Melempar Indosat Meraup Rp 30 Triliun


Pada Jumat dua minggu lalu, Abdullah al-Thani dan Chief Executive Officer ST Telemedia Lee Theng Kiat menandatangani perjanjian jual-beli saham Indosat di markas besar ST Telemedia di Singapura. Dengan tebusan uang US$ 1,8 miliar, sayap bisnis telekomunikasi Temasek*) itu bersedia melepas 40,82 persen sahamnya di Indosat, yang dipegangnya melalui Asia Mobile Holding.

Ini transaksi kakap kedua Temasek di Indonesia sepanjang tahun ini. Pada Maret lalu, Temasek menjual sahamnya di Bank Internasional Indonesia ke Maybank untuk memenuhi aturan Bank Indonesia tentang kebijakan kepemilikan tunggal (single presence policy). Dari sini, Temasek mengantongi US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 13,6 triliun. Ditambah transaksi Indosat, Temasek tahun ini membawa pulang hampir Rp 30 triliun dari Indonesia.

Inilah langkah spektakuler Temasek. Dua tujuan tercapai. Temasek bisa keluar dari masalah tuduhan memonopoli pasar telepon seluler di Indonesia. Pada saat yang sama, Temasek melalui anak perusahaannya, ST Telemedia, berhasil meraup dana yang sangat besar.

Dengan dana sekitar Rp 16,7 triliun, kantong ST Telemedia memang menjadi begitu gemuk. Tatkala mengambil alih 41,94 persen saham Indosat melalui tender enam tahun silam, ST Telemedia hanya merogoh Rp 5,62 triliun. Senior Vice President Strategic Relation ST Telemedia Kuan Kwee Jee mengakuinya.

_____________________

*) Sumber: MBM TEMPO Online, Edisi 17/XXXVII/16 – 22 Juni 2008

*) Temasek menurut istilah bahasa Melayu mempunyai arti hutan rawa. Hal ini merupakan keadaan Singapura pada tahun 1970-an. Sebelum bernama Singapura, negara/daerah tersebut dikenal dengan nama Temasek.

Advertisements