Google & Frankie Manning Birthday 102nd


Google & Frankie Mannings

KOMPAS.com – Halaman utama Google kembali dihiasi oleh doodle. Hari ini, Kamis (26/5/2016), bagian ini dipercantik dengan doodleuntuk memeringati hari ulang tahun ke-102 dari penari dan koreografer asal Amerika Serikat, Frankie Manning.

Google membuat animasi sepasang pria dan wanita yang berdansa dengan riangnya. Ada adegan di mana sang pria melempar tinggi-tinggi sang wanita. Di bagian belakang terdapat tulisan “Google”.

Namun, siapa sebenarnya Frankie Manning yang dijadikan GoogleDoodle hari ini?

Dikutip KompasTekno dari Telegraph, Frankie Manning dilahirkan pada 26 Mei 1914 di Jacksonville, Florida, AS.

Baru menginjak usia tiga tahun, Frankie Manning sudah harus pindah ke daerah Harlem, salah satu bagian di kota New York.

Ketertarikannya terhadap dunia tari sendiri sudah dimulai sejak usia muda. Saat menginjak usia yang lebih dewasa, Frankie Manning sering menghadiri kegiatan dansa di Renaissance Ballroom, di mana ia banyak ditemani oleh sang ibu.

Ia cukup kaget ketika melihat ibunya mampu menarikan gerakan tarian tradisional barat, seperti waltz. Karena itu, dia semakin serius mempelajari tarian.

Frankie Manning kemudian mendirikan sebuah kelompok dansa bernama Whitey’s Lindy Hoppers yang cukup sering pentas dan membuat beberapa film. Ia juga dianggap sebagai salah satu pencipta gerakan dansa terkenal, Lindy Hop.

Tarian itu begitu populer di antara tahun 1920-an hingga 1930-an. Gerakan dansa ini merupakan gabungan dari banyak gerakan, sepertijazztapbreakaway, dan Charleston.

Gerakan Lindy Hop sendiri lahir di komunitas Afrika-Amerika di Harlem, tetapi mulai banyak menyebar di tahun 1930.

Gerakan ini begitu liar dan spontan, dengan adanya gerakan tendangan dan pergerakan anggota tubuh, atau bisa saja menjadi gerakan yang bersahaja, dan biasanya dilakukan berpasangan, sama seperti animasi gerakan yang ditampilkan Google.

Frankie Manning sendiri bukanlah orang yang memberikan nama gerakan Lindy Hop. Namun, ia merupakan duta dari gerakan tersebut karena membantu membuat tarian itu populer dan menyebarkannya ke khalayak luas.

Frankie Manning meninggal pada 27 April 2009 dalam usia 94 tahun di Corona, Queens, AS.

SUMBER : kompas.com

Google & Suzanne Lenglen 117th Birthday


KOMPAS.com – Halaman utama Google pada Selasa (24/5/2016) dihiasi dengan doodle untuk memperingati hari ulang tahun ke-117 dari petenis wanita asal Perancis, Suzanne Lenglen.

Google membuat animasi gerakan Suzanne Lenglen yang sedang bermain tenis. Latar belakang doodle ini didominasi dengan warna dasar hijau, seperti lapangan rumput tenis. Di bagian belakang terdapat tulisan Google.

Siapa sebenarnya Suzanne Lenglen yang dijadikan Google Doodle hari ini?

Jika mendengar soal tenis wanita, siapa yang ada di benak Anda saat ini? Sebagian besar dari Anda, mungkin, akan menyebut nama Serena Williams atau Maria Sharapova. Nah, Suzanne Lenglen itu bisa dikatakan salah satu juara tenis yang paling berpengaruh, jauh sebelum dua petenis wanita tersebut.

Sebagaimana KompasTekno rangkum dari Mirror, selama karirnya, dari 1914 hingga 1926, Suzanne Lenglen berhasil mendapatkan 31 gelar kejuaraan dan mendominasi dunia tenis wanita.

Petenis flamboyan ini dinobatkan menjadi selebrita wanita tenis pertama. Gayanya yang keras bahkan mampu mengubah dunia olahraga tenis kala itu.

“Dia meruntuhkan batasan melalui permainannya yang penuh gairah, pakaian yang tidak tradisional, dan cara berdiri yang melawan formalitas olahraga tersebut,” tulis Google.

Pada tahun 1925, Suzanne Lenglen membintangi film bisu pendek mengenai cara bermain tenis.

