Dilarang Mencabut Uban, Ini Alasan Llmiah Dampak Kesehatannya


Mencabut uban adalah tindakan yang keliru. Hal ini dikarenakan mencabut uban dapat merusak kondisi folikel, akar rambut dan saraf-saraf kepala.

Mencabut uban adalah tindakan yang keliru. Hal ini dikarenakan mencabut uban dapat merusak kondisi folikel, akar rambut dan saraf-saraf kepalaBrilio.net – Mendengar kata “uban” tentu hampir semua orang sudah tahu perihal perubahan warna rambut tersebut. Uban merupakan perubahan warna rambut yang terjadi akibat kekurangan melanin. Persoalan uban biasanya menjadi masalah tersendiri di masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia.

Uban merupakan fenomena yang terjadi saat rambut mengalami perubahan warna menjadi putih atau abu-abu. Masyarakat Indonesia umumnya memiliki rambut yang berwarna hitam, hal ini dikarenakan kandungan melanin yang tinggi. Uban sendiri dapat terjadi karena kandungan melanin berkurang.

Dulu uban dapat terlihat bagi mereka yang telah lanjut usia, namun hari ini ubanan tidak hanya dialami oleh mereka yang lanjut usia, bahkan anak muda yang usianya berkisar 20 tahunan sudah ubanan. Uban pada anak muda biasanya disebabkan oleh faktor genetis ataupun asupan nutrisi dari makanan yang diperolehnya.

Banyak orang yang risih ketika rambutnya beruban. Mereka pun menyiasatinya dengan mengecat rambut atau mencabutnya. Nah untuk pilihan mencabut, kamu harus menyimak hasil penelitian dari Ismael Galvan dari Museo Nacional de Ciencias Naturales, Spanyol ini.

U B A N

U B A N

Galvan telah melakukan penelitian perihal apa bahaya dari mencabut uban. Dari hasil penelitian Galvan diperoleh bahwa mereka yang memiliki uban justru panjang umur dan sehat. Sebab uban terjadi karena kadar melanin berkurang, itu berarti orang tersebut hidup sehat.

Selain itu, Galvan juga memaparkan bahwa mencabut uban adalah hal yang berbahaya. Seperti yang dilansir brilio.net dari theguardian, Senin (18/5) mencabut uban adalah tindakan yang keliru. Hal ini dikarenakan mencabut uban dapat merusak kondisi folikel, akar rambut dan saraf-saraf kepala.

Mencabut uban dapat berdampak pada menipisya jumlah rambut dan kemudian uban akan terlihat lebih banyak meskipun jumlahnya sama. Selain itu, kerusakan folikel akan berdampak pada kesehatan selaput kepala.

Dengan demikian, mulai dari sekarang saat kamu beruban, janganlah memusuhi uban, sebab itu tandanya kamu hidup normal.

SUMBER: BRILIO.NET

Darah Muda di Mata Najwa


Selamat malam, selamat datang di Mata Najwa, saya Najwa Shihab tuan rumah Mata Najwa. #Mata Najwa

Kisah serangkaian anak muda, kini terpilih menjadi bahan cerita. #MataNajwa

Mereka memiliki kiprah, berjejak pada diri dan rekam sejarah. #MataNajwa

Negeri ini dibangun dari sumpah mereka. #MataNajwa

Berusaha memberi bukti, anak muda punya jalan sendiri. #MataNajwa

Akankah mereka akan kembali menentukan arahnya? #MataNajwa

Inilah Mata Najwa, Darah Muda. #MataNajwa

Penta Boyz menyanyikan lagu Darah Muda. #MataNajwa

Hadir di studio Mata Najwa, Walikota Bogor, Bima Arya & Guru Besar UI, Rhenald Kasali. #MataNajwa @Rhenald_Kasali @BimaAryaS

“Kelompok passengers, mereka yg berpikir hanya untuk bekerja, sebagian income masih dari orgtua.” Rhenald Kasali #MataNajwa

“Kelompok drivers, minoritas, mereka tdk mencari pekerjaan tp kebahagiaan.” Rhenald Kasali #MataNajwa

“Good passengers memiliki sikap mental sbg pemenang, tahu kapan hrs menerima kekalahan, tdk mengeluh.” Rhenald Kasali #MataNajwa

“Bad passengers adlh mereka yg mempunyai mental pecundang, selalu minta dikasihani, dlm sosmed disebut haters.” Rhenald Kasali #MataNajwa

“Celakanya saat ini banyak yg masuk kedalam kategori bad passengers.” Rhenald Kasali #MataNajwa

“Anak muda terbagi jadi tiga, asik dengan dirinya, sudah selesai dengan dirinya, dan bingung dengan dirinya.” Bima Arya #MataNajwa

“Anak muda yg asik dengan dirinya orientasinya dirinya, bisa bagus bisa jelek.” Bima Arya #MataNajwa

“Anak muda yg sudah selesai dengan dirinya semata-mata bekerja untuk lingkungan dan sosial.” Bima Arya #MataNajwa

“Yang berbahya adlh anak muda yg bingung dengan dirinya.” Bima Arya #MataNajwa

“Tren anak muda yg ingin punya passion lebih dari dirinya semakin banyak, materi bukan ukurannya.” Bima Arya #MataNajwa

Basarnas Special Group menampilkan demonstrasi penyelamatan dengan menggunakan tali dari ketinggian. #MataNajwa @SAR_NASIONAL

Telah hadir di studio Mata Najwa Charles Batlajery, Komandan Basarnas Special Group dan Aswandi, Anggota Basarnas Special Group #MataNajwa

“Basarnas Special Group harus siap disegala medan.” Charles Batlajery #MataNajwa

“Awalnya ikut Basarnas hanya ikut-ikutan dan coba2, dulu hanya ingin dapat kerja.” Charles Batlajery #MataNajwa

“Masuk Basarnas karena hobi, bekerja sambil beribadah.” Aswandi #MataNajwa

“Selama ini yang paling berat adalah di laut, karena korban bisa bergeser akibat perubahan arus dan angin.” Charles Batlajery #MataNajwa

