Google & Hari Anak Nasional


Prangko peringatan Hari Anak NasionalHari Anak adalah event yang diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda di berbagai tempat di seluruh dunia. Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni, dan Hari Anak Universal diperingati setiap tanggal 20 November. Negara lainnya merayakan Hari Anak pada tanggal yang lain, dan perayaan ini bertujuan menghormati hak-hak anak di seluruh dunia.

Di Indonesia, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.[1]

Hari ini Google menyambutnya dengan menampilkan gambar berikut:

Google & Hari Anak Nasional

Yusril Ihza Mahendra: Prabowo Tidak Bisa Mundur dari Pencapresan!


Prabowo Pidato Menolak Rekapitulasi KPUSore tadi, Selasa (22/7/2014) pukul 14.00 WIB Prabowo menyampaikan pidato yang disampaikan dengan nada berapi-api di Rumah Polonia, Jl Cipinang Cempedak, Jakarta Timur.

Secara mengejutkan, dia menolak pelaksanaan Pilpres 2014 karena dinilainya banyak kecurangan dan tidak demokratis.

Prabowo berpidato sambil berdiri. Sejumlah politisi pendukungnya berdiri di belakangnya antara lain MS Kaban, Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, Suryadharma Ali, Sekjen PAN Kurniawan, dan Mahfud Md, dll. Hatta Rajasa yang sejak rapat digelar tidak muncul, juga tidak terlihat hingga pidato Prabowo berakhir. ( secara lengkap Pidato Prabowo bisa baca di sini. )

Yusril Ihza MahendraBeberapa saat kemudian Prof Yusril Ihza Mahendra memberikan kultwit sebagai berikut:

  1. Prabowo tidak bisa mundur dari pecapresan hanya beberapa saat menjelang KPU umumkan hasil final Pilpres, meski dengan alasan hak konstitusional
  2. Hak konstitusional untuk mundur dari pencapresan tidak secara eksplisit diatur dalam konstitusi, dan UUD 45 mendelegasikannya kepada undang2
  3. Dalam UU Pilpres sebagaimana dalam UU Pileg dan Pilkada, seorang calon yang sudah disahkan sebagai calon tidak boleh mundur dengan alasan apapun
  4. Apalagi mundur ketika pencoblosan sudah dilakukan, hal tersebut tidak sejalan dengan UU Pilpres
  5. Kalau Prabowo menolak hasil Pilpres dengan alasan banyak kecurangan, maka dia dapat mengajukannya ke MK atau laporkan pidana ke polisi
  6. Tapi bukan dengan cara mundur sebagai calon ketika pencoblosan sudah selesai, apalagi menjelang KPU umumkan hasil akhir Pilpres
  7. Keputusan Prabowo mundur tidaklah menyebabkan Pilpres 2014 hanya diikuti oleh hanya 1 pasangan calon, yakni hanya Prabowo dan JK saja
  8. Karena itu keputusan Prabowo mundur dan menolak hasil Pilpres tidak perlu mempengaruhi KPU dalam menuntaskan tugasnya
  9. Dengan kata lain, KPU terus saja melakukan rekapitulasi dan umumkan hasil Pipres, apapun hasilnya, walaupun tdk memuaskan siapapun
  10. Kalau Pilpres sekarang ini gagal, maka akan terjadi kevakuman pemerintahan, sebab MPR tidak bisa memperpanjang masa jabatan SBY
  11. Kevakuman pemerintahan tersebut sangat membahayakan bangsa dan negara, karena itu keselamatan negara harus diutamakan
  12. Demikian pesan saya dari Vatican, Roma, Italy, semoga menjadi bahan perhatian semua pihak di tanah air. Salam hormat.

Google & Nelson Mandela


Hari ini adalah hari kelahirannya Nelson Mandela. Untuk menghormati beliau hari ini Google menghias wajahnya dengan gambar Nelson Mandela plus menampilan kata-kata bijak Nelson Mandela.

Google & Nlson MandelaNelson Rolihlahla Mandela (pengucapan Xhosa[xoˈliːɬaɬa manˈdeːla]; lahir di Mvezo, Afrika Selatan, 18 Juli 1918 – meninggal di Johannesburg, Afrika Selatan, 5 Desember 2013 pada umur 95 tahun) adalah seorang revolusioner anti-apartheid dan politisi Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999. Ia adalah orang Afrika Selatan berkulit hitam pertama yang memegang jabatan tersebut dan presiden pertama yang terpilih melalui keterwakilan penuh, dalam sebuah pemilu Google & Nlson Mandela - Tidak Ada orang terlahirmultiras. Pemerintahannya berfokus pada penghapusan pengaruh apartheid dengan memberantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan, dan mendorong rekonsiliasi rasial. Selaku nasionalis Afrika dan sosialis demokratik, ia menjabat sebagai Presiden Kongres Nasional Afrika (ANC) pada 1991 sampai 1997. Selain itu, Mandela pernah menjadi Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok pada 1998 sampai 1999.

Google & Nlson Mandela - Orang harus belajarTerlahir dari keluarga kerajaan Thembu dan bersuku Xhosa, Mandela belajar hukum di Fort Hare University dan University of Witwatersrand. Ketika menetap di Johannesburg, ia terlibat dalam politik anti-kolonial, bergabung dengan ANC, dan menjadi anggota pendiri Liga Pemuda ANC. Setelah kaum nasionalis Afrikaner dari Partai Nasional berkuasa tahun 1948 dan menerapkan kebijakan apartheid, Google & Nelson Mandela - Yang dihitung dalam hiduppopularitas Mandela melejit di Defiance Campaign ANC tahun 1952, terpilih menjadi Presiden ANC Transvaal, dan menghadiri Congress of the People tahun 1955. Sebagai pengacara, ia berulang kali ditahan karena melakukan aktivitas menghasut dan, sebagai ketua ANC, diadili di Pengadilan Pengkhianatan pada 1956 sampai 1961, namun akhirnya divonis tidak bersalah. Meski awalnya berunjuk rasa tanpa Google & Nelson Mandela - Pendidikan adalah senjatakekerasan, ia dan Partai Komunis Afrika Selatan mendirikan militan Umkhonto we Sizwe (MK) tahun 1961 dan memimpin kampanye pengeboman terhadap target-target pemerintahan. Pada 1962, ia ditahan dan dituduh melakukan sabotase dan bersekongkol menggulingkan pemerintahan, dan dihukum penjara seumur hidup di Pengadilan Rivonia.

