Selebriti Pengganda Simpati di Mata Najwa


Selamat malam selamat datang di Mata Najwa. Saya Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa. #MN

1. Para pesohor turun gunung, mendukung politisi di atas panggung. #MN

2. Tergerak karena kesamaan visi, bukan semata bayaran murni. #MN

3. Massa sumringah melihat selebriti, itulah alasan massa ramai unjuk diri. #MN

4. Lengkingan suara tak asing lagi, mengajak mereka bernyanyi & memilih. #MN

5. Jika pesohor yang mewanti-wanti, sering lebih didengar daripada politisi. #MN

Inilah Mata Najwa, Selebriti Pengganda Simpati. #MN

ISI MENYUSUL

CATATAN NAJWA #MN

1. Tengoklah demokrasi kita, ketika selebriti tampil mendongkrak suara. #MN

2. Terseret musim kampanye politik, karena alasan ideal atau sekadar taktik. #MN

3. Mereka berani mengambil posisi, bahkan berlaku bak politisi. #MN

4. Bersikap gamblang dan berbicara lantang, karena percaya pada sang penantang. #MN

5. Tak ragu mendemonstrasikan pilihan, walau berisiko ditinggal penggemar. #MN

6. Ketenaran memang bisa menggugah, meyakinkan pemilih lewat lagu dan sabda. #MN

7. Pesohor menjadi digdaya, asal tidak mengandalkan tembang hits semata. #MN

8. Mereka datang memberi tanda, memacu efek latah dukungan suara. #MN

9. Mengganda simpati untuk politisi, sebagai cara mengubah situasi negeri. #MN

10. Mengajak peduli urusan negara dan apa yang pen ting bagi warga. #MN

Anak Menteri Peralat OB untuk Menang Tender


ImageSeorang sopir dan Office Boy (OB) bernama Hendra Saputra, dijadikan direktur sebuah perusahaan bernama PT Imaji Media. Bukan karena prestasinya, tetapi karena namanya digunakan untuk mengikuti tender di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) pada 2012. Perusahaan itu berhasil menang tender, tetapi permainannya tercium penegak hukum.

Dikisahkan di situs Hukum Online, Hendra merupakan sopir dan pesuruh di kantor PT Rifuel, milik Riefan Avrian – putra Menkop UKM Syarifuddin Hasan. Dialah yang mengangkat Hendra menjadi Direktur Utama PT Imaji Media untuk kepentingan tender Videotron tersebut. Perusahaan abal-abal ini rupanya menang dari tiga “saingannya”, PT Divaintan Pitripratama, PT Rifuel, dan PT Batu Karya Mas.

Belakangan, Hendra yang mengaku diberi Rp19 juta menjadi terdakwa korupsi karena tender itu tak beres. Pria jebolan kelas 3 SD ini, didakwa merugikan negara Rp4,7 miliar. Selain Hendra, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta baru menetapkan dua tersangka lain: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemkop dan UKM Hasnawi Bachtiar, dan anggota panitia lelang PT Imaji Media, Kasiyadi.

Dilansir Pos Kota News kemarin, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengancam akan mem-praperadilkan Kejati DKI Jakarta jika tidak menetapkan Riefan Avrian sebagai tersangka. Menurut Koordinator MAKI Boyamin Saiman, peran Riefan sangat jelas sebagai aktor intelektual. Sedangkan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Alvon K Palma menilai, akan terjadi diskriminasi hukum jika pelaku utamanya tak dihukum.

sumber: beritagar.com

Projo: Keinginan Puan Jadi Cawapres Jokowi Mengagetkan


Jakarta - PDIP Pro Jokowi merespons isu santer Puan Maharani siap jadi cawapres Jokowi. Hasrat politik Puan memang mengagetkan lantaran perolehan suara PDIP tak tembus 25% dan tak mungkin mengusung capres-cawapres sendiri.