“Pernah bertaruh dengan nyawa sendiri, seperti saat menyelam di kedalaman 35m.” Charles Batlajery #MataNajwa

“Takut adlh hal wajar, tp ketakutan harus diimbangi dengan niat baik untuk menolong orang, Tuhan pasti melindung.” Aswandi #MataNajwa

“Menjadi seorang Basarnas itu bukan menjadi cita-cita tapi panggilan jiwa.” Charles Batlajery #MataNajwa

“Saya percaya ketika saya bekerja di Basarnas Tuhan menempatkan sy untuk menolong orang lain.” Charles Batlajery #MataNajwa

“Kami mengatasi rasa takut dengan cara percaya & yakin akan tugas yg diberikan.” Charles Batlajery #MataNajwa

“Semua peralatan yg mendukung kerja, kami cek dan pelajari sehingga kami yakin dan rasa takut bisa dikurangi.” Charles Batlajery #MataNajwa

“Kita semua sama, tanpa ada perbedaan suku, agama, dan ras.” Charles Batlajery #MataNajwa

Telah hadir di studio Mata Najwa Aldilla Stephanie Swana & Fadilla Octaviani, Satgas Illegal Fishing KKP RI #MataNajwa

“Pekerjaan utama Satgas, mengaudit kapal eks-asing & meningkatkan efektifitas penindakan hukum.” Aldilla Stephanie #MataNajwa

“Audit kapal dilihat dari 2 sisi, legalitas dan oprasional kapal sesuai dengan peraturan di Indonesia.” Fadilla Octaviani #MataNajwa

“Kita ingin berada di tempat yg bisa melakukan perubahan, ini didukung oleh Ibu menterinya.” @aldillass #MataNajwa

“Dalam pekerjaan, kalau bahagia, pasti uang itu akan mengikuti sendiri.” @fadilaoctaviani #MataNajwa

“Saya tidak melihat wajah takut di wajah para auditor ini.” Rhenald Kasali #MataNajwa

“Walaupun panas, tp kita tahu bahwa yang kita lakukan bermanfaat, jd kita happy mengerjakannya.” Aldilla Stephanie #MataNajwa

“Kami mau lihat nelayan lokal Indonesia bisa mencari & mendapatkan ikan yg lebih banyak.” Aldilla Stephanie #MataNajwa

“Saat di lapangan kami melihat kondisi langsung adanya diskriminasi gaji nelayan.” Fadilla Octaviani #MataNajwa

“Mengecek kapal dan keringetan masih biasa di lingkungan perlautan.” Fadilla Octaviani #MataNajwa

“Kekayaan Indonesia dari segi laut luar biasa sekali, tapi nelayan tidak makmur.” Aldilla Stephanie #MataNajwa

“Kami ingin pekerjaan yang dilakukan untuk reformasi dan membantu masyarakat lebih baik.” Aldilla Stephanie #MataNajwa

Telah hadir di studio Mata Najwa, @nahlajovial, Relawan @PencerahNusa dan @rdandika, Relawan Pengajar Muda @Ind_Mengajar #MataNajwa

“Pencerah Nusantara adlh tim kshtn yg ditugaskan untk mendampingi msyrkt agar bs mandiri dlm kshtn” Nahla Jovial #MataNajwa @PencerahNusa

“Kndsi Lindu ada 4000 jiwa, kmpg terpsh olh danau, awlnya drjt kesehatan buruk, tdk ada snyl & lstrk.” Nahla Jovial #MataNajwa @nahlajovial

“Pengajar Muda fokus di penddikan, minimal S1, dilatih selama 2 bln, lalu diberangkatkan ke 17 kabupaten sbg guru.” @rdandika #MataNajwa

“Mandat utamanya sebagai penggerak perubahan prilaku bersama.” Danu Andika #MataNajwa @Ind_Mengajar

“Desa Pelita belum ada PLN, tp saat ini sudah ada listrik 2-3 hari dalam seminggu.” Danu Andika #MataNajwa

“Di desa Pelita saya belajar banyak hal, terutama perspektif bangsa.” Danu Andika #MataNajwa

“Lulus ITB saya yakin bahwa saya sudah tahu banyak hal tentang Indonesia.” Danu Andika #MataNajwa

“Pemikiran bahwa masalah di Indonesia bs dicarikan solusinya di Jakarta & dikirim ke berbagai pelosok itu hilang.” Danu Andika #MataNajwa

“Ada banyak bantuan, tp tidak sesuai dengan kebutuhan dan fasilitas penunjangnya.” Danu Andika #MataNajwa

“Dinamikanya begitu variatif sehingga memerlukan pengalaman akar rumput yang intensif untuk memperkaya pengalaman.” Danu Andika #MataNajwa

“Masyarakat punya cara menjaga kesehatan, yg kurang adlh petugas puskesmas yg bisa melayani dengan maksimal.” Nahla Jovial #MataNajwa

“Kesehatan bukan tanggung jawab tenaga kesehatan, tapi tanggung jawab bersama.” Nahla Jovial #MataNajwa

“Pemuda Lindu harus memikul pasien 4 sampai 6 jam kelokasi RS rujukan terdekat, untuk dioperasi.” Nahla Jovial #MataNajwa

“Sy & guru lokal melatih 3 anak ikut olimpiade nasional, 2 dari 3 lolos semi final dari 80.000 peserta Indonesia.” Danu Andika #MataNajwa

“Prestasi itu secara instan meruntuhkan mitos bahwa anak desa Pelita tdk berpotensi & tdk bisa bersaing.” Danu Andika #MataNajwa

“Ekspektasi org tua meningkat & langsung meminta anaknya dilatih untuk ikut lomba tahun depan.” Danu Andika #MataNajwa

“Kalau kita tidak kenal langsung, kalau kita tidak melihat bangsa kita, kita tidak akan tahu intervensi yang tepat.” Nahla Jovial #MataNajwa

“Sekolah sibuk sendiri, seharusnya sekolah terintegrasi dengan lingkungannya.” Danu Andika #MataNajwa