Mandela menjalani masa kurungan 27 Google & Nelson Mandela - Yang dihitung dalam hidup Google & Nelson Mandela - Karena bebas itutahun, pertama di Pulau Robben, kemudian di Penjara Pollsmoor dan Penjara Victor Verster. Kampanye internasional yang menuntut pembebasannya membuat Mandela dibebaskan tahun 1990. Setelah menjadi Presiden ANC, Mandela menerbitkan otobiografi dan bernegosiasi dengan Presiden F.W. de Klerk untuk menghapuskan apartheid dan melaksanakan pemilu multiras tahun 1994 yang kelak dimenangkan ANC. Ia terpilih sebagai Presiden dan membentuk Pemerintahan Persatuan Nasional. Selaku Presiden, ia menyusun konstitusi baru dan membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi untuk menyelidiki pelanggaran-pelanggaran HAM sebelumnya. Ia juga memperkenalkan kebijakan reformasi lahan, pemberantasan kemiskinan, dan perluasan cakupan layanan kesehatan. Di luar negeri, Google & Nelson Mandela - Kemuliaan terbesaria bertindak sebagai mediator antara Libya dan Britania Raya dalam pengadilan pengeboman Pan Am Penerbangan 103 dan mengawasi intervensi militer di Lesotho. Ia menolak mencalonkan diri untuk kedua kalinya dan digantikan oleh wakilnya, Thabo Mbeki. Ia kemudian menjadi negarawan ulung yang berfokus pada aktivitas amal demi memberantas kemiskinan dan HIV/AIDS melalui Nelson Mandela Foundation.

Kontroversial nyaris sepanjang hayatnya, para kritikus sayap kanan menyebut Mandela teroris dan simpatisan komunis. Meski begitu, ia memperoleh pengakuan internasional atas sikap anti-kolonial dan anti-apartheidnya, menerima lebih dari 250 penghargaan, termasuk Hadiah Perdamaian Nobel 1993, Medali Kebebasan Presiden Amerika Serikat, dan Order of Lenin dari Uni Soviet. Ia sangat dihormati di Afrika Selatan dan lebih dikenal dengan nama klan Xhosa-nya, Madiba atau tata. Nelson Mandela sering dijuluki “bapak bangsa”.

Lebih jauh, bisa membaca di sini.

