MK Tolak Permohonan Prabowo-Hatta


Ekspresi kuasa hukum pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahendrata (kiri) dan Firman Wijaya (kanan) usai pembacaan putusan perselisihan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden (PHPU Presiden 2014), Kamis (21/8) di Ruang Sidang Pleno Gedung MK. Foto Humas/Ganie

Ekspresi kuasa hukum pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahendrata (kiri) dan Firman Wijaya (kanan) usai pembacaan putusan perselisihan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden (PHPU Presiden 2014), Kamis (21/8) di Ruang Sidang Pleno Gedung MK. Foto Humas/Ganie

Mahkamah Konstitusi memutus menolak permohonan perselisihan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden (PHPU Presiden 2014) yang dimohonkan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Dengan demikian, Mahkamah mengukuhkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum.

“Dalam pokok permohonan, menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua MK Hamdan Zoelva mengucapkan amar putusan di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta, Kamis (21/8).

Mahkamah menyatakan seluruh dalil Pemohon yang menyatakan terjadi pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif pada Pilpres 9 Juli 2014 lalu tidak terbukti. ”Mengenai dalil adanya pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif, tidak terbukti menurut hukum. Demikian pula mengenai dalil lainnya yang tidak terbukti terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif yang secara signifikan memengaruhi perolehan suara Pemohon sehingga melampaui perolehan suara Pihak Terkait. Oleh karena itu, menurut Mahkamah, dalil Pemohon tidak beralasan menurut hukum,” ujar Hakim Konstitusi Ahmad Fadlil Sumadi.

Menurut Mahkamah, Pemohon mempersoalkan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) yang dinilai dimanfaatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memobilisasi massa memilih calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Joko Widodo dan Jusuf Kalla di sejumlah provinsi, di antaranya Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur yang tidak beralasan menurut hukum. “Pemohon tidak memiliki bukti kuat bahwa pemilih DPKTb dimobilisasi oleh Termohon untuk memilih calon presiden nomor urut 2. Menurut Mahkamah, pemilih yang terdapat dalam DPKTb tidak diketahui memilih capres yang mana,” ujar Hakim Konstitusi Aswanto membacakan pertimbangan hukum.

Lebih lanjut, dalil Pemohon yang menyatakan jumlah seluruh pengguna hak pilih tidak sama dengan jumlah surat suara yang digunakan dan surat suara yang digunakan tidak sama dengan jumlah suara sah dan tidak sah, sehingga merugikan Pemohon, menurut Mahkamah Pemohon tidak memiliki cukup bukti. “Pemohon tidak memiliki cukup bukti yang meyakinkan Mahkamah bahwa pemilih dimobilisasi oleh Termohon untuk memilih capres nomor urut 2. Pemohon tidak dapat membuktikan bahwa ketidaksesuaian jumlah pengguna hak pilih dengan surat suara yang digunakan hanya merugikan pemohon dan ditujukan untuk memenangkan pihak terkait,” imbuhnya.

Terkait dalil Pemohon yang mengungkap terjadi politik uang di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, dan Sumatra Selatan untuk memenangkan capres nomor urut 2, menurut Mahkamah, dalil tersebut tidak ditunjukkan dengan keterangan saksi dan alat bukti memadai. Pemohon tidak melampirkan siapa yang memberi, kapan dan di mana uang tersebut diberikan, berapa jumlahnya, dan siapa yang menerima. Khusus di Kabupaten Sampang, Pemohon justru memenangkan hasil pilpres dengan 45 ribu suara, sedangkan Pihak Terkait hanya 17 ribu suara. “Hal ini menunjukkan indikasi politik uang yang dilakukan Pihak Terkait tidak benar,” tutur Hakim Konstitusi Arief Hidayat.

Keabsahkan Sistem Noken

Dalam pertimbangannya, Mahkamah juga menegaskan keabsahan sistem ikat atau noken yang digunakan di sejumlah daerah Provinsi Papua. Mahkamah mengatakan menghormati pemberian suara dengan sistem noken atau sistem ikat dalam Pilpres tahun 2014 dengan ketentuan sistem tersebut harus diadministrasikan dengan baik pada Formulir C1 di tingkat TPS sampai tingkat selanjutnya oleh penyelenggara Pemilu. Syarat ini penting dilakukan, terutama untuk menentukan keabsahan perolehan suara yang sekaligus untuk menghindarkan adanya kecurangan dalam penyelenggaraan Pilpres.