Karir Suzanne Lenglen harus berakhir pada tahun 1938. Petenis wanita yang disegani itu berhenti karena penyakit leukemia yang dideritanya. Tiga minggu setelah didiagnosa, ia menjadi buta.

Suzanne Lenglen meninggal pada 4 Juli 1938. 1)

Bintang.com, Jakarta Sebagai bentuk penghormatan, Google mempersembahkan Doodle untuk Suzanne Lenglen pada Selasa (24/5). Bukan tanpa alasan, jika sang petenis perempuan masih hidup, tepat hari ini ia akan merayakan ulang tahun ke-117. Karena dikenal sebagai salah satu figur yang berpengaruh, kamu jangan sampai tak tahu sejumlah fakta tentang Suzanne Lenglen berikut, menurut Mirror.

Menuju puncak karier dengan begitu cepat. Ketika banyak pemain tenis yang harus menjalani proses panjang untuk sampai ke puncak karier, Suzanne hanya butuh waktu kurang dari 5 tahun. Karena itu, ia pun dikenal sebagai pemenang kejuaraan tenis paling muda.

Nama Suzanne mendominasi kejuaraan. Selama karier profesionalnya, yakni pada rentang 1914 hingga 1924, ia berhasil kampiun dengan 31 gelar. Raihan itu otomatis membuat namanya jadi yang paling mendominasi di dunia tenis perempuan.

Jadi petenis perempuan pertama yang terkenal. Akibat pencapaian yang luar biasa, nama Suzanne mulai banyak dikenal publik, bahkan oleh mereka yang tak terlalu menyukai tenis. Di samping melambungkan citra Suzanne, ia pun membuktikan bahwa perempuan juga bisa mendominasi di dunia olahraga.

Pernah terlibat dalam film. Karier yang begitu gemilang di usia belia membuat Suzanne dilirik oleh sejumlah penggiat film. Berbuah hasil, pada 1925 Suzanne bermain dalam sebuah film bisu, How I Play Tennis, di mana rekam gambar itu berisikan tata cara bermain tenis dengan benar.

Tutup usia di tahun 1938. Sayangnya, Suzanne Lenglen didiagnosa mengidap leukimia pada Juni 1938 dan jadi buta 3 minggu setelahnya. Berdasarkan pemberitaan kala itu, Suzanne menghembuskan napas terakhir pada 4 Juli 1938. 2)

1) kompas.com
2) bintang.com

Mahasiswa Brawijaya Bikin Polisi Tidur Penghasil Energi Terbarukan (POTRET)


alat-pembatas-kecepatan-kendaraan-atau-yang-kerap-disebut-polisi-tidur-_140707103132-720REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Empat mahasiswa jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) Malang, mengembangkan konsep polisi tidur yang dapat berfungsi sebagai penghasil listrik yang dinamakan Polisi Tidur Penghasil Energi Terbarukan atau POTRET.

Tim POTRET terdiri dari Doni Darmawan Putra, Hasan, Anthony Wijoyo, dan Ridho Darmawan dengan dosen pembimbing Eka Maulana. Alat yang masuk nominasi lima besar penghargaan Inovasi Teknologi Kota Malang (INOTEK) 2016 bidang Energi ini menerapkan hukum kekekalan energi untuk menghasilkan energi listrik.

“Kami memanfaatkan perubahan energi potensial pegas yang kami tempatkan di bawah polisi tidur,” kata ketua Tim POTRET, Doni Darmawan Putra di Malang, Jawa Timur, Kamis (19/5).

Perubahan energi ini, jelas Doni, disebabkan tekanan kendaraan yang melintas. Kemudian energi tersebut berubah menjadi energi kinetik dan memutar rotor dari generator DC. Dalam prinsip mesin listrik, perubahan kecepatan dalam suatu medan magnet akan menghasilkan tegangan terinduksi pada sisi stator generator DC.

Saat rangkaian digabungkan dengan ACCU, lanjutnya, akan terjadi aliran arus listrik yang secara perlahan bakal mengisi tegangan pada ACCU. Energi yang disimpan pada ACCU dapat digunakan untuk penerangan jalan saat malam hari atau keperluan lainnya.