“Masyarakat itu bisa menjaga kesehatannya sendiri, harus ada local hero yang bisa tetap terus menjaga itu.” Nahla Jovial #MataNajwa

“Ini harus menjadi gerakan dan dilakukan dari berbagai bidang, untuk Indonesia.” Danu Andika #MataNajwa

Hadir jg di studio Mata Najwa Muhammad Iman Usman dan Andhiyta Fierselly Utami, dr Indonesian Future Leaders. #MataNajwa @ifutureleaders

“Kita perlu mengedukasi diri & teman2 ttg mslh sosial disekitar & melengkapi diri dgn skill dan kemampuan.” Iman Usman #MataNajwa @imanusman

“Kami ingin memberikan kapasitas bagi anak2 muda, hingga mau memberikan impact kesekitarnya” Andhiyta Fierselly #MataNajwa

“Kami membuat Sekolah relawan untuk melihat masalah sosial, dan melakukan perubahan.” Andhiyta Fierselly #MataNajwa

“Parlemen Muda Indonesia agar anak-anak muda tidak apatis dengan kegiatan politik.” Andhiyta Fierselly #MataNajwa @parlemen_muda

“Ada panggilan dan dipimpin oleh pemimpin inspiratif tapi sekarang digantikan oleh orang administratif.” Rhenald Kasali #MataNajwa

“Tugas kita adalah mengorbitkan tokoh-tokoh yang inspiratif.” Bima Arya #MataNajwa

“Kita perlu mencari kerumunan yang positif, anak muda sekarang kadang salah kerumunan saja.” Danu Andika #MataNajwa

CATATAN NAJWA #MataNajwa

  1. Indonesia punya tujuh puluhan juta anak muda, kekuatan besar yang tak boleh terisa-sia. #MataNajwa
  2. Di tengah kecamuk materialisme hidup, generasi muda harus terus berkata sanggup.#MataNajwa
  3. Dahulu merdeka dari penjajah, kini dari kebiasaan buruk yang tak mau berubah. #MataNajwa
  4. Membangun karya dalam sunyi, dengan ikhlas karena cinta pada negeri. #MataNajwa
  5. Kebanggaan profesi bukan karena materi, tapi seberapa banyak bisa mengabdi. #MataNajwa
  6. Menilai hidup dari kerja nyata, bukan semata posisi dan harta benda. #MataNajwa
  7. Berani muncul melawan arus, mendobrak kepalsuan yang terlanjur serius. #MataNajwa
  8. Jika kaum tua mudah lelah dalam kemapanan, anak muda datang menghentak dengan gebrakan. #MataNajwa

Proyek Internet.org milik Facebook tuai kontroversi


Sebanyak 67 kelompok pembela hak digital di dunia menyuarakan protes terhadap proyek Internet.org yang digagas Mark Zuckerberg,

Sebanyak 67 kelompok pembela hak digital di dunia menyuarakan protes terhadap proyek Internet.org yang digagas Mark Zuckerberg,

Sebanyak 67 kelompok pembela hak digital di dunia menyuarakan protes terhadap proyek Internet.org yang digagas Mark Zuckerberg,

Tentangan terhadap proyek Internet.org yang digagas pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, makin meningkat dan menyebar di berbagai negara.

Sebanyak 67 kelompok hak digital, termasuk i Freedom Uganda, Usuarios Digitales dari Ekuador dan ICT Watch dari Indonesia, telah menandatangani surat protes untuk Zuckerberg.

Mereka mengatakan Internet.org mengancam privasi, kebebasan berekspresi, serta prinsip netralitas internet.

Namun, Facebook membela proyek tersebut.

“Kami yakin dengan semakin banyak orang yang dapat mengakses internet, mereka akan melihat manfaatnya dan ingin menggunakan layanan lain-lainnya,” kata seorang juru bicara kepada BBC.

“Kami meyakini tujuan ini sehingga kami telah bekerja sama dengan penyedia jasa seluler untuk menawarkan layanan dasar kepada masyarakat tanpa biaya. Kami yakin para pengguna baru itu akan menginginkan akses lebih banyak lagi dan mau membayar untuk layanan yang lebih beragam.”

Internet.org membuka akses bagi pelanggan jaringan operator seluler mitranya untuk menggunakan sejumlah layanan online tanpa harus membayar layanan internet.

Internet.org membuka akses bagi pengguna internet di berbagai negara berkembang, semisal di Indonesia. Namun, hal itu dipandang membuat publik salah kaprah.

Internet.org membuka akses bagi pengguna internet di berbagai negara berkembang, semisal di Indonesia. Namun, hal itu dipandang membuat publik salah kaprah.

Layanan yang disediakan secara gratis mencakup Wikipedia, situs kesehatan milik UNICEF Facts for Life, BBC News, Facebook, Accuweather dan beberapa pilihan berita lokal dan penyedia hasil pertandingan olahraga.

Untuk mengakses fasilitas ini, pelanggan harus menggunakan aplikasi Android khusus, situs Internet.org, aplikasi Facebook untuk pengguna Android, atau browser Opera Mini.

Situs-situs dalam layanan itu membuka halaman dengan tampilan sederhana untuk mengurangi penggunaan data – foto-foto dengan resolusi tinggi, video dan fasilitas voice chat tidak dapat ditampilkan atau digunakan.

Operator jaringan seluler berpartisipasi dengan harapan para pengguna akan kemudian membayar untuk akses lebih setelah diberi kesempatan mencicipi konten yang tersedia gratis.

Sejak tahun 2014, proyek ini telah diluncurkan di Zambia, India, Kolombia, Guatemala, Tanzania, Kenya, Ghana, Filipina, Indonesia dan Malawi.

Facebook mengatakan lebih dari sembilan juta orang telah menggunakan layanan itu hingga kini.

Perlawanan

Meski demikian, sebanyak 67 kelompok hak digital keberatan dengan sepak terjang Internet.org. Mereka lalu melayangkan surat protes kepada pendiri Facebook, Mark Zuckerberg,

“Facebook mendefinisikan netralitas internet dengan tidak benar kepada publik..sehingga kaum termiskin di dunia hanya akan dapat mengakses situs tertentu dan layanan terbatas,” bunyi surat itu.