Dalam masa transisi dari sistem noken ke sistem pencoblosan, penyelenggaraan Pemilu didukung oleh seluruh pemangku kepentingan pun harus proaktif untuk mensosialisasikan dan menginternalisasikan sistem Pemilu yang dimuat oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di Papua telah dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan secara nasional, baik dengan sistem pencoblosan surat suara, maupun pemilihan dengan menggunakan sistem noken/ikat dengan berbagai variasinya yang telah diakui keabsahannya oleh Mahkamah selama ini,” ujar Arief.

Pelanggaran di Dogiyai Papua

Untuk Distrik Mapia Tengah dan Mapia Barat, Kabupaten Dogiyai, Mahkamah menyatakan telah terjadi pelanggaran. Hal tersebut terbukti berdasarkan keterangan Bawaslu yang dibenarkan oleh saksi Termohon dalam persidangan bahwa dua distrik yang bermasalah di Kabupaten Dogiyai adalah Distrik Mapia Tengah dan Distrik Mapia Barat.

Menurut keterangan saksi di persidangan, hingga H-2 proses rekapitulasi Pilpres, kedua distrik tersebut belum menerima logistik pemilu. Kendari ada pelanggaran, KPU Provinsi Papua tidak dapat melaksanakan rekomendasi Bawaslu untuk melakukan Pemilu susulan di dua distrik tersebut karena baru menerima rekomendasi tanggal 19 Juli 2015 sore, padahal tanggal 20 Juli 2014 dilakukan Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan suara di tingkat KPU Pusat.

KPU Provinsi Papua tidak dapat melaksanakan rekomendasi Bawaslu Provinsi Papua karena logistik Pemilu tidak mencukupi untuk dilakukan Pemilu Susulan. Sekalipun KPU Provinsi Papua tidak dapat melaksanakan rekomendasi Bawaslu Provinsi Papua, namun KPU Provinsi Papua telah membawa permasalahan di Distrik Mapia Tengah dan Mapia Barat untuk dapat diselesaikan di Pleno KPU tingkat pusat. Pada saat permasalahan tersebut disampaikan dalam Pleno KPU tingkat pusat, Bawaslu memberikan pendapat agar perolehan suara di Distrik Mapia Tengah dan Mapia Barat di-nol-kan. (tidak dihitung)”.

Walaupun ada pelanggaran, Mahkamah tidak memerintahkan pemungutan suara ulang di dua distrik tersebut karena tidak akan mempengaruhi peringkat perolehan suara. “Menurut Mahkamah memang terbukti sebagian terjadi pelanggaran, namun seandainyapun Mahkamah memerintahkan supaya Termohon melakukan Pemungutan Suara Ulang di beberapa TPS di atas tidak akan dapat mengubah peringkat perolehan suara kedua pasangan calon,” tegasnya. (Lulu Hanifah/mh)

Secara lengkap Putusan Sidang Bisa klik di sini

sumber : Mahkamah Konstitusi

Penggerak Asa di Mata Najwa


Selamat malam, selamat datang di Mata Najwa, saya Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa. #MN

Mari menengok Indonesia dari rakyatnya mereka yang meringankan beban dunia sebisanya. #MN

Bermula dari hobi dan minat terpanggil untuk berbuat atau mengajak hidup sehat. #MN

Ada komunitas pelari yang berawal dari hobi dan gerakan ibu-ibu peduli menyusui. #MN

Penat dengan Jakarta yang macet gila muncul solidaritas berbagi tumpangan berkendara. #MN

Gerakan mereka ditopang media sosial teknologi informasi digunakan menyebarkan aksi dan ajakan. #MN

Inilah Mata Najwa, Penggerak Asa. #MN

Telah hadir di studio Mata Najwa, Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia @aimi_asi, @miasutanto. #MN

“AIMI dimulai 21 April 2007, berawal dari komunitas ibu menyusui di milis ASI for Baby, skrg berubah nama jadi AIMI ASI.” Mia Sutanto #MN

“AIMI sering sekali dipandang sebelah mata, apalagi kita adalah organisasi yg dari, oleh dan untuk ibu menyusui,” @miasutanto #MN

“Pengurus AIMI semua volunteer, kerja menyumbangkan tenaga & pikiran tanpa tujuan mendapatkan imbalan apapun.” Mia Sutanto #MN

“Tujuan AIMI, semakin banyak ibu bisa menyusui bayinya & semakin banyak bayi mendapatkan haknya, krn ASI adlh hak bayi.” Mia Sutanto #MN

“Sekarang ini kita mensosialisasikan, menyusui itu adalah urusan ibu, anak dan ayah.” Mia Sutanto #MN