Jakarta – PDIP Pro Jokowi merespons isu santer Puan Maharani siap jadi cawapres Jokowi. Hasrat politik Puan memang mengagetkan lantaran perolehan suara PDIP tak tembus 25% dan tak mungkin mengusung capres-cawapres sendiri.

Jakarta – PDIP Pro Jokowi merespons isu santer Puan Maharani siap jadi cawapres Jokowi. Hasrat politik Puan memang mengagetkan lantaran perolehan suara PDIP tak tembus 25% dan tak mungkin mengusung capres-cawapres sendiri.

“Keinginan Puan Maharani menjadi Wapres untuk Jokowi menjadi isu yang membuat kaget banyak kalangan. Tentu saja ini menimbulkan tanda tanya besar dan membuat keresahan di kalangan masyarakat,” ujar Budi Arie Setiadi, Koordinator Nasional PROJO saat dimintai tanggapannya mengenai wacana kemungkinan duet Jokowi-Puan, dalam siaran pers, Jumat (18/4/2014).

Bagi Budi, Pilpres 2014 adalah pertaruhan besar bagi nasib bangsa dan rakyat. Ini momentum serius bagi perubahan sejati untuk rakyat.

“Saya berharap seluruh kader partai memahami arti strategis Pilpres 2014 ini,” katanya.

Dia yakin Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tak akan sembarangan menentukan cawapres Jokowi. “Saya yakin ketua umum akan bijaksana dalam memutuskan siapa pendamping Jokowi. Isu mengenai capres boneka harus di tangkal dengan memberikan pilihan terbaik pendamping Jokowi, ” jelas mantan Kepala Balitbang PDIP ini.

Pilpres 2014 harus menghasilkan upaya serius dalam pembenahan perjalan bangsa ke depan. Evaluasi dan kritik terhadap kinerja pemerintahan 10 tahun terakhir, menurut Budi, jangan kembali dibebani oleh produk politik yang jauh dari harapan rakyat.

“Adalah wajar bila setiap kader partai politik, menginginkan yang terbaik bagi partai nya. Tapi saat ini, kepentingan Ibu Pertiwi jauh lebih besar, dari kepentingan pribadi dan kelompok. Gotong royong bukan slogan kosong tanpa makna. Wapres untuk mendampingi Jokowi sebaiknya merupakan wujud dari semangat gotong royong seluruh komponen bangsa dalam menyelamatkan negeri,” pungkasnya.