Internet.org, menurut puluhan kelompok tersebut, juga membuat publik salah kaprah.

“Internet.org telah dipasarkan sebagai layanan yang menyediakan akses penuh ke internet, padahal sebenarnya hanya menyediakan situs-situs tertentu yang telah disetujui oleh ISP lokal dan Facebook. Dalam bentuknya yang sekarang, Internet.org melanggar prinsip-prinsip netralitas internet, mengancam kebebasan berekspresi, kesetaraan kesempatan, keamanan, privasi dan inovasi.”

Internet.org dinilai kelompok pelindung hak digital sebagai perangkat yang mengancam privasi, kebebasan berekspresi, serta prinsip netralitas internet

Internet.org dinilai kelompok pelindung hak digital sebagai perangkat yang mengancam privasi, kebebasan berekspresi, serta prinsip netralitas internet

Awal bulan ini, Zuckerberg berusaha mengatasi masalah ini dengan mengundang organisasi-organisasi lainnya untuk bergabung dengan Internet.org.

Tapi syarat yang diwajibkannya – bahwa situs mereka tidak boleh mencakup teknologi enkripsi HTTPS, TLS atau SSL – menimbulkan kontroversi baru.

Dalam surat mereka, para aktivis menyarankan ini akan membuat penggunaan internet bagi pelanggan rentan terhadap serangan berbahaya dan pengawasan pemerintah”.

Penjelasan yang ditampilkan situs Internet.org menjanjikan dukungan SSL dan TLS “di aplikasi Internet.org bagi ponsel Android dalam beberapa minggu mendatang”.

Meski begitu, para aktivis mengatakan masih memiliki masalah privasi mengingat tidak ada pernyataan khusus mengenai kerahasiaan data pengguna pada laman Internet.org

“Kemungkinan Internet.org mengumpulkan data pengguna melalui aplikasi dan layanan yang mereka sediakan. Transparansi mengenai penggunaan data yang diperoleh Internet.org dan mitra telekomunikasinya masih kurang,”

BBC memahami bahwa Internet.org merekam beberapa informasi mengenai halaman yang dikunjungi pengguna. Informasi itu digunakan untuk memastikan gratisnya konsumsi data, serta memantau popularitas berbagai layanan.

Namun, tidak ada persyaratan untuk mitra layanan untuk berbagi informasi pribadi pengguna dengan Facebook.

Sumber : BBC Indonesia

Jual Sosis Babi ‘Halal’, Supermarket Minta Maaf


Jaringan supermarket di Inggris, Aldi, meminta maaf setelah menjual sosis berbahan kulit dan darah babi tetapi berlabel halal.

Jaringan supermarket Aldi mengatakan sosis babi halal adalah kesalahan pemasangan label

Jaringan supermarket Aldi mengatakan sosis babi halal adalah kesalahan pemasangan label

Pemasok sosis ini mengatakan bahwa ini murni kesalahan pemasangan label dan sudah memberi tahu Aldi tentang kesalahan tersebut.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada konsumen yang terkena imbas dari kesalahan kami … kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memberi tahu kami tentang kesalahan ini,” kata Kushal dan Vinita Duggal, direktur perusahaan pemasok sosis.

Juru bicara Aldi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan produk sosis tersebut -yang hanya dijual di wilayah Skotlandia- sudah ditarik dari peredaran.

“Kami meminta maaf atas kekeliruan ini dan bagi pelanggan yang sudah membeli, silakan mengembalikan produk tersebut untuk kami ganti,” katanya.

Foto kemasan sosis babi berlabel halal ini menjadi pembahasan yang ramai di sosial media. Di bagian belakang kemasan, di kolom bahan, jelas tercetak bahwa sosis tersebut dibuat dengan bahan kulit dan darah babi.

“Ini benar-benar tak bisa diterima … saya merasa dilecehkan,” kata Manahil Khan kepada koran The Mirror.

“Ini melanggar moral dan agama. Komunitas Muslim tak semestinya mendapatkan perlakuan seperti ini,” katanya.

SUMBER : VOA Indonesia

Apakah Agama Akan Bisa Lenyap?


Ateisme kini makin meningkat di seluruh dunia. Apakah ini berarti spiritualitas akan segera menjadi bagian dari masa lalu saja? Rachel Nuwer menemukan bahwa jawabannya tidak semudah itu.

Semakin banyak orang -jutaan jumahnya di dunia- mengatakan bahwa mereka percaya hidup berakhir saat mereka meninggal: bahwa tidak ada Tuhan, tidak ada kehidupan setelah kematian dan tidak ada rencana Tuhan yang agung. Di sejumlah negara, ateisme yang dinyatakan secara terang-terangan sangat populer.

“Sekarang ini pasti ada lebih banyak ateis, dibandingkan sebelumnya, baik dari segi jumlahnya maupun sebagai persentase dari manusia yang ada di dunia,” kata Phil Zuckerman, seorang professor kajian sosiologi dan sekularisme di Pitzer College di Claremont, California, dan penulis Living the Secular Life.

Menurut survei internasional Gallup terhadap lebih dari 50.000 responden di 57 negara, jumlah orang yang mengklaim dirinya religius turun dari 77% menjadi 68% antara tahun 2005 dan 2011, sementara mereka yang menyatakan diri sebagai ateis meningkat 3% –sehingga perkiraan jumlah mereka yang tidak percaya pada agama di dunia ini diperkirakan mencapai 13%.

Pendeta di Ukraina memegang tanda salib di reruntuhan gedung Serikat Dagang di Kiev

Pendeta di Ukraina memegang tanda salib di reruntuhan gedung Serikat Dagang di Kiev.

Walaupun jumlah penganut paham ateisme bukan jumlah mayoritas, tetapi apakah angka-angka yang ada sekarang ini bisa menjadi pertanda keadaan di masa depan? Dengan mengasumsi bahwa tren global ini terus meningkat sampai agama pada suatu hari kelak menghilang seluruhnya?

