PLPG TAHUN 2012 TAHAP 2 PSG 15 UM & PEMBAGIAN TAHAPAN PELAKSANAAN


PLPG Tahap ke-2 bagi guru di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan dimulai pada 19 Mei 2012, dengan melibatkan 1.337 peserta. Berikut ini surat undangan dan daftar peserta per kota, silahkan diunduh:

Kota Batu Kab.Malang
Kota Blitar Kab.Magetan
Kota Kediri Kab.Nganjuk
Kota Madiun Kab.Ngawi
Kota Malang Kab.Pacitan
Kota Pasuruan Kab.Pasuruan
Kab.Blitar Kab.Ponorogo
Kab.Kediri Kab.Tulungagung
Kab.Madiun KabTrenggalek

 

Tahap

Tanggal

(2012)

Bidang Studi / Mata Pelajaran

1

07/05 – 16/05

GURU KELAS TK, GURU KELAS SD, BAHASA INDONESIA SMP, BAHASA INDONESIA SMA/SMK, BAHASA INGGRIS SD, MATEMATIKA SMP, PENJASKES SD, SENI BUDAYA SMP

2

19/05 – 28/05

GURU KELAS TK, GURU KELAS SD, GURU KELAS SLB, BAHASA INDONESIA SMP, BAHASA INDONESIA SMA, BAHASA INDONESIA SMK, BAHASA INGGRIS SD, BAHASA INGGRIS SMP, MATEMATIKA SMP, PENJASKES SD, SENI BUDAYA SMP, TIK SMP

3

29/05 – 07/06

GURU KELAS TK, GURU KELAS SD, GURU KELAS SLB, IPS SMP, BAHASA INGGRIS SMP, BIOLOGI SMA, FISIKA SMK, MATEMATIKA SMP, MATEMATIKA SMK, PENJASKES SD, SENI BUDAYA SMA, SENI BUDAYA SMK

4

08/06 – 17/06

GURU KELAS TK, GURU KELAS SD, GURU KELAS SLB, IPS SMP, BAHASA INGGRIS SMP, BK SMP, FISIKA SMA, FISIKA SMK, PENJASKES SD, TIK SMP, ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK, BAHASA ARAB SMA

5

18/06 – 27/06

GURU KELAS TK, GURU KELAS SD, GURU KELAS SLB, IPS SMP, BAHASA INGGRIS SMP, BK SMP, IPA SMP, PENJASKES SD, PENJASKES SMP, TEKNIK MESIN SMK, TEKNIK OTOMOTIF SMK, TIK SMA, KKPI SMK, TEKNIK BANGUNAN SMK, PKN SMP, PKN SMA

6

28/06 – 07/07

GURU KELAS TK, GURU KELAS SD, IPS SMK, IPS SMP, BAHASA INGGRIS SMP, BAHASA INGGRIS SMA, BK SMP, BK SMA, IPA SMP, PENJASKES SMP, SENI BUDAYA SMP, TEKNIK ELEKTRONIKA SMK, TEKNIK MESIN SMK, TEKNIK OTOMOTIF SMK,  TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA SMK, ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK, KEUANGAN/AKUNTANSI SMK

7

08/07 – 17/07

GURU KELAS TK, GURU KELAS SD, EKONOMI SMA, GEOGRAFI SMA, PKN SMP, PKN SMK, BAHASA INDONESIA SMP, BK SMK, IPA SMP, IPA SMK, PENJASKES SMP, PENJASKES SMA, PENJASKES SMK, TEKNIK OTOMOTIF SMK, TIK & KKPI SMK

8

18/07 – 27/07

GURU KELAS TK, GURU KELAS SD, KEUANGAN/AKUNTANSI SMK, KEWIRAUSAHAAN SMK, TATA NIAGA/ PEMASARAN SMK, SEJARAH SMA, PKN SMP, BAHASA INDONESIA SMP, BAHASA INGGRIS SMA, BAHASA INGGRIS SMK, KIMIA SMA, KIMIA SMK, MATEMATIKA SMA, TATA BOGA SMK, TATA BUSANA SMK, KETRAMPILAN SMP

9

28/07 – 06/08

GURU KELAS TK, KEWIRAUSAHAAN SMK, TATA NIAGA/ PEMASARAN SMK, MATEMATIKA SMK, BAHASA INGGRIS SMA, BAHASA INGGRIS SMK, KIMIA SMK, TIK SMP, MULOK

Yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut (sekaligus menjawab pertanyaan yang masuk):

  1. Daftar peserta dan lokasi masing-masing peserta akan kami umumkan 7-10 hari sebelum pelaksanaan tahapan (melalui surat dan posting di situs web ini). Hal ini karena bisa jadi perubahan (misal karena ada yang sakit sehingga mundur, karena ada keperluan sehingga tahapnya maju, atau perubahan lain yang mendadak). Kami menghindari terlalu banyak ralat atau surat susulan yang justru membingungkan peserta. Mohon tidak menanyakan lagi daftar nama selengkapnya untuk tahap yang akan datang.
  2. Apabila ada yang berhalangan, harap segera memberitahukan melalui surat/tertulis kepada kami dengan diketahui Kepala Sekolah atau Dinas Pendidikan dan dilampiri bukti yang mendukung. Tanpa surat berarti kami anggap mundur dan tidak akan dipanggil lagi. Surat bisa dikirimkan melalui pos atau dikirim melalui faximile (alamat dan nomornya ada di ujung kanan atas halaman ini). Usahakan sebelum ada panggilan sudah memberitahukan kepada kami agar tidak terjadi hal yang merugikan (misalnya mapel itu sudah tidak diadakan lagi sehingga terpaksa harus ikut tahun berikutnya).
  3. Pengelompokan peserta didasarkan pada hasil UKA, bukan lagi pada urutan nomor peserta seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian tidak bisa diprediksi berapa orang dari kabupaten X pada setiap tahap. Penentuan peserta tidak berdasar pada usia, status PNS/bukan, sekolah negeri/swasta, atau kecamatan asal.
  4. Pada setiap tahap, ada undangan kepada Dinas Pendidikan setempat. Harap dibaca persyaratan yang harus dibawa agar tidak menyulitkan pada saat pelaksanaan PLPG. Filenya bisa didownload dari situs ini juga.
  5. Ada peserta dari wilayah PSG 115 yang dialihkan ke PSG lain. Pengalihan ini adalah dari BPSDMPPMP, bukan kami yang menentukan. Selanjutnya adalah tanggungjawab PSG yang bersangkutan untuk mengundangnya dan seterusnya sampai pencetakan sertifikat.
  6. Lain-lain menyusul (kalau ada pertanyaan yang penting untuk diketahui bersama)

Isi Surat Undangan dari PANITIA SERTIFIKASI GURU RAYON 115 tentang Pemanggilan Peserta PLPG Tahap II bisa klik di sini.

Sumber berita : Panitia Sertifikasi Guru Rayon 15 Universitas Negeri Malang

Sumber gambar: zaxshack.wordpress.com

Google & Maulid Nabi


Setiap event penting maupun kelahiran tokoh-tokoh terkenal yang berpengaruh, Google selalu memperingatinya dengan menghias logonya. Nabi Muhammad SAW pada hari ini bertepatan dengan hari kelahirannya.

Namun tokoh nomor wahid yang paling berpengaruh di dunia ini ini (menurut Michael H. Hart) tidak dianggap merupakan moment penting bagi Googgle.

Padahal, dari puluhan milyar manusia yang pernah ada di atas planet bumi ini, tak lebih dari satu juta yang bisa masuk ke dalam buku biografi dalam arti luas. Dari jumlah itu, mungkin cuma 20.000 orang yang hasil upayanya punya harga untuk disebut dalam buku kamus biografi. Dan dari jumlah itu hanya 0,5% yang dimasukkan oleh Michael H. Hart ke dalam bukunya yang fenomenal : Setarus Tokoh Yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, terjemahan H. Mahbub Djunaidi, diterbitkan oleh PT Dunia Pustaka Jaya, Jakarta, 1998, Cetakan XV, Harga 9.000. Demikian antara lain kata penulis buku ini dalam pendahuluannya.

Di hari kelahiran Beliau ini, saya rindu untuk membuka kembali buku tentang Sejarah Nabi Muhammad yang ditulis oleh Muhammad Husain Haekal dan diterjemahkan dengan baik oleh Ali Audah, terbitan PT Pustaka Litera Antar Nusa, Bogor, 1993, Cetakan IX, 1993.

