum’at tersebut.
Dalam acara tersebut, setelah selesai dilakukan pembacaan kalimah toyyibah, biasanya dilakukan siraman rohani dari ustadz yang berasal dari dalam atau dari luar wilayah. Dan kemarin malam itu, kebetulan yang memberikan siraman rohani adalah ustadz dari Singosari. Kalau nggak salah namanya ustadz Mahmud.
Dalam penyampaiannya, ada hal yang patut saya sampaikan di sini, karena hal tersebut merupakan hal penting yang wajib diketahui oleh segenap umat Muslim. Dikatakan oleh ustadz tersebut bahwa dtengarai bahwa di dalam masjid itu ternyata ada banyak ‘monyet’ dan juga para ‘maling’! Buktinya apa? Setiap habis dilakukan sholat wajib secara jama?ah, biasanya dilanjutkan dengan pembacaan doa. Ada banyak yang mengikuti acara tersebut. Tapi tidak sedikit yang, setelah dilakukan ‘uluk salam’, langsung ‘loncat’ keluar masjid. Mereka inilah yang dikatakan oleh pak ustadz sebagai monyet itu. Apa pasal? Monyet setiap akan bergerak atau berpindah tempat pasti menengok dulu ke kanan dan ke kiri. Jadi bagi jamaa’ah yang setelah melakukan salam, tengok-kanan-tengok-kiri, lantas meninggalkan masjid. Persis kayak monyet. Maaf, ini bukan ucapan saya, tapi ucapan ustadz, yang diambil dari kitab yang saya lupa judulnya.
Lantas akan halnya para maling? Apa maling sandal atau sepatu yang dimaksudkan oleh ustadz tersebut? Bukan! Sama sekali bukan! Seperti kita ketahui bahwa ada empat syarat sahnya solat, yaitu 1) takbirotul ihrom, 2) surat al-fatihah, 3) tahiyat dan 4) salam. Semuanya harus dibaca, minimal telinga kita bisa mendengarkannya. Biasanya, ketika imam mengucapkan salam (assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh) lantas tengok-kanan-tengok-kiri. Kalau kita sebagai jama?ah cuma mengikuti gerakan tengok-kanan-tengok-kiri tanpa mengucapkan ‘uluk salam’, kita inilah sang pencuri yang dimaksud ustadz. Yaitu pencuri salam! Naudzubillah! Mudah-mudahan tulisan ini ada manfaatnya bagi kita semua. Khususnya bagi saya sendiri. Mudah-mudahan saya bisa terus aktif mengikuti kegiatan rutin tersebut. Amiin ya Robbal Alamin.

[ Opini ini saya salin dari opini saya yang ada di sono ]

Gerakan Sholat dan Manfaat di Dalamnya


Oleh azalea_fr

Dibalik gerakan sholat yang indah tersimpan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia.

Tulisan ini adalah rangkuman dari beberapa email teman tentang sholat, gerakan sholat dan makna di balik gerakan tersebut yang saya rangkum untuk disebarluaskan kepada rekan-rekan dan sahabat-sahabat saya tercinta.

anatomi-otot-manusia-wikipedia.jpgDalam Islam, Sholat adalah ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gesture (gerakan khas tubuh) seorang Muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan sholat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit !

Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan sholat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab sholat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitas-Nya bagi kehidupan manusia.

Setelah sekian tahun menjalankan sholat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?

TAKBIRATUL IHRAM

Postur : berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

RUKU’

Postur: rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I’TIDAL

Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga.

Manfaat: I’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud.

Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik.

Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

SUJUD

Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.

Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

DUDUK

Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, postur ini mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

SALAM

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.

Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Beribadah secara kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dan dalam.

PACU KECERDASAN

Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof. Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.

Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

PERINDAH POSTUR

Gerakan-gerakan dalam sholat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan sholat dibandingkan gerakan lainnya adalah sholat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada.

Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN

Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh.

Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

PERBAIKI KESUBURAN

Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam sholat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum.

Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran dan saluran kemih.

Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

AWET MUDA

Pada dasarnya, seluruh gerakan sholat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan.

Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar. Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada kekencangan kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.

Hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan.

Mari kita kembali kepada niat yang baik Insya Allah akan mendapatkan yang baik pula…..Amiin

Semoga Rangkuman ini bermanfaat bagi rekan-rekan.

[ Tulisan ini berasal dari situs PintuNet, merupakan opini mas azalea_fr, diposting pada hari Senin, 12 Nopember 2007, ditulis di Tangerang, pada tanggal 07.11.2007 17:59. Pemuatan ini atas seijin penulisnya ]

Mengapa Kita Tak Pernah Mencapai Sholat Yang Khusyu’


Tulisan ini diimport dari Djunaedi RD’s Blog.

 Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya, yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’
(Al-Baqoroh, 2: 45)

Shalat adalah salah satu dari Rukun Islam. Pelajaran tentang shalat dapat kita peroleh di banyak toko buku. Namun dari itu semua, hampir tak ada yang berisi tentang cara bagaimana mencapai shalat yang khusyu’ itu.

Pada tahun 2004 terbit sebuah buku yang berjudul Pelatihan Shalat Khusyu, karya Abu Sangkan, yang diterbitkan oleh Penerbit Yayasan Shalat Khusyu dan Manajemen Masjid Baitul Maal Bank Indonesia, Jakarta Selatan. Sekarang telah sampai pada cetakan XII. Harganya Rp 32.000.

Shalat memiliki kemampuan untuk mengurangi kecemasan karena terdapat lima unsur di dalamnya, yaitu 1) :

  1. meditasi atau doa yang teratur, minimal lima kali sehari.

  2. relaksasi melalui gerakan-gerakan sholat.relaksasi melalui gerakan-gerakan sholat.relaksasi melalui gerakan-gerakan sholat.

  3. hetero atau auto-sugesty dalam bacaan sholat.

  4. group-therapy dalam sholat jama’ah, atau bahkan dalam sholat sendirian pun minimal ada aku dan Allah.

  5. hydro-therapy dalam mandi junub atau wudlu sebelum sholat.
    Ketika sholat, rohani bergerak menuju Zat yang Maha Mutlak. Pikiran terlepas dari keadaan riil dan panca indera melepaskan diri dari segala macam keruwetan peristiwa di sekitarnya.

Ketika sholat, rohani bergerak menuju Zat yang Maha Mutlak. Pikiran terlepas dari keadaan riil dan panca indera melepaskan diri dari segala macam keruwetan peristiwa di sekitarnya.

Sholat sebagai kekuatan yang tertinggi dalam kebutuhan fitrah manusia memiliki beberapa aspek dan efek yang bermanfaat, antara lain:

  1. mengandung tuntunan meditasi transendental.

  2. efek kesehatan.

  3. relaksasi.

  4. terapi fisik, pikiran dan jiwa yang sangat sempurna.

Kita banyak berhenti pada kalimat perintah awal tanpa ingin mengetahui mengapa kita diperintahkan untuk itu. Syariat sholat telah menjadi bagian aktifitas yang menjemukan, bukan menjadi seperti apa yang dikatakan Nabi sebagai tempat istirahatnya jiwa dan tubuh, sebagaimana sabda beliau: “Wahai Bilal jadikanlah sholat sebagai istirahatmu.”

Ia hanya menjadi beban belaka, “bukan lagi bagian dari kebutuhan ruhani selayaknya orang butuh istirahat (rileks) di gunung, di pub atau rekreasi di pantai untuk mengendorkan syaraf-syaraf yang tegang.

Itu perlunya pelatihan sholat, seperti yang diajarkan Abu Sangkan dalam buku ini. Dan buku ini, belakangan ini selalu membimbing saya dalam upaya saya mencapai sholat khusyu’.
Mudah-mudahan saya bisa mencapai ke sana.

———————-

1) Arif Wibisono, Psikologi Transpersonal, Makalah dalam Seminar Psikologi Islam di Solo tahun 2002.