Tertawalah Selagi Bisa, Lho…..


Apa (di Indonesia) ada pelarangan untuk tertawa? Tidak. Belum ada pelarangan untuk itu. Kita masih diperbolehkan tertawa, bahkan ngakak sekalipun.

Lalu, tertawalah selagi bisa? Ya, menurut kompasdotkom tertawa hanyalah milik orang muda usia. Semakin tua usia seseorang,semakin susah untuk tertawa.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa “Setiap periode usia memiliki skala tertawa sendiri. Kelompok usia yang paling jarang tertawa adalah di usia 50-an,” kata Dr.Lesley Harbidge, peneliti dari Universitas Glamorgan.

Dalam penelitian yang dilakukan Harbidge, balita dan anak-anak pada umumnya tertawa 300 kali dalam sehari karena hidup bagi mereka sangatlah menyenangkan. Sementara itu kelompok remaja rata-rata tertawa 6 kali dalam sehari. Hal yang bisa memicu mereka tertawa adalah kesialan orang lain.

Di usia dewasa, jumlah kita tertawa makin sedikit lagi, yakni tinggal 4 kali dalam sehari. Namun di usia 30-an jumlahnya akan meningkat menjadi 5 kali sehari dan terus bertambah ketika memiliki anak.

Ketika kita memasuki usia 50-an, para peneliti dari Inggris menemukan paling banyak mereka tertawa 3 kali dalam sehari dan jumlahnya menyusut menjadi 2,5 kali di usia 60 tahun. Mereka juga jarang menceritakan lelucon.

Padahal, tertawa adalah obat stres yang paling manjur. “Saat tertawa tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin. Hari-hari yang dilengkapi dengan tawa akan membuat kita jarang terkena stres,” kata Harbidge.

Para ahli juga menemukan, sifat suka marah dan mengeluh yang dialami orang tua, atau disebut Sindrom Victor Meldrew ini lebih sering dialami pria dibanding wanita.

Advertisements

Ketika Tertawa Dilarang


Orang yang bisa tertawa menandakan bahwa orang itu berada dalam kondisi dan suasana hati yang gembira. Dalam salah satu filmnya Warkop pernah bilang: tertawalah sebelum tertawa itu dilarang!

Namun bagi Kay Underwood (20 tahun) asal Leicestershire, Inggris, tertawa sungguh menjadi aktivitas yang terlarang. Bagi Underwood tertawa bukan merupakan sesuatu yang lucu sebuah hiburan. Sebaliknya, tertawa justru membuatnya tersiksa, bahkan pingsan berkali-kali. Di dunia medis, kelainan yang langka ini disebut cataplexy, yakni melemahnya otot akibat pengaruh emosi. Kondisi ini memicu banyak hal. Yang paling ringan adalah kendurnya otot wajah. Yang terberat, seperti yang dialami Underwood, pingsan.

Underwood tak bisa tertawa sampai terpingkal-pingkal, yang bisa dia lakukan hanya tersernyum atau terkekeh saja. Gembira berlebihan, ketakutan, marah, terkejut, bahkan merasa malu juga bisa membuat pingsan.

Para penderita seperti ini biasanya pingsan selama dua menit, meski masih bisa mendengar apa yang terjadi di sekitarnya. Underwood pernah pingsan lebih dari 40 kali sehari akibat kelainan ini.
“Orang-orang pasti menganggap aneh kondisi saya. Apalagi yang belum kenal saya,” ungkap gadis Leicestershire ini.

Dia juga tak bisa memilih di mana akan pingsan. Ada pengalaman unik soal pingsan tiba-tiba ini. Suatu kali, Underwood pingsan di anak tangga dan kemudian seorang perempuan menuruni tangga tersebut. “Dia memukul kepala saya dan menghardik agar saya pingsan di tempat yang lebih nyaman,” kenangnya.

Sejak kejadian itu, Underwood mulai bisa memprediksi kapan akan pingsan. “Saya bisa tahu kapan akan terjadi. Saya juga belajar untuk jatuh dalam posisi yang enak atau mencari orang yang bisa dijadikan tempat bersandar,” kata remaja 20 tahun ini lagi. Tak cuma pingsan. Underwood bisa tiba-tiba tertidur. Padahal sebelumnya tidak ada rasa kantuk sama sekai. Dan ini terjadi berulang kali.

Underwood menderita kelainan ini sejak lima tahun lalu. Gejala umumya dia diserang rasa kantuk yang hebat di siang hari. Saat itu dia selalu tertidur selama satu jam sepulang sekolah. Malamnya dia terbangun tapi tak bisa menggerakkan badan dan saat itu sedang bermimpi.  “Mengerikan. Seringkali saya berhalusinasi melihat kursi-kursi melayang dan hal-hal mengerikan seperti itu,” terangnya.

Kelainannya itu ketahuan setelah dia memeriksakan diri pada bagian gangguan tidur di RS Umum Leicester. Akibat kondisinya itu, Underwood terpaksa merelakan surat izin mengemudinya dicabut.
Cataplexy merupakan gejala yang hanya ditemukan pada penderita narcolepsy (gangguan tidur yang bisa mengarah pada insomnia atau gangguan tidur di setiap saat).

Semoga saja kita tak sampai mengalami hal seperti ini. Meski kita tahu, pada dekade terakhir ini, sebagian besar rakyat Indonesia bisa tertawa dengan riang. Tertawa yang terjadi kebanyakan merupakan tertawa yang hambar atau kecut, merasakan kehidupan yang masih jauh dari sejahtera.

[ sumber berita: Surya Online. Sumber gambar: Wikipedia, merupakan album kolaborasi dari pertama dan satu-satunya penyanyi Titi DJ dan Indra Lesmana yang dirilis pada tahun 1990 dengan label Union Artis. Dalam album ini Titi dan Indra hanya menyanyi 2 lagu saja, sedang lagu lain kompilasi lagu-lagu duet penyanyi lain yang sudah pernah dirilis sebelumnya. Titi dan Indra memutuskan hubungan mereka tak lama setelah album ini dirilis.]