Google & Hari Guru


Untuk memperingati Hari Guru google.co.id menghias tampilan logonya sebagai berikut:

Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Di beberapa negara, hari guru merupakan hari libur sekolah.

Di Indonesia, Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.[4]

AMERIKA

Amerika Serikat: minggu pertama di bulan Mei (Minggu Apresiasi Guru), Argentina: 11 September, Brazil: 15 Oktober (sejak 1963), Chili: 16 Oktober, Meksiko: 15 Mei (sejak 1918), Peru: 6 Juli (sejak 1953)

ASIA

Filipina: 5 Oktober, Hong Kong: 10 September (hingga 1997: 28 September), India: 5 September, Indonesia: 25 November, Iran: 2 Mei, Korea Selatan: 15 Mei, Malaysia: 16 Mei, Pakistan: 5 Oktober, RRC: 10 September, Singapura: 1 September (hari libur sekolah), Taiwan: 28 September (ulang tahun Konfusius), Thailand: 16 Januari (sejak 1957), Turki: 24 November (sejak 1981), Vietnam:20 November

EROPA

Albania: 7 Maret, Ceko: 28 Maret, Rusia: 5 Oktober, Polandia: 14 Oktober

AUSTRALIA

Hari Jumat terakhir bulan Oktober dirayakan sebagai Hari Guru Sedunia di Australia.

Karya Mahasiswa Unibraw: Diremehkan di Indonesia, Dihargai di Amerika Serikat


Selama enam hari (17-23 Juli 2010), tiga orang mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) berkesempatan mengunjungi Amerika Serikat. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Anugerah Dany P (Jurusan Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2008), Fathy F. Bahanan (Jurusan Teknik Pertanian angkatan 2007) dan Danial Fatchur R (Jurusan Teknik Pertanian angkatan 2007).

Di negeri Paman Sam ini, mereka mengikuti ajang kompetisi pangan internasional yang diselenggarakan oleh Institute of Food Technologists (IFT). (Fakultas Teknologi Pertanian)

Ketiga mahasiswa UB mempresentasikan hasil penelitian yang berjudul “Fighting For Malnutrition in Indonesia By Production of Artificial Rice Based on Arrow Root and Cassava With Addition of Cowpea”. Dalam penelitiannya, mereka membuat beras tiruan dari umbi-umbian dan kacang-kacangan, yakni kacang tunggak dan garut serta singkong.
Untuk beras tiruan ini, Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dimanfaatkan adalah karagenan yang berfungsi sebagai pengikat serta sorbitol yang berfungsi sebagai pemanis yang mampu menyerap energi. Untuk memproduksinya, dibutuhkan sejumlah tahapan proses fisik yakni penepungan, pencampuran, granulasi dan pengeringan.

Keunggulan produk tersebut dibanding beras adalah memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi, lebih mudah dicerna karena serat lebih halus serta proses fermentasi yang lebih cepat. “Ini cocok sebagai alternatif solusi mengatasi malnutrisi di Indonesia,” ujar Dani. (tempointeraktif.com)

Beras buatan tersebut memiliki kandungan gizi dan nutrisi lebih baik dan lengkap. Kalau beras asli punya kandungan protein 7,1 persen, beras buatan ini mempunyai kandungan protein 8,63 persen. Sementara kandungan serat beras biasa 0,2 persen, beras buatan tersebut empat persen. Sedangkan kandungan karbohidratnya relatif hampir sama, yakni 89 persen untuk beras asli dan 80 persen untuk beras buatan.

DITOLAK ENAM MENTERI
Temuan inovatif dari mahasiswa untuk mengatasi kebergantungan masyarakat pada beras itu ternyata tidak menggugah para petinggi negara. Beras buatan hasil racikan mahasiswa Universitas Brawijaya itu sudah disodorkan kepada para menteri yang bersentuhan dengan hasil temuannya.

Namun, tidak ada satu pun dari enam kementerian itu yang menyambut baik proposal yang diajukan para mahasiswa tersebut. Sebelum mengikuti lomba di Amerika itu, para mahasiswa tersebut telah menyodorkan proposal pembicayaan penelitian kepada enam kementerian tersebut.
”Sebelum mengikuti lomba di Chicago, kami pernah membawa proposal untuk pendanaan penelitian lebih lanjut terkait beras buatan ini. Namun ditolak oleh enam kementerian negara. Di antaranya adalah menteri Pertanian, Menegpora, dan Menristek,” sebut Fathy.