Presiden Pilihan Kita di Mata Najwa


Selamat malam. Kita bersama di live event presiden pilihan rakyat, selama empat jam bersama Najwa Shihab. #MN
1. Sudah lama kepercayaan rakyat menipis, menghasilkan generasi serba apatis. #MN
2. Tapi sekarang pemilu sungguh berbeda, antusiasme terasa luar biasa. #MN
3. Rakyat sudah menjatuhkan pilihan, demokrasi langsung sama-sama kita tegakkan. #MN
4. Kita memilih jalan damai, mengantar sebuah suksesi, bersatu demi negeri. #MN
5. Pemimpin baru, harapan baru, semangat baru, membuat kita semua terharu. #MN
Inilah Live Event, PRESIDEN PILIHAN KITA. #MN
Telah hadir di Live Event Spesial Pemilu, Iwan Fals. #MN
“Saya lega. Sebagai warga negera sudah menjalankan kewajiban kita” Iwan Fals #MN
“Politik kaya udara selalu ada di mana2. Cuma persoalannya udaranya bersih atau kotor” Iwan Fals #MN
“Udara hari ini bersih” Iwan Fals #MN
Turut hadir memeriahkan Live Event Spesial Pemilu, Trio Lestari. #MN
“Bangsa Indonesia skrg ini sudah terbuka mengemukakan pilihannya” Tompi #MN
“Kita pilih yg menjadikan Indonesia ini menjadi lebih baik” Glenn Fredly #MN
Telah hadir di Live Event PRESIDEN PILIHAN KITA, Tim Kampanye Jokowi-JK, Anies Baswedan. #MN
“Pilpres hari ini baik, jika dinilai saya beri angka delapan” Anies Baswedan #MN
“Untungnya pilpres sekarang satu putaran saja. Hanya Indonesia yang menjalankan pilpres dengan cepat seperti ini” Anies Baswedan #MN
“Demokrasi berlangsung atau tidak bukan ditentukan yg menang, tp ditentukan yg kalah dan mau menerima” Anies Baswedan #MN
Telah hadir di Live Event Spesial Pemilu PRESIDEN PILIHAN KITA, Dahlan Iskan. #MN
“Dua hari lalu saya di Jawa Barat bilang, nanti kalau pilpres selisihnya sedikit jangan ribut, tenang saja” Dahlan Iskan #MN
“Masyarakat kita itu maunya tenang, tentram, udah nggak mau yg ribut2″ Dahlan Iskan #MN
“Pilpres hanya dilakukan sehari. Jgn sampai pilpres jalan terus menerus, kita harus move on” Anies Baswedan #MN
Live Event PRESIDEN PILIHAN KITA turut dimeriahkan oleh Trio Lestari membawakan lagu, Pancasila Rumah Kita. #MN
“Pastinya semua org bergembira. Kegembiraan meyambut kemeriahan yg demokratis” Glenn Fredly #MN
“Masyarakat udah capek dengan hiruk pikuk. Menurut saya ideologi yg paling laku sekarang ini adalah ideologi kemakmuran” Dahlan Iskan #MN
“Kalau ricuh, rakyat akan bingung bagaimana mengantarkan kepemimpinan yg baru & melepaskan kepemimpinan yg lama” Dahlan Iskan #MN
“Saya melihat masyarakat sipil dan media bisa mendorong utk mau bersikap sbgai kenegarawanan” Anies Baswedan #MN
“Saya pastikan lingkungan skrg ini bisa mendorong sikap kenegarawanan. Reputasi kenegarawanan ini sedang diuji” Anies Baswedan #MN
“Lawan itu beda dengan musuh. Kita sudah selesai dan hasilnya sudah ada, sudah tidak ada perlawanan” Anies Baswedan #MN
“Dalam politik, pasti ada lawan. Seperti badminton misalnya, ada lawannya dan boleh smash, tapi jgn lempar raket” Anies Baswedan #MN
“Saya merasa bersyukur tdk di majukan capres. Jika jadi maju, tidak akan ada adu penalti seperti sekarang ini” Dahlan Iskan #MN
“Kita sudah banyak pengalaman. Tidak usah takut lagi pesertanya dua calon, karena pilpres sekarang terbukti aman” Dahlan Iskan #MN
Iwan Fals turut memeriahkan Live Event PRESIDEN PILIHAN KITA dengan lagu Asik Nggak Asik. #MN
Telah hadir 5 moderator debat capres 2014. Zainal Arifin, Ahmad Erani, Hikmahanto Juwana, Dwikorita Karnawati dan Sudharto P Hadi #MN
“Soal tepuk tangan ini menarik,dsna riuhnya naudzubillah,kesepakatannya harus ingatkan tidak tepuk tangan tanpa instruksi” Zainal Arifin #MN
“Saya mengapresiasi kepada Ucenk, karena beliau bisa mengendalikan debat dengan baik” Ahmad Erani #MN
“Setelah acara debat saya stress luar biasa, yang berat adalah menghadapi medsos, dan beliau2 yang harus saya tanya” Hikmahanto Juwana #MN
Iwan Fals bersama Trio Lestari dalam Live Event PRESIDEN PILIHAN KITA berkolaborasi membawakan lagu Pesawat Tempur. #MN
“Di sana kenyataannya masa kedua kubu itu sangat ricuh. Bahkan ada salah satu kubu yg main ketapel” Dwikorita Karnawati #MN
“Saat itu pengalaman pertama jadi orang paling kaku, karena melirik pun diperingatkan” Dwikorita Karnawati #MN
“Saat jd moderator debat, sy gerogi. Tp gerogi itu manusiawi. Saya gerogi karena KPU bilang ini dilihat jutaan pemirsa” Sudharto P Hadi #MN
“Cara mengatasi gerogi, saya jadi banyak senyum saat jadi moderator debat capres” Sudharto P Hadi #MN
Live Event PRESIDEN PILIHAN KITA menyiarkan langsung dari Yogyakarta, Wakil Presiden, Beodiono. #MN
“Di TPS saya pilpres ini lebih meriah dibandingkan pileg” Boediono #MN
“Saya ingin sampaikan selamat pd rakyat Indonesia telah melaksanakan pemilu dgn baik, aman dan damai” Boediono #MN
“Jika pilpres terus berjalan baik seperti ini, Indonesia bisa jadi contoh bagi negara lain” Boediono #MN
“Jangan terpaku quick count, itu hasil sementara. Lebih baik kita tenang2 menunggu hasil resmi” Boediono #MN
“Semua moderator ini melakukan perannya dengan baik, dan semuanya bagus. Saya rasa ini suatu kemajuan dari 2009 lalu” Boediono #MN
“Kami sedang menyiapkan bahan2 untuk penyerahan kabinet mendatang. Dan kami akan bantu apapun utk pemerintahan mendatang” Boediono #MN
Live Event PRESIDEN PILIHAN KITA dimeriahkan oleh Trio Lestari membawakan lagu Nusantara. #MN
“Dalam debat capres, secara teknis kita bisa mengetahui mana capres yg baik” Sudharto P Hadi #MN
“Dua pasangan capres cukup handal. Pak Prabowo kuat secara kebijakan. Pak Jokowi kuat secara hukum rasional” Sudharto P Hadi #MN
“Yang harus diutamakan adalah keutuhan bangsa ini. Kita harus hormati siapapun capres dan cawapresnya” Hikmahanto Juwana #MN
“Bangsa ini harus tetap ada. Karena kita sudah dianggap oleh mata dunia” Hikmahanto Juwana #MN
Telah hadir di Live Event PRESIDEN PILIHAN KITA sejumlah artis Ibu kota yang turut andil mendukung salah satu capres pada pilpres 2014. #MN
“Saat itu org melihatnya susah, tapi sebenarnya mudah krn semangatnya tinggi. Hanya dgn telpon teman2 bergerak tanpa komando” Abdi Slank #MN
“Bayarannya gorengan gotong royong. Tahapan dukungan saat itu deklarasi, bkn lagu, trs konser. Targetnya swing voter &golput” Abdi Slank #MN
“Tentang konser yg ramai ini bukan editan. Ini asli. Sempet panas juga dibilang editan” Indra Bekti #MN
Request lagu dari Wapres Indonesia, Boediono, Ya Allah Kami, dilantunkan oleh Iwan Fals dalam Live Event PRESIDEN PILIHAN KITA. #MN
“Seluruh relawan akan membantu tugas Bawaslu, kita dokumentasikan dan ini perlu direkapitulasi nantinya” Olga Lidya #MN
“Kita kawal pilpres ini lewat sosmed, suatu yang simpel, semua orang punya gadget, posting ke sosmed untuk melaporkan kecurangan” J-Flow #MN
“Kita dlm tahap berdoa, kalau menang harus rendah hati, kalau kalah harus besar hati. Angin buat kemenangan Jokowi, harus dijaga” Yovie #MN
“Kita lanjutkan visi-misi negara yang damai. Bersama-sama saling mensupport pimpinan kita yang terpilih” Michael #MN
Kita nikmati sebuah lagu Iwan Fals berjudul Manusia Setengah Dewa hanya di Live Event PRESIDEN PILIHAN KITA #MN
Masalah moral, masalah ahklak, biar kami cari sendiri, urus saja moralmu, urus saja akhlakmu. #ManusiaSetengahDewa #MN
Tegakkan hukum setegak tegaknya, adil &tegas tak pandang bulu, pasti ku angkat engkau menjadi manusia setengah dewa #ManusiaSetengahDewa #MN
Wahai presiden kami yang baru. Kamu harus dengar suara ini #ManusiaSetengahDewa #MN
Telah hadir sejumlah petinggi partai politik, Sutiyoso, Patrice Rio Capella dan Marwan Jafar di Live Event PRESIDEN PILIHAN KITA #MN
“Kita bersyukur, pesta demokrasi dari pileg, kampanye, sampai pilpres ini terbukti aman” Sutiyoso #MN
“Quick count ini akan jadi masalah kedepan. Antisipasinya, aparat kita harus siap mengamankan” Sutiyoso #MN
“Petinggi partai harus bisa meredam massa-nya, karena repot ini, sama-sama klaim menang, disayangkan kalau sampai ribut nanti” Sutiyoso #MN
“Masy harus pintar memilih lembaga quick count, lihat pengalaman sebelumnya, lembaga mana yg bisa jadi rujukan” Patrice Rio Capella #MN
“Ketika seseorang mau jadi presiden bukan untuk berkuasa tapi amanahnya mensejahterakan rakyat” Patrice Rio Capella #MN
“Kami menginstruksikan seluruh kader untuk bersikap tenang dan dewasa, harus menghargai proses demokrasi ini” Marwan Jafar #MN
“Karena terjadi klaim oleh pihak sebelah, jadi harus kita kawal terus suara ini sampai pusat” Marwan Jafar #MN
“Kami himbau seluruh elemen bangsa, agar independen. Kita hargai proses demokrasi & memberi apresiasi pilihan rakyat kita” Marwan Jafar #MN
“Siapun yg menang kita semua bersaudara. Ini pesta 5 tahunan, 5 tahun kedepan ada juga pesta demokrasi seperti ini” Patrice Rio Capella #MN
“Sesungguhnya kita bersahabat. Perlu ditekankan pd sahabat saya disana, bahwa kita harus legowo terhadap hasil apa pun” Marwan Jafar #MN
“Alangkah indahnya Pak Prabowo memberikan selamat. Jangan sampai suasana ini merobek bangsa kita” Marwan Jafar #MN
“Kemanangan bukanlah segala-galanya” Sutiyoso #MN
Live Event PRESIDEN PILIHAN KITA semakin meriah dengan nyanyian kolaborasi dari @iwanfals dengan @TrioLestari ; Bongkar. #MN
CATATAN NAJWA. #MN
1. Sudah lama kepercayaan rakyat menipis, menghasilkan rakyat yang serba apatis. #MN
2. Sudah terlalu lama persekongkolan, juga dusta yang teramat banyak untuk disebutkan. #MN
3. Hari-hari penuh ketegangan dan bujuk rayu, kita lalui dengan semangat yang serba baru. #MN
4. Politik jadi pengalaman menakjubkan, tidak lagi sekadar seremonial menjemukan. #MN
5. Rakyatlah pemenang sesungguhnya, dan inilah pernyataan cinta, untuk sosok yang mereka percaya. #MN
6. Pesta demokrasi bukan akhir segalanya, karena membangun indonesia adalah tugas kita semua. #MN
7. Mandat rakyat bukan cek hampa, harapan rakyat tak patut disia-sia. #MN
8. Awasi pemenang, yang hari ini kita amanahkan. #MN
9. Kami muak dengan keserakahan yang jalang, dan para koruptor yang berdiri mengangkang. #MN
Catatan Najwa Live Event PRESIDEN PILIHAN KITA selengkapnya baca di web  http://www.matanajwa.com/read/articleview/135/4/Presiden%20Pilihan%20Kita