“Apabila dalam sehari terdapat 1.000 kendaraan dengan berat rata-rata 1.000-2.000 kilogram, gear akan memutar generator dengan kecepatan putar 1.000-1.250 rpm. Maka output dari sistem ini dapat digunakan untuk menyalakan empat lampu masing-masing 40 watt selama 10 jam setiap hari,” paparnya.

 

Karya riset unggulan Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai DIKTI ini merupakan alat generasi ketiga. Sebelumnya, tim telah mengembangkan konsep serupa dengan sumber energi gerakan air. Namun, menerapkan POTRET dengan memanfaatkan air dikhawatirkan dapat memicu korsleting listrik.

Hingga akhirnya tim mewujudkan karya yang seperti saat ini. Alat yang saat ini sedang dalam proses paten tersebut memiliki keunggulan safety, portable, dan tidak terpengaruh cuaca. POTRET dapat diterapkan pada pintu gerbang kampus, mal atau jalan tol yang terdapat portal.

Pada jalan yang terdapat portal tersebut lebih dahulu dilubangi untuk diisi dengan pegas. Selanjutnya, di atas pegas dapat ditempatkan polisi tidur yang terbuat dari besi atau seng tebal. Alat POTRET ditempatkan di samping polisi tidur tersebut.

“Biaya untuk memproduksi sebuah alat POTRET menghabiskan dana sekitar Rp 4 juta. Kami terus berinovasi dengan alat ini. Pandangan ke depan dengan prinsip dasar alat ini dapat digunakan pula di alat-alat fitness untuk menghasilkan energi listrik terbarukan,” urainya.

Sumber : republika.co.id

Trie Sulistiowarni, Cagub : Persoalan Pertanahan DKI Tak Kalah Peliknya Dibanding Banjir dan Macet-


trisulissRMOL. Persoalan pertanahan di DKI Jakarta tak kalah peliknya dibandingkan masalah kemacetan dan banjir yang melanda Ibukota. Perihal ini disampaikan salah satu bakal calon gubernur Jakarta 2017-2022, Trie Sulistiowarni.

Dalam masalah pertanahan ini, papar Trie, salah satu hal yang memprihatinkannya adalah masih banyak tanah milik Pemerintah DKI Jakarta yang belum memiliki sertifikat. Ini juga sering menjadi  masalah konflik atau sengketa pertanahan di DKI.

“Persoalan pertanahan di DKI ini sering menjadi pelik gara-gara banyak mafia tanah yang bermain, dan sering melibatkkan oknum pemerintah. Kalau saya menjadi Gubernur, salah satu concern ,saya adalah melakukan pembenahan masalah pertanahan ini, dan sekaligus memberantas mafia tanah yang bergentayangan,” ujar Trie, di Jakarta, Selasa (17/5).

Munculnya berbagai persoalan tersebut, lanjutnya, kemudian  berujung pada penggusuran seperti kasus pasar ikan Luar Batang yang baru-baru ini terjadi. Itu, terangnya, adalah salah satu imbas dari tidak adanya kepastian kebijakan soal pertanahan di DKI Jakarta.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang tahun 1984 tentu saja sangat paham seluk beluk masalah pertanahan dan pemukiman (perumahan) di DKI. Pasalnya mantan Tenaga Ahli Menteri Perumahan Rakyat ini juga merupakan seorang Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Berkaitan dengan pertanahan ini, Penasehat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Provinsi DKI ini mengemukakan bahwa Pemerintah mestinya punya keberpihakan kepada rakyat kecil, jangan sekedar main gusur.

“Kalau memang masyarakat sudah menempati tanah milik Negara selama puluhan tahun, seyogyanya diberikan saja kepada masyarakat, dan mereka dibantu untuk mendapatkan Sertifikat melalui program pemerintah yang ada. Karena tanah itu juga memiliki fungsi sosial, tak hanya semata-mata fungsi ekonomi atau bisnis,” ujarnya. [akun/zul] 

Sumber : RMOL Jakarta

Berita terkait : Siap Berantas Mafia Tanah, Notaris Trie Sulistiowarni Maju dalam Pertarungan Pilkada DKI 2017

Calon Gubernur ini Soroti Penataan Apartemen


image

VIVA.co.id – Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta yang mengikuti penjaringan di Partai Kebangkitan Bangsa, Trie Sulistiowarni, mengaku  semakin banyak menerima aspirasi menyangkut hunian vertikal di Jakarta. Dia mengkritisi, tren pertumbuhan hunian vertikal yang pesat di Jakarta tidak dibarengi dengan penataan yang baik.