Meski ditolak enam menteri, kata dia, mereka tetap melanjutkan proyek penelitian tersebut hingga menghasilkan beras tiruan tersebut yang kemudian dibawa untuk mengikuti lomba teknologi pangan internasional yang diselenggarakan Institute of Food Technologist (IFT) di AS pada 17-20 Juli.

Dalam lomba tersebut, beras tiruan karya tiga mahasiswa Universitas Brawijaya itu mendapatkan apresiasi luar biasa dan menyabet juara III mengalahkan 11 negara dengan 33 jenis proposal yang dilombakan.
Ia mengakui, karena prosesnya yang masih panjang dan agak rumit itulah, harga beras buatan tersebut masih mahal ketimbang beras asli, yakni Rp 8.500 per kilogram. Jika sudah bisa diproduksi secara massal dengan menggunakan mesin, dipastikan harganya akan lebih murah ketimbang beras asli. (Republika)

Nilai Keperawanan Itu Mencapai 3,7 Juta Dolar AS


virgin-mail

Pada tanggal 17 September 2008 yang lalu saya mengutip Kompas Online tentang pelelangan keperawanan yang dilakukan oleh Natalie Dylan.

Pagi tadi, di kantor saya membaca kelanjutan kisah itu di Harian SURYA. Antara lain diberitakan bahwa : saat lelang disiarkan pertama kali melalui sebuah radio di AS September silam, nilai tawaran pun mulai bermunculan. Natalie pernah mendapatkan harga 243,000 dolar AS atau sekitar Rp 2,5 miliar. Dan nilai itu terus beranjak naik. Bahkan ketika sudah 10.000 laki-laki menawar dengan nilai tertinggi 3,7 juta dolar AS (sekitar Rp 40 miliar), Natalie masih geleng kepala karena menunggu tawaran lebih baik.

“Saya tak mengira orang mau keluar duit begitu banyak demi mendapatkan keperawanan, bahkan ketika keperawanan tidak begitu dihargai. Sepertinya ada persaingan di antara para pria itu,” aku Natalie terang-terangan.

Dari 10.000 penawar tak sedikit yang punya orientasi seksual aneh-aneh, bahkan ada pula yang mencari pacar. “Buat yang mencari pacar, saya tegaskan ini cuma kencan semalam,” katanya. Natalie punya alasan untuk menjual kegadisannya. Ia telah meraih gelar sarjana di bidang studi perempuan. Sekarang ia perlu mengejar gelar master tentang terapi keluarga dan perkawinan.

Inspirasi mencari duit semacam ini datang dari sang kakak, Avia, 23. Sang kakak yang tak kalah cantik memilih menjual diri selama tiga pekan untuk membiayai kuliahnya. Untuk membuktikan masih perawan, Natalie berani menjalani bermacam tes, termasuk tes kebohongan. ”Saya tahu, keinginan saya ini akan dikutuk banyak orang karena memang tabu, tapi saya nggak ambil pusing dengan itu,” katanya.

[ sumber : Mahasiswi Lelang Keperawanan, Sudah Ditawar Rp 40 Miliar Belum Dilepas , Suryalive.com ]

Olimpiade Sastra SD Digelar 2009


diknasMeski selama ini olimpiade identik dengan mata pelajaran matematika dan sains, olimpiade di bidang sastra tidak mustahil dilakukan. Untuk itu, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berniat menggelar olimpiade sastra untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2009, sebagai penghargaan tertinggi bagi siswa yang mendalami sastra.

Menurut Direktur Pembinaan Taman Kanak-kanak/Sekolah Dasar (TK/SD) Depdiknas Mudjito AK, Rabu (17/12), melalui kompetisi bidang sastra diharapkan akses murid SD untuk membaca buku sastra bisa lebih luas lagi. Ini akan menimbulkan minat yang mengarah pada kebiasaan, dan kondisi ini akan menimbulkan budaya baru di kalangan muda Indonesia.