“Kuncinya ada pada ayah, kalau ayah dukung angka keberhasilan menyusui bisa sampai 100%.” @miasutanto #MN

Tweeps, jangan lewatkan kuis usai tayangan ini. 2 buku menarik ini siap dibagi untuk 15 pemenang. #MN

Telah hadir juga @sisogi, seorang penggerak @ID_AyahASI. #MN

“Ayah ASI adalah ayah yang mendukung istri dalam pemberian ASI kepada putra dan putrinya.” Sogi Indra #MN

“Berawal dari 8 orang, kita membuat buku CATATAN AYAH ASI yg berisi seputar informasi ttg ASI.” Sogi Indra #MN

“Ada 2 hormon yg berperan dalam menyusui, hormon prolaktin untuk produksi ASI dan oksitosin yg melancarkan ASI.” Mia Sutanto #MN

“Hormon oksitosin adlh hormon cinta, hormon ini bekerja maksimal kalau ibu merasa dicintai, relax & positive thinking.” Mia Sutanto #MN

“Peranan ayah dalam menyukseskan ASI adalah membuat istri selalu merasakan hal-hal yg positif.” Mia Sutanto #MN

Telah hadir di studio Mata Najwa, founder Indorunners Reza Puspo dan Co-Founder @Maylaffayza. #MN

“Sangat susah mengajak orang lari di Indonesia, krn lari di Indonesia bukan budaya.” Reza Puspo #MN

“Kalau di SMA lari itu format hukuman, tdk bikin PR, rambut gondrong lari dulu baru dipotong. Persepsi lari masih negatif.” Reza Puspo #MN

“Pada tahun 2009 saya buka forum di Facebook, dengan nama @IndoRunners.” @RezaPuspo #MN

“Sy melihat @IndoRunners itu selalu ceria, tdk pernah cape & setiap event lari mereka gembira.” Regita Veyola #MN

“Sy dulu obesitas turun hampir 20 kg selama 1 tahun. Lari dari jarak 1km, 2km, dan full maraton.” Regita Veyola #MN

“Efek terbesar dari berlari, sy lebih semangat & bertemu teman2 komunitas yg berfikir positif, lebih happy.” Regita Veyola #MN

“Kalau org bilang cape setelah lari, tp kalau sy perasaan setelah lari itu bahagia.” Regita Veyola #MN

“Indorunners ada program lari yg tematik, seperti Valentine, Christmas, Hari Batik Nasional, juga untuk Charity.” Maulaffayza Wiguna #MN

“Desember lalu ada program Nusantara Run, temen2 menggalang dana dengan lari dari Jakarta ke Bandung.” Reza Puspo #MN

“Tiap kilometer temen2 akan menyumbangkan nilai rupiah sesuai kilometer yg ditempuh, terkumpul 1 M.” @RezaPuspo #MN

“Pesan moral dari Mari Lari byk nilai positif dlm kehidupan, dgn lari seseorg lbh konstruktif terhadap hidupnya,” @Maylaffayza. #MN

“Saat berlari jangan lupa nafas, org kadang terlalu exited sehingga lupa bernafas saat lari.” @RezaPuspo #MN

“Perlu untuk tahu teknik dasar, agar tidak terjadi cedera karena penyembuhannya cukup lama.” Reza Puspo #MN

“Alasan lari, bikin kita happy, murah cukup sepatu dan pakaian olahraga, bisa dilakukan di mana aja.” @Maylaffayza #MN

Telah hadir Andreas Aditya, founder gerakan @nebengers #MN

“7 Desember 2011, Nebengers pertama kali di twitter, sekarang followers sekitar 77ribu.” @easaditya #MN

“Cara nebeng dgn posting rute dari dan kemana di #beritebengan dan #caritebengan, serta jam dan sharenya apa.” Andreas Aditya #MN

“Kami membangun persepsi bahwa nebeng itu gk gratis, nebeng adlh kolaborasi sama2 jalan. Kita juga nebeng di bumi ini.” @easaditya #MN

“Share di nebengers bukan sekedar uang, tp bisa juga sarapan, bensin dan uang tol.” Andreas Aditya #MN

“Motif pemberi tebengan, mencari teman seperjalanan di tengah kemacetan membantu, serta sharing cost transportasi.” Andreas Aditya #MN

“Kami selalu memberikan saran untuk mengecek reputasi sosial sebelum memberi dan meminta tebengan.” Andreas Aditya #MN

“Saya pernah nebeng dari Jakarta ke Yogyakarta, hanya habis 150 ribu dan dapat teman baru.” Andreas Aditya #MN

