Selamat Pagi, Korupsi……


kemasyahya_japos.jpgTepat 17 hari sejak menghentikan penyelidikan kasus BLBI Sjamsul Nursalim, Kemas Yahya harus merelakan jabatannya. Padahal, jauh-jauh hari sebelumnya, Kemas dikenal punya semangat luar biasa untuk menyelesaikan tunggakan kasus-kasus korupsi di Gedung Bundar, demikian antara lain berita Jawa Pos Online, 18 Maret 2008 yang memberitakan tentang Imbas Kasus Suap Jaksa Urip. Jaksa Agung Hendarman Supandji melakukan bersih-bersih di Gedung Bundar. Seluruh pejabat di gedung yang menjadi pusat pengusutan korupsi itu dicopot. Mulai Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kemas Yahya Rahman yang sejak kemarin harus meninggalkan jabatannya, Direktur Penyidikan M. Salim, hingga seluruh pejabat di bawahnya.

Masih segar dalam ingatan para wartawan peliput di kejaksaan saat Kemas Yahya mengucapkan “selamat pagi” untuk melecut semangat kinerja anak buahnya. Ucapan “milik” motivator Andry Wongso itu pernah menjadi ciri khas jaksa senior tersebut.

Jargon “selamat pagi” juga dipinjam Kemas Yahya saat menyampaikan hasil penyelidikan kasus BLBI bersamaan dengan evaluasi kejaksaan 2007 pada 2 Januari lalu. Kemas yang ketika itu duduk berdampingan dengan Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin dan para jaksa agung muda (JAM) Kejagung, terlihat mengepalkan tangan sambil berteriak, “Selamat pagi!”. Tanpa dikomando, puluhan anak buahnya pun menjawab lantang, “Selamat pagi juga!” Anak buahnya itu tak lain anggota tim jaksa 35 yang sebagian dikoordinasikan Urip.

Kemas pun melanjutkan, “korupsi!” yang kemudian disahuti anak buahnya dengan, “No…no…no.” “Pemberantasan korupsi!” Kemas kembali berteriak. ” Yes…yes…!” balas anak buahnya.

Kala itu, Kemas mengakui, ucapan selamat pagi merupakan cambuk agar anak buahnya tidak loyo. Tak peduli siang, petang, bahkan malam, Kemas selalu mengawali pertemuan dengan anak buahnya dengan ucapan, “Selamat pagi!” Ini dipraktikkan sejak Kemas Yahya menduduki jabatan JAM Pidsus mulai 24 Juli 2007.

Sekarang, pak Kemas tak lagi bisa bersalam “Selamat Pagi” kepada anak buahnya. Karena ia bakal menginap di hotel pordeo, bersama dengan para napi yang mungkin saja dulu pernah dijebloskan ke penjara oleh pak Kemas.

Pasti mereka kini siap-siap menyambut dan menyapa Pak Kemas :

Selamat Pagi, Korupsi!