Lain Khofifah Lain Palin


top-panel2Kofifah dan Mujiono (Ka-Ji) sibuk dengan gugatannya di Mahkamah Konstitusi, yang hari ini menginjak hari kedua, berupa pemeriksaan saksi-saksi. Dari 30 saksi yang dipersiapkan, ternyata yang hadir dan siap disumpah hanya 20 orang (1 orang terlambat karena masih menitipkan anaknya).

khofifahDari pemeriksaan saksi-saksi (saya menonton live di JTV (PT. Jawa Pos Media Televisi) hingga pukul 5 sore, dari sembilan saksi yang diperiksa, nampaknya baru satu yang relevan dengan pokok perkara, yaitu soal Penetapan Hasil Pilkada Jatim 2008. Sementara yang lain bukan menjadi ranah Mahkamah Konstitusi.

Berhasilkah Ka-Ji membalikkan fakta hasil KPUD Jatim?

Muflihul Hadi SH., Advokat Surabaya, menulis di Surya dengan judul opini: Peluang Hukum Sengketa Pilgub Jatim.

Kuncinya Suara, kata Muflihul Hadi SH, yang pernah menjadi kuasa hukum KPU Bangkalan, Kota Malang, Bondowoso, Jombang dan Kabupaten Pasuruan itu. Lanjutnya, Secara prinsip, gugatan sengketa pilkada kuncinya pada selisih perhitungan suara yang mempengaruhi terpilihnya pasangan calon. MK tidak memeriksa berkas pelanggaran, seperti politik uang dan sebagainya. MK hanya memeriksa bukti-bukti yang faktual dan saksi langsung, bukan saksi de auditu yang menunjukkan kekeliruan perhitungan baik di tingkat TPS, PPK atau KPU.

Gugatan keberatan harus mendalilkan adanya selisih hitungan. Ada akumulasi kekeliruan yang mempengaruhi terpilihnya pasangan calon. Selisih ini karena kekeliruan atau dimanipulasi sejak tingkat PPS, PPK dan KPU Kab/Kota, yang terakumulasi di KPU Jawa Timur, sehingga muncul angka atau perhitungan yang berbeda.

Bagi pemohon kuncinya adalah saksi. Kalau infrastruktur saksi sampai di level bawah solid dan kuat (artinya didukung dengan bukti formulir yang dibawa oleh saksi serta datanya faktual, baik di tingkat PPS maupun PPK), peluang dikabulkannya gugatan atau keberatannya ke MK sangat besar.

Untuk syarat pertama (selisih hitungan suara), menurut saya, Tim Kaji harus punya data dan saksi untuk diajukan di persidangan MK. Sedangkan untuk syarat kedua, yang sulit untuk dipenuhi apakah kekeliruan itu sangat besar, sehingga mempengaruhi terpilihnya pasangan calon. Apakah Tim Kaji dapat membuktikan kekeliruan sampai 60.000 suara?

palinLain Kofifah lain Sarah Palin, yang gagal jadi Wakil Presiden AS. Gubernur Negara bagian Alaska, AS itu bahkan diyakini akan menjadi ‘dewi penyelamat’ industri penerbitan AS.

Beberapa perusahaan penerbitan memang sedang antri tanda tangannya untuk sebuah proyek buku bernilai hingga 7 juta $ AS (Rp 820 Milyar). Kampanye pemilihan presiden yang lalu mungkin bisa menghasilkan ratusan buku jika tulisan para jurnalis dan politisi dikumpulkan. Namun, cerita pribadi Palin mengenai perkenalannya di dunia politik akan menjadi kisah yang paling menarik.

“Sarah (Palin) memberikan sesuatu yang berbeda. Begitu banyak hal yang ingin diketahui di seputar kehidupannya. Jika para penerbit bergerak cepat dan bukunya segera muncul di rak-rak, maka itu akan berharga lebih dari 7 juta $ AS.” Ungkap salah seorang editor perusahaan penerbitan.