“Banyak kisah2 dari rekan2 nebengers mulai kisah unik, drama, romantik, hingga berjodoh sampai menikah.” @easaditya #MN

“User yg terdaftar di aplikasi Nebengers sekitar 10.700.” Andreas Aditya #MN

“Komunitas nebengers hanya ingin memberikan manfaat lebih besar di dunia transportasi.” #MN

“Kami meyakini transportasi sesungguhnya adalah memindahkan org bukan memindahkan kendaraan.” @easaditya #MN

Saat ini telah bergabung @robymuhamad di Meja Mata Najwa, Sosiolog Univetsitas Indonesia dengan fokus penelitian di jejaring sosial. #MN

“Formula umum untuk manusia kalau manusia ngumpul terjadi sesuatu, kalau dulu bikin agama, atau Negara,” Roby Muhamad #MN

“Kalau dulu ngumpul di warkop atau kantin, sekarang ngumpul di sosial media.” Roby Muhamad #MN

“Memulai gerakan berawal dari informal & jika ingin mendapat sesuatu yg lebih besar/bermanfaat maka akan menjadi formal.” Roby Muhamad #MN

“Kita ini tanpa harus diajarin hebat melakukan inovasi sosial.” Roby Muhamad #MN

“Penggiat gerakan sosial harus jeli melihat langkah selanjutnya, bisnis industri, aktifis sosial, atau kebijakan publik.” Roby Muhamad #MN

“Pada titik tertentu harus berfikir gerakan ini mau dibawa kemana? Itu pekerjaan rumah untuk para penggagas gerakan.” Roby Muhamad #MN

CATATAN NAJWA #MN

1.Demokrasi bukan hanya penguasa dan birokrasi yang kuat tapi rakyat yang bebas berserikat. #MN

2.Warga biasa yang sudi terlibat berbuat atas nama solidaritas karena hobi dan minat. #MN

3.Gerakan mereka membumi dan nyata karena hidup memang sederhana ingar-bingar hanya bunga-bunganya. #MN

4.Semakin banyak gerakan sosial yang spesifik bukti warga lebih berdaya dari negaranya. #MN

5.Negara dan penguasa boleh kembang-kempis warga dan bangsa harus selalu eksis. #MN

6.Di tengah dunia penuh kompetisi buta kita butuh gerakan mendahulukan kerja sama. #MN

7.Kesediaan warga berbagi apa yang mereka bisa sadar nilai bahagia terletak pada berdaya bersama. #MN

8.Ketika pikiran elit semakin rumit berebut kuasa tengoklah langkah warga semakin tulus semakin sederhana. #MN

Haji Lulung & Sarpin di Mata Najwa


Selamat malam selamat datang di Mata Najwa, saya Najwa Shihab tuan rumah Mata Najwa

Kontroversi sangat laku di negeri ini

Mereka yang sering melawan arus justru mudah mendapatkan bonus

Cepat menjadi populer di berbagai pemberitaan hingga menerima berbagai cercaan

Politik Indonesia mudah memicu kegaduhan berkat tingkah-tingkah kontroversi yang menghebohkan

Tapi apa sesungguhnya manfaat kontroversi jika hanya memantik heboh yang tanpa substansi?

Inilah Mata Najwa Pemicu Kontroversi

Telah duduk di studio Mata Najwa hakim Sarpin Rizaldi.

“Hakim tidak boleh dicerca dan dihujat, saya merasakan itu, saya akan laporkan ke polisi,” Hakim Sarpin.

“Saya sudah mendata siapa saja yang akan saya laporkan ke polisi karena mencemarkan nama baik saya,” Hakim Sarpin.

“Masa saya dibilang hakim bodoh, itu bukan hanya penghinaan terhadap saya tapi juga lembaga peradilan,” Hakim Sarpin

“Saya merasa dizolimi, nama baik dihina,” Hakim Sarpin.

“Soal Sarpin’s effect, penyidik tidak perlu khawatir dengan adanya gugatan praperadilan selama bekerja profesional.” Hakim Sarpin.

Sudah hadir di studio @febionesta , Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi.

“Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi melihat ada pelanggaran kode etik yang dilakukan Hakim Sarpin,” @febionesta

“Kami melihat ada kepentingan di luar hukum yang mendasari putusan praperadilan kasus BG,” @febionesta

“Silahkan buktikan kalau saya melanggar kode etik,” Hakim Sarpin

“Saya tidak akan datang jika Komisi Yudisial memanggil saya,” Hakim Sarpin

“Jika saya dijatuhi sanksi, saya akan melawan,” Hakim Sarpin

“Saya emosi karna saya dihina, padahal saya ditugasi negara. Hanya di Indonesia hakim itu dihina2,” Hakim Sarpin

“Saya ragu2 untuk bicara di sini, mungkin akan dilaporkan Hakim Sarpin karena dianggap mencemarkan nama baik,” @febionesta

“Kalau takut tidak perlu jadi hakim, saya tidak ada backing,” Hakim Sarpin

Setelah ini hadir @halus24

Telah hadir di Mata Najwa Abraham Lunggana alias Haji Lulung, Wakil Ketua DPRD DKI

“Akun @halus24 adalah brand saya sejak 2002 yakni, Haji Lulung untuk semua,” Haji Lulung

“Kalau anak buah saya ada 1000 lebih, saya punya bisnis parkir, keamanan, dan jasa penagihan hutang,” @halus24

“Kalau orang bilang sampah bau, saya bilang sampah itu emas, karena sejak kecil saya bergaul dengan sampah, dapat duit dari sampah” @halus24

“Ahok harus tetap ingat pada tugasnya untuk menjaga etika dan norma,” @halus24

Mata Najwa akan hadir setelah Headline News

“Soal makian saat mediasi di Kemendagri Ahok yang duluan memaki sehingga ada reaksi,” Haji Lulung

“Sebagai kawan saya punya hubungan emosional dengan Ahok, tetapi ketika kebijakannya tidak pro rakyat, ya saya kritik.” Haji Lulung

Telah hadir Manajer Advokasi Forum Indonesia Untuk Transparasi Anggaran @ApungWidadi @InfoAnggaran

“Masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan, dalam konflik APBD. Banyak program yang akhirnya terganggu.” @ApungWidadi @InfoAnggaran

“Saya setuju perseteruan Gubernur & DPRD telah digiring menjadi konflik antara Ahok & Lulung, sehingga substansinya hilang.” Haji Lulung

“Saya setuju harga 1 unit UPS 1.5Milyar, itu masuk akal karena ada biaya yg lain juga.” Haji Lulung

“Hak angket akan jalan terus, karena DPRD telah dihina, dijustifikasi sebagai begal, maling,” Haji Lulung #MN

Telah hadir penggiat gerakan #saveahok @ShafiqPontoh #MN

“Selama ini publik melihat DPRD itu sakitnya di sini, sehingga ketika ada momentum gerakan #saveahok muncul.” @ShafiqPontoh #MN

“Saya siap berdebat dengan AHOK.” @halus24 #MN

“Saya tidak marah dijadikan tokoh komedi, itu kreativitas seni.” @halus24 #MN

“Hebatnya lg ada efek ekonomi, banyak yg jual kaos dengan gambar saya, dan gantungan kunci.” @halus24 #MN

“Kalau saya marah, berarti saya tidak mengapresiasi kegiatan kaum muda.” @halus24

CATATAN NAJWA

  1. Politik Indonesia semakin mirip pentas pertunjukkan aktor-aktor politik mahir memainkan peran.
  2. Protagonis dan antagonis beradu kemahiran saling berebut jadi pusat perhatian.
  3. Kontroversi menjadi bumbu yang menghidupkan agar pertunjukkan terus laris diperbincangkan.
  4. Seperti pentas yang perlu badut dan punakawan politik pun diramaikan sosok-sosok menggemaskan.
  5. Drama demi drama tak habis-habisnya mengemuka kontroversi demi kontroversi terus menyita tenaga.
  6. Rakyat diajak jadi penonton yang bertepuk tangan yang bayar tiket berupa pajak dan aneka pungutan.
  7. Antara yang serius kerja dan yang sekadar cari nama akhirnya tak jelas lagi batasnya.
  8. Inilah resikonya jika politik dipenuhi drama urusan publik pun menjelma jadi sekadar telenovela.

Manakala Uang Pensiun PNS TNI/POLRI tak Lagi Dibiayai Negara


Ilustrasi-pembayaran-dana-pensiunUang pensiun bagi PNS, TNI/Polri yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada 2012 saja, anggaran untuk pensiun PNS, TNI/Polri mencapai Rp 69 triliun. Anggaran ini naik menjadi Rp 74 triliun di 2013.

Selama ini, uang pensiun bagi PNS, TNI/Polri setiap tahun berasal dari potongan gaji PNS ditambah subsidi dari pemerintah. Tiap bulan, gaji PNS dipotong 10 persen, di antaranya 2 persen untuk Askes, 2,35 persen untuk tabungan hari tua dan 4,75 persen untuk pensiun.