Tentunya tidaklah mungkin meramalkan masa depan, namun dengan memeriksa yang kita ketahui tentang agama -mengapa sampai ada agama pada awalnya, dan mengapa ada orang yang memilih untuk percaya dan ada yang memilih untuk meninggalkannya– dapat memberi petunjuk bagaimana hubungan kita dengan Tuhan berpengaruh di dasawarsa atau abad yang akan datang.

Para cendekiawan masih berusaha memilah-milah faktor-faktor kompleks yang mendorong seseorang atau satu bangsa menuju ateisme, tetapi diketahui ada beberapa persamaan di antaranya.

Agama adalah pengaturan budaya yang berkembang untuk melibatkan dan memanfaatkan kapasitas alamiah dalam manusia.Robert McCauley

Sebagian daya tarik dari agama adalah bahwa agama menawarkan keamanan di dunia yang tidak pasti ini. Tidak mengherankan, negara yang melaporkan tingkat tinggi ateisme cenderung merupakan negara yang memberikan kepada warga negara mereka sebuah stabilitas ekonomi, politik, dan eksistensi yang relatif tinggi. “Keamanan di dalam masyarakat tampaknya mengurangi keyakinan agama,” kata Zuckerman. Kapitalisme, diiringi teknologi dan pendidikan juga tampaknya berkorelasi dengan berkurangnya agama di sejumlah populasi,” katanya.

Krisis kepercayaan

Jepang, Inggris, Kanada, Korea Selatan, Belanda, Republik Ceko, Estonia, Jerman, Prancis dan Uruguay (dengan mayoritas warga negara memiliki akar dari Eropa) merupakan tempat-tempat di mana agama penting satu abad lalu dan sekitarnya, tetapi sekarang dilaporkan memilki tingkat kepercayaan terendah di dunia. Negara-negara ini memilki sistem pendidikan dan sosial yang kuat, tingkat ketidaksetaraan yang rendah dan semuanya secara relatif memiliki penghasilan yang mencukupi.

“Pokoknya, orang-orang tidak terlalu takut apa yang akan terjadi pada mereka,” kata Quentin Atkinson, seorang psikolog di Universitas Auckland, Selandia Baru.

Namun menurunnya jumlah mereka yang percaya tampaknya terjadi di mana-mana, termasuk di tempat-tempat yang masih sangat religius, seperti Brasil, Jamaika dan Irlandia. “Sangat sedikit keberadaan masyarakat yang sekarang ini lebih religius dibandingkan 40 atau 50 tahun lalu,” kata Zuckerman. Kecuali satu-satunya mungkin Iran, tetapi ini agak susah karena mungkin saja mereka yang sekular pura-pura percaya.”

Gadis-gadis di Yaman mendandani tangan mereka dengan desain tradisional menggunakan henna saat merayakan akhir bulan Ramadan.

Gadis-gadis di Yaman mendandani tangan mereka dengan desain tradisional menggunakan henna saat merayakan akhir bulan Ramadan.

Amerika Serikat juga merupakan fenomena berbeda. Negara ini termasuk salah satu negara terkaya di dunia, tetapi memiliki angka tinggi religiusitas. (Namun,survei Pew baru-baru inimengungkapkan bahwa antara tahun 2007 dan 2012, proporsi orang Amerika yang menyatakan diri mereka ateis meningkat dari 1,6% ke 2,4%.)

Menurun tidak berarti menghilang, kata Ara Norenzayan, seorang pskolog sosial di Universitas British Columbia di Vancouver, Kanada, dan juga penulis Big Gods.

Keamanan eksistensial ternyata lebih lemah daripada kelihatannya. Dalam sekejap, semua dapat berubah: pengemudi yang mabuk dapat membunuh orang yang dicintai, badai topan dapat menghancurkan kota, dokter dapat memberikan diagnosis penyakit mematikan. Saat perubahan iklim mengamuk di dunia di tahun-tahun yang akan datang dan sumber daya alam berpotensi makin berkurang, maka penderitaan dan kesulitan dapat membangkitkan kembali religiusitas.

“Orang-orang ingin melarikan diri dari penderitaan, tetapi mereka tidak bisa, mereka ingin menemukan makna,” kata Norenzayan. “Untuk sejumlah alasan, agama tampaknya memberikan makna pada penderitaan –melebihi dari ide atau keyakinan sekularisme mana pun yang kita ketahui.”

Fenoma ini terus terjadi di kamar-kamar di rumah sakit dan di daerah-daerah bencana di dunia.

Di Filipina, mereka yang selamat dari badai topan Haiyan melakukan prosesi keagamaan.

Di Filipina, mereka yang selamat dari badai topan Haiyan melakukan prosesi keagamaan.

Tahun 2011 misalnya, gempa bumi besar menghantam Christchurch, Selandia Baru –yang masyarakatnya sangat sekular. Tiba-tiba saja ada l onjakan religiusitas pada orang-orang yang mengalami peristiwa terserbut, tetapi sisanya di bagian lain di negara itu tetap sekular. Walaupun kekecualian untuk perubahan seperti ini memang ada -agama di Jepang menurun tajam setelah Perang Dunia II, misalnya– untuk sebagian besar, kata Zuckerman, memang mematuhi contoh model Christchurch.

Pikiran Tuhan

Namun sekalipun jika persoalan di dunia ini dapat secara ajaib dan diselesaikan dan kita semua hidup dengan damai dalam kesetaraan, agama mungkin tetap akan ada. Ini karena pemikiran tentang Tuhan kelihatannya memang ada dalam neuropsikologi spesies manusia, berkat adanya evolusi.

Untuk memahami hal ini, kita perlu menengok apa yang disebut sebagai ‘teori proses ganda’. Teori pokok psikologi ini menyatakan kita memiliki dua bentuk dasar pemikiran yang disebut: Sistem 1 dan Sistem 2.

Seorang rabi (pendeta agama Yahudi) di acara Purim.

Seorang rabi (pendeta agama Yahudi) di acara Purim.

