Google & Tahun Baru 2013


ImageDemi menyambut tahun baru 2013 Google menghias wajahnya. Sayang ada salah ketik. Mestinya tahun 2013 tapi tertulis 2012.

Malam pergantian tahun selalu menjadi saat-saat yang istimewa di berbagai belahan dunia. Kalau di Indonesia, malam tahun baru identik dengan terompet dan kembang api, di setiap negara biasanya juga memiliki keseruannya sendiri.

Dikutip dari Georama.com, malam tahun baru di Spanyol, biasa dihabiskan masyarakat di negara asal Iker Casillas ini dengan sajian anggur dan pakain merah. Warna merah dipilih karena dianggap mewakili keberuntungna dan harapan akan hari esok yang lebih baik.

Perhitungan detik-detik pergantian tahun di Spanyol, biasanya ditayangkan di televisi. Tapi, yang paling megah biasa disiarkan dari Puerta del Square.

Sedikit berbeda, di Sponyol mereka tidak menghitung mundur pada 10 detik terakhir tahun yang akan ditinggalkan, masyarakat Spanyol merayakan bunyi 12 lonceng yang berbunyi merayakan datangnya tahun yang baru.

Di Skotlandia terdapat banyak kebiasaan merayakan tahun baru. Di tempat lagu Auld Lang Syne lahir, tradisi yang paling umum dikenal adalah kebiasaan membawa hadiah simbolis seperti buah atau kue untuk teman atau tetangga.

Masyarakat Skotlandia percaya, kalauu yang datang ke rumah membawa hadiah adalah orang yang tampan atau cantik maka para penghuni rumah yang didatangi akan mendapat keberuntungan sepanjang tahun.

sumber : Republika Online: Tradisi Malam Tahun Baru di Berbagai Belahan Dunia (Bagian 1)

 

Advertisements

Google dan Tahun Baru


Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.[1] Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Google, sebagaimana biasa, setiap ada event penting yang mendunia, selalu menghias logonya. Seperti yang ada di atas – demi untuk menyambut Tahun Baru 2010 – logonya pun berubah lagi.

Bulan Allah Muharram Yang Mulia


Bulan Dzul Hijjah telah berlalu, kini tibalah bulan Muharram menyapa kita. Itu pertanda pula masuknya tahun baru Islam 1429 Hijriyah. Begitulah setiap awal tahun baru Islam dimulai dngan Muharram, bulan yang sangat mulai nan agung.

angkasa.jpegAl Imam As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani dalam kitabnya ‘Dzikrayat wa Munasabat’ menyebutkan dua faktor yang menyebabkan Muharram menjadi sangat mulia, yaitu:

Pertama, karena disandarkannya bulan Muharram kepada Allah SWT. Rasulullah SAW telah memberinya nama ‘Bulan Allah’. Segala sesuatu yang disandarkan kepada Allah, tentulah menunjukkan atas kemuliaan dan keutamaan sesuatu itu, sebagaimana Ka’bah atau Masjidil Haram dan Masjid yang lain menjadi mulia dengan disebutkan sebagai Baitullah, ‘Rumah Allah’.

Kedua, karena Muharram termasuk empat bulan yang dinamakan ‘Al Asyhurul Hurum’ (bulan-bulan terhormat), yaitu bulan Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Imam Ali bin Abi Thalhah dan Ibn Rajab berpendapat bahwa empat bulan ini dinamakan ‘Al Asyhurul Hurum’ karena amal sholeh dan ketaatan yang dilakukan di dalamnya lebih besar dan pahalanya lebih banyak dibanding dengan bulan-bulan yang lain, begitu pula sebaliknya dengan kemaksiatan atau perbuatan dosa. Maka masa-masa di bulan ini adalah masa yang paling Allah cintai.

Ulama berbeda pendapat, manakah yang paling utama dari keempat bulan tersebut. Imam Hasan Al Bashri dan sebagian Ulama Mutaakhirin berpendapat bahwa Muharram lebih utama dari yang lain. Beliau (Imam Al Hasan) juga berkata: “Allah SWT membuka awal tahun dengan bulan yang haram (terhormat) dan menutupnya dengan tahun yang terhormat pula. Tidak ada bulan dalam setahun yang lebih agung di sisi Allah setelah Ramadhan daripada bulan Muharram.”

Diriwayakan pula dari Imam Al Hasan, Rasulullah SAW bersabda “Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat di tengah malam (tahajjud) dan paling utamanya bulan setelah Ramadhan adalah Muharram Bulan Allah”.

Sahabat Abu Dzar Al Ghifari bertanya kepada Rasulullah SAW, “Bagian malam yang mana yang paling utama dan bulan apa yang paling utama?”

Rasulullah bersabda (yang artinya):

“sebaik-baiknya malam adalah pertengahannya dan paling utamanya bulan-bulan adalah Bulan Allah yang kalian sebut Muharram” (yakni setelah bulan Ramadhan).

Sebagian Ulama yang lain berpendapat bahwa Rajab paling utama dari Al Asyhurul Hurum.

Letak kemuliaan dan keutamaan bulan Muharram adalah 10 hari yang pertama, atau bolehlah kita katakan bahwa asrar (rahasia kemuliaan) bulan Muharram terletak pada sepuluh hari yang pertama. Sedangkan bulan Ramadhan asrarnya terletak pada 10 hari terakhir dan Dzul Hijjah asrarnya terletak pada 10 bulan pertama. ………………..

Imam Tirmidzi juga meriwayatkan dari sahabat Rasulullah SAW sembari bertanya, “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku satu bulan yang aku pakai berpuasa setelah Ramadhan?”. Rasulullah SAW menjawab, “Jika kamu hendak berpuasa setelah Ramadhan maka berpuasalah pada bulan Muharram. Dan pada bulan itu terdapat satu hari (yakni hari ‘Asyura/10 Muharram) di mana Allah telah menerima taubat suatu kaum dan Dia akan menerima taubat kaum yang lain.”

Adapun puasa yang khusus pada bulan ini adalah puasa di hari ke 10 yang disebut hari ‘Asyura. Memang hari Asyura adalah hari yang agung nan bersejarah. Puasa di hari itu telah dikenal sejak zaman terdahulu sehingga Nabi Nuh dan Musa pun berpuasa pada hari ‘Asyura.

Hari ‘Asyura adalah hari di mana kapal beliau (Nabi Nuh) berlabuh di bukit Judiy. Maka untuk merealisasikan syukurnya kepada Allah, beliau berpuasa pada hari itu. Demikian pula Nabi Musa. Beliau diselamatkan oleh Allah dari kejaran Fir’aun – yang kemudian bersama bala tentaranya ditenggelamkan oleh Allah pada hari ‘Asyura. Maka Nabi Musa pun turut berpuasa di hari itu. Demikian diriwayatkan oleh Shohih Bukhari dan Shohih Muslim). ………..

Berkenaan tentang keutamaan puasa ‘Asyura, Nabi Muhammad SAW bersabda (yang artinya): “Aku berharap kepada Allah agar dapat menggugurkan dosa setahun sebelumnya”. …………..

Kita memohon kepada Allah agar selalu berada di jalan Rasulullah, mengikuti sunahnya dan mudah-mudahan Allah selalu menjaga kita dari hal-hal yang bid’ah yang menyimpang dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Amiin.

Disarikan dari kitab Dzikrayat wa Munasabat, karya Al Imam As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani, RA oleh Majlis Taklim WADDA’WAH, Edisi 120, 11 Januari 2008, Alamat Redaksi: Jalan bareng Kartini Gang 1/274B – Malang 65116, E-mail: majlistaklim@gmail.com.