Google & Pilpres Republik Indonesia 2014


Demi meyambut Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2014, Google menyambutnya dengan menghias “wajahnya” dengan animasi seperti berikut ini:

Google & Pilpres RI 2014

Pemilihan umum Presiden Indonesia selanjutnya akan digelar pada tanggal 9 Juli 2014.[1] Pemilihan ini akan menjadi pemilihan presiden langsung ketiga di Indonesia, dan akan memilih seorang presiden untuk masa jabatan lima tahun. Petahana Susilo Bambang Yudhoyono tidak dapat maju kembali dalam pemilihan ini karena dicegah oleh undang-undang yang melarang periode ketiga untuk seorang presiden.[2][3] Menurut UU Pemilu 2008, hanya partai yang menguasai lebih dari 20% kursi di Dewan Perwakilan Rakyat atau memenangi 25% suara populer dapat mengajukan kandidatnya. Undang-undang ini sempat digugat di Mahkamah Konstitusi, namun pada bulan Januari 2014, Mahkamah memutuskan undang-undang tersebut tetap berlaku. [4][5]

Ketentuan

Pasangan calon terpilih adalah pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 50% dari jumlah suara dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 50% jumlah provinsi di Indonesia. Dalam hal tidak ada pasangan calon yang perolehan suaranya memenuhi persyaratan tersebut, 2 pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dipilih kembali dalam pemilihan umum (putaran kedua). Dalam hal perolehan suara terbanyak dengan jumlah yang sama diperoleh oleh 2 pasangan calon, kedua pasangan calon tersebut dipilih kembali oleh rakyat dalam pemilihan umum. Dalam hal perolehan suara terbanyak dengan jumlah yang sama diperoleh oleh 3 pasangan calon atau lebih, penentuan peringkat pertama dan kedua dilakukan berdasarkan persebaran wilayah perolehan suara yang lebih luas secara berjenjang. Dalam hal perolehan suara terbanyak kedua dengan jumlah yang sama diperoleh oleh lebih dari 1 pasangan calon, penentuannya dilakukan berdasarkan persebaran wilayah perolehan suara yang lebih luas secara berjenjang.

KANDIDAT

Prabowo-HattaGerindra.jpg Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
Logo GOLKAR.jpg Partai Golongan Karya (Golkar)
Logo Partai Amanat Nasional.jpg Partai Amanat Nasional (PAN)
Contoh Logo Baru PKS.jpg Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Ppp-logo.jpg Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Bulan Bintang.jpg Partai Bulan Bintang (PBB)
Democratic Party (Indonesia).svg Partai Demokrat [6]

Jokowi-JKPDIPLogo.png Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
Pkb.jpg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Partai NasDem.svg Partai NasDem
HANURA.jpg Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
Logo PKPI.jpg Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)[7]