Sistem 2 berevolusi secara relative baru-baru ini. Sistem 2 ini merupakan suara di kepala kita –narator yang tampaknya tidak pernah bungkam– yang memungkinkan kita merencanakan dan berpikir secara logis.

Sebaliknya Sistem 1 merupakan pemikiran yang intuitif, berdasarkan insting dan otomatis. Kapabilitas ini berkembang dalam manusia, tanpa memandang tempat mereka dilahirkan. Ini merupakan mekanisme untuk bisa bertahan hidup. Sistem 1 memberikan kita rasa jijik bawaan terhadap daging busuk, memungkinkan kita berbicara dalam bahasa ibu tanpa berpikir dan memberi kemampuan kepada bayi untuk mengenali orang tuanya dan membedakan antara benda hidup dan benda mati.

Hal ini mendorong kita untuk mencari pola-pola untuk memahami dunia dengan lebih baik, dan memahami peristiwa yang terjadi secara acak seperti bencana alam atau kematian orang yang kita cintai.

Seorang warga India Sikh menyalakan lilin pada upacara Bandi Chhor Divas atau Diwali.

Seorang warga India Sikh menyalakan lilin pada upacara Bandi Chhor Divas atau Diwali.

Selain membantu kita mendengus bahaya yang ada di dunia dan menemukan tema, sejumlah cendekiawan berpikir bahwa Sistem 1 juga memungkinkan berkembangnya agama dan melanggengkannya.

Berdasarkan alasan-alasan ini, banyak cendekiawan percaya bahwa agama muncul sebagai ‘produk sampingan kecenderungan kognitif kita’, kata Robert McCauley, Direktur Pusat untuk Pikiran, Otak dan Budaya di Universitas Emory di Atlanta, Georgia, dan juga penulis Why Religion Is Natural and Science Is Not.

“Agama adalah pengaturan budaya yang berkembang untuk melibatkan dan memanfaatkan kapasitas alamiah dalam manusia.”

Kebiasaan yang sulit dihentikan

Ateis harus melawan semua bawaan budaya dan evolusioner yang mereka miliki. Manusia secara alamiah ingin mempercayai bahwa mereka bagian dari sesuatu yang lebih besar, bahwa hidup tidak sepenuhnya sia-sia. Pikiran kita selalu merindukan adanya tujuan dan penjelasan.

Seorang warga Hindu India menjelang perayaan Festival Chhat.

Seorang warga Hindu India menjelang perayaan Festival Chhat.

“Dengan pendidikan, manusia terpapar pada sains dan pemikiran secara kritis, orang mungkin mulai berhenti mempercayai intuisi mereka,” kata Norenzayan. “Tetapi intuisi itu selalu ada.”

Di lain pihak, sains -yaitu sistem yang dipilih banyak ateis dan mereka yang tidak percaya untuk memahami dunia– bukan merupakan pil kognitif yang mudah ditelan. Sains berusaha meluruskan bias yang ada karena Sistem 1, kata McCauley.

Kita harus menerima bahwa bumi berputar, meskipun kita tak pernah merasakan sensasi itu sendiri. Kita harus dapat merangkul gagasan bahwa evolusi tidak memiliki kepedulian apa pun dan bahwa tidak ada desain atau tujuan akhir dari jagat raya ini, meskipun intuisi kita mengatakan hal yang berbeda.

Manusia juga sulit mengakui bahwa dirinya salah, bahwa dia berusaha mempertahankan pemikiran bias dan untuk menerima bahwa kebenaran selalu berubah-ubah pada saat data empiris yang dikumpulkan dan diuji, yang semuanya merupakan hal penting bagi sains.

“Secara kognitif, sains tidaklah alami karena sains sulit,” kata McCauley. “Agama, di lain pihak, merupakan hal yang tidak perlu kita pelajari karena kita sudah tahu.”

Agama = banyak anak

Di samping semua ini, agama mempromosikan kohesi dan kerja sama kelompok. Ancaman bahwa ada Tuhan (atau dewa) yang Mahakuasa yang mengawasi semua orang untuk tidak melanggar aturan sangat mungkin membantu menjaga ketertiban dalam masyarakat-masyarakat kuno. “Ini merupakan hipotesis hukuman supernatural,” kata Atkinson. “Jika semua orang percaya bahwa hukuman itu nyata, maka hal itu dapat berfungsi untuk kelompok.”

Warga Muslim di Azerbaijan sembahyang pada saat Idul Fitri.

Warga Muslim di Azerbaijan sembahyang pada saat Idul Fitri.

Yang terakhir, ada matematika yang mudah di balik kemampuan agama untuk akan selalu ada.

Di seluruh budaya, orang-orang yang religius cenderung memiliki lebih banyak anak daripada mereka yang tidak religius. “Ada bukti-bukti kuat untuk hal ini,” kata Norenzayans. “Bahkan di antara mereka yang religius, yang paling fundamentalis, biasanya yang memiliki tingkat kesuburan lebih tinggi dibanding mereka yang lebih liberal.”

Ditambah adanya fakta bahwa anak-anak biasanya mengikuti contoh orang tua mereka ketika menyangkut apakah mereka akan menjadi orang dewasa yang religius atau tidak, maka dunia yang sepenuhnya sekular kelihatannya lebih tidak mungkin.

Karena hal-hal inilah, para ahli memperkirakan agama mungkin tidak akan pernah lenyap. Agama, apakah itu dipelihara melalui rasa takut ataupun cinta, sangat berhasil mengabadikannya dirinya sendiri.

Jika tidak, tentu sekarang sudah tidak ada lagi agama.

Sumber : BBC Indonesia

Apa Sebenarnya Fungsi Bibir Kita?


Manusia, dari sisi penampilan, sangat berbeda dengan spesies lain karena punya jaringan super sensitif di bagian muka, yang biasa kita sebut bibir. Mengapa kita harus punya bibir? Jason G Goldman mencoba mencari jawabannya.

