Penting: 3 kali 1/2 Menit Setelah Bangun Malam


ImageInfo : Dari Dokter Ahli Syaraf.Para ahli sering berpesan, “Setiap orang harus memperhatikan 3x ½ menit.”Kenapa demikian? 3x ½ menit adalah sesuatu yang cuma-cuma, tetapi akan banyak mengurangi angka kematian secara tiba-tiba!

Sering kali terjadi seseorang siangnya masih sehat walafiat, tetapi malamnya meninggal.Tidak jarang kita mendengar cerita orang, kemarin saya masih ngobrol dengan dia, kenapa tiba-tiba dia meninggal? Penyebabnya adalah ketika bangun malam untuk ke kamar mandi sering dilakukan secara terlalu cepat/tergesa-gesa. Begitu berdiri, otak kekurangan darah.

Mengapa perlu “3x ½ Menit”? Karena pola ECG (Electro Cardiogram) seseorang normal pada siang hari, tetapi bangun tengah malam untuk melaksanakan hajat tiba-tiba gambar ECG itu dapat beda. Karena dengan tiba-tiba bangun, otak akan menjadi anaemic, dan mengalami gagal jantung karena kekurangan darah.

Dianjurkan oleh para ahli untuk menjalankan “3 kali ½ menit”, yakni:

1. Bila terbangun, jangan langsung turun dari tempat tidur, tetapi berbaringlah selama ½ mnt.

2. Duduk di tempat tidur selama ½ menit.

3. Turunkan kaki dan duduk di tepi ranjang selama ½ menit.

Selewat 3 x ½ menit yg dilakukan tanpa harus membayar sesenpun, otak tidak akan anaemic dan jantung tidak akan mengalami kegagalan, mengurangi kemungkinan jatuh dan meninggal ketika bangun tengah malam.

Pernah setelah membaca tulisan ini, seorang usia lanjut menangis menyesali kenapa tidak mengetahui hal ini jauh-jauh hari. Dua tahun lalu dia bangun tengah malam untuk buang air kecil.Di kamar mandi tiba-tiba terasa dunia berputar dan jatuh. Akibatnya dia sekarang mengalami kelumpuhan dan tidak bisa meninggalkan tempat tidur, tulang punggungnya mengalami cedera. Kalau saja dia mengetahui hal ini sebelumnya, tentu tidak harus menderita selama ini.

Share ke orang yang kita kasihi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Indahnya Berbagi, tolong sebarkan ke semua kontakmu untuk mencegah terjadinya stroke muda.

SUMBER : TULISAN DARI FACEBOOK, ACHMAD SALMAN

Tidur, Tertidur, Menidurkan Diri


Tidur adalah kebutuhan dasar manusia di samping makan dan minum. Tak ada manusia (normal) yang bisa hidup tanpa tidur sama sekali. Proses tidur biasanya diawali dengan rasa kantuk yang tak tertahankan.

YB. Mangunwijaya*) bilang: Saat kita mengantuk dan kemudian tahu-tahu kita sudah… hilang, seperti meninggalkan kehidupan. Kita tak kuasa lagi atas kesadaran kita dan segala kemauan seolah-olah hanyut dalam bengawan kegelapan yang melarutkan waktu. Waktu sudah tidak ada lagi di ujung kendali jam.

Oleh karena itu, lanjut Romo Mangun yang sudah almarhum itu, manusia yang tidur, secara langsung atau tidak langsung, sadar atau tidak sadar, sudah menyerahkan kepercayaannya kepada semesta alam………

Aktivitas tidur pada umumnya dilakukan pada waktu malam hari hingga menjelang subuh – ada yang berlanjut sampai fajar menyingsing. Dan tempat yang dipakai untuk melakukan aktivitas itu pada galibnya adalah tempat tidur.

Namum, karena adanya berbagai kesibukan, sering jadwal tidur itu bergeser waktunya.