Survei

Sumber Tanggal Hasil
Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) 3-8 Oktober 2011 Prabowo Subianto 28%, Mahfud MD 10,6%, Sri Mulyani Indrawati 7,4%, Aburizal Bakrie 6,8%, Said Akil Siradj 6%, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin 5,2%, Pramono Edhie Wibowo 4,2%, Jusuf Kalla 4,0%, Djoko Suyanto 3,2%, Hatta Rajasa 2,8%, Surya Paloh 2,5%.
Jaringan Suara Indonesia (JSI) 10-15 Oktober 2011 Megawati Soekarnoputri 19,6%, Prabowo Subianto 10,8%, Aburizal Bakrie 8,9%, Wiranto 7,3%, Hamengkubuwana X 6,5%, Hidayat Nur Wahid 3,8%, Surya Paloh 2,3%, Sri Mulyani Indrawati 2,0%, Kristiani Herawati 1,6%, Hatta Rajasa 1,6%, Anas Urbaningrum 1,5%, Sutanto 0,2%, Djoko Suyanto 0,2%.
Reform Institute Oktober 2011 Aburizal Bakrie 13,58%, Prabowo Subianto 8,46%, Jusuf Kalla 7,06%, Hidayat Nur Wahid 5,17%, Kristiani Herawati 4,13%.
Center for Policy Studies and Strategic Development (Puskaptis) 22 Januari- 2 Februari 2012 Prabowo Subianto 16,4%, Hatta Rajasa 14,6%, Aburizal Bakrie 13,5%, Megawati Soekarnoputri 13%, Akbar Tandjung 12,7%.
Indonesian Survey Institute (LSI) 1-12 Februari 2012 Megawati Soekarnoputri 22,2%, Prabowo Subianto 16,8%, Aburizal Bakrie 10,9%, Wiranto 10,6%, Hatta Rajasa 5,4%, nama lain 10,3%, belum memilih 23,8%.
Asia Pacific Association of Political Consultant (APAPC) Maret 2012 Prabowo Subianto 20,0%, Aburizal Bakrie 18,0%, Hamengkubuwana X 11,0%, Hatta Rajasa 6%, Kristiani Herawati 6%, Surya Paloh 5%, Mahfud MD 3%, Dahlan Iskan 2% Djoko Suyanto 1%, Pramono Edhie Wibowo 1%, belum memilih 23%.
Asia Pacific Association of Political Consultant (APAPC) April 2012 Aburizal Bakrie 22,0%, Prabowo Subianto 20,0%, Hamengkubuwana X11,0% Hatta Rajasa 6%, Dahlan Iskan 5%, Kristiani Herawati 4%, Surya Paloh 3%, Mahfud MD 3%, Djoko Suyanto 2%, Pramono Edhie Wibowo 1%, belum memilih 20%
Asia Pacific Association of Political Consultant (APAPC) Mei 2012 Prabowo Subianto 20,0%, Aburizal Bakrie 18,0% Hamengkubuwana X 9,0%, Dahlan Iskan 8%, Hatta Rajasa 6% Kristiani Herawati 4%, Mahfud MD 3%, Surya Paloh 2% Djoko Suyanto 1%, Pramono Edhie Wibowo 1%, belum memilih 23%
Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Mei 14–24, 2012 Prabowo Subianto 25,8%, Megawati Soekarnoputri 22,4%, Jusuf Kalla 14,9%, Aburizal Bakrie 10,6%, Surya Paloh 5,3%, Wiranto 4,6%, Hamengkubuwana X 3,7%, Sri Mulyani Indrawati 2,1%, Hidayat Nur Wahid 1,8%, Kristiani Herawati 1,8%, Akbar Tanjung 1,3%, Djoko Suyanto 1,0%, Pramono Edhie Wibowo 0,9%.
Asia Pacific Association of Political Consultant (APAPC) Juni 2012 Prabowo Subianto 21,0%, Aburizal Bakrie 17,0%, Kristiani Herawati 10%, Hamengkubuwana X 9,0%, Dahlan Iskan 7%, Mahfud MD 5%, Hatta Rajasa 4%, Surya Paloh 3% Djoko Suyanto 1%, Pramono Edhie Wibowo 1%, belum memilih 20%
Indonesian Survey Circle (LSI) 2-11 Juni 2012 Megawati Soekarnoputri 18,3%, Prabowo Subianto 18,0%, Aburizal Bakrie 17,5%, Hatta Rajasa 6,8%, Kristiani Herawati 6,5%.
National Survey Institute 10-20 Juni 2012 Megawati Soekarnoputri 18,0%, Prabowo Subianto 17,4%, Aburizal Bakrie 17,1%, Wiranto 10,2%, Mahfud MD 7,3%.
Asia Pacific Association of Political Consultant (APAPC) Juli 2012 Prabowo Subianto 20,1%, Aburizal Bakrie 19,4%, Hamengkubuwana X8,6%, Kristiani Herawati 6,8%, Hatta Rajasa 6,4%, Dahlan Iskan 5,6%, Mahfud MD 3,6%, Surya Paloh 3% Djoko Suyanto 1,5%, Pramono Edhie Wibowo 0,9%, belum memilih 20,3%
Asia Pacific Association of Political Consultant (APAPC) Agustus 2012 Prabowo Subianto 20,0%, Aburizal Bakrie 17,0%, Dahlan Iskan 9,0%, Hamengkubuwana X 9,0%, Kristiani Herawati 9,0%,
United Data Centre 3–18 Januari 2013 Joko Widodo 21,2%, Prabowo Subianto 17,1%, Megawati Soekarnoputri 11,5%, Rhoma Irama 10,4%, Aburizal Bakrie 9,4%, Jusuf Kalla 7,1%
Asia Pacific Association of Political Consultant (APAPC) Februari 2013 Prabowo Subianto 17,0%, Aburizal Bakrie 17,0%, Megawati Soekarnoputri 11,0%, Jusuf Kalla 9,0%, Dahlan Iskan 7,0% Hamengkubuwana X 5,0%, Kristiani Herawati 5,0%, Hatta Rajasa 5,0%, Mahfud MD 4,0%, Sri Mulyani Indrawati 2,0%, Djoko Suyanto 1,0%, Gita Wirjawan 1,0%, Pramono Edhie Wibowo 1,0%, Surya Paloh 1,0% belum memilih 12,0%
Jakarta Survey Institute 9–15 Februari 2013 Joko Widodo 18,1%, Prabowo Subianto 10,9%, Wiranto 9,8%, Jusuf Kalla 8,9%, Aburizal Bakrie 8,7%, Megawati Soekarnoputri 7,2%, Mahfud MD 5,4%, Dahlan Iskan 3,6%, Hatta Rajasa 2,9%, Surya Paloh 2,5%, Rhoma Irama 1,7%, Muhaimin Iskandar 1,1% nama lain 0,8%
Indonesian Survey Circle (LSI) 1–8 Maret 2013 Megawati Soekarnoputri 20,7%, Aburizal Bakrie 20,3% Prabowo Subianto 19,2%, Wiranto 8,2%, Hatta Rajasa 6,4%, Kristiani Herawati 2,4%, Surya Paloh 2,1% Suryadharma Ali 1,9%, Anis Matta 1,1%, Muhaimin Iskandar 1,6%,
Indonesia Network Election Survey (INES) 18–30 Maret 2013 Prabowo Subianto 39,8%, Megawati Soekarnoputri 17,2%, Hatta Rajasa 14,4%, Aburizal Bakrie 10,3%, Kristiani Herawati 5,1%, Jusuf Kalla 4,2%, Wiranto 3,3%, Pramono Edhie Wibowo 3,3%, Djoko Suyanto 1%, Surya Paloh 0,7%, Sutiyoso 0,7%
Political Climatology Institute 20–30 Maret 2013 Prabowo Subianto 19,8%, Wiranto 15,4%, Megawati Soekarnoputri 13,3%, Kristiani Herawati 4,8%, Hatta Rajasa 3,9%, Surya Paloh 3,8%, Sutiyoso 2,7%, Yusril Ihza Mahendra 2,5%, Muhaimin Iskandar 1,8%, Anis Matta 1,3%, Suryadaharma Ali 1,1%, belum memilih 11,4%
Centre for Strategic and International Studies (CSIS) 9–16 April 2013 Joko Widodo 28,6%, Prabowo Subianto 15,6%, Aburizal Bakrie 7%, Megawati Soekarnoputri 5,4%, Jusuf Kalla 3,7%, Mahfud MD 2,4%, Hatta Rajasa 2,2% belum memilih 28,0%
Indonesian Institute of Sciences 10–31 Mei 2013 Joko Widodo 22,6%, Prabowo Subianto 14,2%, Aburizal Bakrie 9,4%, Megawati Soekarnoputri 9,3%, Jusuf Kalla 4,2%, Rhoma Irama 3,5%, Wiranto 3,4%, Mahfud MD 1,9%, Hatta Rajasa 1,2%, Hamengku Buwono X 1,2%, Surya Paloh 1,2%