sumber : detik.com

Mencari RI-2 di Mata Najwa


1. Selamat malam selamat datang di Mata Najwa. Saya Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa. #MN

2. Pemilu legislatif sudah selesai tapi pertarungan baru dimulai. #MN

3. Perhitungan suara belum rampung, gerak-gerik politik kian tak terbendung. #MN

4. Berdasarkan hitungan sementara, para pelobi langsung bergerilya. #MN

5. Para capres mulai sibuk bekerja, memilih dan mencari kandidat RI dua. #MN

6. Apakah ini koalisi untuk negeri atau sekadar memperebutkan posisi? #MN

Saat ini kami sudah terhubung dg Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie. #MN
“Kalau urus negara, harus tenang. Tdk boleh grasak-grusuk.” Aburizal Bakrie #MN
“Presiden dan Wakil Presiden itu sebuah instrumen untuk menyejahterakan rakyat.” Aburizal Bakrie #MN
“Saya dan Wiranto merasa cocok.” Aburizal Bakrie #MN
“Saya sudah terlalu tua untuk menjadi cawapers Jokowi.” Aburizal Bakrie #MN
“Menjadi Presiden itu tugas yg harus diselesaikan ketum partai golkar, kecuali diganti dlm rapimnas.” Aburizal Bakrie #MN
“Kriteria cawapres hrs nasionalis dan jg membenarkan bahu pemerintahan.” Aburizal Bakrie #MN
“Kalau nama2 itu saya kenal. Sama2 berpikir untuk kesejahteraan rakyat.” Aburizal Bakrie #MN
“Semua dimungkinkan dlm politik. Asal memiliki niat dan platform yg sama.” Aburizal Bakrie #MN
“Akbar Tandjung siap menjadi cawapres kalau memang ada yg meminang.” Aburizal Bakrie #MN
“Semua org punya hak suara. Tp Akbar Tandjung tdk punya hak suara krn dia Dewan Pertimbangan.” Aburizal Bakrie #MN
“Dahlan itu businessman yg jd menteri, sama sperti saya dulu.” Aburizal Bakrie #MN
“Juni yg akan dtg kita akan tahu, kita berbarter dg siapa.” Aburizal Bakrie #MN
Telah hadir di Studio Mata Najwa Kandidat capres / cawapres, Dahlan Iskan dan Mahfud MD #MN
Telah hadir pula Konsultan Politik Cyrus Network, Hasan Nasbi dan Direktur Riset SMRC, Djayadi Hanan. #MN
“Capres dan Cawapres itu baik, tp Eksekutornya yg ngga.” Mahfud MD #MN
“Smua capres platformnya bagus tertulis utk menyejahterakan rakyat.” Mahfud MD #MN
“Saya telah menurunkan status saya, dr menjemput takdir mjd menunggu takdir.” Dahlan #MN
“Jd saya tidak aktif ke mana2, tdk kasak kusuk k mana2..” Dahlan #MN
“Konvensi diteruskan silahkan, dihentikan ya silahkan.” Dahlan #MN
“Saya mundur bkn krn ngambek, tp supaya konvensi lbh menarik.” Dahlan Iskan #MN
“Saya akan meng-endorse siapa pun yg pak SBY inginkan.” Dahlan Iskan #MN
“Saya tdk akan menemui siapa2, krn saya skg sdh anggota partai demokrat.” Dahlan Iskan #MN
“Semua partai suara kecil, jd membutuhkan figur di belakangnya.” Djayadi #MN
“Mahfud dan Dahlan cukup leading utk menjadi cawapres.” Djayadi #MN
“Kalau waktu msh pjg, harga tinggi. Siapa kamu siapa saya. Kalau wktu sdh sebentar lagi, ya siapa saja.” Hasan #MN
“Ini proses politik yg berubah2 dan bisa mengikuti waktu serta akan mengerucut makin jelas.” Djayadi #MN
“Utk meyakinkan rakyat, mereka bisa gunakan kemampuan di bidang hukum, ekonomi dan pengalaman internasional.” Djayadi #MN
“SBY-JK nampaknya tdk ideal, bgtu jg dg SBY-Boediono. Yg baik itu Soekarno-Hatta, mereka slg melengkapi.” Mahfud MD #MN
“Ada org yg hny bsa jd tipe org nomor 1 atau hny bisa jd org nomor 2. Dan ada juga yg bisa jd keduanya.” Dahlan #MN
“Maka dr itu ada yg bisa jd gas dan rem. Kalau saya bisa jd keduanya, saya bs menempatkan diri.” Dahlan #MN
“Pak JK harus ditempatkan scra proporsional. Beliau harusnya mnjd mentor, krn akan sgt membantu.” Hasan #MN
“Ibu Mega sdh memeberi cth yg baik krn sdh memberi estafet pd yg lbh muda.” Hasan #MN
“Kalau mau dicocokkan, ya JK masih bisa sama Prabowo.” Djayadi #MN
“Mgkn Muhaimin hrs dg yg tegas dan galak. Jd mgkn akan cocok dg Prabowo. Kalau sama Jokowi mgkn akan jarang ngbrol.” Hasan #MN
“Kalau Ahok itu bkn wakil yg pas utk Prabowo, krn sama2 punya karakter yg keras.” Hasan #MN
“Ahok cocok dg Jokowi, itu sudah kita lihat hasilnya.” Hasan #MN
“Saya siap jd presiden, jd cawapres dan siap tdk jd apa-apa.” Dahlan Iskan #MN