Karena malamnya sibuk mengerjakan sesuatu, maka tidurnya akan dilakukan setelah pekerjaan itu selesai.

Tempatnya pun tak harus di tempat tidur. Bisa di ruang kerja, bisa di sofa, bisa di ruang siding atau di mana saja, asal bisa dilakukan dengan nyaman.

Kemarin, Bapak Presiden Indonesia yang lebih dikenal dengan sebutan Pak SBY, marah-marah melihat orang tidur. Pada saat itu beliau tengah berpidato di hadapan mereka. Dan yang tidur bukan orang sembarangan. Bapak Bupati/Walikota/Anggota DRPD yang tengah menerima pembekalan di Lemhannas Jakarta.

Salahkah mereka itu?

Sebagai manusia, mereka tengah memenuhi kebutuhan dasarnya. Namun sebagai pejabat pemerintah dan wakil rakyat, persoalanya menjadi lain. Apalagi pada saat itu sorotan media televisi juga menangkap aktivitas mereka.

Jadi, walau rasa kantuk sudah tak tertahankan, mereka seharusnya memang tidak boleh tidur atau tertidur atau menidurkan diri.

Untuk membunuh rasa kantuk bisa dilakukan dengan mencuci muka, atau main SMS, atau berbisik-bisik dengan teman yang duduk di sampingnya.

_____________________________

*) Ragawidya, Religiositas Hal-hal Sehari-hari, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, Cetakan VIII, 1999.

Saya Ngantuk, Jadinya Saya Nubruk


child-sleeping-wikipedia.jpgTidur adalah keadaan istirahat alami pada berbagai binatang menyusui, burung, ikan, dan binatang tidak bertulang belakang seperti lalat buah Drosophila. Pada manusia dan banyak spesies lainnya, tidur adalah penting untuk kesehatan.

Pada saat tidur lelap mata mengalami gerakan cepat yang disebut REM (Rapid Eye Movement) yang biasanya dihubungkan dengan mimpi. Demikian Wikipedia menguraikan soal tidur.

Kalau tidur di atas tilam, apalagi kalau empuk, tentunya nikmat sekali. 😛

Namun, karena semalam saya kurang tidur, maka saya pun sempat tertidur di atas sepeda motor. 😉 Ceritanya begini:

Malam tadi, saya kebagian tugas jaga Ibu saya di rumah sakit. Otomatis waktu saya lebih banyak jaga ketimbang tidur.

Paginya, saat saya baru tiba di rumah, pukul 6 pagi, ada telepon. Saya pagi ini harus segera ke kantor. Ada hal penting yang harus segera ditangani.

Kontan saja saya segera mandi, ganti baju, dan berangkat ke kantor dengan sepeda motor kesayangan saya.

Untuk menghilangkan rasa kantuk yang masih sering mengganggu konsentrasi saya, saya pun membunuh rasa kantuk itu dengan rokok. Begitu habis, segera saya sambung. Seperi asap “sepur” bin ketera api. :mrgreen:

Namun, namanya juga apes. Dua kilometer dari kantor, rokok saya habis.

Akibatnya, sliyeeeer, sepeda saya nyerong kanan, sementara mata terpejam karena rasa kantuk yang tak tertahan. Dan bruuuaaakkk ❗

Sepeda seorang ibu guru saya tabrak. Raport yang mau dibagikan ke muridnya, berantakan. Segera saya matikan sepeda motor saya. Sambil minta maaf, juga berapologi soal kenapa saya sampai ngantuk, saya membantu mengemasi itu rapor.

Untungnya ibu guru itu bisa memahaminya.

Setelah beres, segera kami meneruskan perjalanan masing-masing.

Anehnya, saya sudah menjadi tidak ngantuk lagi.

Untungnya kami tidak sampai luka-luka. Begitupun sepeda kami berdua.

Alhamdulillah, ya Allah. Engkau masih melindungi saya.