Indonesian Research Centre Mei 2013 Joko Widodo 24,8%, Prabowo Subianto 14,8%, Aburizal Bakrie 7,9%, Megawati Soekarnoputri 5,5%, Wiranto 3,9%, Mahfud MD 3,7%, Dahlan Iskan 3,5%, Rhoma Irama 2,7%, Hary Tanoesodibjo 2,3%, Kristiani Herawati 2%
United Data Center 8–11 Juni 2013 Joko Widodo 29,57%, Prabowo Subianto 19,83%, Megawati Soekarnoputri 13,08%, Aburizal Bakrie 11,62% Jusuf Kalla 5,47%, Wiranto 3,59%, Mahfud MD 1,2%, Hatta Rajasa 1,2%, Dahlan Iskan 1,11%, Chairul Tanjung 0,43%, Marzuki Alie 0,26%, Djoko Suyanto 0,09%, Pramono Edhie Wibowo 0,09%
Soegeng Sarjadi Syndicate 3–22 Juli 2013 Joko Widodo 25,48%, Prabowo Subianto 10,52%, Jusuf Kalla 5,69%, Aburizal Bakrie 4,23%, Dahlan Iskan 4,18%, Mahfud MD 2,72, Megawati Soekarnoputri 2,68%. Wiranto 1,18%, Hidayat Nur Wahid 1,02%, Hatta Rajasa 0,81%, Chairul Tanjung 0,53%, Surya Paloh 0,33%, Hamengkubuwana X 0,33%, Sri Mulyani Indrawati 0,2%, Kristiani Herawati 0,2%, Pramono Edhie Wibowo 0,12%
Indonesian Research Centre 8-11 Juli 2013 Joko Widodo 32,0%, Prabowo Subianto 8,2%, Wiranto 6,7%, Dahlan Iskan 6,3%, Megawati Soekarnoputri 6,1%, Jusuf Kalla 3,7%, Aburizal Bakrie 3,3%, Mahfud MD 2,8%,
Kompas Juli 2013 Joko Widodo 32,5%, Prabowo Subianto 15,1%, Aburizal Bakrie 8,8%, Megawati Soekarnoputri 8,0%, Jusuf Kalla 4,5%, nama lain 18,2%, belum menentukan 12,9%
Political Climatology Institute 12–18 Agustus 2013 Joko Widodo 19,6%, Wiranto 18,5%,Prabowo Subianto 15,4%, Jusuf Kalla 7,6%, Aburizal Bakrie 7,3%, Megawati Soekarnoputri 6,1%, Dahlan Iskan 3,4%, Rhoma Irama 3,4%, Mahfud MD 3,3%, Hatta Rajasa 2,5%, Surya Paloh 2,4%, nama lain 1,3%, belum menentukan 9,1%
Alvara Research Centre 15–23 Agustus 2013 Joko Widodo 22,1%,Prabowo Subianto 17,0%, Jusuf Kalla 7,4%, Megawati Soekarnoputri 7,0%, Dahlan Iskan 6,9%, Aburizal Bakrie 6,2%, Wiranto 4,6%, Mahfud MD 4,0%, Surya Paloh 2,0%, Hatta Rajasa 1,0%, Hamengkubuwana X 0,9%, nama lain 1,0%, belum menentukan 19,0%
Cyrus Network 23–28 Agustus 2013 Joko Widodo 27,1%, Prabowo Subianto 14,4%, Aburizal Bakrie 12,0%, Wiranto 7,5%, Megawati Soekarnoputri 4,9%, Jusuf Kalla 3,2%
Soegeng Sarjadi Syndicate 25 Agustus –9 September 2013 Joko Widodo 45,8%, Jusuf Kalla 9,0%, Dahlan Iskan 7,5%, Prabowo Subianto 6,8%, Mahfud MD 5,8%, Wiranto 3,6%, Aburizal Bakrie 2,4%, Megawati Soekarnoputri 1,8%, Chairul Tanjung 1,6%, Hatta Rajasa 1,0%, Hidayat Nur Wahid 0,7%, Surya Paloh 0,5%, Hamengkubuwana X 0,5%, Sri Mulyani Indrawati 0,4%, Kristiani Herawati 0,4%, Pramono Edhie Wibowo 0,4%, nama lain 1,0%, belum menentukan 10,8%
Cyrus Network 12–14 September 2013 Joko Widodo 43,7%, Prabowo Subianto 14,0%, Aburizal Bakrie 12,5%, Wiranto 7,3%, Megawati Soekarnoputri 4,9%, Jusuf Kalla 4,6%
United Data Centre 21–24 September 2013 Joko Widodo 36,0%, Prabowo Subianto 6,6%, Dahlan Iskan 5,5%, Wiranto 4,6%, Jusuf Kalla 4,0%
Indonesia Research Centre (IRC) 25 September 2013 Joko Widodo 34,5%, Wiranto 10,6%, Aburizal Bakrie 8,1%, Jusuf Kalla 6,2%. Megawati Soekarnoputri 6%, Surya Paloh 3,3%, Rhoma Irama 3,2%, Dahlan Iskan 2,8%, Mahfud MD 2%, Hidayat Nur Wahid 1,5%, Hatta Rajasa 1,3%, Suryadharma Ali 1,2% Yusril Ihza Mahendra 0,9%. Pramono Edhie Wibowo 0,9%, Gita Wirjawan 0,4%, Irman Gusman 0,2%, Nama lain 0,4%, belum menentukan 6,9%, rahasia 1%
Pol Tracking Institute 13 September – 11 Oktober 2013 Joko Widodo 37,6%, Prabowo Subianto 11,73%,Aburizal Bakrie 11,67%%, Jusuf Kalla 6,12%. Wiranto 5,78%, Megawati Soekarnoputri 3,31%, Mahfud MD2,17 %, Hidayat Nur Wahid 1,5%, Hatta Rajasa 1,33%, Surya Paloh 1,17%, Dahlan Iskan 1,09%, belum menentukan 14,52%
Alvara Research Centre Oktober 2013 Joko Widodo 24,5%, Prabowo Subianto 9,1%, Aburizal Bakrie 7,4%, Wiranto 6,8%, Megawati Soekarnoputri 6,7%,Jusuf Kalla 4,2%, Dahlan Iskan 2,7%, Rhoma Irama 1,9%, Mahfud MD 1,2%, Surya Paloh 2,0%, Hatta Rajasa 1,1%, nama lain 3,8%, belum menentukan 30,6%
Roy Morgan Research Oktober 2013 Joko Widodo 37%,Prabowo Subianto 15%, Aburizal Bakrie 14%, Megawati Soekarnoputri 6%, Dahlan Iskan 6%, Jusuf Kalla 5%, Mahfud MD 3%, Hatta Rajasa 2%, nama lain 12%
Indikator Politik Indonesia 10–20 Oktober 2013 Joko Widodo 35,9%, Prabowo Subianto 11,4%, Aburizal Bakrie 11,4%, Wiranto 7,8%,Megawati Soekarnoputri 5,9%,Jusuf Kalla 3,9%, Mahfud MD 1,2%, Dahlan Iskan 1,0%
Indikator Politik Indonesia – 4 way race 10–20 Oktober 2013 Joko Widodo 47,4%, Prabowo Subianto 15,8%, Aburizal Bakrie 12,6%, Dahlan Iskan 3,7%
Charta Politika 28 November –6 Desember 2013 Joko Widodo 34,8%, Prabowo Subianto 11,2%, Aburizal Bakrie 8,3%, Jusuf Kalla 5,4%, Wiranto 5,2%, Megawati Soekarnoputri 2,8%,
Kompas 27 November –11 Desember 2013 Joko Widodo 43,5%, Prabowo Subianto 11,1%, Aburizal Bakrie 9,2%, Wiranto 6,3%,Megawati Soekarnoputri 6,1%,Jusuf Kalla 3,1%,nama lain 9,8%, belum menentukan 10,9%
Indo Barometer 4–15 Desember 2013 Joko Widodo 25,2%, Aburizal Bakrie 10,5%, Prabowo Subianto 9,7%, Wiranto 6,1%, Megawati Soekarnoputri 6%,
Survei dan Polling Indonesia (SPIN) Institute[8] 15 Desember 2013 – 10 Januari 2014 Prabowo Subianto 26,5%, Aburizal Bakrie 17,7%, Megawati Soekarnoputri 14,6%, Wiranto 11,8%
Indonesia Network Election Survey (INES)[9] 1 – 14 Februari 2014 Prabowo Subianto 40,8%, Megawati Soekarnoputri 19,5%, Aburizal Bakrie 11,3%, Dahlan Iskan 6,9%, Wiranto 6,3%, Joko Widodo 5,6%, Hatta Rajasa 2,4%, Jusuf Kalla 2,2%, Surya Paloh 1,7%, Pramono Edhie Wibowo 1,3%, Ani Yudhoyono 1,1%, Sutiyoso 0,9%
Roy Morgan Research Februari 2014 Joko Widodo 40%, Prabowo Subianto 17%, Aburizal Bakrie 11%, Wiranto 7%, Jusuf Kalla 5%, Megawati Soekarnoputri 4%, Dahlan Iskan 4%, Mahfud MD 3%, Hatta Rajasa 2%, nama lain 7%