Meskipun sudah tidak lagi aktif menjadi PNS atau pensiun, mereka masih menikmati uang negara yang dialokasikan tiap tahun dalam APBN. Pembayaran uang pensiun dengan metode pemotongan gaji dan subsidi dari pemerintah dikenal dengan sistem Pay As You Go.

Dengan disahkannya UU Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah berencana mengubah mekanisme atau metode pemberian uang pensiun PNS dari Pay As You Go jadi Fully Funded. Aturan ini nantinya akan tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan UU ASN yang saat ini masih dalam proses pembahasan. Namun dia mengaku tidak bisa menjelaskan lebih detail dengan alasan belum diputuskan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

“Iya ini masih dalam pembahasan (mengubah ke Fully Funded), masih wacana dan saya belum bisa jelaskan,” ucap Kabiro Humas Badan kepegawaian Negara (BKN), Tumpak Hutabarat kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (17/3).

Belum semua PNS maupun pensiunan PNS, TNI/Polri memahami perbedaan kedua sistem ini. Merdeka.com mencoba menelusuri melalui jurnal terbitan Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian, Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dalam jurnal ini dijelaskan, sistem pembayaran pensiunan PNS dengan metode Pay As You Godilakukan dua pihak baik negara maupun PNS itu sendiri. Dengan kata lain, uang pensiun yang diterima setiap bulan merupakan hasil tabungan PNS selama aktif bekerja ditambah kewajiban pemerintah membayarkan uang pensiun.

Dengan sistem ini pemerintah mengaku terbebani lantaran besarnya dana yang dialokasikan untuk uang pensiun PNS setiap tahun selalu membengkak. Penyebabnya, jumlah PNS yang pensiun semakin banyak, usia atau umur penerima dana pensiun semakin lama. Belum lagi kewajiban memberikan uang pensiun kepada istri/suami dan anak meski pensiunan PNS sudah meninggal.

Berkaca dari kondisi itu, pemerintahan baru di bawah komando Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menggulirkan wacana mengubah sistem pembayaran uang pensiun dari metode Pay As You Go menjadi Fully Funded. Terdapat perbedaan signifikan dari dua sistem ini.

Perbedaannya, dalam sistem Fully Funded, kewajiban pemerintah membayar uang pensiun berhenti saat PNS tidak lagi aktif bekerja. Sebelumnya di sistem Pay As You Go, pemerintah masih berkewajiban memberikan uang pensiun meski PNS tersebut sudah tak lagi bekerja.

Lalu, jika tak ada lagi uang dari pemerintah saat PNS tak lagi aktif bekerja, dari mana uang pensiunan yang diperoleh tiap bulan? Uang pensiun yang diterima setiap bulan berasal dari potongan gaji PNS yang ditabung dan dikelola lembaga negara di pasar keuangan.

Dana ini dikelola dan dikembangkan. Uang pensiun yang ‘diputar’ lembaga keuangan ini nantinya digunakan untuk membayar uang pensiun.

Keuntungan metode ini beban atau kewajiban pemerintah terhadap pensiunan PNS otomatis berkurang. Karena kewajiban memberikan uang pensiun hanya dilakukan selama PNS aktif bekerja.

SUMBER : Mengupas wacana pensiunan PNS, TNI/Polri tak lagi dibiayai negara

Si ‘Google’ Kautilya Pandit, Bocah Ajaib Berusia 7 Tahun


Punya daya ingat yang sangat menakjubkan. Dia bisa menyerap semua informasi yang dibacanya.

Kautilya Pandit, bocah ajaib berusia 7 tahunKautilya Pandit, bocah ajaib berusia 7 tahun asal Desa Kohand di Haryana, India bisa dibilang sebagai Wikipedia berjalan.

Kautilya punya daya ingat yang sangat menakjubkan. Dia bisa menyerap semua informasi yang dibacanya, mulai dari geografi hingga biologi dan berita terkini.

Dia juga mampu menjelaskan dalam statistik tentang ekonomi, politik dan cukup banyak tema lain yang dapat Anda pikirkan.

Dalam waktu tiga bulan, bocah ini berhasil menghafal informasi tentang 213 negara, populasi mereka, GDP, sumber pendapatan, mata uang, agama, budaya dan warisannya.

Kautilya kini menjadi selebriti di negaranya. Dia melakukan road show di seluruh India, menjawab pertanyaan secara langsung dari anak-anak lain seusianya.