Dia menambahkan, sekarang ini kompetisi untuk karya sastra sangat terbatas pada lomba mengarang, itu pun digabungkan dalam acara festival seni. “Kurangnya minat siswa terhadap karya sastra lebih banyak karena tidak tersedianya bahan bacaan karya sastra di sekitar mereka,” ujarnya. Bahkan di perpustakaan sekolah, amat sulit ditemukan buku-buku di luar buku teks pelajaran. Dulu memang pernah diusahakan sumbangan buku dari orang tua, tetapi saat ini di masa semua orang meminta pendidikan tanpa pungutan, susah meminta sumbangan dari orang tua.

Sepanjang 2008, pemerintah pusat telah menyetujui dana Rp 7,1 triliun untuk pengadaan buku perpustakaan dan alat-alat pelajaran, namun pada 2009 bantuan tersebut dialihkan untuk rehabilitasi gedung dan infrastruktur sekolah. Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Maman S Mahayana, mengingatkan agar olimpiade sastra menghindari bentuk artifisial berupa hafalan terhadap pengetahuan kesastraan. (Olimpiade Sastra SD Digelar 2009, diknas.go.id)

Kantin Kejujuran: Hanya Sebuah Utopia


689ru_39KRISIS kepercayaan tampaknya sudah mengakar dalam sendi kehidupan negara kita. Banyaknya kerusuhan dan demonstrasi mengindisikan ada rasa ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah. Krisis kepercayaan ini disebabkan oleh ketidakjujuran dari pemerintah kita. Korupsi merupakan suatu bentuk ketidakjujuran itu. Tindakan penyelewengan pemerintah terhadap amanat rakyat. Namun, untuk memberantas korupsi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tidak se-instant membuat mi. Perlu waktu panjang dalam mengubah keadaan ini.
Berbagai cara memerangi korupsi antara lain dengan pemangkasan generasi tua yang notabene dicap sebagai koruptor atau hukuman mati bagi pelaku koruptor seperti yang diterapkan di China, bukan merupakan langkah yang efektif dalam memberantas akar korupsi. Mengingat bahwa korupsi sudah menjadi budaya bangsa.

Hampir seluruh masyarakat mau tidak mau, merasa ataupun tidak pasti terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, untuk memberantas korupsi haruslah dimulai dari penanaman sikap antikorupsi (budaya jujur) dalam masyarakat dan harus ditanamkan sejak dini.

Hal ini dimaksudkan agar budaya antikorupsi mengakar pada jiwa individu-individu kecil, yang nantinya diharapkan menjadi benteng dari budaya korupsi atau budaya ketidakjujuran (budaya menipu) secara luas.
Salah satunya, menggalakkan pendirian “kantin kejujuran” yang dimulai dari tingkat sekolah. Kantin kejujuran ini memang sudah lama didengung-dengungkan oleh banyak orang.

Tetapi, belum ada pelaksanaan yang signifikan. Namun kemarin dalam memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia, sejumlah sekolah di Jawa Timur mulai menerapkan “kantin kejujuran” di lingkungan sekolah mereka (Surya 10/12/2008).

Dalam “kantin kejujuran” ini mereka mengambil makanan sendiri, membayar sendiri, dan mengambil kembalian sendiri. Suatu upaya yang cerdas dalam melatih kejujuran para individu-individu muda agar terbiasa berbuat jujur. Mungkin terdengar biasa, tapi bagi sebagian orang yang sudah terbiasa berbuat tidak jujur akan sangat sulit melakukannya. (Kantin Kejujuran, Zerry Mey – Surya live)

Niat yang baik ini nampaknya belum berjalan mulus. Buktinya, Kantin Kejujuran di SMUN I BoyolanguKabupaten Tlulungagung yang dilaunching 20 hari yang lalu, kini tutup akibat bangkrut.Pasalnya modal awal yang diharapkan bisa mencegah perilaku korupso sejak dini,ternyuata tidak kembali alias dikorupsi sebagian siswa. (Kantin Kejujuran Bangkrut – Harian Surya, 29 Desember 2008).

Menurut saya, adalah hol yang mustahal, bila anak-anak (baca: murid) disuruh jujur, manakala yang dewasa banyak yang belum mau berbuat jujur. Ibarat pepatah: Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari. Bahkan ada yang mempelesetkan Murid (maaf) Mengencingi Guru.

Lebih baik perbanyak teladan, niscaya tanpa adanya kantin kejujuran, kejujuran akan muncul di setiap sanubari anak bangsa negeri ini.