“Problemnya bukan hanya soal ketersediaan lahan, lebih dari itu adalah kebijakan dan kepastian hukum setelah hunian-hunian vertikal tersebut berdiri,” ujar Tri dalam siaran pers yang diterima VIVA.co.id, Jumat 13 Mei 2016.

Menurutnya, hampir di setiap kawasan hunian vertikal menyisakan masalah yang pelik. Mulai dari soal status kepemilikan, pengelolaan, perhimpunanpenghuni, fasilitas umum dan fasilitas sosial, dan sebagainya.

“Kasus semacam itu bukan hanya terjadi di Kalibata City yang sempat ramai di media massa, tetapi juga di hampir semua hunian vertikal (rumah susun/aparteman),” ujar Perempuan berprofesi notaris dan PPAT ini.

Menurutnya, dari semua kasus tersebut, penghuni cenderung menjadi pihak yang dirugikan. Soal kepemilikan misalnya, sampai sekarang masih sangat banyak hunian vertikal yang belum bisa memberi kepastian status kepemilikan kepada pemiliknya, karena sertifikat yang belum juga terbit.

“Ini kan ironis. Belum lagi soal fasum dan fasos yang ternyata banyak disalahgunakan olehpengembanguntuk mengambil keuntungan, dan banyak lagi masalah-masalah ikutan lainnya,” ujarnya.

Trie mengaku memiliki konsep dalam penataan pembangunan hunian vertikal bila terpilih menjadi gubernur. Dia berjanji akan mengutamakan kepentingan penghuni.

“Dan yang tak kalah pentingnya, jangan sampai pembangunan hunian vertikal, khususnya subsidi yang diberikan oleh Pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah salah sasaran,” katanya.

Sumber : viva.co.id

Google & Daeng Soetigna


GOOGLE & Daeng Soetigna

Hari ini, Google merayakan Hari lahirnya seorang pencipta angklung diatonis yang ke-108. Makanya tampak depannya seperti terlihat di atas.

Daeng Soetigna (lahir di GarutHindia Belanda13 Mei 1908 – meninggal di BandungJawa Barat8 April 1984 pada umur 75 tahun) adalah seorang guru yang lebih terkenal sebagai pencipta angklung diatonis. Karya dia inilah yang berhasil mendobrak tradisi, membuat alat musik tradisional Indonesia mampu memainkan musik-musik Internasional. Ia juga aktif dalam pementasan orkes angklung di berbagai wilayah di Indonesia.[1]

Biografi

Masa Kanak-kanak

Daeng SoetignaPak Daeng Soetigna Lahir di Garut pada tanggal 13 Mei 1908. Karena kedua orang tuanya termasuk bangsawan Sunda, Pak Daeng beruntung dapat menikmati pendidikan zaman Belanda yang saat itu masih sangat terbatas bagi pribumi. Sekolah yang sempat dia enyam adalah:[2]

  • HIS Garut (tahun 1915 – 1921), sebagai murind angkatan kedua.
  • Sekolah Raja (Kweekschool) Bandung (tahun 1922). Tahun 1923 Kweekscholl diubah namanya menjadi HIK (Hollands Islandsche Kweekschool). Daeng akhirnya lulus tahun 1928.

Setelah lulus HIK, Daeng langsung menjadi guru. Pada umur 45 tahun, Pak Daeng mengikuti beberapa pendidikan lanjut:

  • Tahun 1954, Pak Daeng ikut kursus B-1 (setara D-3), dan berhasil lulus ujian akhir. Namun Pak Daeng tidak mendapat ijazah Diploma, karena menurut panitia dia tidak berhak.
  • Tahun 1955, dikirim bersekolah di Teacher’s College Australia sebagai salah satu kontingen dalam program Colombo Plan.

Keluarga

Pak Daeng Soetigna menikah dua kali:

  1. Istri pertama adalah Ugih Supadmi (menikah tahun 1930, bercerai tahun …), dan dikaruniai tiga orang anak yaitu: Aam Amalia, Tedja Komala dan Emma
  2. Istri kedua adalah Masjoeti (menikah tahun 1938), mendapat empat orang anak: Iwan Suwargana, Erna Ganarsih, Itin Gantinah, dan Utut Gartini.

Karier

Daeng Soetigna2Setelah tamat dari HIS, Pak Daeng Soetigna menjadi guru.