Bibir tak sekedar membantu kita menghasilkan bunyi huruf b, p atau m. =Foto= Thinkstock

Bibir tak sekedar membantu kita menghasilkan bunyi huruf b, p atau m. (Foto: Thinkstock)

Bibir: sering menjadi persoalan karena mengering di musim dingin dan sesekali tergigit saat kita makan.

Ini pertanyaan serius: apa sebenarnya fungsi bibir ini?

Burung bisa bertahan hidup meski tak punya bibir. Begitu juga dengan kura-kura.

Ternyata bibir sangat penting. Bibir membantu kita untuk menyedot dengan mekanisme sempurna.

Bahkan menyedot adalah salah satu kemampuan mendasar dari manusia yang langsung kita kuasai begitu kita lahir di dunia ini. Kemampuan yang oleh para ahli disebut sebagai “refleks primitif”.

Coba perhatikan bayi yang langsung bisa menyedot jari atau menyedot puting susu sang ibu. Dari mana ia belajar ini?

Selain menyedot, kita juga terlahir dengan kemampuan yang disebut sebagairooting reflex.

Ini adalah kemampuan menoleh begitu ada rangsangan pada mulut atau pipi.

Lidah punya peran penting ketika menyedot susu ibu, tapi bibirlah yang berperan untuk memastikan tidak ada susu yang bocor dari mulut dan masuk ke perut.

Itu berarti menyusui -baik secara langsung dengan menyedotnya dari payudara ibu atau melalui botol- bukan merupakan perilaku pasif.

Bagi bayi yang baru lahir ini seperti percakapan: ibu menyorongkan susu sementara bayi secara aktif mencari puting sang ibu. Ini seperti tarian yang sudah diatur iramanya oleh evolusi.

Fungsi linguistik

Bonobo dan simpanse melakukan ciuman, seperti yang mereka lakukan setelah berkelahi

Bonobo dan simpanse melakukan ciuman, seperti yang mereka lakukan setelah berkelahi.

Bibir juga punya peran penting kalau kita lihat dari aspek linguistik.

Bibir berfungsi sebagai tempat artikulasi, membantu menahan udara dari paru-paru sehingga dihasilkan bunyi-bunyi tertentu.

Karena kita punya bibir, kita bisa memiliki huruf b, p, dan m.

Pernah Anda bayangkan apakah akan ada kata-kata seperti papa, mama, atau bibi kalau kita tak punya bibir?

Karena bibir pula ada f dan v yang dihasilkan dengan mendekatkan bibir bawah ke gigi atas.

Jadi, karena bibir kita bisa bersuara dan bercakap-cakap.

Yang tak kalah penting -dan juga sangat menyenangkan- dari bibir adalah berciuman.

Berciuman tidak bisa dikatakan universal karena diketahui hanya ada di 90% budaya yang kita kenal. Artinya tak semua kebudayaan mengenal ciuman.

Charles Darwin -yang melahirkan teori evolusi- menulis bahwa memang ada kebudayaan yang mengenal tradisi berciuman.

“Kita masyarakat Eropa sangat terbiasa dengan ciuman, sebagai tanda sayang … tapi ada masyarakat di Selandia Baru, Tahiti, Papua, Australia, Somalia, dan Eskimo yang tak mengenal ciuman,” tulis Darwin dalam buku The Expression of Emotion in Man and Animals.

Meski tidak bersifat universal, berciuman bisa dirunut dari aspek biologi.

Mungkin ciuman adalah kombinasi dari tindakan impulsif dan perilaku yang terpelajari.

Selain manusia, spesies lain seperti simpanse dan bonobo juga berciuman, antara lain dilakukan sehabis mereka berkelahi. Bagi dua binatang ini, ciuman bisa bermakna tindakan rekonsiliatif.

Ilmuwan Chip Walter dalam artikel di jurnal Scientific American Mind menulis bahwa ciuman mungkin berasal dari perilaku primata saat mengunyah makanan dan memberikan makanan yang terkunyah ini ke anak.

Perilaku ini bisa kita lihat di kawanan simpanse.

Berawal dari mengunyah dan memberikan makanan ke anak, ternyata pertemuan antara bibir bisa juga berfungsi untuk meredakan ketegangan.

Lama-kelamaan perpaduan bibir menimbulkan ekstasi. Belakangan kita tahu memang ada banyak ujung syaraf di bibir kita ini.

Pasangan masa depan

Ciuman dipakai sebagai salah satu cara untuk mendeteksi calon pasangan, seperti diakui oleh responden penelitian di AS.

Ciuman dipakai sebagai salah satu cara untuk mendeteksi calon pasangan, seperti diakui oleh responden penelitian di AS.

Bibir adalah jaringan yang sangat sensitif.

Bagian dari otak kita yang membantu kita mendeteksi sentuhan disebutsomatosensory cortex yang berada di bagian otak bernama postcentral gyrus.

Semua sensasi sentuhan di tubuh kita dikirim ke sana untuk diproses dan kemudian dihasilkan jenis respons dari sentuhan itu disesuaikan dengan bagian tubuh mana yang mendapatkan sentuhan.

Dari mekanisme ini kita tahu, respons atas sentuhan di dada atau perut tak sebesar respons yang kita dapat di bagian tangan atau bibir. Bedanya sangat besar.

Jadi, bisa kita pahami sekarang mengapa pertemuan bibir antara dua orang bisa berakibat dahsyat.

Apa yang terjadi dengan komunitas yang tak mengenal tradisi berciuman?

Peneliti Gordon Gallup mengatakan di komunitas ini ciuman biasanya digantikan dengan kegiatan-kegiatan lain seperti menyemburkan udara ke wajah pasangan, atau menjilat dan meraba-raba wajah pasangan sebelum hubungan badan dilakukan.

Gallup pernah juga melakukan penelitian soal ciuman dengan responden para mahasiswa di Amerika Serikat.

Tim yang dipimpin Gallup mendapatkan beberapa temuan menarik dari penelitian ini.

Misalnya, mahasiswi tidak akan berhubungan badan kecuali jika ia terlebih dulu dicium.

Terungkap pula bahwa ciuman ternyata dipakai sebagai detektor kebersihan.