Dalam salah satu tour-nya, Kautilya mendapat pertanyaan yang cukup sulit seperti luas total Kota Vatikan, GDP negara Inggris dan sebagainya. Dia pun menjawab semuanya dengan mudah dan tepat.

Kemampuan Kautilya menyimpan informasi dan angka-angka dalam memori di otaknya membuat dia mendapat julukan Google. Bocah ini merasa bersyukur punya orangtua dan guru-guru serta orang-orang yang mendukungnya.

“Aku sangat beruntung punya orangtua dan guru yang bisa melihat kemampuanku dan membantuku untuk mengembangkannya,” kata wonderkid tersebut dikutip Dream.co.id dariOdditycentral.com, Senin 16 Maret 2015.

Kautilya mengaku tidak punya teman di kelas.Dia mengatakan teman terbaiknya hanyalah kakeknya.

“Aku tidak tahu kenapa aku berbeda tapi aku tahu aku sangat ingin tahu tentang segalal hal dan terus bertanya.”

Tentu saja, orangtua Kautilya merasa bangga dengan kemampuan anaknya itu.

“Kautilya adalah karunia Tuhan yang terbaik bagi kami. Dia sangat penasaran dengan alam semesta dan diberkati dengan memori yang sangat kuat,” kata ayahnya, Satish Sharma.

Sharma menjelaskan, Kemampuan Kautilya mulai terasa setelah saatl iburan musim panas, dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan mempelajari peta dan buku-buku.

Sejak itu dia selalu banyak bertanya dan mampu mengingat semua jawaban yang diberikan. Karena kemampuannya yang luar biasa itu, Kautilya sampai bingung saat ditanya tentangcita-citanya.

“Aku ingin jadi pegawai di Departeman Pelayanan Administrasi India, oh bukan, aku ingin jadi ilmuwan. Seorang astronot,” kata dia, sebelum akhirnya mengatakan akan belajar dulu dan nanti baru memutuskan akan menjadi apa.

SUMBER : Bocah 7 Tahun yang Tahu Segalanya, Dijuluki si ‘Google’

Agus Pulung Sasmito: S3 Tanpa S2


Agus melamar program profesor ke tiga universitas kenamaan dunia. Hebatnya semua diterima. Dan Agus memilih Kanada. Inilah rahasia sukses itu.

agus-sasmito-profesor-muda-wonosobo-berjaya-di-kanadaAgus Pulung Sasmito. Inilah salah satu putra Indonesia yang berprestasi di luar negeri. Pria yang lahir di daerah pegunungan di Jawa Tengah ini sedang mengejar gelar profesor di Kanada.

Pemuda kelahiran Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, 30 tahun silam, itu kini menjadi asisten profesor di Universitas McGill, Montreal. Dia telah mempublikasikan 3 buku, 22 jurnal ilmiah, dan 19 makalah konferensi bertaraf internasional.

Agus menghabiskan masa kecil di Wonosobo. Lulus dari SMAN 1 Wonosobo pada 2001, kemudian melanjutkan studi ke Jurusan Teknik Fisika, Universitas Gadjah Mada (UGM). Lulus sarjana tahun 2005, Agus hijrah ke Singapura untuk menempuh program S2 di National University of Singapore.

Di negeri yang dahulu bernama Tumasik itulah Agus mendapat berkah. Pada semester ke tiga, dosen pembimbing menawarkan upgrade jenjang ke S3 tanpa harus menyelesaikan program S2. Dengan kata lain, tesis S2 yang diajukan Agus langsung menjadi proposal program PhD.

Tawaran itu diterima. Akhirnya pada Agustus 2010, dia bisa menyelesaikan studi dan mengumpulkan disertasi untuk diujikan. Namun dia harus menunggu 8 bulan untuk lulus S3 karena peraturan NUS mengharuskan disertasi diuji oleh ahli atau profesor dari luar Singapura. Gelar PhD resmi dia genggam pada Maret 2011.

Pertengahan tahun itu pula, Agus mengirimkan lamaran professorship ke tiga universitas, yaitu Khalifa University Abu Dhabi, Aalto University di Helsinki, Finlandia, dan McGill University, Canada. Hebatnya, semua lamaran Agus diterima. Namun, dia memutuskan belajar di McGill University karena alasan kualitas. Dia resmi bergabung menjadi professor muda mulai Januari 2014.

Namun, segala pencapaian ini tak diraih dengan mudah. Semasa di Singapura, Agus harus berjibaku karena mengalami masa-masa sulit. Banyak hal yang harus dia korbankan.