  1. Tahun 1928, menjadi guru di SchakelschoolCianjur
  2. Tahun 1931, menjadi guru HIS di Kuningan
  3. Tahun 1942, seiring kedatangan Jepang, HIS diubah menjadi SR (Sekolah Rakyat), dan Pak Daeng diangkat menjadi kepala sekolah
  4. Tahun 1945, setelah proklamasi berdirilah SMP Kuningan I di mana sebagian gurunya diambil dari SR, termasuk Pak Daeng.
  5. Tahun 1948, Pak Daeng pindah ke Bandung dan menjadi kepala sekolah SD, dan diperbantukan pada Jawatan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.
  6. Tahun 1950, menjadi penilik sekolah dan diperbantukan pada kursus-kursus di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.
  7. Tahun 1956, sepulang dari Australia Pak Daeng diangkat menjadi konsultan pengajaran seni suara di SGA 2 Bandung, SGA Kristen Jakarta, SGA 1 Jogjakarta, SGA Balige dan SGA Ambon.
  8. Tahun 1957, menjabat sebagai Kepala Jawatan Kebudayaan Jawa Barat.
  9. Tahun 1960, diangkat sebagai Kepala Konservatori Karawitan, Bandung.
  10. Tahun 1964, Pak Daeng pensiun dari pengabdiannya sebagai pegawai negeri sipil.

Masa Tua

Pak Daeng pensiun sebagai pegawai negari sipil pada tahun 1964 (saat berumur 56 tahun). Dengan bebasnya dia dari tugas rutin sebagai pegawai pemerintah, maka Pak Daeng aktif mengembangkan angklung. Dia melatih di berbagai kelompok angklung seperti SD Soka, SD Santo Yusup, dan SD Priangan. Demikian pula perkumpulan ibu-ibu Militer maupun suster di gereja RS Borromeus. Atas jasa-jasanya, pada masa tuanya inilah Pak Daeng mulai memperoleh berbagai penghargaan, termasuk SATYA LENCANA KEBUDAYAAN dari Presiden RI.

Setelah pengabdiannya yang panjang dalam mengangkat musik angklung dari kelas pengemis ke kelas konser, Pak Daeng Soetigna wafat pada tanggal 8 April 1984, dan dikebumikan di Cikutra, Bandung.

Karya

Karya terbesar Pak Daeng Soetigna adalah memodifikasi Angklung yang tadinya bernada pentatonis menjadi diatonis. Angklung ini kemudian diberi nama kehormatan sebagaiAngklung Padaeng. Selain itu, Pak Daeng juga seorang komposer yang telah menulis puluhan aransemen lagu angklung.

Guru

Dalam menciptakan angklung Padaeng, Daeng Soetigna berguru kepada:[2]

  • Pengemis tua (tidak tercatat namanya) yang memainkan lagu “Cis kacang Buncis” dengan angklung tradisionil. Pak Daeng kemudian membeli peralatan angklung tersebut, dan mendapat inspirasi untuk memakai angklung sebagai alat mengajar seni musik, menggantikan alat seperti mandolin dan biola yang saat itu sangat mahal.
  • Pak Djaja adalah seorang empu pembuat angklung yang saat itu sudah sepuh. Pak Djaja dengan senang hati menerima ide Pak Daeng untuk membuat angklung diatonis, dan menurunkan pengalaman puluhan tahunnya, sehingga angklung dengan tangga nada diatonis itu berhasil terwujud.
  • Pak Wangsa adalah petani yang memberi tahu bahwa bambu akan awet jika di potong pada saat uir-uir berbunyi. Itu adalah tanda musim kemarau sudah mulai dan bambu berada pada keadaan kering.
  • Pak Setiamihardja adalah sobat pak Daeng sewaktu masih di Kuningan. Setelah pak Setiamihardja juga pindah di Bandung, dialah tangan kanan Pak Daeng dalam membuat angklung, karena sangat terampil dan apik mengerjakan angklungnya. Tidak heran, karena Pak Setia adalah seorang guru kerajinan tangan.