siapa yang bakal memenanginya?

Semua tergantung pilihan Anda para Warga Negara Indonesia yang berada di dalam maupun di luar negeri yang akan kita laksanakan dalam beberapa jam ke depan – khususnya bagi WNI yang berada di dalam negeri.

Alasan Allan Nairn Ungkap Wawancara “off the record” dengan Prabowo


JAKARTA, KOMPAS.com — Jurnalis Amerika Serikat Allan Nairn angkat bicara soal alasannya membuka kembali percakapan off the record dengan mantan Panglima Kostrad Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto pada tahun 2001 silam. Menurut Allan, apa yang dilakukannya memang melanggar kode etik jurnalistik. Akan tetapi, ia beralasan, hal ini dilakukan untuk kepentingan yang lebih besar, yakni bangsa Indonesia yang telah dibutakan dengan citra yang tengah dibangun Prabowo yang kini maju sebagai calon presiden.

“Kalau ada sejarah jejak rekam jenderal yang paling jahat menyiksa orang sipil, membunuh orang sipil, itulah Prabowo. Prabowo adalah jenderal dengan rekor kejahatan terburuk. Ini serius sekali. Rakyat Indonesia harus memiliki akses terhadap informasi yang saya punya ini,” ujar Allan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (1/7/2014) malam.

Menurut Allan, pelanggaran kode etik jurnalistik yang dilakukannya tidak seberapa besarnya jika dibandingkan dengan dampak yang akan diterima masyarakat Indonesia jika Prabowo terpilih sebagai presiden.

Dalam wawancara dengannya, kata Allan, Prabowo menjabarkan bahwa ia adalah seorang jenderal yang tidak percaya pada sistem demokrasi.

“Dia bahkan mengatakan bahwa di Indonesia masih banyak kanibalisme dan kerumunan yang rusuh sehingga masih belum siap untuk demokrasi. Prabowo ingin rezim ototiter yang jinak,” kata Allan.

Prabowo, sebut Allan, juga menghalalkan darah sipil yang dibunuh militer. Hal ini mengacu pada kasus pembunuhan massal Santa Cruz. Dalam tulisan yang diunggah dalam blog pribadi Allan, Prabowo disebutkan juga menyandingkan dirinya dengan pemimpin otoriter seperti Pervez Musharraf di Pakistan. Allan mengakui masih banyak jenderal lainnya yang juga berkasus seperti Prabowo. Di kubu Jokowi, kata Allan, ada dua jenderal, yaitu Hendropriyono dan Wiranto, yang disebutnya juga terlibat pelanggaran HAM berat.

“Keduanya juga jahat, membunuh orang sipil. Tapi pilihannya, Jokowi didukung oleh jenderal-jenderal yang bunuh sipil. Sementara Prabowo adalah jenderal yang bunuh orang sipil,” kata Allan.

“Jadi yang saya lakukan ini memang pelanggaran serius dalam praktik jurnalistisk. Tapi ini pengecualian. Saya memiliki informasi ini dan saya rasa masyarakat Indonesia berhak untuk tahu,” kata Allan.

Allan adalah seorang jurnalis investigasi yang telah banyak meliput kasus-kasus pelanggaran HAM di berbagai belahan dunia, seperti di Guatemela, Haiti, dan Timor Leste. Ia pernah dianggap sebagai ancaman bagi Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto atas laporan-laporannya.

Pada bulan Juni dan Juli 2001, Allan menginvestigasi kasus pembunuhan warga sipil yang dilakukan oleh militer Indonesia. Investigasinya itulah yang kemudian mempertemukan Allan dengan Prabowo yang sudah diberhentikan dari dunia kemiliteran.

Dalam wawancara itu, Allan mengaku Prabowo tidak mau menjelaskan secara spesifik kasus per kasus pembunuhan yang terjadi pada zaman Orde Baru. Namun, ia justru bercerita panjang lebar kepada Allan tentang pemikirannya akan fasisme dan dunia militer.

Penulis: Sabrina Asril
Editor: Inggried Dwi

Mata Najwa: Pilih Siapa, Prabowo Atau Jokowi?


1. 9 Juli tinggal seminggu lagi, ketegangan terasa kian meninggi. #MN

2. Kampanye memasuki hari-hari terakhir, tim sukses tambah keras berpikir. #MN

3. Satu sama lain saling mengawasi, gerak-gerik makin fokus di daerah kunci. #MN

4. Propaganda bertambah massif, tak peduli isinya negatif atau positif. #MN

5. Ketika waktu sudah sedemikian sempit, apakah akal sehat juga makin terhimpit?. #MN

Inilah Mata Najwa, PILIH SIAPA, PRABOWO ATAU JOKOWI? #MN

Telah hadir di studio Mata Najwa Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Ali Mochtar Ngabalin yg berorasi mengapa capresnya lbh layak pilih. #MN

“Satu alasan knp pilih Prabowo-Hatta krn ideologi dan kemaslahatan” Ali Mochtar Ngabalin #MN

“Republik harus aman dari ancaman” Ali Mochtar Ngabalin #MN

Telah hadir di studio Mata Najwa Tim Pemenangan Jokowi-JK, Khofifah Indar Parawansa yg berorasi mengapa capresnya lbh layak pilih. #MN

“Pilihan saya utk Jokowi-JK krna Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar utk rakyat Indonesia” Khofifah Indar Parawansa #MN