CATATAN NAJWA #MN

1. 200 juta lebih rakyat Indonesia, tak bisa diurus secara ala kadarnya. #MN

2. Dia yang akan memimpin negeri, harus punya partner yang bisa melengkapi. #MN

3. RI-2 bukan sekadar pembantu RI-1, jadi wapres mutlak harus orang bermutu. #MN

4. Karakter boleh saling berbeda, tapi visi jelas harus sama. #MN

5. RI satu dan dua pasti hasil koalisi, tapi jangan berhenti sekadar bagi-bagi posisi. #MN

6. Jumlah kursi pasti menentukan, tapi koalisi tak bisa abaikan kekompakan. #MN

7. Sebab koalisi mestinya didayagunakan, untuk mengawal dan menjaga kebijakan. #MN

8. Apalah arti pasangan yang populis, jika di tengah jalan saling mengiris. #MN

9. Karena menang pilpres hanya kerja pertama, memperbaiki negerilah yang jadi tugas utama. #MN

Terima kasih sudah menonton eps MENCARI RI 2. Ditunggu kritik dan sarannya.. :)

Etiskah Kopi Gratis dan Diskon untuk Pemilih?


Selain bisa mendapat hari libur tambahan, para pemilih pada pemilu legislatif tahun ini meraih beragam insentif, mulai dari kopi gratis di waralaba asing hingga diskon masuk ke tempat wisata.

ImageHanya dengan menunjukkan jari bertinta biru, tanda sudah mencoblos di tempat pemungutan suara, warga bisa menikmati berbagai fasilitas dan diskon yang ditawarkan belasan toko dan restoran.

Masyarakat pun menyambut insentif ini dengan antusias. Pengamat komunikasi budaya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia Devie Rachmawati mengatakan hal ini memang upaya bisnis yang memanfaatkan momentum.

“Hal ini menangkap perilaku konsumen masyarakat kita yang lekat dengan insentif baik dalam politik maupun sosial,” kata Devie.

Salah satu ‘bonus’ pemilih yang mendapat banyak perhatian di media sosial ialah diskon sebesar 30% dari produk kecantikan asal Inggris dan tawaran promosi beli 1 dapat 1 dari sebuah gerai kopi waralaba asal Amerika Serikat.

Tidak dipungkiri sifat konsumtif masyarakat Indonesia menjadi faktor yang membuat sistem insentif ini populer, kata Devie.

“Secara budaya memang masyarakat Indonesia masuk dalam masyarakat short-term society. Masyarakat jangka pendek itu yang menyebabkan angka tabungan rakyat Indonesia terendah di Asia dan itu ditandai dengan sifat konsumtif,” tandasnya.

Masyarakat jangka pendek juga dapat ditandai dari kecenderungan menggunakan sisi emosional.

Membangun budaya politik

Meski pun demikian, Devie melihat tidak ada yang salah secara etika.

Image

Insentif pemilih diharapkan bisa mengundang masyarakat untuk berpartisipasi.jpg

“Ini adalah konsep tanggung jawab sosial entitas bisnis untuk menyumbangkan apa yang bisa mereka sumbangkan agar membangun budaya politik Indonesia. Secara etika hal ini baik. Justru saya mendukung karena masyarakat kita baru sampai pada taraf itu,” kata Devie.

“Ini bantuan yang diberikan pebisnis untuk membantu negara agar masyarakat serius menentukan masa depannya dengan datang ke bilik suara dan bisa menikmati bonus bonus ekonomi.

“Dalam konteks membangun budaya politik bagi Indonesia yang sejarah politiknya sangat muda dibanding negara lain, ada baiknya dilakukan. Mudah mudahan ini bisa mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu,” tutupnya.

sumber : BBC Indonesia

Pengamat: Pemilih Indonesia Tidak Loyal


Berubahnya peta politik dalam hasil hitung cepat pemilu legislatif mencerminkan karakter pemilih Indonesia yang tidak loyal terhadap partai-partai lama, demikian menurut pengamat.