Tidak hanya cerita seputar pilpres dan dunia politik yang bisa mendatangkan uang segunung bagi Palin. Foto-foto Palin di pinggir kolam renang yang hanya mengenakan celana pendek dan kaos oblong juga bisa laku.

“Bahkan foto dia duduk dan kelihatan seperti orang normal juga bisa laku sampai lima digit. Setiap penerbit kini mengejarnya,” kata Jeff Klein dari Folio Literary Management. (Palin Siap Raup Rp 820M – Harian Surya)

Yang pertama jelas masih perlu mengeluarkan banyak dana (lagi) sementara yang lain justru siap mengeruk pemasukan dana.

Advertisements

Hubungan antara Pilpres USA dan Pilkada Jatim


Hari Selasa setelah Senin pertama pada bulan November selalu menjadi hari pemilu presiden AS. Hari Selasa setelah Senin pertama tahun 2008 jatuh pada tanggal 4 November.

Awal penentuan soal hari Selasa ini diputuskan pada tahun 1845. Kemudian pada tahun 1875, hari Selasa juga sekaligus diputuskan sebagai hari pemilihan DPR AS. Pada tahun 1914, hari Selasa juga ditetapkan pemilu Senat AS.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa pemilu dilakukan pada awal November? Pada awalnya, komposisi warga AS didominasi para petani. Karena itu, politisi AS menilai bahwa bulan November adalah bulan paling senggang bagi para petani untuk beramai-ramai memberikan suara.

Waktu senggang ini perlu agar para petani memiliki masa santai berjalan dari pelosok pedesaan ke sentra-sentra pemilu. Masalah, bulan November adalah bulan di mana masa panenan sudah usai, atau masa musim gugur yang ditandai dengan musim panen sudah usai.

Masa tanam terjadi pada musim semi dan musim panas adalah masa mengelola tanaman, menyiangi dan memupuki, serta seterusnya. Nah, masa musim gugur, cuaca masih dianggap bersahabat bagi warga bepergian menuju kotak-kotak pemilu yang dulunya harus melalui jalanan rusak dan becek.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa harinya jatuh di setiap hari Selasa itu. Dulu kala, warga AS harus menempuh jarak yang relatif jauh untuk memilih. Hari Senin dianggap kurang tepat karena warga harus mulai berangkat untuk memilih sejak hari Minggu. Padahal, hari Minggu adalah saat berbakti di gereja-gereja.

Ada juga alasan lain mengapa pemilu selalu dilakukan hari Selasa setelah Senin pertama. Politisi AS ingin menghindari agar hari pemilu tidak jatuh pada tanggal 1 November. Ada dua alasan untuk ini.

Pertama, setiap 1 November adalah Hari Semua Orang Kudus (All Saints Day), hari libur bagi pemeluk Katolik. Jadi, jika 1 November jatuh pada hari Selasa, maka pemilu tidak akan dilakukan karena hari Selasa pada tanggal ini bukanlah hari Selasa setelah hari Senin pertama di bulan November.

Alasan kedua, hampir semua pedagang umumnya sibuk melihat rekening pembukuan setiap tanggal 1 setiap bulannya. Politisi AS khawatir bahwa sukses atau kegagalan bisnis pada bulan sebelumnya akan memengaruhi pilihan para pedagang. (Mengapa pada Selasa, 4 November 2008? – KOMPAS)

Lalu hubungannya dengan Kaji dan Karsa? Hubungannya adalah baik Pilpres USA maupun Pilkada Jatim sama dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 4 November 2008. Lalu kenapa tanggal 4, padahal awalnya ditentukan tanggal 5? Konon rumornya kubu Kaji protes, soalnya nomor suara milik Karsa adalah tanggal 5. Itu saja soalnya.

Bagi saya, sebagai warga Jawa Timur, lebih bergairah mengikuti Pilpres ketimbang Pilkada. Apalagi kalau Obama nanti betul-betul (seperti feeling saya) jadi presiden.