“Seluruh dunia mengakui organisasi miiliter itu bagus dalam memipin” Ali Mochtar Ngabalin #MN

“Indonesia yg kaya ini harus dipimpin oleh pemimpin yg sudah terbukti berpengalaman memimpin” Khofifah #MN

“Sebelum JK dicawapreskan Obor Rakyat sudah keliling Indonesia dan isinya fiktif” Khofifah #MN

“Kami yakin kami santai, karna kami yakin Prabowo akan menang” Ali Mochtar Ngabalin #MN

“Mau kampanye hitam, kampanye putih, saya gak ada urusan” Ali Mochtar Ngabalin #MN

“Kampanye hitam, jika ada keputusn DKP kpd Perwira tinggi itu bukan fitnah” Khofifah #MN

“Prabowo Subianto mampu memimpin dari Sabang-Merauke. Berikan amanah kpdnya dia pasti bisa memimpin dgn baik” Ali Mochtar Ngabalin #MN

“Sy ingin mengajak kpd seluruh penduduk Indonesia, tgl 9 Juli, salam dua jari, pilih Jokowi utk Indonnesia yg lbh bermartabat” Khofifah #MN

“Utk yg masih ragu, saya yakinkan pilih nomer Satu, berniat saja sudah dapat pahala. Saya jamin anda tdk menyesal” Ali Mochtar Ngabalin #MN

Telah hadir di studio Mata Najwa Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Kastorius Sinaga yg berorasi 1 menit mengapa capresnya lbh layak dipilih #MN

“3 faktor saya memilih Prabowo, tegas,konsistensi menjaga kekayaan dan ingin melanjutkan pemerintahan yg jalan skrg” Kastorius Sinaga #MN

Telah hadir di studio Mata Najwa Tim Pemenangan Jokowi-JK, Budiman Sudjatmiko yg berorasi 1 menit mengapa capresnya lbh layak pilih. #MN

“Jokowi-JK dpt menyembuhkan luka yg hadir dgn wajahnya sendiri bukan memakai wajah org lain” Budiman Sudjatmiko #MN

Tim pemenangan dari kubu capres masing2, akan berdebat mengapa capresnya lebih layak dipilih. #MN

“Rakyat Indonesia sdg bermimpi agar Indonesia bangkit” Kastorius Sinaga #MN

“Mereka adalah org2 yg menyembukan dlm kehidupan sosial, itulah org2 di belakang Jokowi-JK” Budiman Sudjatmiko #MN

Kedua tim pemenangan, mengomentari cuplikan debat yang sudah berlangsung oleh Capres dan Cawapres. #MN

“Pemerintahan itu harus dilanjutkan. Org dgn kaliber kenegaraan tdk akan melupakan sejarah” Kastorius Sinaga #MN

“Jokowi sudah melewati ujian tekanan, seperti fitnah dan sebagai macamnya” Budiman Sudjatmiko #MN

“Penting untuk diketahui, bahwa penghargaan orang lain jangan di cap milik senidiri” Budiman Sujatmiko #MN

“Prabowo-Hatta saling mengisi mengingatkan saya seperti rengkarnasi Soekarno-Hatta” Kastorius Sinaga #MN

“Pak Jokowi dia baik sebagai Gubernur Jakarta, mengurusi gorong2, macet dan birokrasi Jakarta” Kastorius Sinaga #MN

“Jokowi tdk punya beban utk melaksanakan agenda baiknya krn tdk bertabrakan dgn kepentingan dan masa lalu” Budiman Sudjatmiko #MN

“Pemimpin itu hrs bisa menjaga segenap bangsa dan negara. Jokowi tdk pernah melanggar hak utk hidup, dan hidup layak” Budiman Sudjatmiko #MN

Setelah HL berikut, masih ada perdebatan dari kedua tim pemenangan masing2 capres. Tetap di @Metro_TV

Telah hadir di studio Mata Najwa Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah yg berorasi 1 menit mengapa capresnya lbh layak pilih. #MN

“Kita akan memilih Presiden utk memimpin bangsa besar. Itu sebabnya sy pilih Prabowo. Dia bersahabat dgn byk intelektual” Fahri Hamzah #MN

Telah hadir di studio Mata Najwa Tim Pemenangan Jokowi-JK, Nusron Wahid yg berorasi 1 menit mengapa capresnya lbh layak pilih. #MN

“Indonesia butuh pemimpin yg menumbuhkan harapan baru, Jokowi adlh antitesa dr pemimpin sebelumnya” Nusron Wahid #MN

“Jokowi merakyat dan tdk mau menyakiti orang lain” Nusron Wahid #MN

Tim pemenangan dari kubu capres masing2, diundang berdialog mengapa pasangan capres dan cawapresnya lebih layak dipilih. #MN

“Prabowo tidak gampang berjanji, kalau sudah bersikap dia akan mantap” Fahri Hamzah #MN

“Kata sinting di twitter adalah soal ide. Janjinya di DKI ada 64 program kerja baru 5 yg dijalankan. Janji 5 tahun tp apa” Fahri Hamzah #MN

“Twitter sinting ini multi tafsir, yg tahu arti aslinya adalah Fahri. Namun ini konsumsi publik, rakyat tafsirkan beda” Nusron Wahid #MN

“Dia sudah punya sikap, diberhentikan dari militer tidak apa-apa. Skrg dia muncul dgn suasana demokratis” Fahri Hamzah #MN

“Prabowo adalah org baik. Namun ada 2 sisi yg melekat. Satu sama seperti pejabat lainnya. Yg ke dua, berjarak dgn rakyat” Nusron Wahid #MN

“Berbeda dgn Jokowi krn ada kebaruan. Dia org baik. Yakin rakyat Indonesia butuh pemimpin yg lahir dr rakyat, sederhana” Nusron Wahid #MN

CATATAN NAJWA #MN

1. Pesta demokrasi 5 tahunan, menyodorkan iklim pertarungan. #MN
2. Ada yang bertahun-tahun kampanye lewat iklan, ada yang dari hari ke hari sibuk blusukan. #MN

3. Kandidat memang hanya dua, membelah opini menjadi tampak sederhana. #MN

4. Antara sini dan sana, antara kami dan mereka, antara nomer satu atau nomer dua. #MN

5. Satu sama lain saling menyerang, semua mengaku ikut diserang. #MN

6. Fitnah dan kebohongan jadi hal biasa, tak peduli dosa apalagi etika. #MN

7. Fakta dan fiksi dicampur dan diaduk, tak ada yang mau lempar handuk. #MN

8. Kalimat dan janji indah terus digelontorkan, karena jumlah suara menjadi pertaruhan. #MN

9. Rakyat pula yang akhirnya akan menentukan, kandidat mana yang merengkuh kekuasaan. #MN

10. Silakan pilih yang bisa dipercaya, carilah yang paling sedikit punya cela. #MN