ImageGuru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga Ramlan Surbakti mengatakan kelompok pemilih yang tak loyal atau swinging voters di Indonesia mencapai 35%.

“Pemilih cenderung tidak percaya pada partai-partai politik lama. Ini terbukti sejumlah partai seperti Gerindra, Hanura, atau bahkan Nasdem memiliki hasil yang cukup bagus,” ujarnya kepada wartawan BBC Indonesia Christine Franciska.

Hasil hitung cepat CSIS

  1. PDI Perjuangan – 19%
  2. Golkar – 14%
  3. Gerindra – 11,8%
  4. Demokrat – 9,6%
  5. PKB – 9,2%

sumber: CSIS

“Pemilih indonesia masih gonta ganti pilihan,” tambahnya.

Hal ini didukung oleh data hitung cepat oleh CSIS yang menemukan bahwa sejumlah partai kecil ternyata menghimpun suara yang melebihi prediksi.

PDIP bergerak terlambat

Peneliti CSIS Tobias Basuki mengatakan suara partai kecil semakin menanjak karena kurang gesitnya PDI perjuangan meraih suara.

“Kelihatannya PDIP bergerak lebih terlambat, sehingga suara-suara itu diambil oleh partai kecil. Hal positifnya, koalisi dan pembagian jatah kekuasaan nantinya akan lebih ramai,” katanya.

Hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei menempatkan PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu legislatif dengan persentase sekitar 19%.

Sementara itu, di tempat kedua dan ketiga ditempati Golkar dan Gerindra.

Adapun perolehan suara Partai Demokrat – yang populer dalam pemilihan umum 2009 – menurun drastis dan hanya berada di posisi empat.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono – yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat – dalam pernyataannya Rabu (09/04) malam, mengakui kekalahan partainya dalam pemilu legislatif dan menyatakan siap menjadi partai oposisi.

sumber : BBC Indonesia

Pulitzer bidang fiksi diraih Donna Tartt


Penulis Donna Tartt mendapat penghargaaan bergengsi, Pulitzer, dalam kategori fiksi untuk novel ketiganya, The Goldfinch.

ImageThe Goldfinch, setebal 784 halaman, merupakan salah satu novel laris dunia dan meraih gelar Buku Pilihan 2013 dari Amazon.

Dengan latar belakang kawasan modern Manhtattan, New York, novel ini bertutur tentang seorang anak yang harus menghadapi kematian ibunya.

Universitas Colombia, yang menganugerahkan Pulitzer, mengatakan novel ketiga Donna Tartt itu ditulis dengan ‘amat indah, yang memicu akal dan menyentuh hati’.

Buku yang juga dicalonkan untuk penghargaan Bailey’s Women’s Prize for Fiction di Inggris ini, behasil mengalahkan dua calon lain untuk Pulitzer, yaitu The Son dari Philip Meyer dan The Woman Who Lost Her Soul karya Bob Shacochis.

Para penggemar Tartt menunggu sampai sekitar 10 tahun sejak terbitnya novel keduanya, The Little Friend -yang sempat mengecewakan penggemar- setelah novel pertamanya yang berhasil, The Secret Story.

“Satu satunya yang saya sayangkan adalah Willie Morris dan Barry Hannah tidak di sini,” tutur Tartt merujuk pada dua penulis yang menjadi pembimbingnya di awal karirnya.

Sementara itu Pulitzer untuk drama direbut Annie Baker dengan The Flick dan kategori puisi oleh Vijay Seshadri dengan karyanya 3 Sections.

Sejarahwan Amerika Serikat, Alan Taylor, mendapat Pulitzer yang kedua kalinya untuk bukunya The Internal Enemy: Slavery and War In Virginia.

Klik Untuk karya jurnalistisk, penghargaan direbut koran The GuardianKlik di Inggris dan Washington Post di Amerika Serikat karena peliputan tentang dokumen rahasia NSA tentang pengawasan dan penyadapan meluas, yang dibocorkan oleh Edward Snowden.

sumber : BBC Indonesia

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,048 other followers