Sekitar 59% responden pria dan 66% responden perempuan di penelitian ini mengatakan mereka menggunakan ciuman untuk menentukan apakah hubungan perlu dilanjutkan atau tidak setelah ciuman pertama.

Jelas mereka menggunakan ciuman untuk mendapatkan bau badan dan kita tahu tingkat kebersihan seseorang acap kali ditentukan oleh bau badannya.

Ciuman tak sekedar menempelkan bibir ke orang lain, tapi juga melibatkan kegiatan mendeteksi bau (membaui), baik itu kita sadari atau tidak.

Jadi, bibir tak sekedar berfungsi mencegah kebocoran susu atau menghasilkan bunyi huruf b.

Dari bibir kita mendeteksi apakah seseorang cocok menjadi pasangan kita.

Sumber : BBC Indonesia

Pianis Jazz Cilik Asal Indonesia Rilis Album di AS


NEW YORK – Hal-hal yang menjadi kegemaran Joey Alexander termasuk The Avengers, SpongeBob dan Thelonious Monk.

Pemain piano cilik asal Indonesia, Joey Alexander, bersama pemain jazz kawakan AS, Herbie Hancock dalam acara di Apollo Theater, New York, 20 Oktober 2014.

Pemain piano cilik asal Indonesia, Joey Alexander, bersama pemain jazz kawakan AS, Herbie Hancock dalam acara di Apollo Theater, New York, 20 Oktober 2014.

Ia bocah Indonesia berusia 11 tahun yang normal, yang kebetulan sangat berbakat dalam bermain piano jazz dan telah membuat terkesan musisi-musisi jazz kawakan dunia seperti Wynton Marsalis dan Herbie Hancock.

Minggu ini, Joey merilis CD pertamanya, “My Favorite Things” (Hal-hal Favorit Saya), yang dibuka dengan versi 10 menit lagu John Coltrane yang luar biasa menantang dari segi harmoni, “Giant Steps.” Ia juga memperlihatkan sentuhan sensitif pada balada-balada seperti “Lush Life” dari Billy Strayhorn dan “Round Midnight” gubahan Monk.

Ia tidak hanya mengaransemen semua musik, namun juga menulis komposisi asli, “Ma Blues,” yang terinspirasi lagu klasik jazz milik Bobby Timmons “Moanin’.”

“Bagi saya, jazz adalah sebuah panggilan. Saya cinta jazz karena ini merupakan kebebasan untuk mengekpresikan diri dan bersikap spontan, penuh irama dan penuh improvisasi,” ujar pianis berambut mangkuk, yang tinggi badannya kurang dari 140 centimeter dan berbobot sekitar 40 kilogram, dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

“Teknik itu penting, namun bagi saya pertama-tama ketika saya bermain harus dari hati dan merasakan iramanya.”

Joey membuat debutnya di AS bulan Mei 2014 pada gala tahunan Jazz at Lincoln Center (JALC), New York City, dengan menampilkan versi solo dari “Round Midnight.”

Marsalis, direktur artistik JALC, membawanya ke Amerika dari Indonesia setelah seorang kawannya bersikeras bahwa ia harus menonton video YouTube yang memperlihatkan seorang bocah 10 tahun bermain lagu-lagu dari Coltrane, Monk dan Chick Corea.

“Rasanya tidak ada yang bisa bermain seperti itu pada seusianya,” ujar Marsalis. “Saya sangat menyukai semua hal dari permainannya — ritmenya, kepercayaan dirinya, dan pemahamannya akan musik.”

Joey mengatakan bakat uniknya itu adalah “hadiah dari Tuhan.”

Lahir di Bali, Joey yang bernama lengkap Josiah Alexander Sila mulai bermain piano pada usia enam tahun ketika ayahnya, seorang pianis dan gitaris amatir, membawa pulang kibor elektrik mini. Joey langsung bisa memainkan melodi “Well, You Needn’t” dari Monk dan lagu-lagu jazz standar lainnya hanya dengan mendengarkan koleksi jazz ayahnya.

Sang ayah memberinya pelajaran musik, dan ia segera mulai bermain dengan musisi-musisi lokal. Orangtuanya kemudian melepaskan usaha wisata petualangan mereka dan pindah ke Jakarta agar Joey bisa bermain dengan musisi-musisi jazz terkemuka.

Pada usia delapan tahun, Joey mendapat kesempatan bermain untuk pahlawannya, Hancock, pada sebuah acara UNESCO di Jakarta. Joey mengatakan dorongan Hancock telah membuatnya “mendedikasikan” diri pada jazz.

Ayahnya, Denny Sila, mengatakan ia tidak pernah berniat agar putranya mengejar karir dalam musik jazz, namun kemudian berubah pikiran ketika Joey mengalahkan lebih dari 40 musisi profesional dalam kompetisi 2013 Master-Jam Fest untuk pemain improvisasi jazz di Ukraina.

Oktober lalu, Joey masuk ke studio untuk pertama kalinya untuk merekam “My Favorite Things.” Ia baru-baru ini mendapatkan visa O-1 untuk “individu-individu dengan kemampuan luar biasa”, yang memungkinkannya tinggal bersama keluarganya di New York untuk mengejar mimpi jazz-nya.

“Saya ingin berkembang dengan berlatih dan bermain, dan menantang diri saya untuk menjadi lebih baik setiap hari,” ujar Joey.

Rencananya selanjutnya termasuk pertunjukan di festival jazz Montreal dan Newport yang bergengsi.

Produser Newport George Wein mengatakan, ia selalu enggan menampilkan “anak-anak ajaib”, namun ia melakukan kekecualian setelah Jeanne Moutoussamy-Ashe, janda legenda tenis Arthur Ashe, membawa Joey ke apartemennya di Manhattan untuk bermain untuknya.

“Hal yang membedakannya dari sebagian besar pemain muda adalah kedewasaannya dalam pendekatan harmoninya,” ujar Wein.

“Permainannya sangat kontemporer, namun ia juga memiliki pengetahuan sejarah musik.”

sumber : VOA Indonesia