Penghargaan

Penghargaan yang diberikan kepada Pak Daeng di antaranya:

  1. Piagam Penghargaan, atas Jasanya Dalam Bidang KesenianKhususnya dan Kebudayaan Pada Umumnya, dari Gubernur Jawa Barat Brigjed Mashudi, 28 Februari 1968.[2]
  2. Piagam Penghargaan, dalam rangka mendorong pertumbuhan, pemekaran dan pengembangan keseniang angklung di ibukota, dari Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, 10 September 1968.[2]
  3. Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebudayaan, dari Presiden Republik Indonesia, Jend. Soeharto, 15 Oktober 1968.[2]
  4. Piagam Penghargaan, atas jasa dalam pembinaan dan pengembangan seni daerah, khususnya seni Angklung, dari Gubernur Jawa Barat H.A. Kunaefi, 17 Agustus 1979.[2]

Setelah meninggal, Pak Daeng masih terus menerima penghargaan, di antaranya:

  1. Piagam Penghargaan, sebagai perintis Pembangunan Pariwisata Jawa Barat, dari Gubernur Jawa Barat, R. Nuriana, 18 Februari 1994.[2]
  2. Piagam Penghargaan, seniman angklung yang telah berkreasi dan berkarya mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat Nasional, dari Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan, 21 Juli 2005.[2]
  3. Piagam Penghargaan dan Metronome Award 2006, sebagai pengembang musik tradisional Angklung, dari Pusat Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia, 21 Juli 2005.[2]
  4. Penghargaan Nasional Hak Kekayaan Intelektual 2013, Pencipta Angklung, Menteri Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia, Amir Syamsudin, 26 April 2013.

Referensi

  1. Cahyanto, Malatu Budi; Yuliastuti, Rima; Asih, Lestari (2012). Seni Musik1Solo:Tiga Serangkai. ISBN 978-979-084-767-5.
  2. Tatang Sumarsono, Erna Ganarsih Pirous, Membela Kehormatan Angklung: Sebuah Biografi dan Bunga Rampai Daeng Soetigna, Yayasan Serambi Pirous, 2009.

Sumber : Wikipedia Indonesia

10 Rahasia Menggunakan Whatsapp dengan Maksimal


Kalau dulu kita familiar dengan SMS untuk mengirim pesan, sekarang kemajuan teknologi memungkinkan kita untuk memilih berbagai provider pengirim layanan pesan instan. Kirim pesan tidak lagi susah dan mahal. Asal punya smartphone, kita sudah bisa chat dengan keluarga, teman, rekan bisnis, dan orang-orang terdekat. Mulai dari mau memilih dari segi fitur, jangkauan, kuota, sampai aksesoris lucu, semuanya bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Siapa sih yang tidak menggunakan Whatsapp (WA) di jaman sekarang? Tampilannya yang sederhana serta fiturnya yang ngena banget membuat banyak orang lebih nyaman dan akhirnya memilih Whatsapp dibandingkan aplikasi chat lainnya. BTW, kamu sudah menggunakan Whatsapp dengan maksimal belum? Jangan bilang sudah kalau belum tahu 10 rahasia penggunaan Whatsapp ini!

  1. Mau memiringkan atau menebalkan teks? Sekarang di Whatsapp bisa! Bisa strikethroughjuga lho!
001

Udah kayak Microsoft Word aja

Untuk memiringkan teks kamu bisa menulisnya seperti ini:

_teks_

Untuk menebalkan tulis seperti ini:

*teks*

Sementara untuk strikethrough atau tulisan yang dicoret kamu bisa menuliskannya dengan cara seperti ini:

~teks~

Duh pasti ini langsung pada nyoba ya? Bisa dikombinasikan juga lho:

*_teks_*

  1. Sembunyikan fakta kalau kamu menghindari seseorang dengan mengubah pengaturan tanda centang biru
002

Si dia nggak bakal tahu lagi kalau pesannya sudah kamu baca

Biasanya saat pesan kita sudah dibaca akan muncul 2 centang berwarna biru. Nah biar nggak ketahuan kalau kamu sebenarnya sudah baca kamu bisa menyembunyikan tanda biru itu. Caranya buka settings (pengaturan) > account (akun) > privacy (privasi) > read receipt (laporan dibaca). Atau kamu juga bisa menghidupkan airplane mode sebelum membuka chatdan keluar dari chat sebelum mematikan airplane mode.

  1. Jangan biarkan orang-orang kepo tahu dengan mudah kapan kamu melihat WA dengan menyembunyikan”last seen“-mu
003

Nggak akan ada yang tahu kapan terakhir kali kamu membuka WA

Seperti centang dua warna biru, last seen juga sering membuatmu merasa terganggu privasinya. Tapi kini kamu tak perlu khawatir karena kamu cukup masuk ke settings (pengaturan) > account (akun) > privacy (privasi) > last seen (terakhir dilihat).