“Kadang down itu wajar, tapi yang penting jangan pernah menyerah. Lakukan yang terbaik, perbaiki strategi dan berfikir sistimatis, itu kuncinya. Bagi saya yang paling utama adalah doa orang tua, saya bisa bertahan sampai sekarang seperti ini tidak lain karena doa dan usaha orang tua,” kata Agus. “Bermimpilah yang tinggi karena no dream is too high”…

Ingin tahu kisah kesuksesan Agus, baca selengkapnya di sini.

sumber : Agus Sasmito, Profesor Muda dari Wonosobo

tidak lain karena doa dan usaha orang tua,” kata Agus. “Bermimpilah yang tinggi karena no dream is too high”…

Ingin tahu kisah kesuksesan Agus, baca selengkapnya di sini.

Betulkah Menghirup Bau Kentut Bisa Cegah Kanker dan Memperpanjang Usia?


menghirup-bau-kentut-bisa-cegah-kanker-dan-memperpanjang-usiaSebelumnya ada informasi bahwa beberapa pakar kesehatan mengklaim dengan menghirup bau kentut, maka dapat terhindar dari kanker atau juga dapat berumur panjang. Benarkah begitu?

Klaim dan informasi ini bermula dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Exeter yang mengemukakan bahwa gas yang dihasilkan dari telur busuk merupakan sarana terapi yang sangat menyehatkan. Dikarenakan bau dari telur busuk dan bau gas dari dalam perut hampir mirip, maka akhirnya banyak yang menyimpulkan bahwa dengan menghirup bau kentut sangat baik untuk kesehatan.

Akan tetapi setelah hasil penelitian mereka disangkutpautkan dengan menghirup bau gas perut menyehatkan, salah seorang mengklarifikasi bahwa gas yang dihasilkan dari telur busuk tidak ada hubungannya dengan bau kentut.

Dr Mark Wood, salah seorang peneliti menjelaskan, “Mungkin informasi yang beredar sekarang ini bermula dari salah persepsi dari kutipan tentang hidrogen sulfida yang dihasilkan oleh telur busuk dan juga terdapat pada kentut, secara alami dapat bermanfaat bagi kesehatan. Namun yang kita bahas dan ungkapkan adalah perkembangan senyawa yang disebut AP39 dalam gas tersebut.”

Dalam tubuh, hidrogen sulfida mengatur fungsi pembuluh darah, respon inflamasi, neurotransmisi di otak dan beberapa hal penting lainnya, termasuk pencegahan kanker. Sel-sel kanker akan mati apabila berbenturan langsung dengan senyawa yang mengandung hidrogen sulfida. Dan dalam hal ini, AP39 merupakan komponen yang dapat membantu memproduksi hidrogen sulfida.

sumber : Menghirup bau kentut bisa cegah kanker dan memperpanjang usia?

Kewenangan Luhut Panjaitan diperluas, Relawan Menggugat ke Mahkamah Agung


LuhutPeraturan Presiden No 26 Tahun 2015 tentang Kantor Staf Presiden resmi digugat ke Mahkamah Agung (MA). Dalam Perpres bentuk Presiden Joko Widodo itu kewenangan Luhut Panjaitan diperluas.

Gugatan tersebut dilayangkan oleh empat warga yang menyebut diri sebagai relawan Jokowi. Mereka adalah Arief Rachman, Erfandi, Victor Santoso dan Tezar Yudhistira.

“Perpres tentang Kantor Staff Presiden tidak memiliki landasan dan inskonstitusional karena bertentangan dengan dua undang-undang,” kata Tezar kepada wartawan di gedung MA, Jakarta, Senin (9/3).

Dua UU yang dimaksud yakni pasal 13 UU 12/2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan dan pasal 4 ayat 2 UU 39/2008 tentang Kementerian Negara.

“Salah satunya dalam UU Kementerian Negara, pemerintahan Jokowi-JK hanya boleh membentuk 34 kementerian, dengan adanya kepala staf kepresidenan berarti ada 35 kementerian. Ini sungguh melanggar,” tegas Tezar.

Disebutkan, dalam Perpres 26/2015, kepala staf kepresidenan memiliki tugas, wewenang, anggaran dan fasilitas seperti kementerian. Padahal, presiden sudah memiliki kementerian koordinator untuk mengurus tugas khusus.

“Kami selaku penggugat dan ada juga relawan, mendukung pemerintahan Jokowi yang konstitusional. Maka dari itu, kami mengajukan uji materi,” jelas Tezar.[wid]

SUMBER : Melanggar UU, Perpres Jokowi Resmi Digugat ke MA