  1. Menyulap pesan-pesan yang sudah terhapus kembali lagi ke layar percakapan WA-mu
004

Nggak bakal takut lagi kalau nggak sengaja kehapus

Jika kamu secara tidak sengaja menghapus pesan yang sebenarnya ingin kamu simpan pasti kamu akan merasa sangat menyesal. Kalau kamu sudah mengatur backup harian untuk percakapan di WA-mu dan menyinkronkannya dengan Google Drive, maka kamu tak perlu khawatir. Dengan mudah kamu dapat mengembalikan pesan-pesan yang sudah terhapus dengan cara menginstall ulang aplikasi WA yang sudah kamu pasang.

  1. Tak perlu lagi scrollinguntuk menemukan pesan-pesan penting, kini kamu cukup memberikan tanda bintang saja
005

Tinggal di-touch aja bintang di bagian kiri bawah

Ini paling sering kejadian di grup teman sekantor atau grup angkatan di kampus. Karena terlalu banyak candaan, pesan-pesan penting jadi sulit dicari karena harus scrolling panjang sekali. Kini dengan cukup memberi tanda bintang saja, semua pesan-pesan itu akan dengan mudah ketahuan rimbanya dimana. Pesan berbintang ini bisa kamu sortir di menu starred messages yang terdapat di settings (pengaturan).

  1. Sudah punya Whatsapp di desktop komputermu belum? Coba yuk!
006

Nggak ada alasan lagi buka smartphone pas jam kerja

Buka web.whatsapp.com dari browser komputermu. Kemudian dari HPmu, pilih settings (pengaturan) > Whatsapp Web. Setelah itu kamu akan diminta untuk men-scan QR code dari Whatsapp Web yang ada di desktop komputermu. Semudah itu, tapi manfaatnya kamu tetap bisa mendapatkan notifikasi dengan mudah tanpa harus melihat ke smartphone.

  1. Kini Whatsapp bisa mem-broadcastpesan pribadi juga lho, sudah pernah coba?
007

Nggak perlu bikin grup chat lagi

Kamu ingin mengirim pesan yang sama ke sejumlah orang tidak berarti kamu harus membuat grup chat baru, cukup gunakan fitur broadcast saja. Untuk pengguna android, caranya pilihmenu lalu pilih new broadcast (siaran baru).

Sementara untuk pengguna iPhone, temukan tombol broadcast list (daftar siaran) di kiri atas layar chatmu, pilih dan buatlah new list (daftar baru). Dalam waktu seketika, pesanmu akan dikirim ke sejumlah orang sebagai pesan pribadi

  1. Mengirim file dalam bentuk PDF kini tak harus lewat email, Whatsapp pun bisa!
008.png

Enak juga nggak usah buka email

Tak perlu repot-repot menutup jendela Whatsapp kemudian membuka aplikasi emailmu. Kini kamu bisa mengirim file dalam bentuk PDF secara langsung melalui chat Whatsapp.

  1. Cari tahu siapa yang sudah membaca dan kapan membaca pesan yang kamu kirim di grup
009

Ketahuan siapa yang udah baca

Caranya sangat mudah, tekan cukup lama pada pesan yang kamu kirim dan tekan info. Maka kamu akan mengetahui siapa saja teman-temanmu yang sudah membaca pesan dan kapan mereka membacanya.

  1. Gunakan visual reminderuntuk menjawab pesan yang belum sempat kamu balas karena sibuk
010

Swiping dulu aja, balesnya entar

Ketika kamu sedang disibukkan dengan berbagai macam tugas kantor dan hanya sempat membaca pesan tanpa membalasnya. Cukup swiping atau geser pesan tersebut dari kiri ke kanan, maka secara otomatis pesan itu akan ditandai sebagai pesan yang belum dibaca.

Masih ada banyak cara lainnya untuk memaksimal penggunaan Whatsapp yang sudah cukup populer seperti mute pemberitahuan grup, mengatur foto agar tidak langsung ter-download, mengatur message preview, dan mem-backup chat. Udah pernah nyoba semua?

sumber : Jangan Ngaku Kekinian Kalau Belum Tahu 10 Rahasia Menggunakan Whatsapp dengan Maksimal